BerandaInternational Brand5 Perlengkapan Pendaki Pemula yang Sering Dilupakan, Padahal Bisa Jadi Life-Saver!

5 Perlengkapan Pendaki Pemula yang Sering Dilupakan, Padahal Bisa Jadi Life-Saver!

Temukan perlengkapan pendaki bagi pemula yang wajib kamu punya. Cek daftar selengkapnya di sini! 

Kamu baru mau mulai pendakian gunung? Wajar banget kalau fokus pertama langsung ke carrier, sepatu gunung, atau jaket yang bisa keren saat di foto. Tapi di balik semua itu, ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian pendaki pemula: kesiapan menghadapi kondisi tak terduga di gunung.

Seringkali, pendaki awam terlalu fokus pada perlengkapan besar seperti tenda dan sleeping bag, namun melupakan detail-detail kecil yang justru menjadi penentu keselamatan saat situasi darurat terjadi. 

5 Perlengkapan Pendakian Pemula 

Di artikel ini, kita akan mengupas 5 perlengkapan pendaki pemula, yang esensial dari Coghlans. Berbagai produknya ringkas, ringan, namun memiliki fungsi krusial sehingga tentunya wajib ada di tas kamu.

1. Wrist Compass (Kompas Pergelangan Tangan)

Banyak pendaki pemula mengandalkan GPS di smartphone. Masalahnya, sinyal di gunung sering hilang dan baterai ponsel bisa drop drastis karena suhu dingin. Di sinilah Wrist Compass menjadi penyelamat.

Berbeda dengan kompas bidik yang harus dikeluarkan dari saku, kompas pergelangan tangan selalu “siap sedia” di tanganmu. Kompas bidik tidak mengganggu pergerakan atau genggaman pada trekking pole. Kompas bidik atau Wrist Compass digunakan sepanjang perjalanan untuk verifikasi arah, terutama saat kamu menemui persimpangan jalan yang membingungkan atau saat kabut tebal mulai turun dan menutupi jarak pandang.

Cara Penggunaan: 

1. Pastikan posisi tangan sejajar dengan dada (horizontal) agar jarum dapat berputar bebas. 

2. Jauhkan dari benda logam atau perangkat elektronik yang mengandung magnet. 

3. Tentukan arah mata angin tujuanmu berdasarkan peta sebelum memulai

perjalanan.

2. Orange Trail Tape (Pita Penanda Jalur)

Pernah merasa jalur yang kamu lewati mulai terasa asing atau tertutup semak belukar? Orange Trail Tape adalah solusi untuk mencegah kamu tersesat. Warna “International Orange” yang sangat kontras dengan hijaunya hutan atau cokelatnya tanah, membuatnya mudah terlihat bahkan dalam kondisi cahaya minim. Pita ini bersifat temporer dan ringan.

Orange Trail Tape digunakan saat kamu merasa jalur pendakian mulai tidak jelas, saat melakukan summit attack di dini hari yang gelap, atau jika kamu terpaksa meninggalkan jalur utama untuk mencari sumber air.

Cara Penggunaan:

  1. Potong pita sepanjang 15-20 cm.
  2. Ikat pada dahan pohon yang sejajar dengan mata manusia.
  3. Pastikan ikatan cukup kuat namun mudah dilepas kembali (jangan lupa untuk mengambilnya saat turun sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan/ Leave No Trace).

3. Emergency Survival Horn (Terompet Darurat)

Suara manusia memiliki keterbatasan. Berteriak meminta tolong dapat menguras energi dan membuat tenggorokan kering. Emergency Survival Horn menghasilkan suara desibel tinggi (di atas 120dB) yang bisa terdengar hingga jarak berkilo-kilometer, jauh melampaui jangkauan suara teriakan manusia. Perlengkapan ini dapat digunakan dalam kondisi darurat medis atau ketika kamu terpisah dari kelompok dan tidak bisa menemukan jalan kembali.

Cara Penggunaan:

  1. Tiup dengan pola pendek dan tegas.
  2. Gunakan kode internasional darurat: tiga tiupan pendek berurutan, jeda sebentar, lalu ulangi.
  3. Simpan di tempat yang paling mudah dijangkau, misalnya di kantong pundak tas carrier.

4. Wilderness Whistle (Peluit Rimba)

Meski fungsinya mirip dengan Survival Horn, Wilderness Whistle lebih bersifat taktis dan memiliki frekuensi suara yang berbeda untuk menembus suara gemuruh angin atau air terjun. Desain tanpa bola (pealess) sehingga tidak akan macet saat terkena air atau membeku di suhu dingin. Bentuknya sangat kecil, seringkali terintegrasi pada pengunci tas (buckle) ransel modern.

Wilderness Whistle digunakan untuk komunikasi antar anggota tim (misal: memberi tanda berhenti atau lanjut) tanpa harus membuang tenaga untuk berteriak di tengah jalur yang bising oleh angin.

Cara Penggunaan:

  1. Letakkan di antara bibir, bukan gigi.
  2. Tiup dengan tenaga penuh dari diafragma.
  3. Jika untuk komunikasi rutin, buat kesepakatan kode dengan tim (misal: 1 tiupan untuk berhenti, 2 tiupan untuk jalan).

5. Thermal Blanket (Selimut Darurat)

Ini adalah barang yang paling wajib ada di first aid kit setiap pendaki. Jangan tertipu oleh bentuknya yang seperti aluminium foil tipis. Thermal Blanket mampu memantulkan hingga 90% panas tubuh kembali ke pemakainya. 

Sangat ringan (hanya beberapa puluh gram) dan bisa dilipat sangat kecil sehingga mudah disimpan dalam carrier kamu. Thermal Blanket sangat bermanfaat, terutama saat rekan atau kamu sendiri mengalami gejala hipotermia, terjebak badai tanpa perlindungan tenda, atau harus bermalam di tempat terbuka (bivak darurat).

Cara Penggunaan:

  1. Buka lipatan dengan hati-hati karena materialnya tipis.
  2. Bungkus seluruh tubuh seperti kepompong, pastikan tidak ada celah udara yang besar.
  3. Gunakan di atas lapisan pakaian, namun di dalam jaket jika memungkinkan untuk isolasi maksimal.

Persiapkan Pendakianmu Sekarang! 

Persiapan yang matang selalu jadi kunci dalam setiap pendakian. Memiliki kelima perlengkapan di atas bukan berarti kita mengharapkan hal-hal buruk terjadi, tapi sebagai bentuk kesiapan saat menghadapi kondisi yang tak terduga di gunung. Dengan begitu, setiap tantangan bisa dihadapi dengan lebih tenang dan terukur.

Ingat, gunung akan selalu ada dan bisa didaki kapan saja. Tapi keselamatan diri adalah hal utama. 

Sudahkah kamu mengecek isi tas pendakianmu hari ini?

RELATED ARTICLES

Most Popular