Eigerian mungkin sudah familiar dengan istilah 8 arah mata angin. Namun, tahukah kamu bahwa konsep ini bukan hanya terbatas pada arah utara, timur, selatan, dan barat? Nyatanya, arah mata angin memiliki delapan titik utama yang sering digunakan sebagai panduan dalam berbagai aktivitas di alam terbuka.
Dalam aktivitas di alam terbuka, memahami arah mata angin bisa sangat membantu agar tidak tersesat, baik di hutan, laut, maupun pegunungan. Kompas pun menjadi alat yang sering digunakan untuk membaca arah dengan jarum yang selalu menunjuk ke utara sebagai titik acuannya.
Yuk, pahami lebih lanjut mengenai pengertian, jenis, fungsi, dan manfaat dari arah mata angin berikut ini.
Pengertian 8 Arah Mata Angin
Arah mata angin adalah sistem panduan arah yang digunakan secara universal sebagai dasar orientasi dalam peta, kompas, dan berbagai alat navigasi. Fungsi arah ini adalah untuk membantu menentukan posisi dan arah di permukaan Bumi.
Secara historis, penamaan arah mata angin mengalami beberapa perubahan. Awalnya, arah mata angin menggunakan istilah dari bahasa Jerman selama masa migrasi. Namun, bangsa Yunani kemudian menggantinya dengan istilah mereka, seperti Borealis (utara), Australis (selatan), Occidentalis (barat), dan Orientalis (timur).
Sebelum kemunculan era Eropa, ahli bahasa seperti Cecil H. Brown juga menemukan bahwa istilah arah telah dikenal dalam berbagai bahasa kuno, seperti Finno-Ugric, Uto-Aztecan, dan Maya. Secara umum, berikut adalah 8 arah mata angin dalam bahasa Inggris dan Indonesia:
- Utara (North): Arah utama navigasi, terletak di 0° pada kompas dan bagian atas peta.
- Timur Laut (Northeast): Di antara utara dan timur, berada di 45°.
- Timur (East): Arah terbit matahari, berada di 90°, terletak di sisi kanan peta.
- Tenggara (Southeast): Di antara timur dan selatan, berada di 135°.
- Selatan (South): Berlawanan dengan utara, berada di 180°, terletak di bagian bawah peta.
- Barat Daya (Southwest): Di antara selatan dan barat, berada di 225°.
- Barat (West): Arah matahari terbenam, berada di 270°, terletak di sisi kiri peta.
- Barat Laut (Northwest): Di antara barat dan utara, berada di 315°.
Jenis-Jenis Arah
Arah mata angin dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu arah kardinal dan arah ordinal. Arah kardinal merupakan empat arah utama yang paling dasar, yaitu utara, timur, selatan, dan barat.
Sementara itu, arah ordinal atau arah interkardinal mencakup arah timur laut, tenggara, barat daya, dan barat laut yang merupakan perpaduan dari dua arah kardinal. Sementara itu, arah di antara titik kardinal dan ordinal disebut sebagai arah interkardinal sekunder.
Baca juga: Temukan Arah Mata Angin dengan 5 Cara Alternatif Ini
Fungsi Arah Mata Angin
Arah mata angin memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa fungsinya:
- Navigasi dan penunjuk arah: Digunakan sebagai panduan arah dalam perjalanan darat, laut, maupun udara agar tidak tersesat dan bisa mencapai tujuan dengan tepat.
- Membaca peta: Berfungsi sebagai acuan orientasi saat membaca peta. Umumnya, arah utara diletakkan di bagian atas untuk mempermudah pemahaman arah.
- Penentuan posisi dan lokasi: Membantu menentukan letak suatu tempat, seperti rumah, kantor, atau lokasi wisata, berdasarkan arah tertentu. Misalnya, rumah berada di barat pasar.
- Pembangunan dan arsitektur: Digunakan untuk menyesuaikan posisi bangunan agar mendapat pencahayaan dan sirkulasi udara alami, seperti jendela yang menghadap timur untuk menangkap cahaya pagi.
- Pertanian dan kehutanan: Dalam pertanian, arah mata angin membantu menentukan arah angin untuk penyebaran benih atau pengolahan lahan. Di kehutanan, digunakan untuk menentukan arah penanaman atau penebangan pohon.
- Penentuan Cuaca dan angin: Meteorolog memanfaatkan arah mata angin untuk menganalisis arah angin dan pola cuaca. Informasi ini penting untuk prakiraan cuaca, pelayaran, hingga penerbangan.
Manfaat Arah Mata Angin
Selain berfungsi sebagai alat bantu navigasi, arah mata angin juga memberikan berbagai manfaat praktis dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa manfaat arah mata angin yang perlu kamu ketahui.
1. Mendeteksi Cuaca
Arah mata angin bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi kondisi cuaca di sekitar. Dengan memahami arah tiupan angin dan posisi awan, kamu dapat memperkirakan area yang kemungkinan akan turun hujan sehingga bisa memilih rute perjalanan yang lebih aman.
2. Membaca atau Memperkirakan Waktu
Dengan memahami arah mata angin, kamu bisa memperkirakan waktu menggunakan posisi matahari tanpa perlu bergantung pada jam. Konsep jam matahari memungkinkan untuk menebak waktu lewat arah terbit dan tenggelamnya matahari serta bayangan yang terbentuk.
Pengetahuan ini juga bermanfaat saat teknologi, seperti jam atau GPS, tidak bisa digunakan, misalnya karena kehabisan daya atau tidak ada sinyal.
Baca juga: Cara Menggunakan Kompas HP yang Tepat
3. Menentukan Arah Kiblat
Arah mata angin dapat membantu menentukan arah kiblat yang penting bagi umat Muslim untuk menjalankan ibadah. Jika tidak ada alat bantu, arah kiblat juga bisa diperkirakan dengan melihat posisi makam umat Islam yang biasanya menghadap ke kiblat sehingga bisa dijadikan patokan arah.
4. Penunjuk Arah
Mengetahui arah mata angin sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat berada di tempat asing. Kamu bisa memperkirakan arah perjalanan dan menemukan jalan kembali meskipun melewati rute yang berbeda.
Selain itu, penggunaan arah mata angin membuat penjelasan arah jadi lebih jelas, tidak hanya sekadar kanan atau kiri, tetapi lebih akurat dan mudah dipahami.
5. Memudahkan Pembuatan Peta
Arah mata angin menjadi panduan utama dalam pembuatan peta dengan utara biasanya ditempatkan di atas dan timur di kanan. Hal ini membantu menentukan lokasi dan arah secara konsisten, termasuk pada sistem navigasi modern dan penunjuk arah jalan di beberapa negara.
Arah mata angin berperan penting dalam navigasi kapal dan pesawat karena di laut maupun udara tidak tersedia rambu seperti di jalan darat. Oleh karena itu, mata angin menjadi panduan utama agar perjalanan tetap aman dan tidak salah arah.
Rekomendasi Produk Kompas dari EIGER Adventure
Setelah memahami berbagai manfaat arah mata angin, sekarang saatnya melengkapi perlengkapan outdoor-mu dengan alat bantu navigasi yang tepat. Berikut ini rekomendasi kompas dari EIGER Adventure yang bisa kamu pertimbangkan untuk mendukung aktivitas di alam terbuka.

Navigator Compass dari EIGER Mountaineering jadi pilihan ideal saat menjelajahi wilayah baru. Kompas ini dilengkapi lensa pembesar, skala standar, dan cermin untuk mempermudah navigasi dan orienteering di medan ekstrem. Desainnya ringkas dan ringan, sehingga praktis dibawa ke mana saja.
2. Azimuth

Kompas Azimuth dari EIGER dirancang untuk menemani perjalanan ke wilayah baru dan kondisi ekstrem. Dilengkapi lensa pembesar, jarum berpendar, dan tali pengikat, alat ini andal untuk navigasi serta praktis dibawa ke mana pun petualangan berlangsung.
Itulah penjelasan lengkap seputar 8 arah mata angin dan derajatnya yang perlu kamu pahami, terutama jika sering beraktivitas di alam bebas. Mengetahui arah bukan hanya membantu navigasi, tapi juga bisa jadi penentu keselamatan dalam perjalanan.
Selain memahami arah mata angin, pastikan juga kamu mempersiapkan fisik dan perlengkapan dengan baik sebelum bertualang. Kalau kamu mencari perlengkapan outdoor yang fungsional dan nyaman digunakan, langsung saja kunjungi toko EIGER terdekat atau belanja secara online melalui website resmi EIGER Adventure.
Kamu juga bisa download aplikasi EIGER di App Store dan Google Play Store untuk memesan produk incaranmu secara praktis dan langsung dikirimkan ke rumahmu. Tunggu apalagi? Saatnya berpetualang dengan perlengkapan yang bisa kamu andalkan!
Baca juga: Tersesat di Alam? Begini Cara Membuat Kompas Sederhana untuk Survival


