Kurangnya pengalaman mungkin menempatkan seorang pendaki dalam skenario kehabisan air minum saat kegiatan dilakukan. Pada dasarnya, hal ini merupakan persoalan besar karena air sangat diperlukan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dan melepas dahaga. Di waktu yang sama, air akan membantu seseorang untuk terhindar dari bahaya dehidrasi.
Lalu bagaimana kira-kira cara memastikan agar suplai air selama pendakian tetap dapat tercukupi dan terhindar dari bahaya kondisi dehidrasi di alam terbuka? Air gunung menjadi salah satu solusi yang bisa digunakan.
Tapi apakah solusi ini benar-benar menyelesaikan masalah? Bagaimana dengan kebersihan dan higienitasnya? Di mana tempat mencarinya? Apakah kandungannya aman untuk dikonsumsi? Perlengkapan apa yang diperlukan untuk mengambil air gunung agar bisa memenuhi kebutuhan minum selama pendakian?
Baca juga: Fakta Menarik Soal Pegunungan Bukit Barisan di Sumatera
Mari Pahami Dulu Bahaya Dehidrasi saat Pendakian

Masalah utama saat kehabisan air ketika kegiatan pendakian dilakukan sebenarnya adalah peningkatan risiko dehidrasi. Hal ini tidak boleh disepelekan karena bisa membawa efek yang fatal, bahkan mengancam keselamatan seorang pendaki.
Disampaikan pada salah satu artikel di situs resmi Ciputra Hospital, beberapa bahaya akibat dehidrasi yang harus diwaspadai adalah sebagai berikut:
- Gangguan pada saluran kemih
- Mengalami ketidakseimbangan kadar elektrolit
- Penurunan tekanan darah
- Pingsan atau kehilangan kesadaran
- Badan terasa lemas
- Kerusakan pada sel otak
- Kejang atau gerakan otot tidak terkontrol
- Syok hipovolemik
Bahaya yang harus diwaspadai ini bahkan dapat terjadi ketika seseorang mengalami dehidrasi secara umum, bukan spesifik di gunung atau di area pendakian yang biasanya jauh dari fasilitas kesehatan. Jadi bisa dibayangkan betapa berbahayanya kondisi ini ketika terjadi di gunung.
Beberapa kasus sendiri pernah tercatat terjadi di gunung-gunung yang ada di Indonesia. Misalnya laporan terkait dua pendaki yang diunggah pada Liputan6.com tahun 2023 lalu. Kejadian ini terjadi di Gunung Lamongan, kemudian laporan terkait 9 pendaki yang mengalami kejadian yang sama di Gunung Cikuray pada 2024 lalu yang disampaikan di situs Pikiran Rakyat, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sumber Air Gunung, Solusi dan Tantangan

Gunung sebagai area alami sebenarnya memiliki ekosistem yang cukup baik. Artinya, suplai air yang tersedia di setiap gunung biasanya dapat ditemukan dengan cukup mudah, sehingga menjadi solusi ketika pendaki kehabisan air minum
Tapi ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum mengkonsumsi air gunung yang ditemukan. Hal-hal ini terkait dengan kebersihan dan higienitas air tersebut, agar kamu tidak justru mendapatkan masalah kesehatan setelah minum air yang ditemukan.
Beberapa Sumber Air Gunung
Air gunung bisa ditemukan dari berbagai sumber. Beberapa yang paling umum antara lain adalah sebagai berikut:
- Sungai.
- Mata air.
- Air hujan.
- Danau.
Ada alasan kuat kenapa pendaki benar-benar harus menjaga kebersihan lingkungan gunung selama pendakian, sebab sampah yang dibuang sembarangan bisa jadi mencemari air tanah yang ada di area gunung.
Di beberapa gunung bahkan ada aturan yang sangat detail tentang penggunaan air gunung yang ada di sana. Pelanggaran atas aturan ini bisa dikenai hukuman tegas dari pengelola gunung, bahkan hingga masalah hukum legal.
Tantangan Akses Air di Gunung
Meski air di gunung cukup mudah ditemukan, tapi ini bukan berarti semua air yang kamu temukan bisa dikonsumsi. Kontaminasi yang ada di dalam air bisa jadi memicu banyak gangguan kesehatan, sebagai media masuknya bakteri atau virus, dan menyebabkan rasa tidak nyaman pada badan.
Beberapa masalah umum yang harus kamu hadapi ketika mencari air gunung antara lain adalah:
- Kualitas air yang tidak dapat dipastikan.
- Jarak sumber air yang cukup jauh.
- Jumlahnya yang terbatas.
Maka penting untuk melakukan proses singkat pembersihan dan pemurnian air yang kamu temukan jika sumbernya tidak jelas. Proses ini bisa dilakukan dengan menyaringnya, merebus, menggunakan tablet purifikasi, atau menggunakan alat penyaring yang berkualitas.
Baca juga: 9 Puncak atau Gunung Salju di Indonesia, Sudah Siap?
Dukung Pendakian dengan Perlengkapan Berkualitas
Perlengkapan pendakian yang berkualitas selalu jadi hal tepat untuk mendampingi pendakianmu. Dengan melihat penjelasan di poin kedua tadi, maka perlengkapan pendakian yang dibawa juga harus berorientasi pada solusi masalah dalam pendakian seperti urusan air.
Mempersiapkan pendakian dengan baik dan membawa cukup logistik akan jadi salah satu cara terbaik yang bisa kamu lakukan untuk menghindari kondisi ini. Memang, air gunung selalu tersedia, tapi akan lebih baik jika kamu punya perbekalan yang cukup sehingga terhindar dari risiko kehabisan air.
Beberapa perlengkapan dari EIGER Adventure di bawah ini kemudian bisa jadi opsi menarik untuk menemani pendakian, sekaligus memberikan solusi pada masalah pengelolaan logistik dan pemanfaatan air gunung dengan maksimal.
Therno Tac 1.0

Botol dengan desain premium ini memberikan kapasitas 520 ml, dan cocok untuk pendakian singkat. Hadir dengan insulasi double-wall vacuum, minuman yang ada di dalamnya akan memiliki suhu yang stabil.
Hydration Set

Untuk menemani kegiatan luar ruang yang kamu lakukan produk set ini akan jadi pilihan tepat. kamu bisa mendapatkan dua produk sekaligus untuk menemani perjalanan, yang tentu saja berteknologi tepat untuk menjaga suhu minumanmu. Kamu juga akan mendapatkan cover bottle yang membuatnya mudah dibawa kemanapun.
Crankshaft Hydropack

Sebenarnya perlengkapan ini didesain untuk kegiatan riding. Tapi jika diperlukan, kamu juga bisa menggunakannya untuk kegiatan luar ruang lain seperti pendakian, untuk menyimpan sejumlah air dan menghindarkan dari risiko dehidrasi.
Beli Crankshaft Hydropack di Sini!
Curl Up Soft Flask 500ml

Produk berikutnya adalah botol minum ringkas yang bisa disimpan di dalam tas ketika tidak sedang digunakan. Botol ini menghemat sejumlah ruang di dalam tas yang kamu bawa, dan bisa digunakan dengan optimal untuk mengambil air gunung ketika diperlukan.
Beli Curl Up Soft Flask 500ml di Sini!
5 Tips Mengelola Air secara Efisien selama Pendakian

Karena air selalu menjadi elemen penting dalam setiap pendakian, maka penting untuk kamu dan setiap orang agar tahu cara mengelola air secara efisien selama kegiatan ini berlangsung. Manajemen penggunaan air yang tepat bisa menghindarkan dari dehidrasi, dan membantumu tetap memiliki air untuk setiap kebutuhan yang ada di gunung.
Setidaknya ada 5 tips sederhana yang bisa diberikan untuk membantumu mengoptimalkan pengelolaan air selama pendakian.
1. Perhitungkan Jumlah Anggota Pendakian
Setiap anggota yang turut dalam pendakian memerlukan sejumlah air untuk bisa memenuhi kebutuhannya. Selain membawa air dari titik keberangkatan, kamu juga sebenarnya bisa mengandalkan air gunung yang bisa ditemukan.
Tapi pastikan air yang dibawa setidaknya memenuhi kebutuhan minimal untuk minum dan memasak.
2. Pastikan Titik Air Gunung yang Bisa Diakses
Pemetaan titik air gunung yang bisa diakses selama pendakian menjadi hal wajib berikutnya yang kamu lakukan. Dengan begini, kamu bisa memperkirakan isi ulang air yang diperlukan di waktu yang tepat.
Bahkan jika cukup cermat, kamu bisa memiliki barang bawaan yang lebih efisien, dengan mengurangi beban air yang dibawa di pos keberangkatan.
3. Bagikan Persediaan Air Bersih
Usahakan untuk tidak menempatkan persediaan air bersih pada satu orang atau satu tempat saja. Akan lebih baik jika kamu membaginya ke dalam masing-masing rombongan, untuk memberikan porsi yang adil pada setiap orang.
Hal ini juga bisa menjadi sebuah kesepakatan tidak tertulis bahwa masing-masing orang telah memiliki air yang bisa digunakan untuk keperluannya, dan mengajarkan agar dapat mengelola air yang ada.
4. Hindari Minuman Berkafein
Kafein memang dikenal luas bisa memberikan tenaga dan stamina yang lebih. Tapi hal ini bisa meningkatkan keinginan untuk buang air kecil, yang membuatmu cepat haus.
Jika ingin mengkonsumsi minuman selain air putih, kamu bisa memilih alternatif seperti jahe hangat, coklat, atau susu. Minuman ini selain bisa menambah tenaga juga bisa meningkatkan suhu tubuh, sehingga kamu merasa lebih hangat.
5. Jangan Minum Buru-Buru
Minum saat di gunung tidak semata untuk memuaskan keinginan saja, tapi sebenarnya justru hanya untuk membasahi tenggorokan dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Jadi jangan minum terlalu banyak air dalam satu kali waktu.
Selain boros, hal ini juga bisa membuat mobilitasmu terganggu.
Baca juga: Petualang Seru Panjat Tebing Gunung Parang Purwakarta
Pada akhirnya, pengelolaan air minum selama di gunung jadi hal krusial yang harus diperhatikan. Keberadaan air gunung jelas sangat membantu, selama kamu tahu benar cara yang tepat menemukan dan mengkonsumsinya dengan aman sehingga bisa menjadi alternatif.
Kebanyakan sumber air gunung seperti mata air, danau, atau sejenisnya secara langsung bisa dikonsumsi karena memang dijaga kebersihan dan higienitasnya. Tapi tidak ada salahnya juga untuk memproses air yang ditemukan sebelum dikonsumsi untuk memastikan hal tersebut.
Mulai Menjelajah Bersama EIGER Adventure
Sedikit bahasan tentang air gunung di atas semoga bisa jadi insight berguna untuk menyadarkanmu betapa pentingnya pengelolaan air selama pendakian atau kegiatan luar ruang. Alam selalu menyediakan apa yang dibutuhkan manusia, selama manusia bisa menjaga alam dengan baik.
EIGER Adventure kemudian selalu memegang erat nilai ini, dan tur menyajikan berbagai produk andal dan berkualitas, termasuk untuk urusan air gunung dan pengelolaan logistik selama pendakian. Dapatkan produknya di EIGER Adventure Store (EAS) atau jelajahi produknya lewat aplikasi resmi yang bisa diunduh dari App Store dan Google Play!


