Dalam mendaki gunung, Eigerian perlu mengetahui beberapa istilah naik gunung, salah satunya elevasi. Elevasi adalah ketinggian suatu objek baik di atas atau di bawah poin geoid. Biasanya, ketinggian gunung catat dalam mdpl atau meter di atas permukaan laut.
Mengetahui elevasi sangat penting untuk memahami medan dan cuaca gunung yang akan didaki. Artikel ini membahas apa itu elevasi dan pentingnya memahami istilah ini sebelum mendaki gunung. Simak artikelnya hingga akhir untuk membaca informasi selengkapnya.
Apa Itu Elevasi?

Elevasi adalah ketinggian objek terhadap titik referensi atau biasa disebut geoid. Apabila elevasi berada di atas geoid, maka disebut altitudo. Sebaliknya, jika elevasi lebih rendah dari geoid, maka disebut kedalaman.
Umumnya, geoid mengacu pada permukaan laut Bumi. Meski begitu, beberapa kasus juga menggunakan permukaan Bumi sebagai titik referensi. Pada peta, elevasi digambarkan dengan garis kontur yang menghubungkan objek lain dengan elevasi yang sama. Peta yang menunjukkan elevasi disebut dengan peta topografi.
Elevasi biasanya diukur dalam satuan meter atau kaki. Elevasi dapat memengaruhi iklim sebuah objek. Semakin tinggi elevasi, cuacanya akan semakin tinggi. Sebagian besar orang di dunia tinggal di elevasi 150 meter atau kurang, yang mana adalah dataran pantai.
Walau begitu, beberapa kelompok tinggal di elevasi yang lebih tinggi, seperti masyarakat Tibet yang tinggal di elevasi 5.000-an meter. Di atas elevasi ini, cuacanya akan terlalu dingin dan tumbuhan tidak bisa tumbuh dengan baik. Selain itu, elevasi di atas titik tersebut juga memiliki kadar oksigen yang tidak memadai untuk ditinggali oleh manusia.
Mengapa Eigerian Harus Mengetahui Elevasi?
Setelah mengetahui apa itu elevasi, mungkin Eigerian bertanya-tanya, mengapa kita harus memahami elevasi? Elevasi menentukan titik-titik yang aman bagi manusia. Misalnya, pesawat akan terbang di altitudo tertentu untuk menghindari tabrakan di udara.
Kemudian, arsitek menggunakan elevasi untuk menentukan titik tengah gravitasi dan material yang bisa mendukung bangunan. Bagi pendaki, mengetahui elevasi sangatlah penting untuk beradaptasi pada titik elevasi yang lebih tinggi karena perubahan mendadak dapat menyebabkan altitude sickness.
Altitude sickness terjadi karena tubuh tidak dapat menyesuaikan diri dengan kadar oksigen yang rendah di titik elevasi yang lebih tinggi. Alhasil, penderita akan sulit bernafas. Umumnya, kondisi ini lebih berisiko terjadi di ketinggian lebih dari 2.500 mdpl.
Baca juga: Apa Fungsi Altimeter dan Bagaimana Cara Membacanya?
Cara Menghitung Elevasi
Elevasi dapat dihitung dengan mencari selisih ketinggian dua titik, yang mana salah satunya adalah titik referensi ketinggian. Ketinggian ini diukur berdasarkan standar dan menggunakan teknologi modern.
Salah satu teknologi yang digunakan adalah GPS yang diletakkan di puncak gunung serta satelit yang berfungsi untuk menentukan ketinggian dari permukaan tanah serta permukaan laut.
Selain GPS, beberapa alat yang kerap digunakan untuk menghitung elevasi adalah theodolite, total station, klinometer, dan automatic level waterpass.
Hubungan Elevasi dan Permukaan Laut
Permukaan laut, layaknya permukaan tanah, biasanya tidak rata karena beberapa tempat mungkin lebih tinggi dari tempat lainnya. Permukaan laut yang digunakan sebagai titik referensi adalah Mean Sea Level (MSL). MSL adalah ketinggian rata-rata laut selama periode tertentu. Pengukuran MSL yang panjang ini dilakukan untuk mengurangi pengaruh fluktuasi jangka pendek dari pasang-surut air laut.
Objek fisik seperti gunung diukur dari permukaan laut menggunakan satuan meter di atas permukaan laut atau mdpl dan bukan berdasarkan ketinggian vertikalnya.
Titik terendah di Bumi adalah pantai Laut Mati yang memiliki ketinggian 1.385 kaki di bawah permukaan laut, sedangkan titik tertingginya adalah puncak Gunung Everest, dengan ketinggian 17.057 kaki atau sekitar 8.848 mdpl.
Perbedaan Elevasi, Altitudo, dan Ketinggian
Jika berbicara tentang elevasi, Eigerian mungkin juga akan mendengar altitudo (altitude) dan ketinggian (height). Lantas, apa yang membedakan ketiganya? Elevasi menunjukkan seberapa tinggi sebuah objek dari titik referensi, salah satunya permukaan laut. Elevasi sering digunakan untuk menentukan ketinggian bukit dan gunung.
Sementara itu, altitudo menunjukkan ketinggian di atas titik tertentu, misalnya permukaan tanah. Perbedaan altitudo dengan elevasi adalah altitudo menentukan ketinggian objek di langit, sedangkan elevasi menentukan tinggi dari titik pada permukaan tanah. Meski begitu, keduanya umumnya dibandingkan dengan permukaan laut.
Altitudo kerap digunakan pada sektor penerbangan untuk mendeskripsikan ketinggian pesawat di langit. Altitudo berfungsi untuk menentukan jarak aman penerbangan serta laporan prakiraan cuaca.
Kemudian, ketinggian adalah istilah yang lebih umum untuk menentukan jarak antara puncak dan dasar suatu objek. Misalnya, Eigerian mungkin menggunakan ketinggian untuk mendefinisikan tinggi dari bangunan, manusia, atau pohon.
Baca juga: Tekanan Udara di Gunung, Penyebab Pendaki Sulit Bernapas?
Rekomendasi Peralatan Pendakian dari EIGER Adventure
Nah, Eigerian sudah tahu kan tentang apa itu elevasi dan mengapa kamu perlu mengetahuinya. Selain mengetahui elevasi gunung untuk beradaptasi dengan kondisi iklim di sana, kamu juga perlu mempersiapkan perlengkapan pendakian yang memadai sehingga mengurangi risiko kecelakaan saat mendaki.
Berikut ini adalah rekomendasi hiking gear dari EIGER Adventure yang bisa kamu bawa:
1. Women Alpamayo

Women Alpamayo dari EIGER Women adalah pelindung kepala yang terbuat dari bahan poliester lembut dan dapat melindungimu dari cuaca dingin sangat mendaki gunung. Pelindung kepala ini menutupi hingga telinga dan dilengkapi tali adjuster di bagian dagu sehingga tidak mudah lepas saat beraktivitas.
2. Men’s Explorador Pants

Men’s Explorador Pants adalah celana panjang pria dari EIGER Mountaineering yang terbuat dari kombinasi bahan nilon dan spandex. Celana ini dilengkapi dengan teknologi Tropic Repellent yang dapat melindungimu dari cipratan air dan gerimis ringan.
Bagian lutut dari celana ini didesain dengan artikulasi sehingga kamu dapat bergerak lincah menyusuri trek di gunung. Celana ini juga memiliki saku untuk menyimpan ponsel dan dompet.
3. Tepore 2.0

Tepore 2.0 adalah sarung tangan dari EIGER Mountaineering yang dapat melindungi tanganmu dari dinginnya cuaca pegunungan. Sarung tangan ini memiliki fitur touchscreen sehingga kamu tidak perlu membuka sarung tangan ketika ingin menggunakan ponsel.
4. Women Atacama Mid Cut Socks

Women Atacama Mid Cut Socks dari EIGER Women adalah kaos kaki yang dapat kamu kenakan untuk melindungi kaki dari cuaca dingin. Kaos kaki ini terbuat dari bahan yang lembut dan breathable sehingga sirkulasi udara di kaki tetap lancar.
Kemudian, kaos kaki ini memiliki bantalan di bagian bawah untuk mengurangi benturan dan gesekan. Teknologi THERMOLITE® pada kaos kaki ini dapat menjaga kakimu tetap hangat dan teknologi SILVADUR™ untuk mencegah bakteri penyebab bau tumbuh.
5. Coverbag S

Coverbag S dari EIGER Mountaineering dapat melindungi tas ranselmu dari hujan, terik matahari, dan debu selama mendaki gunung. Ukurannya pun praktis sehingga kamu tidak perlu kebingungan dalam membawanya. Penutup tas ini dapat melindungi tas dengan kapasitas 20–25 liter.
Itulah informasi tentang apa itu elevasi dan mengapa penting untuk mengetahuinya. Mempelajari elevasi gunung dapat menambah persiapan mendakimu karena kamu paham gear apa yang diperlukan untuk menaklukan cuaca dan medan suatu gunung.
Kamu bisa mendapatkan produk hiking terbaik dari EIGER dengan mengunjungi situs resmi EIGER Adventure atau aplikasi EIGER yang bisa kamu unduh secara gratis di App Store dan Google Play Store. Yuk, siapkan pendakianmu dengan EIGER!
Baca juga: Lebih Dalam Soal Acute Mountain Sickness, Cermati di Sini!


