Dalam memilih jaket untuk berkegiatan di luar ruangan, misalnya mendaki gunung, Eigerian perlu memahami layering system. Hal ini dikarenakan sistem layering dapat menjaga suhu tubuhmu tetap hangat meskipun sedang diterpa cuaca ekstrem.
Salah satu lapisan jaket yang bisa kamu gunakan, terlebih saat mendaki gunung, adalah mid layer. Lantas, apa itu mid-layer gunung? Untuk menemukan jawabannya, simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Mid-Layer Gunung?
Mid-layer adalah salah satu komponen sistem layering yang berfungsi sebagai elemen insulasi. Mid-layer terletak di antara base layer dan outer layer. Sebagai informasi, base layer adalah lapisan baju yang paling dekat dengan kulit. Base layer berfungsi untuk menambahkan kehangatan dan melembapkan kulit.
Kemudian, outer layer adalah lapisan terluar dari outfit. Biasanya, outer layer dapat berupa coat, jaket, atau parka. Sementara itu, mid-layer adalah baju yang dikenakan di tengah kedua layer tersebut untuk mencegah panas tubuh cepat menguap serta menghambat masuknya udara dingin dari luar.
Eigerian bisa memilih mid-layer yang paling nyaman dikenakan, misalnya rompi, jaket tipis beritsleting, atau hoodie. Yang paling penting, kamu harus mempertimbangkan kegunaan dan fitur dari baju-baju tersebut. Misalnya, jika kamu membutuhkan saku tambahan, kamu bisa memilih jaket tipis dengan saku depan.
Jika kamu bingung jenis pakaian seperti apa yang bisa dijadikan mid-layer, kamu tidak perlu khawatir karena saat ini, banyak pakaian dirancang khusus untuk dikenakan sebagai mid-layer. Alhasil, kamu tinggal mengenakannya bersama dengan base layer dan outer layer.
Lantas, kapan Eigerian harus menggunakan mid-layer? Kamu bisa menggunakan mid-layer saat panjat tebing atau mendaki. Dibandingkan menggunakan satu lapisan tebal, kamu lebih baik menggunakan beberapa lapisan tipis karena sistem ini berfungsi sebagai insulasi yang dapat memerangkap panas tubuh.
Baca juga: Persiapan Trekking? Ini 7 Perlengkapan yang Wajib Dibawa
Mengapa Mid-Layer Penting?
Mid-layer memiliki peran untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat tanpa harus membebani badan dengan lapisan-lapisan baju yang berat. Mid-layer tentu akan sangat membantu ketika kamu sedang mendaki di puncak gunung yang suhunya cepat berubah atau trekking saat musim hujan.
Lapisan ini juga berguna jika kamu mendaki gunung di wilayah subtropis dan sedang mengalami pergantian musim dari musim dingin ke musim semi karena suhu akan cenderung lebih hangat sehingga kamu bisa melepas jaket atau parka ketika dibutuhkan.
Peran mid-layer memang penting untuk memerangkap panas tubuh, tetapi Eigerian harus memilih mid-layer yang breathable agar tidak terasa sesak dan berat. Lebih lanjut, mid-layer memiliki tiga fungsi utama, yaitu:
- Insulasi: Mid-layer berfungsi untuk membuat barrier di sekeliling tubuh yang menjaga panas tubuh dan mencegah udara dingin masuk.
- Mengelola kelembapan: Mid-layer yang breathable akan membuat badanmu tetap kering meskipun sedang beraktivitas padat dan tinggi.
- Dapat beradaptasi: Mid-layer dapat digunakan atau dilepas sesuai dengan kondisi di lapangan. Jika udara sudah semakin hangat, kamu bisa melepas mid-layer. Fungsi ini membuatnya ideal untuk kegiatan outdoor di alam, seperti hiking dan trail running.
Baca juga: 7 Rekomendasi Kaos Hitam EIGER, Bisa untuk Base Layer
Macam-Macam Bahan Mid-Layer
Setelah mengetahui apa itu mid-layer gunung dan fungsi pentingnya, Eigerian perlu mengetahui macam-macam bahan mid-layer yang berada di pasaran. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:
1. Merino Wool
Merino wool adalah bahan lentur yang bisa menyerap hingga 35% kelembapan dan membuatmu tetap hangat. Merino wool hadir dalam beragam berat. Kain dengan angka paling tinggi memiliki kadar wol yang paling tebal.
Mid-layer dengan bahan merino wool cocok untuk beraktivitas di suhu dingin dan dengan intensitas keringat tinggi, seperti ski jarak jauh. Selain itu, lapisan ini juga cocok untuk pendakian berhari-hari.
2. Fleece
Fleece adalah salah satu bahan mid-layer yang paling umum karena dapat mengering dengan cepat, meskipun memiliki konstruksi yang sedikit fluffy. Konstruksi ini pun berguna untuk menjaga suhu tubuh.
Mid-layer berbahan fleece dapat digunakan saat mendaki dan panjat tebing di suhu rendah atau sekedar beraktivitas sehari-hari di musim dingin.
3. Down Insulation
Down insulation adalah mid-layer yang diisi dengan bulu halus. Semakin tinggi angkanya, semakin tinggi pula sifat insulasinya. Meski begitu, mid-layer ini tetap ringan dan dapat dikompres agar membawanya lebih fleksibel.
Down insulation cocok untuk berkegiatan di kondisi kering dan dingin serta membutuhkan kehangatan maksimal, seperti trip ke pegunungan atau berkemah saat musim dingin.
4. Insulasi Sintetis
Insulasi sintetis biasanya terbuat dari poliester yang berfungsi untuk memerangkap panas tubuh dan menjagamu tetap hangat. Mid-layer dengan bahan ini cocok digunakan saat beraktivitas di kondisi lembap karena bahan ini tetap bisa menjaga panas tubuh meskipun basah.
5. Softshell
Bahan softshell biasanya terbuat dari nilon antiangin atau kombinasi antara spandex dan nilon. Softshell cocok dikenakan saat cuaca sedang berangin dan beraktivitas dengan mobilitas tinggi.
Rekomendasi Mid-Layer Gunung dari EIGER Adventure
Bagaimana? Sudah paham apa itu mid-layer gunung? Jika kamu mulai tertarik menggunakan mid-layer sebagai pelengkap outfit mendakimu, berikut ini adalah beberapa rekomendasi jaket dari EIGER Adventure yang bisa dijadikan mid-layer:
1. Mens Zenith Warmer Jacket

Mens Zenith Warmer Jacket adalah jaket berbahan fleece Polartec Power Grid yang membuatmu tetap nyaman saat beraktivitas di udara dingin. Selain itu, jaket ini breathable sehingga sirkulasi udara di tengah layer tetap lancar. Jaket ini dilengkapi dengan satu saku dada, lubang untuk ibu jari, chin guard, dan ritsleting penuh.
2. Men’s DNA Active 2.0 Softshell

Men’s DNA Active 2.0 Softshell terbuat dari bahan polyester fleece yang hangat dan windproof sehingga cocok dikenakan saat trekking dan hiking. Jaket ini dilengkapi dengan teknologi Tropic Windblock, Tropic Warm, penutup kepala, dua saku samping, chin guard, dan ritsleting penuh.
3. Alpinist Warmer Jacket

Alpinist Warmer Jacket adalah jaket yang terbuat dari bahan poliester dan dapat digunakan secara mandiri atau menjadi mid-layer. Men’s mid-layer ini memiliki saku dada, saku samping, saku dalam, dan adjuster di ujung jaket.
4. Women Vanaseeker Warmer P.Over

Women Vanaseeker Warmer P.Over adalah jaket pullover wanita dari EIGER Mountaineering yang dapat menjagamu tetap hangat sebagai mid-layer atau outer layer. Jaket ini terbuat dari bahan polar fleece serta dilengkapi dengan teknologi Tropic Warm.
5. Brown Hare Warmer JKT

Brown Hare Warmer JKT terbuat dari waffel fleece yang bisa menghangatkanmu saat mendaki atau speed hiking di alam terbuka. Jaket ini ringan dan breathable sehingga sirkulasi udara di tubuhmu tetap lancar dan mencegahmu merasa gerah saat bergerak. Jaket ini juga dilengkapi dengan teknologi Tropic Warm yang menjagamu tetap hangat.
Itulah informasi tentang apa itu mid-layer gunung dan beberapa rekomendasinya. Mempersiapkan diri saat hendak mendaki gunung sangatlah penting.
Oleh karena itu, kamu bisa mengunjungi EIGER Adventure Store untuk mencoba produk-produk hiking berkualitas dari EIGER dan memadukannya dengan style mendakimu.
Lalu, kamu bisa mengunjungi situs resmi EIGER Adventure atau mengunduh aplikasi EIGER di App Store dan Google Play Store untuk memilih produk outdoor incaranmu dari rumah secara praktis! Dapatkan promo terbaik kami dan nantikan produk sampai di rumahmu dengan aman!
Baca juga: 6 Jenis Baju Camping untuk Wanita, Simak Tips Memilihnya!


