Dalam panjat tebing, keselamatan pemanjat sangat bergantung pada orang yang mengendalikan tali pengaman di bawah. Peran ini disebut belayer, dan tugasnya memastikan pemanjat tetap aman dari awal hingga akhir pendakian.
Lantas, apa itu belaying dan bagaimana cara kerjanya?Untuk mengetahui jawabannya, simak artikel ini sampai selesai, ya.
Apa Itu Belaying?

Dalam panjat tebing, belaying adalah cara mengatur tali pengaman agar pemanjat tetap aman. Saat memanjat, mereka mengandalkan kekuatan tangan dan kaki, namun pegangan yang lepas atau bentuk tebing yang sulit bisa membuat mereka terpeleset.
Jika itu terjadi, tali pengaman akan menahan tubuhnya. Tali ini dipegang dan dikendalikan oleh partner yang memastikan ketegangannya pas melalui teknik belaying yang tepat.
Jenis-Jenis Belaying
Terdapat beberapa jenis belaying yang biasa digunakan dalam panjat tebing dan masing-masing punya cara kerja dan situasi penggunaannya sendiri. Di bawah ini adalah teknik yang paling umum:
1. Lead Belaying
Lead belaying adalah teknik yang sering digunakan pada panjat tebing outdoor atau indoor tingkat lanjut yang belum terpasang tali.
Pemanjat memulai dari bawah dengan tali terhubung ke harness, lalu terus memanjat sambil mengaitkan tali ke quickdraw atau pengaman di dinding setiap melewati titik pengaman.
Metode ini memungkinkan mereka menaklukkan jalur yang lebih tinggi dari panjang tali karena pengaman dipasang secara bertahap sepanjang pendakian.
Belayer panjat tebing berperan memberikan tali secukupnya agar pemanjat dapat bergerak leluasa, namun tetap menjaga agar tali tidak terlalu longgar demi meminimalkan jarak jatuh.
Teknik ini membutuhkan konsentrasi penuh dan respons cepat, karena belayer harus mampu membaca pergerakan pemanjat serta menyesuaikan panjang tali tepat waktu.
Baca juga: Lead Climbing: Jelajah Tebing dengan Peralatan dari EIGER
2. Top-Rope Belaying
Top-rope belaying digunakan pada jalur panjat yang talinya sudah terpasang dan terikat di puncak. Teknik ini dianggap lebih aman dan cocok untuk pemula karena kamu selalu terlindungi sehingga jika terjatuh jaraknya hanya beberapa inci.
Dalam top-rope belaying, belayer bertugas menarik sisa tali (slack) seiring pemanjat bergerak ke atas, menjaga agar tali tetap kencang sepanjang waktu.
Tugas ini memerlukan perhatian penuh dan penyesuaian terus-menerus, memastikan tali cukup tegang untuk menahan pemanjat jika terjatuh, tetapi tidak terlalu kencang hingga menghambat pergerakan.
Cara Kerja Belaying
Belaying adalah proses yang dilakukan dengan cermat bahkan sebelum pemanjat mulai bergerak. Sebelum memanjat, dilakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan keamanan.
Harness harus terpasang dengan benar, tali dimasukkan ke perangkat belay sesuai prosedur, dan carabiner harus terkunci rapat.
Setelah pemeriksaan selesai, pemanjat dan belayer menyepakati sinyal komunikasi. Sinyal ini bisa berupa kata-kata atau tarikan tali yang sederhana namun sangat penting. Misalnya, pemanjat berkata “climbing” sebagai tanda akan mulai memanjat, lalu belayer menjawab “climb on” ketika siap memberikan pengaman.
Selama pemanjatan berlangsung, belayer harus selalu waspada. Pandangan mereka mengikuti setiap gerakan pemanjat dan tangan siap menarik sisa tali atau menguncinya kapan saja. Dibutuhkan fokus penuh dan kemampuan membaca situasi agar setiap langkah pemanjat tetap aman.
Tips Melakukan Belaying
Agar panjat tebing berjalan lancar dan aman, teknik belaying harus dilakukan dengan tepat. Berikut beberapa tips keselamatan yang bisa diikuti:
- Latihan di Climbing Gym: Meski sudah berpengalaman, pemanjat tetap perlu berlatih secara rutin. Banyak climbing gym menyediakan alat belay otomatis serta tes sertifikasi untuk menguji kemampuan.
- Kuasai Simpul Penting : Simpul tali yang kuat adalah kunci keselamatan. Dua simpul yang wajib dikuasai adalah figure-eight knot untuk mengikat tali ke harness dan stopper knot sebagai pengaman tambahan di ujung tali.
- Selalu Jaga Tangan di Tali : Gunakan tangan dominan sebagai tangan pengaman dan jangan lepaskan hingga pemanjat benar-benar berada di tanah dan memberi aba-aba “belay off.”
- Gunakan Tubuh untuk Menahan Jatuh : Saat pemanjat terjatuh, hentakannya bisa sangat kuat. Segera tarik tali ke bawah dan condongkan tubuh ke belakang agar benturan terserap oleh harness dan tubuh.
- Jaga Komunikasi Selama Belaying : Beritahu rekan tentang kondisi jalur, dan dengarkan permintaan mereka terkait kelonggaran atau ketegangan tali. Teruslah berkomunikasi hingga mereka aman di tanah.
Baca juga: Panduan Lengkap Speed Climbing: Teknik, Latihan, dan Peralatan Esensial
Rekomendasi Produk Climbing EIGER
Saat memanjat tebing, tentu memerlukan perlengkapan yang aman dan andal. Berikut rekomendasi produk climbing EIGER yang bisa kamu pertimbangkan:
1. Quickdraw Sling

Quickdraw Sling adalah tali pengaman yang menghubungkan alat panjat dengan titik pengaman di dinding tebing. Produk ini ringan dan kuat sehingga pemanjat bisa bergerak dengan mudah tanpa khawatir tali cepat rusak.
Tali ini tersedia dalam lima ukuran mulai dari 11 cm hingga 30 cm. Quickdraw Sling mampu menahan beban hingga 22 kN karena terbuat dari bahan polyamide yang tahan lama.
2. Singing Rock EXP Sling

Singing Rock EXP Sling adalah tali pengaman yang menghubungkan alat panjat dengan titik pengaman di tebing. Bahan polyamide yang digunakan membuat sling ini kuat dan tahan lama. Dengan desain ringan dan jahitan yang rapi, sling ini lebih kuat dibanding tali yang hanya diikat simpul biasa.
Sling ini berguna saat beristirahat di titik belay dan sebagai pengaman tambahan dalam berbagai situasi. Ukurannya beragam mulai dari 60 sampai 240 cm, dengan warna biru khusus untuk panjang 80 dan 240 cm. Selain menjaga keamanan, sling ini juga membantu peralatan tetap tertata rapi selama memanjat.
3. Beal Airforce1

Beal Airforce1 adalah alat belay yang cocok untuk berbagai jenis tali dengan diameter 8,5 mm hingga 10,5 mm. Desain V-groove-nya memberikan pengereman yang baik saat menahan jatuh sekaligus menjaga kelancaran tali saat memberikan kelonggaran.
Alat ini juga membantu mengurangi gesekan tali sehingga lebih awet dan menyesuaikan gaya pengereman sesuai ukuran tali yang digunakan.
4. Madrock Drifter

Dengan tampilan yang sederhana, sepatu Madrock Drifter mampu menunjukkan performa optimal hingga pada jalur pendakian dengan tingkat kesulitan V15. Ketahanan sepatu ini menjadikannya salah satu opsi yang layak dipilih oleh para pemanjat, lho.
5. Motion Chalk Bag 1.0

Motion Chalk Bag 1.0 adalah tas kapur untuk bouldering dan climbing, dilengkapi tali penutup yang bisa diatur dan motif kernmantel yang melambangkan petualangan. Tas ini dapat digunakan di pinggang atau menyilang di pundak.
Demikian informasi tentang belaying yang perlu kamu ketahui. Bagi kamu penggemar panjat tebing, kamu bisa melihat EIGER Independence Sport Climbing Competition 2025 yang biasanya digelar bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Ajang ini bisa menjadi kesempatan emas untuk mengasah kemampuan, melatih ketahanan mental, dan strategi dalam panjat tebing. Tahun ini, total hadiah mencapai 150 juta rupiah dengan berbagai kategori menarik seperti Rockmaster, Kids Fun Climbing, Lead Panjat Pinang, dan Speed Rookie.
Nah, untuk mendukung kegiatan climbing dan belaying kamu selama panjat tebing, pastikan menggunakan perlengkapan outdoor berkualitas dari EIGER. Kamu bisa langsung datang ke EIGER Adventure Store untuk mencoba dan memilih produk yang paling nyaman dan aman digunakan saat memanjat.
Jika tidak sempat ke toko, kamu tetap bisa membeli produk favorit melalui situs resmi atau aplikasi EIGER yang tersedia di App Store dan Play Store. Pesanan akan diantar dengan mudah dan cepat ke rumahmu.
Jangan lewatkan berbagai promo menarik dari EIGER. Segera lengkapi perlengkapan climbing dan belaying-mu supaya setiap petualangan panjat tebing berjalan aman dan nyaman dengan perlengkapan terbaik dari EIGER!
Baca juga: Penasaran dengan Solo Rock Climbing? Kenali di Sini!


