Jika membahas tentang jenis-jenis climbing, sebagian orang mungkin akan menyebut panjat tebing sebagai salah satunya. Padahal, ada beberapa jenis lain yang juga termasuk dalam olahraga climbing dan menarik untuk dicoba, termasuk bouldering.
Ya, bouldering adalah olahraga memanjat yang diadaptasi dari panjat tebing, tetapi bisa dibilang lebih menantang. Eigerian ingin tahu seluk beluk bouldering, mulai dari jenis, teknik, dan perbedaannya dengan panjat tebing? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!
Apa Itu Bouldering?

Bouldering adalah olahraga modifikasi dari panjat tebing yang dilakukan tanpa alat pengaman, seperti tali, harness, atau helm. Jadi, pemanjat hanya mengandalkan kekuatan, kelincahan, dan kehati-hatian.
Meski demikian, kamu tak perlu khawatir, karena bouldering tetap menerapkan sistem keamanan menggunakan crash pad atau matras tebal yang dipasang di bawah arena panjat. Selain itu, arena bouldering juga cenderung lebih rendah daripada panjat tebing pada umumnya, yaitu berkisar 2–5 meter.
Jenis Bouldering
Terdapat berbagai macam bouldering yang bisa Eigerian coba untuk berlatih, di antaranya:
1. Outdoor Bouldering
Seperti namanya, outdoor bouldering dilakukan di alam terbuka, biasanya pada tebing pendek atau formasi batuan alam berukuran besar.
Untuk menjaga keseimbangan dan menaklukkan rute panjat, pemanjat bisa memanfaatkan fitur-fitur unik pada batuan sebagai pegangannya, antara lain pockets, slopers, crimps, dan pinches. Sistem pengaman pada outdoor bouldering biasanya menggunakan portable crash pad, yang bisa dipindahkan mengikuti rute yang sedang dilalui pemanjat.
2. Indoor Bouldering
Berkebalikan dengan jenis sebelumnya, indoor bouldering dilakukan di dalam ruangan atau biasa disebut indoor climbing gyms, yang melibatkan dinding modular dan pegangan buatan. Indoor boulder space umumnya terdiri atas elemen-elemen berikut:
- Dinding vertikal.
- Dinding yang miring ke arah pemanjat (overhang).
- Bagian miring ke belakang (slab).
- Rute mendatar (traverse).
- Tonjolan atau lekukan seperti di goa.
- Pegangan bertekstur.
- Crash pad yang dipasang permanen di semua titik.
Indoor bouldering memberikan kesempatan memanjat di lingkungan yang terkontrol, karena tidak terpengaruh cuaca. Selain itu, para route setters (pengatur rute) juga bisa mengganti rintangan secara rutin untuk memberikan tantangan baru sehingga tidak mudah ditebak oleh pemanjat.
Baca juga: Penasaran dengan Solo Rock Climbing? Kenali di Sini!
Teknik Dasar Bouldering
Dalam menjalankan bouldering, Eigerian perlu memahami sejumlah teknik, di antaranya:
- Smearing: Teknik menekan ujung atau sisi karet sepatu panjat langsung ke permukaan dinding atau batu untuk menciptakan gesekan sebagai tumpuan kaki, terutama saat tidak ada pijakan yang solid. Pemanjat bisa menggunakan teknik ini saat memanjat slab.
- Stemming: Membentangkan tubuh di antara dua pijakan dan memberikan tekanan berlawanan antara kedua kaki untuk membuka otot inti dan menjaga keseimbangan di dinding. Biasanya, teknik ini digunakan saat pemanjat berada di sudut atau tikungan.
- Heel hook/toe hook: Mengaitkan tumit atau jari kaki ke pegangan untuk mengurangi beban pada lengan. Pemanjat umumnya menerapkan teknik ini untuk membuat posisi baru dan menghemat tenaga.
- Mantling: Menekan kuat ke bawah pada sebuah tonjolan dengan telapak tangan terbuka untuk mendorong tubuh naik secara cepat. Teknik ini sangat bermanfaat ketika melalui bagian atap atau tonjolan pendek.
- Dyno: Teknik melompat secara dinamis dari satu pegangan ke pegangan lain yang posisinya agak jauh, kemudian menangkapnya di titik jangkauan maksimal. Penguasaan teknik ini membantu pemanjat membangun dasar keterampilan panjat tebing yang kuat.
Perbedaan Bouldering dan Panjat Tebing
Untuk memahami perbedaan bouldering dan panjat tebing, terdapat beberapa kriteria yang bisa dijadikan sebagai acuan, antara lain:
- Berdasarkan jumlah peralatan: Bouldering membutuhkan peralatan yang lebih minim daripada panjat tebing karena tidak menggunakan alat keamanan khusus panjat tebing, seperti tali, harness, dan anchoring system.
- Berdasarkan ketinggian: Bouldering umumnya melibatkan ketinggian tidak lebih dari 6 meter. Sementara itu, panjat tebing biasanya dilakukan di ketinggian lebih dari 6 meter, bahkan bisa mencapai puluhan meter.
- Berdasarkan gerakan: Bouldering membutuhkan gerakan eksplosif dan kuat karena berfokus pada kekuatan, sedangkan panjat tebing lebih menekankan gerakan yang konsisten, efisien, dan hemat energi karena berfokus pada daya tahan.
- Berdasarkan sistem pengaman: Bouldering menggunakan crash pad dan spotter ( orang yang mengarahkan tubuh pemanjat agar jatuh dengan aman di crash pad). Adapun panjat tebing melibatkan belayer yang mengelola tali untuk menahan atau mengendalikan turunnya pemanjat.
Rekomendasi Perlengkapan Climbing dari EIGER
Sebelum mengetahui beragam perlengkapan bouldering dari EIGER, kamu juga perlu mengetahui bahwa EIGER aktif menyelenggarakan event menarik bagi kamu yang menyukai adrenalin lho, salah satunya EISCC (EIGER Independence Sport Climbing Competition).
EISCC rutin diadakan tiap tahun dan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kompetisi ini menjadi ajang pembuktian mental, teknik, dan dedikasi para pemanjat tebing. Pemenang EISCC tahun 2025 akan meraih total hadiah 150 juta rupiah.
Selanjutnya, kalau Eigerian ingin menambah perlengkapan boulder panjat tebing untuk kompetisi maupun petualangan, berikut ini beberapa rekomendasi produk berkualitas dari EIGER Adventure:
1. Motion Chalk Bag

Motion Chalk Bag dari EIGER Mountaineering ini didesain dengan tali penutup, saku jala, dan tali webbing dengan buckle yang bisa diatur senyamanmu. Eigerian bisa menggunakan chalk bag ini di pinggang maupun pundak. Motion Chalk Bag hadir dalam tiga warna, yaitu hitam, biru, dan oranye.
2. Madrock Drifter

Kamu lagi cari sepatu bouldering yang nyaman? Madrock Drifter jawabannya. Sepatu climbing dari EIGER ini bagian atasnya terbuat dari full grain leather sehingga bisa melar menyesuaikan dengan kebutuhan kaki. Sementara itu, bagian heel-nya terbuat dari karet lengket dan EVA yang empuk untuk dijadikan sebagai pijakan.
3. Womens Hike Stalwart Jogger

Meski sedang hujan ringan, Womens Hike Stalwart Jogger membuatmu tetap nyaman karena celana climbing ini dilengkapi dengan teknologi Tropic Repellent yang bisa mencegah penyerapan cairan secara berlebihan. Selain itu, bahannya yang elastis, gusset pada bagian selangkangan, dan articulated knees mendukung gerakan yang lebih nyaman dan leluasa.
4. Highpoint Heroes Pants

Highpoint Heroes Pants merupakan celana climbing dari EIGER Mountaineering yang bahannya kuat tapi lentur sehingga membuat gerakanmu lebih leluasa. Celana ini memiliki beberapa saku untuk menyimpan perlengkapan wall climbing lain dan loop untuk memasang chalk bag. Celana climbing ini hadir dengan warna black dan brown.
5. Wall Wizards

Wall Wizards adalah kaos climbing pria yang terbuat dari 100% polyester, dengan quick dry system yang membuatnya cepat kering dan mendukung kenyamanan selama petualangan. Dengan desain yang ergonomis, kamu bisa bebas bergerak dan siap memberikan performa terbaik.
Jadi, apakah Eigerian tertarik mencoba bouldering? Kalau iya, perlu diingat bahwa bouldering adalah olahraga di ketinggian yang menuntut stamina dan mental yang kuat serta peralatan yang memenuhi standar. Meskipun sistem pengamannya tidak sebanyak panjat tebing, tetapi Eigerian tetap perlu memastikan bahwa perlengkapan yang digunakan punya kualitas terbaik.
Untuk mendapatkan perlengkapan bouldering berkualitas, percayakan pada EIGER Adventure. Kunjungi EIGER Adventure Store untuk mendapatkan pengalaman berbelanja secara langsung dan menyesuaikan dengan preferensimu.
Namun, kamu juga bisa berbelanja praktis di situs resmi EIGER atau aplikasi resmi EIGER yang bisa diunduh di App Store dan Play Store. Cukup pilih produk incaranmu dari ponsel dan kamu bisa menunggunya langsung dikirim ke rumah. Jangan lupa juga untuk manfaatkan promo menariknya, ya! Yuk, belanja di EIGER sekarang!
Baca juga: Manfaat Wall Climbing, Olahraga Ekstrem yang Jadi Tren


