Dalam dunia panjat tebing, terdapat beberapa teknik climbing yang perlu Eigerian kuasai, salah satunya crimp climbing. Teknik ini banyak dihindari oleh pemanjat karena sering dianggap memiliki risiko cedera jari tinggi.
Namun, kamu sebenarnya bisa melakukan teknik panjat tebing ini dengan aman dan optimal jika kamu mengetahui cara tepat melakukannya. Artikel ini membahas teknik crimping pada climbing. Jadi, pelajari tekniknya berikut ini!
Apa Itu Crimp Climbing?

Crimp climbing adalah salah satu teknik pegangan pada panjat tebing yang dilakukan ketika kamu hanya menemukan pegangan yang sempit. Umumnya, crimping dilakukan pada lekuk batu atau pegangan yang hanya bisa memuat satu ruas bagian jari, atau bahkan kurang dari itu.
Itulah mengapa teknik ini memerlukan kekuatan grip jari yang optimal. Selain itu, lekuk batu yang Eigerian temui juga mungkin terlalu sempit, tajam, atau terlalu datar. Oleh karena itu, kamu perlu menguasai teknik ini agar bisa memegang lekuk batu tanpa slip.
Baca juga: Panduan Wall Climbing: Manfaat, Teknik, dan Perlengkapan
Jenis-Jenis Crimp Climbing
Secara umum, terdapat tiga jenis crimping yang bisa kamu pelajari, yaitu open hand crimp, half crimp, dan full crimp. Adapun penjelasan selengkapnya adalah sebagai berikut:
1. Open Hand Crimp
Teknik open hand crimp adalah teknik crimping yang cocok digunakan di medan yang cukup mudah dicengkeram serta ketika kamu ingin menghemat energi. Tidak hanya itu, kamu juga bisa menggunakan teknik ini ketika hendak mengganti posisi tangan atau metode gripping.
Untuk melakukannya, kamu bisa meletakkan jari telunjuk, tengah, dan manis di pegangan atau lekuk batu. Teknik jenis ini memiliki cengkeraman yang lebih pasif dibandingkan half crimp dan kamu mungkin akan merasa ototmu lebih tegang.
2. Half Crimp
Half crimp sering digunakan pada panjat tebing. Biasanya, teknik ini diterapkan pada pegangan yang datar, terpotong, atau miring. Cara menerapkan teknik ini adalah kamu bisa menempatkan jari telunjuk, tengah, dan manis di lekuk batu atau pegangan dengan ditekuk 90 derajat.
Kemudian, biarkan kelingking tegak dan ibu jari mengawang. Atau, kamu juga bisa sedikit memberikan kekuatan pada ibu jari untuk bisa menyentuh bagian tepi lekuk batu atau pegangan.
Dalam half crimp climbing, kamu mungkin akan mendengar teknik chisel atau campus crimp. Teknik ini adalah variasi half crimping yang menempatkan jari telunjuk tetap tegak, sedangkan jari tengah, manis, dan kelingking ditekuk 90 derajat pada pegangan. Alhasil, jari telunjuk akan lebih pasif.
Meski begitu, pemanjat pemula lebih disarankan menguasai half crimp daripada chisel karena ketika jari sudah terbiasa half crimping, kamu mungkin akan bisa melakukan chisel. Namun, ketika kamu terbiasa menggunakan chisel, di mana jari telunjukmu lebih pasif, kamu mungkin akan kesulitan menguasai half crimp.
3. Full Crimp
Full crimp adalah teknik crimp climbing yang melibakan semua jari. Untuk melakukannya, kamu bisa melakukan half crimp terlebih dahulu, dan letakkan ibu jari di atas jari telunjuk seakan-akan tanganmu “membungkus” pegangan.
Dalam melakukan teknik ini, kamu harus lebih peka terhadap kekuatan tanganmu karena jika kamu terlalu banyak melakukan full crimp climbing, risiko cedera tangan menjadi lebih tinggi akibat penggunaan tenaga yang lebih banyak dibandingkan teknik crimping lainnya.
Tips Berlatih Crimp Climbing
Cara mudah untuk bisa menguasai teknik crimp hold climbing adalah dengan terus berlatih teknik ini, baik di rintangan wall climbing atau fingerboard. Kemudian, kamu bisa membiasakan tubuhmu untuk crimping dan mempelajari kemampuan otot tangan dalam menahan tubuh di situasi ini. Selain itu, berikut adalah beberapa tips latihan crimping yang bisa kamu ikuti:
- Hindari terlalu lama bergelantungan agar kamu tidak mudah lelah. Sebagai gantinya, kamu bisa membagi latihan teknik crimping ke beberapa set.
- Berikan jarak istirahat di setiap sesinya agar energi tidak terkuras habis. Kamu bisa beristirahat sekitar 3 menit setiap set nya.
- Pelajari efektivitas crimping untuk menemukan metode dan posisi yang pas.
- Lakukan pemanasan sebelum latihan crimping agar tidak cedera. Pemanasan bisa dilakukan dengan menggenggam pensil dengan buku-buku jari dan finger gliding.
Baca juga: Mengenal Trad Climbing, Mirip dengan Sport Climbing?
Rekomendasi Perlengkapan Climbing dari EIGER Adventure
Jika kamu ingin menekuni dunia panjat tebing, pastikan untuk mempersiapkan perlengkapan yang memadai, salah satunya dari EIGER Adventure! Perlengkapan climbing dari EIGER dapat kamu gunakan untuk berlatih panjat tebing atau mengikuti kompetisi panjat tebing, seperti EISCC.
EISCC atau EIGER Independence Sport Climbing Competition adalah kompetisi climbing tahunan EIGER yang diadakan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Di tahun 2025, terdapat beberapa kategori baru EISCC yang menarik untuk dicoba, yaitu Rockmaster, Lead Panjat Pinang, Kids Fun Climbing, dan Speed Rookie. Total hadiah EISCC 2025 sebesar 150 juta rupiah.
Untuk perlengkapan climbing yang bisa kamu gunakan, berikut kami berikan rekomendasinya:
1. Highpoint Heroes Short

Highpoint Heroes Short adalah celana pendek dari EIGER Mountaineering yang didesain khusus untuk kegiatan panjat tebing. Dengan bahan poliester dan spandeks, celana ini fleksibel sehingga dapat mendukung gerak aktifmu. Celana ini juga dilengkapi dengan loop untuk chalk bag dan tempat sikat.
2. Women Neo Climb Shorts 1.0

Women Neo Climb Shorts 1.0 dari EIGER Women dapat mendukung aktivitas bouldering dan panjat tebing berkat kombinasi bahan katun dan spandeks yang nyaman dan elastis. Celana pendek wanita ini juga dilengkapi dengan banyak saku dan loop untuk membawa chalk bag.
3. Rockmaster 25L

Siap memanjat di alam bebas? Bawalah Rockmaster 25L dari EIGER Mountaineering. Tas punggung berkapasitas 25 liter ini memiliki bukaan lebar sehingga kamu bisa menyimpan perlengkapan memanjat. Tas ini juga memiliki banyak saku untuk menyimpan perintilan selama panjat tebing.
4. Motion Chalk Bag 1.0

Memanjat tidaklah lengkap tanpa kehadiran chalk. Untuk menampung chalk selama memanjat, kamu bisa membawa Motion Chalk Bag 1.0. Tas ini dapat dikenakan secara menyilang pada pundak atau melingkar pada pinggang.
5. Wall Wizards

Wall Wizards adalah kaos climbing pria yang terbuat dari bahan yang cepat kering dan nyaman. Desainnya juga ergonomis sehingga mendukung gerak aktifmu saat rock climbing atau wall climbing.
Itulah seluk beluk teknik crimp climbing dan cara menguasai teknik ini. Teknik crimping mungkin menjadi tantangan tersendiri, tetapi dengan berlatih intens, kamu bisa menguasai teknik ini dengan optimal.
Kemudian, jangan sampai kamu berlatih dengan peralatan climbing seadanya! Kamu bisa mengunjungi EIGER Adventure Store di kotamu dan memilih langsung perlengkapan climbing yang akan kamu gunakan.
Selain itu, kamu juga bisa mengakses situs resmi EIGER atau aplikasi EIGER yang bisa diunduh di App Store dan Play Store agar berbelanja bisa semakin praktis. Hanya dengan klik-klik di ponsel, kamu bisa mendapatkan produk incaranmu yang diantarkan langsung ke rumah. Mudah, kan?
Yuk, belanja produk outdoor di EIGER dan nikmati promo menariknya!
Baca juga: Pengertian, Jenis dan Perbedaannya dengan Rock Climbing


