Ketika menanam satu pohon, kita mungkin tidak langsung melihat hasilnya. Tapi di balik satu bibit kecil itu, ada harapan yang perlahan tumbuh—bukan hanya untuk bumi, tapi juga untuk manusia yang hidup di atasnya.
Membawa semangat dari 5 pilar E.I.G.E.R (Education, Inspiration, Greenlife, Experiential, dan Responsibility), EIGER Adventure sebagai brand penyedia perlengkapan kegiatan luar ruang mengambil sebuah langkah nyata untuk merawat alam, yang kini mulai menunjukkan dampaknya.
Alam Bukan Sekadar Latar Petualangan
Hutan, gunung, dan sungai seringkali dianggap sebagai latar dari sebuah petualangan. Tapi bagi EIGER, alam adalah inti dari setiap cerita. Tanpa hutan yang hidup, tidak ada trek yang bisa ditapaki. Tanpa air yang mengalir, tidak ada kehidupan yang bisa dirayakan. Melihat hal ini, EIGER Adventure meluncurkan program Wali Pohon untuk merawat dan memulihkan lingkungan. Bukan hanya soal menanam pohon, tetapi tentang membangun hubungan baru antara manusia dan alam.
Dari Aksi ke Dampak Nyata
Melalui program ini ribuan bibit pohon telah ditanam dan dirawat di berbagai lahan, bekerja sama dengan masyarakat, instansi, TNI/POLRI. Tidak berhenti di situ, EIGER Adventure bersama relawan dan komunitas lokal rutin melakukan monitoring pertumbuhan, memastikan pohon-pohon ini bertahan dan tumbuh kuat.
Lebih dari sekadar konservasi lingkungan, program ini membuka peluang baru bagi masyarakat sekitar dan pengelola kawasan. Melalui pelatihan dan keterlibatan langsung, warga lokal kini menjadi penjaga alam sekaligus mendapatkan manfaat dari program ini.
Karena tujuannya untuk penghijauan, bibit pohon yang dibudidayakan pun beragam. Ada bibit pohon cemara, bibit pohon mahoni uganda, dan bibit pohon pancasila. Menurut Kurniawan selaku pengelola yayasan budidaya bibit pohon, total produksi bibit pohon yang dapat dihasilkan itu sekitar 80.000-100.000 bibit pohon dalam sebulan. Bibit ini dibagikan secara gratis untuk setiap orang, komunitas, bahkan instansi yang mau menanam pohon.
Di sisi lain, komunitas pendaki dan pecinta alam yang bergabung dalam program ini mengaku mendapatkan pengalaman berharga: memahami bahwa mencintai alam bukan hanya soal menikmati keindahannya, tapi juga merawat dan menjaganya.

Baca Juga: 7 Manfaat dan 8 Langkah Menanam Pohon di Rumah
Langkah Selanjutnya
Selain lewat program Gerakan Tanam Indonesia, EIGER Adventure pun kemudian bekerja sama dengan pengelola kawasan taman buru Masigit Kareumbi untuk program penanaman pohon karyawan EIGER. Terus diperluas dengan melakukan penanaman mangrove, di Mayangan, Subang, Jawa Barat, Pulau Belitung, Bali, dan Surabaya. Program Wali Pohon akan terus diperluas dengan target menanam lebih banyak pohon dan menjangkau lebih banyak area kritis. Edukasi kepada komunitas outdoor, sekolah, dan masyarakat umum juga terus digalakkan untuk memperbesar gerakan ini.
Karena menjaga hutan bukan pekerjaan sehari, melainkan komitmen seumur hidup.
Saatnya Kita Terlibat
Satu pohon mungkin terlihat kecil hari ini. Tapi bayangkan ribuan pohon yang tumbuh, membentuk hutan baru, menyelamatkan udara yang kita hirup, air yang kita minum, dan bumi yang kita tinggali.
Lewat program Wali Pohon, EIGER Adventure mengajak kita semua untuk tidak hanya menikmati alam, tapi juga menjadi bagian dari yang menjaga dan membangunnya kembali.
Karena dari satu pohon, lahir harapan. Dari satu aksi, tercipta masa depan. Menanam pohon menumbuhkan harapan. Pohon tumbuh, kawasan teduh.
Baca Juga: 10.000 Pohon Mangrove Subang Jadi Komitmen EIGER untuk Indonesia


