Eigerian! Siapa yang tidak mengenal keindahan wilayah Nusa Tenggara Timur? Dari banyaknya keindahan yang ada, kali ini saya ingin memperkenalkan salah satunya, kaya akan sejarah, keunikan dan keindahan alam yang luar biasa, Desa Todo, namanya!
Desa Todo, sebuah desa yang terletak di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, merupakan salah satu destinasi wisata budaya yang kaya akan sejarah dan tradisinya. Desa ini terkenal sebagai salah satu pusat peradaban suku Manggarai, yang memiliki adat istiadat dan warisan budaya yang masih terjaga hingga kini.
Sejarah Desa Todo
Pada 30 September 2024 lalu, saat saya dan tiga teman lainnya melakukan perjalanan Overland Flores dan sejenak menyapa Desa Todo, kami sangat terkesan dari awal hingga akhir, terutama saat diceritakan sejarah dari Desa Todo ini sendiri.
Dari informasi yang diceritakan, Desa Todo dikenal sebagai tempat berdirinya Kerajaan Todo, salah satu kerajaan terbesar di Manggarai pada masa lampau. Kerajaan ini memainkan peran penting dalam sejarah suku Manggarai, baik dari segi politik, sosial, maupun budaya. Salah satu peninggalan bersejarah yang menjadi daya tarik utama desa ini adalah gendang yang terbuat dari kulit manusia dan rumah adat Todo, yang disebut Mbaru Niang. Rumah adat ini memiliki bentuk kerucut yang unik dan dibangun dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti bambu, ijuk, dan kayu.
Mbaru Niang di Desa Todo bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga simbol dari kehidupan masyarakat yang harmonis dan berpegang pada nilai-nilai adat. Rumah ini sering digunakan untuk berbagai upacara adat, termasuk upacara syukur dan ritual keagamaan tradisional. Dalam sejarahnya, desa ini juga menjadi pusat kekuasaan politik dan spiritual di wilayah Manggarai, dengan Todo sebagai simbol persatuan suku-suku di sekitarnya.
Selain itu juga, Desa Todo mempunyai ikatan yang sangat erat dengan Desa Waerebo, dikarenakan Desa Todo sebagai salah satu Kerajaan dan pusat pemerintahan yang ada, ketika seseorang dari Kerajaan ataupun pemerintahan yang ada membuat sebuah kesalahan, maka seseorang tersebut akan diberi hukuman yaitu diasingkan ke Desa Waerebo, itulah kenapa letak Desa Waerebo berada di pedalaman, berbeda dengan Desa Todo.
Penyambutan Tamu dan Keunikan Desa Todo
Saat berkunjung ke Desa Todo, kita akan langsung diarahkan terlebih dahulu menuju Information Center Desa Todo yang letaknya tepat di depan parkiran, tidak jauh dari jalan raya setempat. Setelah itu, kita akan dijelaskan mengenai ketentuan berkunjung lebih lanjut ke Desa Todo. Apakah tamu bersedia atau tidak. Jika bersedia, maka tamu WNI (Warga Negara Indonesia) akan dikenakan HTM (Harga Tiket Masuk) sebesar Rp. 80,000,-, harga tersebut sudah mencakup berbagai fasilitas yang ada.
Adapun salah satu keunikan yang ada yaitu, semua tamu yang berkunjung diwajibkan menggunakan pakaian adat khas Desa Todo yang sudah disediakan di Information Center. Untuk Perempuan yaitu ikat kepala, kain tenun selendang dan kain tenun sarung, untuk Laki-laki yaitu penutup kepala (peci), kain tenun selendang dan kain tenun sarung. Setiap kain yang digunakan juga memiliki artinya masing-masing.
Setelah mengenakan pakaian adat khas Desa Todo, setiap tamu akan ditemani oleh local guide penduduk asli Desa Todo dan diantar terlebih dahulu menuju rumah utama di Desa Todo untuk upacara penyambutan tamu, sekaligus selama perjalanan akan diceritakan sejarah dari Desa Todo. Sebelum melakukan upacara penyambutan tamu, setiap tamu yang ada tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar terlebih dahulu. Selepas upacara penyambutan tamu, nantinya tamu akan diberikan minuman, barulah bisa berkeliling dan mengabadikan momen saat berkunjung ke Desa Todo.
Sayang sekali saat berkunjung kesini, tidak ada momen upacara adat lainnya. Karena hanya pada momen tertentu, tamu dapat menyaksikan berbagai upacara adat yang sarat makna di Desa Todo, seperti Caci, yaitu tarian perang tradisional yang menggambarkan keberanian dan ketangkasan para Laki-laki Manggarai. Selain itu, desa ini juga dikenal dengan tenun ikat khas Manggarai yang memiliki motif-motif unik dan penuh simbolisme.
Transportasi Menuju Desa Todo
Meskipun terletak di daerah yang cukup terpencil, akses menuju Desa Todo kini semakin mudah. Ini semua berkat perkembangan infrastruktur di wilayah Nusa Tenggara Timur. Dan berikut adalah beberapa transportasi yang kami gunakan untuk bisa mencapai Desa Todo:
- Melalui Udara
Berhubung kami semua berasal dari luar Pulau Flores, tiga diantaranya menggunakan transportasi udara berangkat dari Bandara Soekarno Hatta. Lalu dari Tangerang menuju Bandara Komodo di Labuan Bajo, yang merupakan pintu gerbang utama menuju Manggarai.
- Melalui Laut
Satu diantara kami menggunakan transportasi laut dari Surabaya menuju Labuan Bajo. Dengan estimasi waktu perjalanan di laut menyesuaikan situasi dan kondisi.
- Melalui Darat
Dari Labuan Bajo, kami menyewa mobil untuk perjalanan Overland Flores selama 5 Hari 4 Malam include dengan driver. Selain menggunakan mobil, Eigerian juga bisa menggunakan sepeda motor atau menggunakan jasa travel lokal untuk menuju Desa Todo. Estimasi waktu perjalanan dari Labuan Bajo ke Desa Todo kurang lebih 4-5 Jam.
Perjalanan dari Labuan Bajo akan melewati pemandangan alam yang menakjubkan, seperti perbukitan hijau, lembah, dan persawahan khas Manggarai. Jalan menuju desa ini cukup menantang dengan banyak bagian yang berkelok-kelok. Namun teman perjalanan yang asik dan pemandangan yang disuguhkan akan membuat perjalanan terasa menyenangkan.
- Melalui Transportasi Umum
Alternatif lainnya, Eigerian dapat menggunakan angkutan umum dari Labuan Bajo ke Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai. Dari Ruteng, perjalanan dilanjutkan dengan ojek atau kendaraan sewaan menuju Desa Todo. Meskipun memakan waktu lebih lama, opsi ini lebih terjangkau bagi Eigerian yang ingin merasakan sensasi berbeda.
Tips Bertamu ke Desa Todo
Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, sebaiknya berkunjung saat ada acara adat atau festival lokal. Jangan lupa untuk membawa pakaian yang nyaman dan perlengkapan yang memadai. Misalnya obat anti mabuk, mengingat kondisi jalan yang menantang dan cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Eigerian juga bisa membawa berbagai macam buku bacaan atau makanan kecil untuk teman-teman di Desa Todo. Selain itu, tentunya menghormati adat dan tradisi setempat adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap tamu.
Desa Todo bukan hanya destinasi wisata biasa, tetapi juga tempat untuk belajar dan merasakan kekayaan budaya Manggarai yang autentik. Dengan sejarahnya yang panjang, tradisi yang kaya, dan keindahan alamnya yang mempersona.
Jadi, selamat mencoba berkunjung ke Desa Todo ya!
Tentang Penulis:

Aku Dita Putri dengan akun instagram @ditayputri seorang travel content creator pemula yang mempunyai mimpi kaya raya, punya karya dan gratis berkeliling dunia, karena kalo keliling akhirat, ngga tau gimana nanti aja!
Tentang Program Tulisan Eigerian:
Cerita Eigerian adalah salah satu rubrik dalam program Tulisan Eigerian. Program Tulisan Eigerian adalah program yang membuka kesempatan bagi para penulis dan petualang untuk menjadi kontributor di Blog EIGER. Kontributor dapat berbagi karya, cerita, tips, ataupun review produk EIGER. Program ini terbuka untuk umum dan memiliki syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh para kontributor. Yuk salurkan bakat dan bagikan semangat petualangan melalui tulisan-tulisan yang bermakna sekarang juga, ada reward bagi kontributor yang tulisannya ditayangkan! Cek syarat dan katentuannya untuk menjadi kontributor Blog EIGER di sini atau langsung kirim artikelmu melalui form ini.


