Setiap tahunnya, EIGER rutin menyelenggarakan ajang bergengsi bagi para pencinta olahraga panjat tebing, yaitu EISCC atau EIGER Independence Sport Climbing Competition. Kompetisi ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi wadah berkumpulnya para atlet, komunitas, dan penggemar panjat tebing dari berbagai daerah untuk saling beradu keterampilan sekaligus merayakan semangat kemerdekaan. Tahun ini, EISCC kembali hadir dengan cerita dan energi baru. Yuk, simak ceritanya!
EISCC Berawal Dari Sini
Perjalanan EISCC dimulai pada tahun 1993, ketika EIGER membangun sebuah papan panjat di Jalan Cihampelas, Bandung sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas toko, brand, dan pemasaran. Tak disangka, papan panjat ini berkembang menjadi titik kumpul komunitas panjat tebing di Bandung.
Seiring meningkatnya antusiasme, EIGER pun membentuk EIGER Climbing Center (ECC) yang menjadi wadah untuk mengelola dan mengembangkan aktivitas panjat tebing. Sebagai bagian dari evaluasi dan selebrasi, ECC menyelenggarakan kompetisi bertajuk EISCC dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi ajang berlatih bagi para atlet panjat sebelum mereka berkompetisi di ajang nasional dan internasional. Kompetisi ini pun menjadi tonggak penting yang menandai awal keterlibatan aktif EIGER dalam mendukung pertumbuhan dunia panjat tebing di Indonesia.
Kompetisi Panjat Tebing Tahunan yang Menjadi Komitmen EIGER
Antara tahun 2000 hingga 2005, EIGER rutin mengadakan EISCC, yaitu sebanyak lima kali. Setelah jeda beberapa tahun, semangat itu kembali menyala di tahun 2012, bertepatan dengan dibangunnya papan panjat di toko flagship EIGER Jalan Sumatra, Bandung.
Di tahun 2015, venue kompetisi sempat berpindah ke Bali, menyusul pembangunan papan panjat baru di toko EIGER Jalan Sunset Road. EISCC terus digelar hingga saat ini, kecuali pada 2020 dan 2021 saat pandemi COVID-19 melanda.
Komitmen EIGER terhadap dunia panjat tebing pun terus meluas, ditandai dengan hadirnya fasilitas serupa dan ECC di toko flagship EIGER di Surabaya dan Makassar.
Baca Juga: ECS: Kompetisi Panjat Tebing Anak EIGER Mencetak Pemanjat Muda Berbakat
EISCC 2025 Hadir dengan Semangat Baru

EISCC 2025 membawa energi segar dengan menghadirkan ragam perlombaan yang tak hanya ditujukan bagi para atlet panjat, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum, mulai dari yang gemar memanjat hingga mereka yang ingin mencoba untuk pertama kalinya.
Kategori lomba tahun ini sangat beragam, mulai dari Lead Putra & Putri, Speed Putra & Putri, Speed Rookie, Lead Panjat Pinang, Rock Master, hingga EIGER Kids Fun Climbing. Tak hanya kompetisi, rangkaian acara juga dilengkapi dengan press conference dan music performance yang menambah semarak suasana.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, EISCC 2025 akan digelar selama empat hari di EIGER Adventure Flagship Store, Jl. Sumatra No. 23, Bandung, pada 14–17 Agustus 2025. Para peserta akan memperebutkan total hadiah senilai ratusan juta rupiah.
Mamay S. Salim, Climbing Expert sekaligus EIGER Technical Advisor, mengungkapkan bahwa meski tahun ini tidak dihadiri oleh lima putra dan lima putri terbaik tim nasional, karena mereka tengah berlaga di World Game, Tiongkok, EISCC tahun ini tetap akan diramaikan oleh atlet pelatnas lainnya. Istimewanya, jalur pemanjatan untuk kategori putri dirancang langsung oleh salah satu route setter terbaik Indonesia, yaitu Siti Robiah.
Kategori Lomba
Berikut ini adalah kategori yang diperlombakan di EISCC 2025:
1. Lead Open
Di kategori ini, pemanjat memasang pengaman sendiri di sepanjang jalur, dengan belayer yang menjaga dari bawah. Penilaian didasarkan pada titik tertinggi yang berhasil dicapai dalam waktu maksimal 6 menit.
2. Speed World Record Open
Berbeda dengan Speed Classic, kategori ini menggunakan jalur dengan jarak pegangan dan pijakan yang sudah distandarisasi sesuai aturan IFSC (International Federation of Sport Climbing). Pemenang ditentukan dari catatan waktu tercepat hingga menyentuh garis finish.
3. Speed Rookie
Kategori ini ditujukan untuk para pemanjat pemula yang ingin merasakan sensasi kompetisi speed climbing. Tantangannya sederhana tapi tetap menantang. Siapa yang bisa mencapai puncak paling cepat, dialah pemenangnya. Cocok untuk menguji kecepatan, refleks, dan strategi, sekaligus jadi pintu masuk bagi pemanjat baru untuk mengenal dunia lomba panjat tebing.
4. Lead Panjat Pinang
Ini kategori unik yang memadukan teknik lead climbing dengan keseruan tradisi panjat pinang. Peserta bisa diikuti oleh masyarakat umum, di mana mereka harus memanjat rute yang dilengkapi berbagai “hadiah” di atasnya, sambil tetap mengandalkan skill memanjat dengan tali.
5. Rock Master
Bisa dibilang ini adalah kelas “elit” di EISCC. Rock Master mempertemukan para pemanjat veteran untuk saling adu kemampuan di rute-rute menantang yang membutuhkan kombinasi kekuatan, kelenturan, dan kecerdikan membaca jalur. Di sinilah penonton bisa melihat aksi memukau dari atlet papan atas yang benar-benar menguasai olahraga ini.
6. EIGER Kids Fun Climbing
Kategori yang dirancang khusus untuk anak-anak, dengan rute aman dan instruktur yang siap membimbing. Tujuannya bukan sekadar mencari pemenang, tapi mengenalkan olahraga panjat tebing sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak bisa merasakan sensasi memanjat, melatih keberanian, dan belajar percaya diri sambil bermain.
Baca Juga: Program Edukasi EIGER: Membangun Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap Petualang
Program Panjat Tebing dari EIGER

- EISCC: kejuaraan panjat tebing berskala nasional yang diselenggarakan setiap tahun bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan RI.
- ECC: pembinaan panjat tebing untuk usia dini yang diadakan di empat kota, yaitu Bandung, Surabaya, Bali, dan Makassar.
- ECS (EIGER Climbing Series): kejuaraan panjat tebing untuk anak-anak maksimal usia 13 tahun yang baru diadakan tahun ini di Bandung, Surabaya, Bali, dan Makassar.
- Hanging Camp: kegiatan camping bersama menggunakan hammock di tebing alam yang diselenggarakan pertama kali tahun 2019 di Tebing Citatah.
Recap EISCC 2024 di Bandung
Simak kembali keseruan event EISCC tahun lalu di sini!


