Kalau berbicara tentang Indonesia, banyak orang langsung terbayang pantai eksotis, hutan tropis, dan gunung-gunung megah yang jadi surga buat para petualang. Tapi di balik keindahan itu, Indonesia menyimpan sesuatu yang jauh lebih dalam: keanekaragaman hayati yang menjadikannya salah satu negara paling kaya spesies di dunia.
Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2025 yang mengusung tema “Harmony with Nature and Sustainable Development”, EIGER ingin mengajak Eigerian untuk lebih mengenal kekayaan hayati Nusantara dan bagaimana peran kita sebagai petualang bisa ikut menjaga keseimbangannya.
Apa Itu Hari Keanekaragaman Hayati?
Hari Keanekaragaman Hayati diperingati setiap tanggal 22 Mei sebagai momen refleksi global akan pentingnya melindungi seluruh bentuk kehidupan di bumi. Mulai dari spesies besar seperti gajah dan harimau, hingga organisme kecil yang punya peran besar di rantai ekosistem, seperti jamur dan mikroba tanah.
Tahun ini, tema “Harmony with Nature and Sustainable Development” menjadi ajakan terbuka bagi semua orang untuk meninjau ulang relasi kita dengan alam. Apakah kita benar-benar hidup berdampingan? Atau justru tanpa sadar, kita sedang menjauh dari harmoni yang seharusnya dijaga?
Indonesia: Rumah Keanekaragaman Hayati Dunia
Dengan lebih dari 17.000 pulau, bentang alam yang beragam, serta iklim tropis, Indonesia jadi salah satu pusat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Beberapa data yang telah dihimpun:
- Lebih dari 30.000 spesies tumbuhan telah tercatat di Indonesia
- Terdapat sekitar 1.600 spesies burung, termasuk burung endemik seperti Cendrawasih
- Indonesia menjadi rumah bagi 515 spesies mamalia, terbanyak kedua di dunia setelah Brasil
- Indonesia juga termasuk dalam wilayah Segitiga Terumbu Karang Dunia, yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi secara global
- Selain itu, Indonesia memiliki keanekaragaman tinggi pada serangga, reptil, amfibi, hingga mikroorganisme, meskipun sebagian besar masih belum sepenuhnya terdata oleh para ilmuwan
Yang paling menakjubkan, ribuan spesies tersebut adalah endemik loh Eigerian, artinya cuma bisa ditemukan di Indonesia.
Beberapa contoh spesies endemik yang unik:
- Komodo (Varanus komodoensis) – Reptil raksasa purba dari Nusa Tenggara Timur
- Rafflesia arnoldii – Bunga terbesar di dunia dari hutan Sumatra
- Tarsius spectrum – Primata mungil bermata besar dari Sulawesi
- Maleo (Macrocephalon maleo) – Burung yang bertelur di pasir vulkanik panas
- Anggrek hitam Papua – Langka dan indah, hidup di daerah tinggi dan sejuk
Tapi sayangnya, banyak dari spesies ini saat ini terancam punah karena deforestasi, perburuan liar, perdagangan satwa, hingga perubahan iklim yang mempercepat kerusakan habitat alami.
Mengenal Ekosistem Lokal Indonesia
Setiap daerah di Indonesia punya ekosistem unik yang membentuk jati diri kawasan tersebut. Sebagai petualang, mengenal ekosistem lokal bukan hanya memperkaya pengetahuan, tapi juga jadi bekal untuk menjelajah dengan lebih bijak.
Berikut beberapa contoh ekosistem lokal di Indonesia yang menyimpan keanekaragaman hayati tinggi:
1. Hutan Hujan Tropis Kalimantan dan Sumatra
Rumah bagi spesies seperti orangutan, harimau sumatra, beruang madu, dan ratusan jenis pohon tropis tinggi menjulang. Hutan ini juga penting secara global sebagai paru-paru dunia.
2. Pegunungan Papua
Merupakan habitat alami bagi burung cenderawasih, kanguru pohon, dan ribuan spesies anggrek yang belum semua dikenali. Di ketinggian tertentu, bahkan bisa ditemukan ekosistem pegunungan bersalju tropis yang langka.
3. Terumbu Karang dan Lautan Timur Indonesia
Wilayah seperti Raja Ampat, Laut Banda, dan perairan sekitar Sulawesi menyimpan biodiversitas laut tertinggi di dunia. Dari terumbu karang hingga ikan-ikan seperti hiu berjalan dan kuda laut mini.
4. Padang Sabana Nusa Tenggara
Terlihat seperti Afrika kecil, tapi justru menyimpan kekayaan seperti kuda liar, burung pemangsa, dan berbagai jenis serangga endemik.
5. Ekosistem Mangrove dan Pesisir
Hutan mangrove di pesisir utara Jawa, Kalimantan, dan Sumatra jadi tempat penting untuk ikan-ikan muda berkembang biak, sekaligus benteng alami dari abrasi dan tsunami.
Baca Juga: Keanekaragaman Hayati: Tingkatan, Contoh, dan Manfaatnya
Peran Petualang dalam Menjaga Harmoni
Sebagai bagian dari komunitas pencinta alam, Eigerian punya peran penting dalam menjaga kelestarian hayati. Petualangan kita ke alam bebas bukan cuma soal eksplorasi fisik, tapi juga soal bagaimana membangun relasi yang sehat dengan alam.
Beberapa hal yang bisa jadi aksi nyata:
- Tidak meninggalkan jejak kerusakan (leave no trace) saat mendaki atau berkemah
- Menghindari memetik tumbuhan liar, apalagi spesies langka
- Tidak memberi makan hewan liar, karena bisa mengubah perilaku alaminya
- Menggunakan perlengkapan dan produk ramah lingkungan
- Menghormati adat dan kearifan lokal yang menjaga hubungan manusia dengan alam
Dengan begitu, setiap perjalanan bukan cuma jadi pengalaman, tapi juga kontribusi.
Keanekaragaman Hayati dan Masa Depan Kita
Keanekaragaman hayati bukan hanya soal binatang atau tumbuhan langka. Ia adalah fondasi kehidupan: dari udara yang kita hirup, air yang kita minum, makanan yang kita makan, hingga inspirasi yang kita temukan dalam alam.
Ketika satu spesies punah, efeknya bisa menjalar ke sistem kehidupan lainnya. Dan ketika terlalu banyak yang hilang, bisa jadi kita sedang kehilangan masa depan kita sendiri.
Itulah kenapa peringatan Hari Keanekaragaman Hayati bukan hanya seremoni. Ia adalah pengingat agar kita tidak melupakan rumah yang sebenarnya: bumi yang penuh warna, bentuk, dan kehidupan.
Petualangan yang Membumi
Keanekaragaman hayati adalah warisan yang tak ternilai. Warisan milik kita semua terutama mereka yang mencintai perjalanan, hutan, gunung, laut, dan udara bebas.
Jadi, di Hari Keanekaragaman Hayati ini, mari bertanya pada diri sendiri:
“Sudahkah aku bertualang dengan selaras, bukan hanya dengan langkah, tapi juga dengan hati?”
Karena pada akhirnya, petualangan sejati bukan soal sejauh apa kita berjalan, tapi seberapa dalam kita memahami dan menjaga tempat yang kita datangi.


