Panjat tebing atau wall climbing adalah olahraga yang dilakukan dengan memanjat dinding tebing maupun permukaan batu, dengan memanfaatkan celah dan tonjolan sebagai pijakan serta pegangan.
Dalam praktiknya, panjat tebing juga memiliki beragam istilah khusus yang digunakan pemanjat untuk memudahkan komunikasi maupun memahami situasi di lapangan. Penasaran apa saja istilah panjat tebing yang sering muncul dalam dunia panjat tebing? Yuk, simak ulasannya berikut ini.
Istilah Panjat Tebing

Setiap olahraga biasanya punya istilah khas yang dipahami oleh para pelakunya, begitu juga dengan panjat tebing. Istilah-istilah ini tidak hanya merujuk pada peralatan yang dipakai, tetapi juga teknik hingga kondisi jalur panjat.
Nah, dengan mengenalinya, pemula bisa lebih mudah memahami instruksi, sementara pemanjat berpengalaman bisa menjaga komunikasi tetap jelas saat berada di dinding tebing. Berikut ini beberapa istilah penting dalam panjat tebing yang perlu kamu ketahui:
1. Alpine style: Pemanjatan tanpa kembali ke base camp dan membawa perlengkapan secara mandiri.
2. Artificial climbing: Memanjat pada dinding buatan yang menyerupai medan panjat tebingi.
3. Ascender: Alat bantu untuk naik dengan meniti tali.
4. Belayer: Belayer adalah orang yang mengamankan pemanjat dengan mengatur tali atau belaying.
5. Big wall climbing: Memanjat tebing yang sangat besar dan tinggi.
6. Bouldering: Memanjat tebing rendah, biasanya tidak lebih dari 5 meter.
7. Bowline: Simpul tali yang biasa disebut simpul kambing.
8. Brake bar: Alat palang untuk mengerem saat turun tebing.
9. Carabiner: Cincin kait dari logam untuk menghubungkan peralatan.
10. Chalk bag: Kantong kecil berisi kapur (magnesium karbonat) untuk mengurangi licin pada tangan.
11. Chimney: Celah lebar di tebing yang cukup dimasuki pemanjat untuk naik dengan menggunakan punggung dan kaki.
12. Clean climbing: Memanjat dengan pengaman yang tidak merusak tebing.
13. Cleaning up: Melepas pengaman yang terpasang di jalur panjat.
14. Clove hitch: Simpul tambat dengan lilitan yang kerap digunakan pada objek tabung.
15. Crack line: Jalur panjat berupa celah.
16. Crux: Bagian jalur panjat yang paling sulit.
17. Descender: Alat untuk turun tebing, biasanya berbentuk angka delapan.
18. Double figure eight knot: Simpul delapan ganda.
19. Double fisherman knot: Simpul nelayan ganda.
20. Finger hold: Pegangan kecil di tebing yang muat untuk jari, seperti crimp.
21. Flexible soles: Sepatu panjat dengan sol lentur.
22. Foot jamming: Teknik menjepitkan kaki pada celah tebing.
23. Free climbing: Memanjat dengan alat pengaman hanya sebagai pelindung, bukan untuk membantu naik.
24. Friends: Alat pengaman sisip dengan pegas.
25. Full body harness: Sabuk pengaman yang mengikat pinggang, paha, dada, dan bahu.
26. Grade: Tingkat kesulitan jalur panjat.
27. Hand hold: Pegangan yang cukup besar untuk tangan.
28. Hand jamming: Menjepitkan tangan ke dalam celah, dari jari hingga siku.
29. Hanging belay: Mengamankan pemanjat sambil bergantung di tebing.
30. Hard soles: Sepatu panjat dengan sol keras.
31. Harness: Sabuk pengaman untuk tubuh bagian bawah.
32. Herollop: Pita nilon berbentuk lingkar kecil.
33. Hexentric: Alat pengaman sisip berbentuk segi enam.
34. Hitch: Simpul jerat.
35. Hold: Bagian tebing yang bisa dijadikan pegangan.
36. Italian hitch: Simpul untuk menambatkan tali.
37. Kernmantel: Jenis tali dengan inti serat lurus yang dilapisi mantel luar.
38. Knot: Simpul pada tali.
39. Leader: Pemanjat pertama yang membuka jalur.
40. Multi rappel: Turun tebing melalui beberapa tahap tali.
41. Natural anchor: Pengaman yang memanfaatkan benda alami seperti pohon atau batu.
42. On sight: Berhasil memanjat jalur pada percobaan pertama.
43. Overhang: Jalur tebing yang menjorok ke luar.
44. Pendulum: Gerakan berayun seperti bandul saat memanjat.
45. Pitch: Bagian jalur panjat sepanjang satu tali.
46. Piton angle: Pasak tebing berbentuk lipat.
47. Piton king pin: Pasak tebing berbentuk pasang.
48. Prusik: Simpul geser untuk meniti atau menahan tali.
49. Rappelling/Abseiling: Turun tebing dengan bantuan tali.
50. Roof: Jalur panjat di bagian bawah tebing yang menjorok ke atas.
51. Screw gate: Carabiner dengan pengunci ulir.
52. Siege/Himalayan tactics: Pemanjatan yang selalu terhubung dengan base camp.
53. Sling: Pita nilon berbentuk lingkar besar.
54. Snap gate: Carabiner tanpa pengunci ulir.
55. Solo climbing: Memanjat tanpa pengaman.
56. Stitch plate: Alat berbentuk lempengan untuk mengatur tali.
57. Stopper: Alat pengaman sisip berbentuk baji.
58. Striup/Etrier: Tali atau pita berbentuk tangga kecil.
59. Tape knot: Simpul untuk menyambung pita nilon.
Baca juga: Mengenal Crimp Climbing, Teknik Pegangan pada Panjat Tebing
Rekomendasi Produk Climbing Terbaik dari EIGER
Selain mengenal istilah panjat tebing, perlengkapan yang tepat juga penting untuk menunjang keamanan dan kenyamanan. EIGER sebagai brand outdoor menghadirkan berbagai produk climbing berkualitas. Berikut beberapa rekomendasi terbaiknya:
1. Women Neo Climb Shorts 1.0

Women Neo Climb Shorts 1.0 adalah celana pendek yang dirancang khusus untuk pemanjat wanita dan ingin nyaman saat menaklukkan jalur tebing. Bahannya ringan sekaligus elastis sehingga gerakan kaki lebih leluasa ketika mencari pijakan.
Celana ini juga dilengkapi loop di bagian belakang untuk menggantung chalk bag serta beberapa saku fungsional, termasuk tempat khusus menyimpan sikat climbing.
2. Chalk Bag Tripoint 6294

Chalk Bag Tripoint ini berfungsi sebagai wadah bubuk kapur yang biasa digunakan pemanjat. Bubuk kapur tersebut membantu mengeringkan telapak tangan sehingga genggaman lebih mantap saat berada di dinding panjat.
3. Beal Flat Slings

Beal Flat Slings adalah tali webbing dari bahan nilon dengan panjang sekitar 100 cm dan lebar 26 mm. Tali ini sangat kuat karena mampu menahan beban hingga 2200 kg.
Jahitannya juga lebih kokoh dibanding simpul biasa seperti simpul water knot. Dalam satu paket, kamu akan mendapatkan lima sling lengkap dengan petunjuk pemakaiannya.
4. Vision Straight Carabiner

Vision Straight Carabiner adalah carabiner untuk panjat tebing yang ringan dan memiliki desain ergonomis. Carabiner ini juga mencegah terjadinya kecelakaan karena tidak sengaja terbuka sehingga lebih aman.
Baca juga: 4 Cara Melatih Mental Anak Agar Berani dengan Panjat Tebing
5. Ibex

Ibex adalah sepatu approach dari EIGER Mountaineering yang dirancang untuk hiking dan panjat tebing ringan. Sepatu ini memiliki daya cengkeram yang kuat di medan berbatu, tetapi tetap nyaman dipakai dalam waktu lama.
Insole Ortholite®-nya memberi bantalan yang nyaman sekaligus melancarkan sirkulasi udara agar kaki tetap kering dan bebas dari rasa lembap. Desainnya sederhana sehingga tidak hanya cocok untuk kegiatan alam, tetapi juga bisa dipakai sehari-hari.
Itulah beberapa istilah panjat tebing yang perlu kamu ketahui. Dengan memahami istilah-istilah tersebut, kamu bisa lebih mudah mengikuti instruksi, berkomunikasi dengan sesama pemanjat, dan tentunya menambah rasa percaya diri saat berada di tebing.
Untuk mendukung hobi panjat tebing maupun kegiatan petualangan lain, pastikan kamu memilih perlengkapan outdoor yang berkualitas dari EIGER. Kamu bisa datang langsung ke EIGER Adventure Store untuk mencoba produk dan menyesuaikannya dengan kebutuhanmu.
Kalau belum sempat berkunjung ke toko, kamu tetap bisa membeli perlengkapan favorit melalui situs resmi EIGER atau aplikasi EIGER di App Store dan Play Store. Proses belanja jadi lebih praktis karena pesanan akan diantar langsung ke rumahmu.
Jangan sampai ketinggalan promo menarik dari EIGER. Lengkapi perlengkapan panjat tebingmu sekarang juga dan nikmati serunya petualangan dengan lebih nyaman.
Baca juga: Latihan Fisik Panjat Tebing dan Tips Melakukannya


