Gunung Wilis tentu menjadi destinasi petualangan yang sudah tak asing lagi bagi pendaki di Jawa Timur. Meskipun tak seterkenal Semeru dan Bromo, jalur pendakian Gunung Wilis juga menarik untuk ditelusuri, terlebih karena suguhan keindahan yang memukau mata.
Puncak Gunung Wilis bisa dicapai dengan melewati jalur pendakian yang tersebar di berbagai arah dan memiliki tingkat kesulitan variatif sehingga Eigerian juga perlu mempersiapkan pendakian. Ingin tahu lebih lengkap jalur pendakian Gunung Wilis dan daya tarik yang ditawarkan? Simak artikel ini sampai tuntas, ya!
Jalur Pendakian Gunung Wilis

Gunung Wilis merupakan gugusan gunung berapi nonaktif yang terletak di perbatasan enam kabupaten di Jawa Timur, yakni Ponorogo, Nganjuk, Madiun, Trenggalek, Kediri, dan Tulungagung. Puncak tertinggi gunung ini berada di ketinggian 2563 mdpl.
Beragam objek wisata dapat ditemukan di kaki gunungnya dan sebagian besar adalah air terjun. Nah, untuk menaklukkan puncak gunung Wilis, berikut ini beberapa jalur pendakian yang bisa kamu pilih:
1. Jalur Candi Penampihan, Tulungagung
Jalur Candi Penampihan berlokasi di Desa Geger, Kecamatan Sendang, Tulungagung. Puncaknya memiliki ketinggian 2.207 mdpl. Perjalanan dari pos penjaga hingga pos Watu Godhek, sebagai tempat bermalam pendaki, membutuhkan waktu sekitar 4 jam.
Setelah melewati Watu Godhek, pendakian hingga puncak akan melalui jalur di pinggiran jurang yang curam. Nah, jika Eigerian sudah menemukan bebatuan yang tersusun rapi dengan ketinggian sekitar satu meter, itulah puncak Gunung Wilis.
2. Jalur Bajulan, Nganjuk
Bajulan adalah salah satu jalur pendakian Gunung Wilis yang paling populer. Kamu akan menemukan pemandangan hutan tropis yang lebat dan sejumlah air terjun di jalur ini. Jalur Bajulan memiliki Puncak Limasan setinggi 2349 mdpl.
Jika Eigerian melalui jalur ini, perjalanan akan berawal dari Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Untuk mencapainya, Eigerian membutuhkan waktu sekitar 5–6 jam. Terdapat 5 pos yang harus dilalui, yaitu pos Panjer, Gentongan, Sekartaji, Pospan, dan Cemoro Besar.
3. Jalur Mojo, Kediri
Selanjutnya, jalur pendakian dari Kediri bisa melewati jalur Mojo yang pintu masuknya terletak di Camp Ground Gazebo Dholo. Perlu diketahui bahwa di jalur ini tidak ada basecamp, ya. Perjalanan dari pintu masuk hingga puncak akan memakan waktu sekitar 5 jam dan melewati 2 pos istirahat. Dari jalur Mojo, kamu akan bertemu dengan Puncak 17 Pegunungan Wilis.
Namun, perlu diketahui bahwa jalur Mojo tidak disarankan untuk pemula karena vegetasinya cukup rapat dan tertutup sehingga dibutuhkan pengalaman dan keterampilan khusus.
4. Jalur Kare, Madiun
Tahukah kamu? Jalur Kare akan mempertemukanmu dengan puncak tertinggi Gunung Wilis, yaitu puncak Liman Trogati atau Ngliman dengan ketinggian 2.563 mdpl.
Jika kamu melewati jalur ini, beberapa pos yang akan dilewati adalah pos Kempo, Pulosari, Bukit Teletubbies, Watu Tulis, Watu Garuda, dan Patok Batas. Di sepanjang jalur Kare, terdapat pemandangan padang ilalang, hutan, dan padang rumput yang luas. Total waktu yang diperlukan untuk menyusuri jalur ini adalah 6 jam.
5. Jalur Bareng, Ngajuk
Selain jalur Bajulan, pendaki dari Nganjuk juga dapat memilih jalur Bareng yang berlokasi di Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Faktanya, jalur Gunung Wilis via Nganjuk yang satu ini adalah jalur favorit pendaki pemula.
Di sepanjang jalur Bareng, Eigerian akan menemukan 4 pos utama, yakni Telon, Banyu Umbul, Tapan Sewelas, dan Cigun. Setelah menempuh perjalanan 4–5 jam, kamu akan sampai di Puncak Jotani setinggi 1595 mdpl.
6. Jalur Jurang Senggani, Tulungagung
Jurang Senggani merupakan jalur pendakian Gunung Wilis via Tulungagung yang terletak di Kecamatan Sendang. Basecamp-nya terletak di Bumi Perkemahan Jurang Senggani. Untuk mencapai puncak Gunung Wilis via Jurang Senggani, kamu akan melalui 6 pos dan membutuhkan total waktu tempuh sekitar 6 jam.
Meskipun cukup panjang, kamu akan disuguhi dengan pemandangan hutan tropis dan kabut tipis. Mirip seperti jalur Mojo, diperlukan jam terbang tinggi untuk menyusuri jalur ini. Jalur Jurang Senggani akan mengantarkanmu pada puncak setinggi 2.200 mdpl.
Baca juga: Open Trip Gunung: Petualangan Tak Terlupakan dengan Perlengkapan Terbaik EIGER Adeventure
Daya Tarik Gunung Wilis
Gunung Wilis menawarkan beragam daya tarik yang membuatnya disukai oleh para pendaki. Berikut ini daya tarik Gunung Wilis yang membuat petualangan lebih seru dan menantang:
- Merupakan gunung api tipe B: Pada tahun 2024 masih ada sejumlah aktivitas vulkanis, seperti asap solfatara dan fumarole yang mengeluarkan bau belerang, juga ditemukan sumber air panas.
- Puncaknya menyerupai atap rumah limas: Hal ini menjadikan Gunung Wilis juga dikenal dengan nama Gunung Limas.
- Punya 40 puncak: Beberapa puncak Gunung Wilis yaitu puncak Ngliman, Gunung Cemorokandang, Jogopogo, Gunung Argo Tawang, Gunung Manyutan, dan beberapa puncak yang sudah disebutkan sebelumnya.
- Terdapat banyak air terjun: Di antara air terjun di area Gunung Wilis yaitu air terjun Ngleyangan, Irenggolo, Dholo, Kertoembo, Sedudo, dan Sri Gunting. Ada pula Wisata Air Terjun Pring Jowo di Nganjuk dan Telaga Ngebel di Ponorogo.
Rekomendasi Hiking Gear dari EIGER Adventure
Selain kesiapan fisik, mental, dan pemahaman jalur, Eigerian juga perlu menyiapkan hiking gear untuk menunjang kelancaran saat bertualang. Berikut ini beberapa perlengkapan hiking dari EIGER yang bisa kamu bawa saat mendaki Gunung Wilis:
1. Azimuth

Kompas Azimuth siap diandalkan untuk membantu navigasi dan bertahan saat kondisi cuaca ekstrem. Kompas ini terbuat dari acrylic dan memiliki ukuran 12,5 x 6 x 0,9 cm. Dengan lensa pembesar, jarum fosfor berpendar, dan lanyard, Azimuth jadi kompas yang cocok untuk menemani tiap petualanganmu.
2. Stroll 3-Section

Stroll 3-Section adalah trekking pole dari EIGER Mountaineering yang membantu menstabilkan langkahmu saat mendaki karena mengurangi beban pada sendi. Dengan sistem quick-lock, kamu bisa menyesuaikan ukurannya sesuai kebutuhan dan memastikan pengunciannya aman.
3. Women Rain Cover S

Women Rain Cover S akan membantu mengamankan barang bawaanmu dari air hujan, panas matahari, maupun debu. Terbuat dari bahan polyester yang anti air dan cocok digunakan untuk tas berkapasitas 20 sampai 25 liter. Saat tidak digunakan, rain cover ini mudah dilipat jadi ukuran yang lebih kecil sehingga memudahkan proses penyimpanan.
4. Maxwell 1.0

Botol minum Maxwell 1.0 memiliki tutup dengan sistem tekan satu tombol dan sedotan pop-up yang bisa dioperasikan menggunakan satu tangan. Kamu tak perlu khawatir, karena botol minum ini terbuat dari material tritan dan silikon yang BPA-free dan tutup anti bocor.
5. Tepore 2.0

Tepore 2.0 adalah sarung tangan pria yang bisa menjaga tanganmu tetap hangat, nyaman, dan bebas bergerak saat menyusuri jalur pendakian di tengah udara dingin. Dengan fitur touchscreen di jari telunjuk dan ibu jari, kamu bisa mengakses ponsel tanpa perlu melepasnya.
Jadi, kamu sudah siap menyusuri jalur pendakian Gunung Wilis? Kalau kamu ingin mendapatkan perlengkapan hiking berkualitas lainnya, percayakan pada EIGER Adventure saja.
Kunjungi EIGER Adventure Store di kotamu dan rasakan pengalaman berbelanja langsung yang seru. Dengan mencoba produk secara langsung, kamu bisa memastikan agar produk sesuai kenyamananmu.
Namun, Eigerian juga bisa berbelanja praktis dari situs resmi EIGER atau aplikasi resmi EIGER yang dapat diunduh di App Store dan Play Store. Pilih produk incaranmu, manfaatkan promo menariknya, dan tunggu produknya dikirim ke rumah. Yuk, belanja sekarang di EIGER!
Baca juga: Bebas Gerah, Inilah Tips Hiking untuk Wanita Petualang


