Sama seperti olahraga ekstrim lain, misalnya wall climbing atau trad climbing, panjat tebing memerlukan teknik yang tepat agar setiap gerakanmu efisien dan risiko cedera bisa diminimalkan.
Apalagi, satu kesalahan kecil bisa berakibat serius, terutama saat menghadapi medan berat dan penuh risiko. Maka dari itu, kamu wajib kuasai 12 teknik panjat tebing dalam artikel ini supaya semakin siap menghadapi berbagai tantangannya.
Teknik Panjat Tebing

Dengan menguasai teknik panjat tebing, kamu akan lebih leluasa bergerak di tebing maupun wall climbing. Penguasaan teknik dasar di bawah ini juga membantu mengurangi beban pada tangan dan membuat energi lebih hemat.
1. Merayap (Edging)
Pada teknik rock climbing ini, kamu menginjak pijakan dengan sisi luar atau dalam sepatu di permukaan sempit. Selain itu, posisi pinggul juga berperan besar untuk menjaga keseimbangan sehingga gerakan tetap stabil walau pijakannya kecil.
2. Smearing
Smearing dilakukan dengan menempelkan telapak sepatu ke permukaan datar, lalu memberi tekanan agar karet sepatu mencengkeram dinding. Teknik ini sering dipakai di rute slab saat pijakan nyaris tidak terlihat dengan menjaga tumit tetap rendah supaya gesekan maksimal.
3. Toeing-In
Teknik panjat tebing ini memposisikan ujung sepatu tepat di pijakan kecil secara presisi. Kemudian, otot perut dan punggung bawah juga ikut bekerja untuk mempertahankan posisi. Semakin tepat penempatan kaki, semakin ringan beban di lengan saat memanjat.
4. Crimp Tertutup
Teknik panjat tebing ini menggunakan ujung jari untuk mencengkeram pegangan kecil, dengan ibu jari menekan jari telunjuk. Salah satu teknik wall climbing inidipakai di rute sulit yang membutuhkan kekuatan jari ekstra. Maka dari itu, pastikan tetap berhati-hati agar sendi tidak terbebani berlebihan.
5. Bridging (Stemming)
Bridging memanfaatkan dorongan tangan dan kaki pada dua permukaan yang berlawanan untuk melewati celah. Dengan begitu, keseimbangan terjaga saat tekanan dibagi merata di kedua sisi sehingga posisi tubuh tetap stabil.
6. Mantelshelving
Teknikpanjat dinding ini mendorong tubuh ke atas menggunakan tangan sambil memindahkan kaki ke permukaan datar. Selain itu, mantelshelving juga sering dipakai saat mencapai puncak rute atau ingin berdiri di ledge tengah panjatan.
Baca juga: Lead Climbing: Jelajah Tebing dengan Peralatan dari EIGER
7. Jamming
Jamming dilakukan dengan menyelipkan bagian tubuh seperti tangan atau kaki ke dalam celah, lalu memutarnya untuk menciptakan tumpuan. Nah, gesekan dari posisi ini membantu kamu lebih mudah dalam menahan berat badan.
8. Heel Hook
Heel hook memanfaatkan tumit yang dikaitkan ke tonjolan atau celah, lalu ditarik menggunakan otot paha belakang. Teknik panjat tebing ini bisa menghemat tenaga tangan karena sebagian beban berpindah ke kaki.
9. Toe Hook
Berbeda dengan heel hook, teknik toe hook dilakukan dengan cara mengaitkan ujung kaki ke pegangan. Gerakan ini membutuhkan kekuatan inti tubuh untuk menjaga posisi, terutama saat bergerak di overhang.
10. Heel-Toe Cam
Teknik panjat tebing ini menempatkan tumit pada pijakan positif lalu menekan ujung kaki ke permukaan berlawanan agar terkunci. Posisi ini bisa menahan beban dengan baik, tetapi harus dilepas dengan hati-hati agar sendi tidak cedera.
11. Bicycle
Bicycle dilakukan dengan satu kaki menekan bagian atas pegangan dan kaki lainnya di bawahnya, menciptakan tekanan berlawanan seperti penjepit. Cara ini membantu kamu mengunci posisi di dinding supaya tidak mudah jatuh.
12. Flag
Flag dilakukan dengan membuka pinggul dan mengulurkan kaki ke samping untuk menjaga keseimbangan. Kaki yang menjulur sebaiknya menekan dinding untuk menciptakan oposisi dengan kaki yang berpijak pada hold.
Baca juga: Panduan Lengkap Speed Climbing: Teknik, Latihan, dan Peralatan Esensial
Tips Berlatih Panjat Tebing
Panjat tebing bisa dilakukan dengan aman selama kamu memahami teknik dan prosedur keselamatannya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berlatih:
- Pilih tempat latihan yang aman, seperti indoor climbing, sebelum mencoba di tebing langsung.
- Pahami cara kerja sistem pengaman sebelum mulai memanjat.
- Pilih pakaian yang ringan dan fleksibel supaya gerakan memanjat tidak terbatas.
- Lakukan pemanasan sederhana agar otot dan sendi siap bekerja.
- Gunakan perlengkapan lengkap seperti harness, helm, dan sepatu panjat jika masih pemula.
- Hindari memanjat sendirian jika masih pemula.
- Selalu jaga komunikasi dengan belayer selama memanjat.
- Mulailah dari jalur dengan tingkat kesulitan rendah saat berlatih.
Rekomendasi Climbing Gear dari EIGER
Menaklukkan tebing atau dinding panjat butuh perlengkapan yang tepat supaya gerakan lebih aman dan nyaman. Eigerian bisa memilih climbing gear dari EIGER dengan desain fungsional dan material yang kuat agar performa tetap maksimal.
Nah, di bawah ini beberapa rekomendasi perlengkapan climbing dari EIGER untukmu.
1. Rock Warriors

Rock Warriors siap menemani pendakian dengan bahan 100% polyester yang lembut di kulit. Kaus lengan pendek ini memiliki potongan regular fit yang memberi keleluasaan gerak, ditambah kerah bulat dan sablon grafis di punggung untuk sentuhan gaya.
2. Ascender Rock Pants

Celana pria berbahan polyester 74% dan cotton 26% ini lentur serta nyaman untuk bergerak. Ascender Rock Pants juga dilengkapi saku depan-belakang, gusset di selangkangan, holder sikat, dan loop tas kapur untuk menunjang aktivitas climbing.
3. Motion Chalk Bag 1.0

Tas kapur berbahan polyester 150D hexagon dan polyester 200D HD oxford dengan lapisan fleece ini menjaga kapur tetap kering. Cord lock closure dan webbing belt pada Motion Chalk Bag 1.0 memudahkan penggunaan di pinggang atau menyilang di pundak.
4. BEAL Flat Sling 100cm

Sling berbahan polyamide ini berukuran 100 cm dengan kekuatan putus 2200 kg. Selain itu, BEAL Flat Sling memiliki lebar 26 mm dan sambungan jahitan kuat membuatnya andal untuk berbagai kebutuhan pengaman climbing.
5. Singing Rock Hector Screw Cara

Carabiner berbahan light alloy dengan konstruksi hot-forged I-beam yang kuat sekaligus ringan. Tak hanya itu, Singing Rock Hector Screw Cara juga didesain pear-shaped, sistem Keylock, dan ulir bertekstur memastikan penguncian aman serta mudah dioperasikan.
Tantang Dirimu untuk Menjadi Pemanjat Tebing Andal dengan Mengikuti EISCC!
Demikian informasi tentang teknik panjat tebing yang bisa kamu pelajari beserta tipsnya. Jika kamu suka mencari kegiatan dengan adrenalin tinggi, kamu bisa mencoba panjat tebing. Kemudian, ketika kamu sudah mahir panjat tebing, kamu bisa mengikuti kompetisi menantang seperti EISCC.
EIGER Independence Sport Climbing Competition (EISCC) kembali hadir di tahun 2025 untuk kamu yang ingin merasakan serunya bertanding di dunia panjat tebing.
Tahun ini, kompetisi nasional tahunan ini menghadirkan kategori baru seperti Rockmaster, Kids Fun Climbing, Lead Panjat Pinang, dan Speed Rookie yang siap memacu nyali sekaligus ketangkasanmu di medan panjat.
Di sini, kamu berkesempatan untuk memenangkan hadiah hingga 150 juta rupiah serta rasakan euforia kompetisi yang membakar semangat!
Namun, sebelum berlatih dan berkompetisi, jangan lupa untuk melengkapi peralatan climbing-mu, ya! Dinding setinggi apa pun akan lebih menantang jika kamu dibekali perlengkapan panjat tebing dari EIGER.
Mulai dari kaos, celana, tas kapur, sepatu, hingga perlengkapan pendukung lainnya, semua dirancang dengan material pilihan dan detail fungsional yang menunjang performa. Kamu bisa mencoba dan merasakan kualitasnya secara langsung dengan mendatangi EIGER Adventure Store terdekat di kotamu!
Kemudian, kamu pun bisa berbelanja dengan praktis untuk melengkapi perlengkapanmu, yaitu cukup buka website resmi EIGER Adventure atau unduh aplikasi di Play Store dan App Store. Dalam satu kali klik, paket siap meluncur ke rumahmu! Yang paling penting, jangan sampai melewatkan promo dan diskon menarik di situs dan aplikasi resmi!
Segera lengkapi climbing gear-mu dan taklukkan berbagai petualangan panjat tebing bersama EIGER Adventure!
Baca juga: Bouldering, Olahraga Mirip Rock Climbing yang Lebih Menantang


