Saat mendaki gunung, Eigerian perlu mengetahui beberapa kondisi extreme temperatures yang dapat menimbulkan hipotermia. Hal ini penting karena kondisi gunung dapat berubah secara drastis, terlebih suhu dan cuaca yang terkadang kurang bisa diprediksi.
Apabila rekan mendakimu mengalami hipotermia, kamu perlu melakukan pertolongan pertama hipotermia. Untuk itu, kamu perlu mengetahui cara melakukannya dan penyebab hipotermia agar bisa lebih siaga. Artikel ini membahas pertolongan pertama hipotermia, jadi simak informasinya berikut ini.
Pertolongan Pertama Hipotermia

Hipotermia adalah kondisi di mana suhu tubuh turun hingga di bawah 35 derajat Celcius. Kondisi ini tidak bisa diabaikan karena tubuh kehilangan panas secara drastis dan dapat mengakibatkan kegagalan fungsi organ penting tubuh.
Hipotermia umumnya terjadi karena terlalu lama berada di area bersuhu rendah atau terpapar air dalam waktu yang lama sehingga tubuh kehilangan panasnya secara berangsur. Kondisi hipotermia dapat memperlambat kinerja organ vital tubuh.
Oleh karena itu, Eigerian perlu mengetahui pertolongan pertama hipotermia untuk mencegah pemburukan kondisi atau bahkan kematian rekan sesama pendaki. Berikut ini adalah langkah-langkah pertolongan pertama hipotermia yang bisa kamu lakukan:
1. Mengenali Gejala Hipotermia
Pertolongan pertama hipotermia yang pertama harus dilakukan adalah mengenali gejalanya. Beberapa gejala hipotermia yang tampak pada penderita adalah sebagai berikut:
- Menggigil
- Napas tersendat dan lambat
- Bibir berwarna kebiruan
- Sulit berbicara (cadel, gagap, atau bergumam)
- Tubuh sulit digerakkan dan kaku
- Denyut nadi lemah
- Energi sangat lemah atau mengantuk
- Denyut jantung tidak teratur dan lemah
- Kulit pucat
- Kebingungan hingga penurunan kesadaran
- Tubuh sulit menghangatkan diri
- Pupil mata melebar
Jika rekan mendaki mengalami tanda-tanda tersebut, kamu sebaiknya segera mencari tempat bersinggah dan bersiap untuk melakukan pertolongan pertama hipotermia.
2. Memindahkan Penderita ke Tempat yang Hangat dan Aman
Ketika melihat gejala di atas, kamu bisa segera memindahkan penderita ke tempat yang hangat dan aman. Jika memungkinkan, carilah tempat yang kering karena salah satu penyebab hipotermia adalah terlalu lama terpapar air sehingga badan kedinginan. Apabila cuaca sedang hujan, kamu bisa melindungi penderita dari hujan dan angin dengan membuat shelter sementara.
Baca juga: Cegah Hipotermia, Coba 8 Tips ini & Pakai Penghangat Tubuh
3. Melakukan Pemanasan Tubuh Secara Bertahap
Setelah penderita berada dalam kondisi yang optimal untuk pertolongan pertama hipotermia, Eigerian bisa melakukan pemanasan tubuh secara bertahap. Jika pakaian penderita hipotermia basah, segera lepaskan bajunya dan lapisi badannya dengan benda yang bisa menghangatkannya, seperti pakaian tebal, selimut, sleeping bag, atau emergency blanket.
Saat berhadapan dengan penderita hipotermia berat, hindari untuk memijat atau menggosok badannya karena berisiko mengalami serangan jantung. Apabila penderita tidak sadarkan diri, kamu bisa membuka jalan napas, memeriksa pernapasannya, dan melakukan CPR.
4. Menggunakan Kompres Hangat dan Kering
Saat ini, fokus Eigerian dalam menyelamatkan rekan yang hipotermia adalah meningkatkan suhu tubuh. Kamu bisa menggunakan kompres hangat di area lipatan paha, dada, atau leher.
Pastikan kamu menggunakan kantong kompres kering. Jika kamu menggunakan handuk hangat basah, pastikan untuk mengeringkannya terlebih dahulu sebelum meletakkannya pada tubuh penderita.
5. Memberikan Minuman atau Makanan Hangat
Pertolongan pertama hipotermia yang selanjutnya adalah memberikan makanan dan minuman hangat. Kamu bisa memberinya cokelat panas atau bubur secara perlahan agar tidak tersedak.
Saat memberikan minuman hangat, hindari memberikan minuman beralkohol kepada penderita karena alkohol dapat melebarkan pembuluh darah dan mengurangi kemampuan tubuh untuk mempertahankan panas. Hal ini juga berlaku pada memberikan rokok pada penderita.
6. Hindari Memberikan Kontak Panas Langsung
Meskipun tujuan utama pertolongan ini adalah untuk mengembalikan panas tubuh penderita hipotermia, bukan berarti kamu bisa memberikan kontak panas langsung, misalnya dengan mengguyur air panas, berendam air panas langsung, memosisikan penderita dekat dengan heating lamp, atau meletakkan penderita di dekat kompor listrik.
Hal ini dikarenakan penderita dapat menderita overheating pada kulit sehingga kulit penderita bisa rusak. Yang perlu kamu lakukan adalah mendekatkannya dengan sumber panas, misalnya api unggun atau sinar matahari, dalam jarak aman. Kemudian, kamu bisa memberinya minuman hangat.
7. Menghubungi Tim Medis
Apabila segala upaya di atas tidak membuahkan hasil atau suhu tubuh penderita semakin turun, kamu perlu menghubungi tim medis agar penderita dapat mendapatkan penanganan medis darurat. Selama menunggu bantuan datang, kamu harus terus melakukan pertolongan pertama hipotermia agar suhu tubuh penderita tidak semakin turun.
Baca juga: Saat Naik Gunung, Membiarkan Baju Basah Bisa Berakibat Apa?
Penyebab Hipotermia
Kini Eigerian telah mengetahui pertolongan pertama pada penderita hipotermia. Namun, kondisi apa saja yang dapat menyebabkan hipotermia? Berikut adalah beberapa penyebabnya:
- Berada di kolam air dingin atau di dalam air dingin dalam waktu lama.
- Terlalu lama di tempat dingin.
- Mengenakan pakaian tipis saat berada di tempat dingin.
- Mengenakan pakaian basah di cuaca dingin dalam waktu lama.
Selain penyebab tersebut, kamu juga perlu mengetahui faktor risiko terkena hipotermia, di antaranya:
- Kelelahan.
- Kelompok usia rentan (bayi, balita, dan lansia).
- Mengonsumsi narkotika dan minuman keras.
- Mengalami gangguan mental.
- Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya antidepresan.
- Mengidap penyakit yang memengaruhi memori, seperti Alzheimer.
- Mengalami dehidrasi di tempat atau cuaca dingin.
- Mengidap malnutrisi atau stroke.
Rekomendasi Peralatan Mendaki dari EIGER Adventure
Agar bisa menyusuri jalanan gunung dengan aman dan nyaman, kamu perlu menyiapkan perlengkapan mendaki yang memadai. Berikut ini adalah rekomendasi peralatan mendaki dari EIGER Adventure:
1. Emergency Blanket

Rekomendasi peralatan mendaki yang pertama adalah Emergency Blanket dari EIGER Mountaineering. Selimut ini dapat menjagamu tetap hangat, terlebih untuk menghangatkan tubuh penderita hipotermia. Bahannya pun ringan dan dapat dilipat hingga padat sehingga tidak makan tempat.
2. Sleep Sack 1000 2.0

Sleep Sack 1000 2.0 dari EIGER Mountaineering adalah kantong tidur yang dirancang untuk memberikan kehangatan dan kenyamanan maksimal saat berkemah. Kantong tidur ini terbuat dari poliester yang dilengkapi dengan teknologi Tropic Warm yang dapat menjaga suhu tubuh.
Sleeping bag ini dilengkapi dengan insulasi sintetis, ritsleting dua arah, saku dalam, dan tas praktis. Kantong tidur ini dapat digunakan dengan nyaman hingga suhu 5 derajat Celcius.
3. Women Fervor Insulated Jacket

Women Fervor Insulated Jacket dari EIGER Mountaineering terbuat dari bahan Pertex® Quantum yang merupakan 100% bahan daur ulang. Kemudian, jaket ini ditenun rapat dengan lapisan Durable Water Repellent agar lebih terhadap cuaca dan hujan deras.
Demikian informasi tentang pertolongan pertama hipotermia yang perlu Eigerian ketahui. Hipotermia adalah kondisi kesehatan yang perlu ditangani dengan sigap agar kondisi penderita tidak semakin memburuk.
Tidak hanya itu, kamu juga perlu memperlajari medan dan cuaca sebelum mendaki. Beberapa gunung mungkin memiliki kondisi cuaca yang cukup ekstrem di beberapa waktu tertentu. Kemudian, suhu di titik-titik pendakian tertentu mungkin dapat turun secara drastis di waktu-waktu khusus, misalnya malam hari.
Oleh karena itu, kamu perlu mempersiapkan rencana mendaki yang matang serta perlengkapan mendaki dengan benar agar bisa mencapai puncak gunung dengan aman.
Selain itu, pastikan kamu mempersiapkan keperluan mendaki dengan lengkap agar tetap nyaman dan siaga saat mendaki. Lebih lanjut, kunjungi situs resmi EIGER Adventure serta unduh aplikasi EIGER di App Store dan Google Play Store untuk selami produk-produk EIGER lebih mendalam.
Baca juga: Ketahui Bahaya Paradoxical Undressing, Hipotermia Berujung Maut


