Di kalangan petualang dan pencinta alam, kegiatan panjat tebing tentu bukan lagi hal baru. Seiring berkembangnya zaman, banyak bermunculan gaya panjat tebing baru yang menarik untuk dicoba. Namun, sebenarnya, terdapat gaya panjat tebing klasik, yaitu trad climbing.
Gaya panjat tebing ini sangat cocok kalau Eigerian ingin mencari opsi yang lebih eksploratif sekaligus mengasah keterampilan teknis. Ingin tahu seluk beluk trad climbing? Simak penjelasannya di bawah ini!
Apa Itu Trad Climbing?

Sebenarnya, trad adalah singkatan dari traditional climbing. Jadi, trad climbing artinya panjat tebing tradisional yang dilakukan dengan menempatkan pelindung pada celah dan fitur alami batu untuk mencapai puncak.
Jenis panjat tebing ini tergolong menarik karena melatih kemandirian, keterampilan teknis, serta pemahaman mendalam perihal struktur batuan. Bahkan, trad climbing bukan sekadar permainan fisik, tetapi juga tantangan mental karena pemanjat harus piawai dan berani dalam mengatur strategi dan mengambil keputusan.
Teknik Trad Climbing
Gaya panjat tebing ini tidak melibatkan jalur yang sudah ditempeli baut pengaman. Jadi, terdapat teknik khusus yang harus diperhatikan pemanjat, antara lain:
1. Anchoring
Anchor adalah susunan beberapa peralatan panjat yang dirangkai supaya bisa menahan beban tubuh pemanjat. Beberapa kriteria anchor yang baik yaitu bisa membagi beban secara merata ke seluruh peralatan dan ada cadangan bila salah satu peralatan gagal.
2. Cleaning
Proses cleaning terjadi saat pemanjat di bawah (follower) melepas gear yang dipasang oleh pemanjat di atasnya (leader). Tujuannya agar gear bisa digunakan kembali di jalur atasnya.
Proses pelepasan gear biasanya dapat dilakukan dengan tangan, tetapi kadang membutuhkan alat khusus bernama nut tool untuk melepaskan nuts yang terjepit di celah batu.
3. Extending
Saat sedang mendaki, terkadang gear perlu diperpanjang menggunakan quickdraw atau sling panjang agar tali bisa jatuh dengan lurus. Sebab, jika tali dalam posisi zigzag, akan timbul gaya gesek yang membuat tali cepat aus, melemah, bahkan berisiko menggeser gear dari posisinya.
4. Following
Mekanismenya adalah follower mengikat tali di ujung berlawanan dengan leader, kemudian memasukkannya ke alat belay. Selanjutnya, leader naik terlebih dulu sambil memasang gear.
Setelah leader sampai di anchor atas, follower mulai naik sembari melepas gear yang sebelumnya telah dipasang oleh leader, lalu menyimpannya di harness. Sesampainya di anchor, follower juga mengikatkan dirinya ke anchor.
5. Knot Tying
Pemanjat trad harus menguasai beragam teknik ikatan simpul untuk mendukung keamanan dan kepraktisan. Secara umum, ada dua simpul yang biasa digunakan, yaitu clove hitch dan figure eight on a bright.
6. Lead Climbing
Leader akan memanjat dulu untuk memasang perlindungan di celah, retakan, atau slot batu, sedangkan follower bertugas sebagai belayer, menjaga tali dari bawah. Ketika leader sampai di ujung pitch (tanjakan), ia membuat anchor, mengikatkan tali, dan menarik slack (kelebihan tali).
Selanjutnya, follower dipasang ke sistem anchor/ tali oleh leader, dan mulai memanjat sambil dilepas slack oleh leader.
Baca juga: Lead Climbing: Jelajar Tebing dengan Peralatan dari EIGER
7. Rappelling
Rappeling adalah teknik turun tebing dengan cepat menggunakan tali. Pada dasarnya, terdapat 2 jenis teknik rappelling, yaitu single-rope rappel yang hanya menggunakan 1 tali dan double-rope rappel yang menggunakan 2 tali diikat di anchor.
8. Route-finding
Pada trad climbing seringkali tidak ada tanda yang pasti. Jadi, pemanjat harus pandai mencari foothold dan handhold yaitu tempat aman untuk pijakan kaki dan pegangan tangan. Selain itu, mereka juga harus cermat mencari gear placement, yakni celah yang cocok untuk menempatkan alat pengaman.
Sport Climbing vs. Trad Climbing: Apa Bedanya?
Terdapat beberapa hal yang membedakan sport climbing dan trad climbing, baik dari lokasi, rute, maupun keterampilan yang dibutuhkan. Berikut penjelasan lengkapnya:
- Ditinjau dari lokasi: Sport climbing bisa dilakukan di luar maupun dalam ruangan, sedangkan trad climbing dilakukan di luar ruangan.
- Ditinjau dari rute: Rute sport climbing sudah jelas sehingga pemanjat cukup mengikutinya, sedangkan pemanjat trad harus mencari rutenya sendiri dengan mengamati bebatuan, lalu menentukan kombinasi handhold dan foothold yang paling aman.
- Ditinjau dari keterampilan: Atlet sport climbing membutuhkan keterampilan lebih sederhana karena proteksi sudah tersedia. Adapun pemanjat trad membutuhkan pengetahuan teknis yang lebih mendalam terutama dalam membuat anchor yang aman.
Baca juga: Dari Sabang sampai Merauku: Menjelajahi Keindahan Alam Indonesia Lewat Panjat Tebing
Tips Berlatih Trad Climbing untuk Pemula
Sebenarnya, untuk memulai trad climbing, Eigerian perlu menguasai keterampilan dan pengalaman memanjat dasar. Lalu, perhatikan tips-tips berikut:
- Mulai dengan rute yang mudah: Misalnya kamu bisa melakukan lead trad di jalur yang sudah pernah kamu coba dengan top rope climbing.
- Belajar dari instruktur ahli: Dengan mencari instruktur yang sudah berpengalaman, kamu bisa belajar memasang proteksi yang solid, mengelola gesekan tali, memasang anchor, dan teknik lainnya.
- Perhatikan koordinasi warna peralatan: Tujuannya agar kamu bisa menemukan peralatan secara cepat saat di jalur panjat. Misalnya memasangkan carabiner dengan warna yang sama dengan cam-nya.
Rekomendasi Climbing Gear dari EIGER
Selain memahami teknik, tentunya trad climbing juga membutuhkan peralatan yang memadai. Berikut ini sejumlah rekomendasi trad climbing gear dari EIGER yang bisa kamu gunakan:
1. Vision Straight Carabiner

Vision Straight Carabiner dari EIGER ini punya desain yang ergonomis dan ringan. Gate-nya lurus sehingga membuatmu nyaman saat membuka dan menutupnya. Jika terjadi benturan, gate tidak akan terbuka karena terbuat dari kawat yang kuat.
2. Beal Flat Sling – 100 cm

Beal Flat Sling – 100 cm adalah webbing yang terbuat dari nylon sehingga relatif lentur. Namun, webbing ini telah melalui uji coba khusus untuk memastikan kekuatannya. Fungsi pengamanannya sudah terjamin karena Beal Flat Sling memiliki kekuatan patah mencapai 2200 daN.
3. Highpoint Heroes Short

Kalau Eigerian mencari celana pendek yang kuat dan lentur untuk menemani trad climbing, Highpoint Heroes Short layak dipertimbangkan. Celana ini hadir dengan beberapa saku fungsional serta loop untuk menyimpan sikat dan memasang chalk bag.
4. Lifeguard

Lifeguard adalah belay device dari EIGER yang terbuat dari aluminium aircrafr grade dan stainless steel untuk menunjang daya tahan optimal. Belay device ini cocok kamu gunakan untuk segala macam pendakian karena compact dan ringan.
5. Rock Warriors

Kaos climbing Rock Warriors dari EIGER Mountaineering ini terbuat dari bahan poliester yang lembut. Dirancang dengan potongan reguler yang mendukung kebebasan bergerak, dan sablon grafis di bagian punggung yang menciptakan kesan sporty.
Itulah informasi tentang trad climbing yang bisa menjadi panduan awal jika kamu tertarik menekuninya. Trad climbing cocok bagi kamu yang menyukai tantangan fisik sekaligus mental dan ingin mengeksplorasi rute sendiri.
Namun, saat berlatih maupun memanjat di area yang sebenarnya, jangan lupa untuk menggunakan trad climbing gear dari EIGER! Kunjungi EIGER Adventure Store jika kamu ingin merasakan pengalaman belanja langsung di toko.
Namun, kalau kamu ingin berbelanja online secara lebih praktis, kunjungi situs resmi EIGER atau aplikasi resmi EIGER yang dapat diunduh di App Store dan Play Store. Cukup klik produk incaranmu, manfaatkan promo menariknya, lakukan pembayaran, dan tunggu produk sampai di rumahmu. Tunggu apa lagi? Miliki climbing gear dari EIGER sekarang juga!
Baca juga: Mengenal Bouldering & Perbedaannya dengan Panjat Tebing


