Apakah Eigerian pernah mendengar istilah Milky Way? Milky Way Galaxy merupakan salah satu objek yang sering disaksikan dan digemari para pencinta alam. Bukan tanpa alasan, objek ini memang menyuguhkan pemandangan yang indah dan menakjubkan.
Singkatnya, Milky Way adalah salah satu galaksi tempat sistem tata surya berada, termasuk sistem yang Eigerian tinggali sekarang. Nah, banyak orang mengartikan istilah ini sebagai bintang bertaburan karena tata surya memang tersusun atas banyak sekali bintang.
Jadi, apakah Eigerian penasaran dengan galaksi ini? Untuk mengenal Milky Way lebih dalam serta berbagai spot melihat Milky Way Indonesia yang bisa dikunjungi, yuk, simak informasi berikut!
Apa Itu Milky Way?
Perlu diketahui, terdapat sekitar 100–200 miliar galaksi di alam semesta yang bisa diamati. Dari banyaknya galaksi yang ada, Milky Way adalah salah satu galaksi yang terdiri dari kumpulan gas, bintang, dan debu yang sangat besar.
Jika dilihat dari atas atau bawah, Milky Way memiliki bentuk yang menyerupai kincir yang berputar sehingga galaksi ini disebut juga dengan Galaksi Spiral. Nah, sistem tata surya yang Eigerian tinggali berada di salah satu lengan spiral Galaksi Milky Way.
Menariknya, matahari hanyalah salah satu dari ratusan miliar bintang yang terus menerus berputar di Milky Way. Selain itu, jarak antara Matahari dengan pusat Galaksi Milky Way adalah sekitar 25.000–27.000 tahun cahaya.
Seiring berjalannya waktu, istilah Milky Way diartikan sebagai pemandangan bintang yang bertaburan di langit. Umumnya, Eigerian bisa melihat pemandangan ini saat cuaca cerah pada fase bulan baru di lokasi yang jauh dari polusi cahaya.
Jika kamu ingin melihat Milky Way, kamu bisa mengunjungi gunung-gunung yang ada di Indonesia. Dengan mendatangi gunung yang sesuai, Eigerian bisa melihat pemandangan galaksi ini dengan mudah berkat sedikitnya jumlah polusi atmosfer di area pegunungan.
Asal Mula Penyebutan Milky Way
Nama Milky Way berasal dari bahasa Yunani yaitu γαλαξίας κύκλος (galaxías kýklos, “milky circle”). Jika diperhatikan, bentangan galaksi di tata surya memang terlihat seperti bercak susu yang berwarna putih gelap.
Berkat kemiripan tersebut, bangsa Romawi Kuno menamai galaksi ini sebagai “Jalan Susu” atau Via Lactea. Dengan demikian, istilah Milky Way muncul karena galaksi kita memiliki bentuk yang tampak seperti jalur susu ketika diperhatikan dari bumi.
Baca juga: Panorama Gunung Terbaik di Indonesia, Cek Daftarnya di Sini!
Milky Way dan Bima Sakti, Apa Bedanya?
Ketika mendengar istilah Milky Way, banyak orang yang mengaitkannya dengan istilah Galaksi Bima Sakti. Perlu diketahui, Galaksi Bima Sakti dan Milky Way adalah galaksi yang sama di mana Bumi berada.
Namun, penyebutan Milky Way sebagai Galaksi Bima Sakti hanya terjadi di Indonesia saja. Dengan kata lain, masyarakat luar negeri lebih mengenal istilah Spiral Galaxy dan jarang merujuk galaksi ini dengan nama Bima Sakti.
Penggunaan istilah Bima Sakti tidak terlepas dari sejarah orang Jawa Kuno yang menyaksikan susunan bintang dengan pita kabut hitam saat malam hari. Ketika susunan tersebut dihubungkan, pemandangan yang terlihat menyerupai tokoh Bima yang dililit ular naga.
Fakta Unik Galaksi Milky Way
Setiap galaksi memiliki keunikan yang berbeda-beda, begitu juga dengan Galaksi Milky Way. Nah, jika kamu penasaran dengan berbagai keunikan galaksi tempat tinggal kita, berikut ini beberapa fakta unik Milky Way:
- Beberapa galaksi spiral, seperti Bima Sakti dan Andromeda, saling menuju antar satu sama lain dengan kecepatan sekitar 120 km/detik.
- Terdapat bukti kuat yang menunjukkan adanya lubang hitam supermasif di pusat Galaksi Milky Way.
- Galaksi Milky Way selalu kehilangan bintang-bintang akibat peristiwa Supernova atau ledakan besar terjadi pada akhir siklus hidup sebuah bintang.
- Sejak sekitar 65 tahun lalu, galaksi ini berotasi mengelilingi sumbu pusat di mana Matahari telah melakukan ⅓ perjalanan menuju pusat Milky Way.
- Tata surya kita mengorbit dengan kecepatan 827.000 kph dari pusat galaksi. Menariknya, objek dengan kecepatan tersebut bisa mengelilingi ekuator Bumi hanya dalam waktu 2 menit 54 detik.
- Meskipun saat diamati dari bumi galaksi ini seperti memiliki 2.500 bintang, Galaksi Milky Way ternyata mempunyai 100-400 miliar bintang.
Baca juga: 6 Cara Memilih Jaket Gunung yang Pas untuk Pendakian
Spot Melihat Milky Way di Indonesia
Jika ingin melihat Galaksi Milky Way, kamu tidak perlu repot-repot pergi ke luar negeri, lho. Pasalnya, di Indonesia, terdapat beberapa destinasi yang bisa kamu kunjungi untuk melihat galaksi ini. Sebagai referensi, berikut beberapa spot melihat Milky Way di Indonesia:
- Dieng Wonosobo, Jawa Tengah.
- Merapi Park, Jawa Tengah.
- Pantai Gunung Kidul, Yogyakarta.
- Gunung Bromo, Jawa Timur.
- Ranu Kumbolo Gunung Semeru, Jawa Timur.
- Tanjung Papuma, Jember.
- Segara Anak, NTB.
- Gunung Gede, Jawa Barat.
Rekomendasi Produk EIGER untuk Melihat Milky Way
Saat hendak melihat Milky Way di area pegunungan, jangan lupa untuk mengetahui beberapa teknik dasar mountaineering. Dengan teknik yang tepat, pendakian bisa dilakukan secara aman dan menyenangkan.
Tak hanya itu, kamu juga perlu menyiapkan beberapa produk EIGER mountaineering, seperti jaket, celana panjang, sepatu, tas, dan t-shirt. Nah, sebagai referensi, berikut beberapa rekomendasi produk EIGER yang perlu disiapkan saat melihat Milky Way:
1. Gyrfalcon
Gyrfalcon adalah sepatu gunung dari EIGER Mountaineering yang hadir dengan bobot yang ringan dan daya cengkeram yang kuat. Agar perjalanan mendaki gunung bisa terasa lebih nyaman, sepatu ini cocok untuk digunakan karena menawarkan fleksibilitas yang cukup baik.
2. Mens Vanaseeker Warmer Jacket
Mens Vanaseeker Warmer Jacket merupakan jaket gunung dari EIGER Mountaineering yang terbuat dari bahan polar fleece yang lembut untuk memberikan kehangatan tambahan. Saat melihat Milky Way, suhu yang rendah bisa membuat tubuh kedinginan sehingga bawa jaket ini ya, EIGERIAN.
3. Escapade 20
Tas ransel Escapade 20 dari EIGER menawarkan kapasitas yang cukup besar, yaitu 20 liter, sehingga cocok jika kamu ingin membawa beberapa barang saat melihat Milky Way. Selain itu, tas ini juga hadir dengan 3 pilihan warna, yaitu olive, maroon, dan black.
Demikian penjelasan terkait Milky Way, spot untuk melihatnya di Indonesia, dan rekomendasi produk EIGER Adventure. Melihat Milky Way adalah pilihan cocok bagi kamu yang ingin menyaksikan pemandangan menakjubkan.
Saat mencari produk mountaineering, kamu bisa berkunjung ke EIGER Adventure Store terdekat atau mengakses situs resmi EIGER. Jika sudah menemukan produk pilihan, share Adventure Story-mu di media sosial dan ajak teman-temanmu untuk ikut bergabung.
Selanjutnya, jangan lupa download aplikasi mobile EIGER di App Store dan Google Play Store agar belanja bisa semakin set-set. Jadi, pastikan perjalananmu ditemani oleh produk EIGER Adventure, ya!
Baca juga: Tips Memilih Kaos Pendaki Agar Nyaman Selama Mendaki Gunung


