BerandaNews & InfoProgram Edukasi EIGER: Membangun Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap Petualang

Program Edukasi EIGER: Membangun Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap Petualang

Sejak hadir pertama kali pada tahun 1989, EIGER tak pernah berhenti untuk terus belajar, tumbuh, dan berbagi. Bukan sekadar untuk menjadi lebih baik, tetapi juga untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan tanah air.

EIGER memahami bahwa tanggung jawab mereka bukan hanya soal produk, tetapi juga tentang memberi dampak positif bagi manusia dan alamnya. Oleh karena itu,  lahirlah misi EIGER yang terangkum dalam E = Education, I = Inspiration, G = Greenlife, E = Expedition, dan R = Responsibility.

Di sini, kita akan membahas program yang sudah EIGER lakukan di bidang Education atau Pendidikan sejak dulu hingga sekarang. Mau tahu apa saja dan bagaimana keseruannya program edukasi EIGER? Simak penjelasannya di bawah ini!

Program Edukasi EIGER: Membangun Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap Petualang

Alam bebas itu mengandung bahaya yang terdiri dari subjective danger, yaitu bahaya yang datang dari diri sendiri (mental, fisik, pengetahuan, dan lainnya) dan objective danger, yaitu bahaya yang datang dari kondisi luar atau alam (hujan, kabut, badai, dan lainnya). Untuk meminimalisir bahaya itu, maka dibutuhkan fundamental skill yang mencakup pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude).

Menyadari hal itu, EIGER kemudian merancang berbagai program edukatif untuk membantu petualang menjadi pribadi yang tangguh, tabah, ulet, peduli, dan mampu menghargai diri sendiri, orang lain, serta lingkungan sekitar. Nilai-nilai ini diharapkan menjadi bekal berharga, bukan hanya saat menjelajah alam bebas, tetapi juga dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

Galih Donikara selaku Advisor EIGER Adventure Service Team (EAST) mengatakan bahwa pendidikan seharusnya menjadi bekal utama bagi para petualang dan pegiat alam bebas sebelum merencanakan aktivitas mereka.

“EIGER menunjukkan kepeduliannya lewat program-program edukatif yang ditujukan bagi siapa pun yang ingin belajar dan berkembang bersama untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam berkegiatan di alam bebas. Tujuannya untuk menciptakan pengalaman yang aman saat beraktivitas, dan nyaman saat mempersiapkan perlengkapan maupun perbekalan,” jelasnya.

Berikut ini adalah beberapa program yang EIGER canangkan, di antaranya:

1. Mountain and Jungle Course

Doc. EIGER MJC 2024

Sebagai bentuk dukungan dan kepedulian EIGER terhadap keamanan dan kenyamanan para pegiat alam bebas, secara rutin EIGER melalui EAST menggelar program Mountain and Jungle Course (MJC) sebagai sarana belajar, latihan, sekaligus praktik langsung di lapangan.

Metode ajar yang digunakan adalah pendampingan, di mana setiap regu dalam kegiatannya akan didampingi oleh satu orang pendamping, selain pemateri dan instruktur lapangan. Pendamping berperan penting sebagai penghubung antara materi dan peserta, mulai dari penyampaian teori, simulasi, evaluasi, hingga praktik langsung di lapangan.

Sudah 23 tahun sejak kegiatan ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2002 yang berlokasi di Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat dengan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. Setiap tahunnya, lokasi pelaksanaan MJC terus berpindah untuk memperluas jangkauan sekaligus mengajak pegiat dari berbagai daerah agar memiliki standar pemahaman, pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang setara dalam mengelola kegiatan edukasi di alam bebas.

Jumlah peserta pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Terakhir tercatat sebanyak lebih dari seribu peserta dari berbagai provinsi di Indonesia ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Dari sekian banyak pendaftar, jumlah peserta akhirnya dibatasi demi menjaga efektivitas dan efisiensi penyampaian materi, sekaligus untuk melindungi daya dukung kawasan agar tidak rusak akibat aktivitas berlebihan.

Diharapkan, setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta dapat menularkan ilmu dan pengalamannya ke lingkungan asal mereka, baik di organisasi, komunitas, maupun instansi yang bergerak di bidang kegiatan alam terbuka.

Menariknya, dari banyak penyelenggaraan program edukasi ini, terlihat bahwa sebagian peserta kemudian melanjutkan langkahnya dengan bergabung ke organisasi atau perusahaan profesional yang bergerak di bidang aktivitas alam bebas. Bahkan, beberapa di antaranya mengadopsi model atau konsep pelatihan dari EIGER sebagai referensi dalam mengembangkan program di komunitas atau organisasinya masing-masing.

2. Women Adventure Camp

Doc. EIGER WAC 2023

Tidak bisa dipungkiri, jumlah pegiat alam bebas dari kalangan perempuan semakin hari semakin meningkat. Bahkan, beberapa riset menunjukkan bahwa jumlah perempuan yang aktif berkegiatan di alam terbuka kini lebih banyak dibanding laki-laki.

Menyikapi hal ini, EIGER sesuai dengan misinya untuk membekali para pengguna produknya agar aman dan nyaman saat berkegiatan, mengembangkan program khusus untuk perempuan. Program ini dinamakan Women Adventure Camp (WAC), yang berisi materi dasar seputar kegiatan di alam bebas, mulai dari pengetahuan umum, perencanaan perjalanan, hingga persiapan yang matang.

Program WAC juga diselingi sesi berbagi pengalaman dari perempuan-perempuan inspiratif yang sudah lebih dulu berkecimpung di dunia outdoor. Mereka bukan hanya pegiat alam bebas, tapi juga aktivis lingkungan dan bahkan guru-guru dari berbagai daerah.

Seperti kegiatan EIGER lainnya, WAC diselenggarakan secara berpindah-pindah, menyesuaikan dengan medan gunung yang cocok untuk simulasi bagi para pemula. WAC pertama kali digelar pada tahun 2016 di Gunung Prau, Jawa Tengah, dengan menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif seperti Nadine Chandrawinata, dr. Ratih Citra S., dan Dinni Septianingrum dari komunitas 1000 Guru.

Selain menjadi ajang uji coba produk Women Series seperti sepatu, semi carrier, dan perlengkapan lainnya, WAC juga menjadi wadah bagi para peserta untuk membekali diri saat mulai merintis perjalanan mereka di alam bebas. Jejak digital mereka menunjukkan antusiasme itu, terlihat dari grup-grup yang mereka buat untuk berbagi informasi perjalanan mereka. Beberapa dari mereka bahkan melanjutkan petualangan dengan mengikuti program lanjutan seperti MJC dan Women Jungle Survival Camp (WJSC).

Baca Juga: Tips Survival: 4 Kunci Utama untuk Bertahan Hidup di Alam Bebas

3. Women Jungle Survival Course

Doc. EIGER WJSC 2024

Pada awalnya, EIGER melihat bahwa belum ada program pelatihan di Indonesia yang secara khusus memberikan ruang belajar tentang survival atau bertahan hidup bagi perempuan. Berangkat dari kesadaran itu, EIGER kemudian merancang sebuah kegiatan yang menggabungkan aspek teknis, medis, dan psikologis dengan tujuan menghapus stereotip bahwa perempuan itu lemah dan sering menjadi beban dalam tim pendakian.

Program ini bernama Women Jungle Survival Course (WJSC) dan pertama kali digelar pada tahun 2022 pasca pandemi, di Gunung Cakrabuana, Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan jumlah peserta sekitar 50 orang. Antusiasme yang tinggi membuat jumlah peserta terus meningkat di tahun-tahun berikutnya, hingga akhirnya dibatasi maksimal 75 orang demi menjaga kualitas pembelajaran.

Mengingat tema yang diusung adalah survival, maka dibutuhkan lokasi kegiatan yang mendukung, mulai dari keanekaragaman tumbuhan dan hewan untuk kebutuhan materi survival. Dari berbagai lokasi yang disurvei, Gunung Cakrabuana dianggap paling ideal, sehingga program WJSC dilaksanakan di sana hingga sebanyak tiga kali.

Sejak pertama kali diluncurkan, minat perempuan terhadap program ini terus bertambah setiap tahunnya. Tak hanya dari Pulau Jawa, peserta kini datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, NTT, NTB, hingga Papua. Dengan semakin banyaknya peserta dari luar Jawa, EIGER berharap model edukasi yang dibawa melalui WJSC bisa tersebar luas ke daerah-daerah asal para peserta.

4. EIGER Climbing Center

Doc. EIGER ECS 2024

Tak hanya fokus pada dunia pendakian, EIGER juga turut mendukung pengembangan olahraga panjat tebing di Indonesia. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan membangun fasilitas climbing wall yang terintegrasi dengan beberapa toko EIGER di berbagai kota.

Perjalanan ini dimulai pada tahun 1993, saat EIGER membangun papan panjat pertama di toko Jalan Cihampelas, Bandung. Papan panjat ini bukan hanya menjadi daya tarik toko, tetapi juga difungsikan sebagai tempat berkumpul para pemanjat dan pegiat alam bebas. Untuk mengelola dan mengarahkan kegiatan tersebut, dibentuklah EIGER Climbing Center (ECC) yang bertujuan menjadi wadah komunitas sekaligus pusat kegiatan panjat tebing. Fasilitas climbing wall dan ECC juga dibangun di toko EIGER Surabaya dan Makassar, mengikuti peresmian toko-toko baru tersebut.

Sebagai bentuk evaluasi dan ajang kompetisi, ECC mengadakan kejuaraan panjat dinding bertajuk EIGER Independence Sport Climbing Competition (EISCC) yang pertama kali digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun RI. Ajang ini menjadi titik awal keterlibatan aktif EIGER dalam mendukung prestasi olahraga panjat tebing nasional.

Selain EISCC, ECC juga aktif dalam pembinaan atlet muda melalui program Spider Kids, yaitu lomba panjat dinding khusus anak-anak dengan kelompok umur 7–10 tahun dan 11–13 tahun. Program ini disesuaikan dengan pola pembinaan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dan melombakan kategori Lead, Speed, serta Boulder Enduro khusus di ECC Makassar.

Kini, EISCC telah menjadi bagian dari kalender resmi FPTI dan menjadi barometer penting prestasi pemanjat nasional. ECC pun diakui sebagai mitra strategis oleh Pengcab, Pengprov, hingga FPTI dalam penyelenggaraan berbagai kejuaraan panjat tebing di Indonesia.

5. Rangkaian Ekspedisi EIGER

Doc. Iwan “Kwecheng” Irawan

Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi para pegiat alam bebas, EIGER aktif memberikan dukungan kepada kelompok, komunitas, dan organisasi yang melakukan ekspedisi, baik yang bersifat teknis maupun ilmiah. Komitmen ini juga diwujudkan melalui program-program edukatif seperti kegiatan Learn and Share serta pelaksanaan MJC yang mengangkat tema perencanaan perjalanan dan ekspedisi.

Tak hanya lewat program edukatif, EIGER juga turut terlibat langsung dalam penyelenggaraan ekspedisi. Pada tahun 2002, EIGER menorehkan sejarah dengan mengirimkan tim ekspedisi ke Gunung Eiger di Swiss, ekspedisi internasional pertamanya. Tiga ekspeditor, yaitu Kang Mamay S. Salim, Kang Djukardi “Bongkeng” Adriana, dan Yudistira berhasil mengibarkan Merah Putih di puncak Eiger tepat pada Hari Kemerdekaan RI ke-57.

Pada 2014, seiring dengan komitmen menjadi brand Tropical Adventure, EIGER mulai merancang ekspedisi ke kawasan tropis, baik nasional, regional, maupun internasional. Ini menjadi proses belajar penting bagi EIGER untuk mengembangkan produk yang sesuai dengan tantangan dan kebutuhan tropis agar mampu menjadi produk tuan rumah di negeri sendiri.

Ekspedisi Black Borneo menjadi ekspedisi pertama yang dilakukan EIGER pada tahun 2015, sebagai langkah awal dari rencana jangka panjangnya untuk menjelajah, bertualang, dan terus belajar. Kawasan Danau Tebo di Merabu dipilih sebagai tujuan pertama tim EIGER dalam perjalanan tersebut.

Setelah itu, EIGER melanjutkan langkahnya dengan Ekspedisi 28 Gunung di tahun 2017, sebagai upaya mendalami karakter kawasan tropis Indonesia yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua, lalu dilanjutkan Ekspedisi Hkakabo Razi di Myanmar sebagai lompatan besar dari rencana sebelumnya. Berbagai persiapan dan pelatihan intensif pun dilakukan, baik di dalam maupun luar negeri. Namun sayangnya, pandemi serta kondisi situasi di Myanmar membuat keberangkatan ekspedisi ini harus ditunda.

Dari berbagai ekspedisi yang telah dilakukan oleh EIGER, didapat beberapa hal yang positif bagi kegiatan, EIGER, juga pegiatnya. Untuk kegiatan ekspedisinya sendiri, terbuka ruang belajar tentang wilayah baru, baik dari sisi geografis, ekosistem, hingga budaya lokal yang sering kali belum banyak terdata.

Sementara untuk EIGER sebagai brand, ekspedisi menjadi ajang pengujian lapangan produk sekaligus sumber inspirasi desain produk baru, sedangkan bagi para pegiatnya, ekspedisi menjadi bentuk pengembangan prestasi pribadi maupun organisasi, sekaligus semangat untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada masyarakat luas.

Baca Juga: Simak 7 Ekspedisi yang EIGER Lakukan dari Dulu Hingga Sekarang

Terus Belajar dan Berbagi Bersama EIGER

Jadi, Eigerian itulah berbagai rangkaian program pendidikan yang telah EIGER lakukan, mulai dari Mountain and Jungle Course, Women Adventure Camp, Women Jungle Survival Course, EIGER Climbing Center, dan ekspedisi-ekspedisi yang pernah EIGER lakukan.

Buat kamu yang ingin bergabung dengan program ini, pantengin terus update informasinya di Instagram @eigeradventure dan @eiger.east!

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

DAFFACHRUZI AL MULTAZAM pada Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rizqal Fauzi Ramadhani pada Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rizqal Fauzi Ramadhani pada Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia pada Daftar Menu Makanan dan Cara Tepat Mengolahnya Saat Mendaki
Syamsul Alam Habibie Sahabu pada Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia pada Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia pada Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Ridho Prabowo Subianto pada Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru