Baik pada wall climbing atau rock climbing, Eigerian akan menemukan pegangan sloper. Sloper climbing adalah jenis pegangan yang berbentuk bulat dengan permukaan yang halus. Hal ini membuatnya sulit dicengkeram jika tidak menggunakan teknik yang tepat.
Artikel ini memuat apa itu sloper dalam climbing dan bagaimana cara memanfaatkannya dalam panjat tebing dengan tepat. Jadi, cermati artikel ini hingga akhir!
Apa Itu Sloper Climbing?

Sloper climbing adalah pegangan pada panjat tebing yang tidak memiliki tonjolan atau lekukan sehingga cukup sulit untuk digenggam. Biasanya, sloper berbentuk setengah bulat atau tonjolan bundar.
Ukurannya pun beragam, seperti sebesar buah melon, selebar telapak tangan, atau bahkan sebesar bola basket. Kamu juga mungkin menemukan sloper dengan sudut yang kurang bisa dijangkau karena terlalu tegak. Alhasil, kamu mungkin memerlukan lebih banyak kekuatan untuk mencengkeramnya.
Tidak seperti crimp atau jug, kamu perlu memosisikan tubuh dengan tepat serta mengandalkan gesekan antara kulit tangan dengan pegangan dibandingkan fokus pada kekuatan jari.
Lantas, di mana Eigerian bisa menemukan pegangan sloper? Sloper sering menjadi tantangan saat bouldering. Lalu, kamu pun mungkin kerap menemukannya di dinding panjat indoor. Untuk tebing di luar ruangan, kamu mungkin menemukannya di tebing yang terbuat dari batuan pasir.
Baca juga: Penasaran dengan Solo Rock Climbing? Kenali di Sini!
Cara Melakukan Sloper Climbing
Meski terdengar menantang, Eigerian bisa berlatih untuk menguasai teknik sloper climbing. Adapun caranya adalah sebagai berikut:
1. Memosisikan Tangan
Untuk bisa menjangkau sloper, kamu akan mengandalkan tanganmu. Tidak seperti teknik crimping yang menekuk hampir semua jari, kamu perlu membuka tanganmu dengan lebar pada sloper.
Tujuannya adalah agar kamu mendapatkan gesekan yang maksimal dengan permukaan sloper. Akan tetapi, hindari melakukan over-gripping atau terlalu keras mencengkeram sloper agar lengan tidak cepat lelah.
Kemudian, pastikan lenganmu tetap lurus karena menekuk lengan akan membuatmu over-gripping. Jika kamu kesulitan membuat lenganmu lurus, kamu bisa memosisikannya di sudut 120 derajat. Tekuklah lengan ketika kamu siap untuk berpindah dari sloper.
2. Fokus pada Bahu dan Otot Inti
Selanjutnya, kamu perlu melibatkan bahu dan otot inti, seperti otot perut, punggung bawah, pinggang, dan pinggul, untuk menciptakan tension. Tension ini akan membuat tubuhmu lebih stabil dan mencegahmu tergelincir dari dinding.
3. Memusatkan Berat Badan di Tubuh Bagian Bawah
Lalu, pusatkan massa tubuh di tubuh bagian bawah sampai kaki hingga kamu siap untuk berpindah ke pegangan lain. Walaupun memusatkan berat badan di tubuh bagian bawah, Eigerian harus tetap memosisikan pinggul dekat dengan dinding.
Ciri-ciri posisi badanmu sudah benar adalah siku berada di bawah pegangan. Jika siku sejajar dengan pegangan atau di samping pegangan, artinya lenganmu masih terlalu menekuk dan kamu bisa cepat lelah atau tergelincir dari dinding.
4. Manfaatkan Kekuatan Kaki
Tidak hanya tangan, kamu juga perlu kekuatan kaki untuk menjangkau sloper climbing holds. Kamu bisa meletakkan kaki di pijakan atau melakukan smearing.
Smearing adalah teknik menggesekkan sol sepatu di permukaan batu untuk menahan ketika tidak ada pijakan yang memadai. Untuk berpindah ke pegangan lain, kamu bisa mendorong dinding dengan kaki sambil menarik tangan.
Baca juga: Kuatkan Otot, 6 Latihan Fisik Panjat Tebing yang Efektif
Tips Melakukan Sloper Climbing
Kini kamu sudah mengetahui cara meraih sloper hold climbing. Agar semakin menguasai teknik pegangannya, kamu bisa menerapkan tips-tips berikut ini:
1. Latihan Cengkeraman
Karena tidak mengandalkan genggaman pada tonjolan atau lekukan layaknya crimp atau jug, kamu perlu berlatih mencengkeram. Kamu bisa berlatih di hangboard untuk cengkeraman terbuka, di pinch block untuk melatih “cubitan”, dan memperkuat pergelangan tangan.
2. Manfaatkan Sebanyak-Banyaknya Area Sloper
Karena kamu akan mengandalkan gesekan tangan dengan sloper, kamu harus bisa menjangkau lebih banyak area sloper. Kamu bisa menguji beberapa teknik untuk memegang sloper, tetapi intinya, kamu harus selalu memanfaatkan seluruh bantalan jari, bahkan telapak tangan.
3. Ulurkan Pergelangan Tangan
Agar bisa melakukan sloper dengan mudah, bayangkan kamu sedang ingin melakukan high-five dengan temanmu. Angkatlah tanganmu layaknya hendak tos, lalu tekuk pergelangan tangan hingga menghadap lantai, atau di sini, menghadap sloper. Alhasil, kamu bisa memegang sloper dengan telapak tangan penuh.
Rekomendasi Climbing Gear dari EIGER Adventure
Itulah penjelasan tentang sloper climbing dan tips climbing sloper training yang bisa Eigerian pelajari. Selain berlatih mandiri, kamu juga bisa melihat dan menghadiri EISCC (EIGER Independence Sport Climbing Competition).
EISCC adalah kompetisi panjat tebing tahunan yang diselenggarakan oleh EIGER Adventure. Pemenang EISCC tahun 2025 akan memperoleh total hadiah 150 juta rupiah. Di sini, kamu bisa melihat peserta panjat tebing dan mempelajari teknik-tekniknya.
Lalu, saat berlatih sloper climbing, kamu perlu menggunakan perlengkapan berkualitas. Berikut adalah beberapa peralatan yang bisa kamu gunakan dari EIGER Adventure:
1. Highpoint Heroes Short

Highpoint Heroes Short adalah celana climbing dari EIGER Mountaineering yang terbuat dari bahan poliester dan spandeks yang kuat dan elastis sehingga bisa mendukung gerak fleksibelmu. Selain itu, celana ini memiliki saku dan loop untuk membawa kantong kapur.
2. Womens Neo Climb Jogger Pants

Womens Neo Climb Jogger Pants terbuat dari kombinasi bahan katun BCI dan spandeks yang elastis dan lembut. Selain itu, celana panjang ini memiliki fitur articulated knee dan gusset pada selangkangan. Kamu bisa meletakkan tas kapur di loop belakang.
3. Vision Straight Carabiner

Vision Straight Carabiner adalah carabiner ringan yang memiliki desain ergonomis dan dirancang untuk tidak mudah terbuka akibat gerakan tidak disengaja. Gate lurusnya pun mudah dioperasikan.
4. Quickdraw Sling 16 mm / C2085

Quickdraw Sling 16 mm / C2085 hadir dalam 5 pilihan ukuran, yaitu 11, 13, 16, 20, dan 30 cm. Terbuat dari poliamida, quickdraw ini kuat hingga bisa menahan beban 22 kN.
5. Buddy / K6132EE

Buddy / K6132EE adalah belay tube yang mudah dioperasikan dengan tali, ringan, dan bisa digunakan untuk tali berdiameter 7,8–11 mm. Belay tube ini juga bisa diatur dengan cepat dan bisa memisahkan untaian tali.
Demikian informasi tentang sloper climbing dan cara melakukannya. Sloper adalah salah satu pegangan pada panjat tebing yang cukup menantang sehingga Eigerian perlu untuk berlatih rutin agar bisa menguasainya.
Saat berlatih di dining indoor atau memanjat di tebing outdoor, pastikan untuk mengenakan perlengkapan climbing dari EIGER, ya!
Kamu bisa mengunjungi EIGER Adventure Store untuk merasakan pengalaman berbelanja offline serta kualitas produk EIGER secara langsung atau berbelanja online di situs resmi EIGER atau aplikasi resmi EIGER yang bisa diunduh di App Store dan Play Store.
Kamu hanya perlu klik produk, langsung membayar dengan praktis, dan tunggu produknya sampai di tanganmu. Jangan tunggu nanti! Belanja di EIGER sekarang!
Baca juga: Rock Climbing, Yuk Siapkan Peralatan Ini Sebelum Beraksi!


