Mungkin Eigerian pernah mendengar nama Veddriq Leonardo yang pernah mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Paris 2024. Nah, saat itu, Veddriq bertanding di kompetisi speed climbing, lho.
Speed climbing adalah salah satu jenis sport climbing yang menawarkan experience seru dan menantang. Bahkan, olahraga ini juga sangat menarik untuk disaksikan oleh masyarakat umum. Sebenarnya, apa itu speed climbing? Agar lebih memahaminya, simak penjelasan berikut ini!
Apa Itu Speed Climbing?

Speed climbing adalah salah satu bentuk olahraga panjat tebing yang berfokus pada penyelesaian rute secepat mungkin. Olahraga ini sering dilakukan di tebing alami ataupun dinding bouldering, tetapi teknik dan keterampilannya juga bisa dilatih di dinding panjat indoor.
Sebenarnya, panjat tebing kompetitif sudah dimulai sejak 50 tahun lalu di Rusia. Namun, International Federation of Sport Climbing (IFSC) baru merancang rute speed climbing yang standar untuk kompetisi pada tahun 2009.
Mulai dari tinggi dinding, kemiringan, hingga jumlah pegangan dirancang oleh Jacky Godoffe, pemanjat tebing dan penentu rute asal Perancis. Popularitas speed climbing semakin meningkat karena olahraga ini telah diakui oleh Komite Olimpiade Internasional dan ditampilkan pertama kali di Tokyo pada tahun 2021.
Berapa Tinggi Tembok Speed Climbing?
Standar tinggi tembok untuk kompetisi speed climbing adalah 15 meter (49 kaki), dengan dua jalur panjat yang masing-masing selebar 3 meter (10 kaki). Sebenarnya, terdapat pula dinding setinggi 10 meter (33 kaki), tetapi rekor kecepatannya tidak tercatat secara internasional.
Selain ketinggian, IFSC juga menetapkan standar kemiringan dinding 5°, jumlah pegangan tangan sebanyak 20 buah, dan jumlah pegangan kaki sebanyak 11 buah. Bahkan, pengaturan waktu dan metode belay dalam olaraga ini juga telah ditentukan standarnya.
Teknik Speed Climbing
Untuk menaklukkan rute dengan cepat, Eigerian perlu menerapkan beberapa teknik penting. Berikut ini teknik speed climbing yang perlu dipahami:
1. Teknik Kaki (Footwork)
Terdapat dua teknik kaki yang bisa diterapkan, yaitu smearing dan edging. Smearing adalah menempelkan telapak kaki pada permukaan batu atau dinding yang licin untuk menciptakan gesekan. Adapun edging adalah menempatkan tepi kaki pada sisi pegangan untuk mendapatkan pijakan yang kuat.
Ketika memanjat, gerakkan kaki dengan cepat dan efisien ke posisi berikutnya. Eigerian sebaiknya tidak terlalu lama diam di posisi yang sama agar tidak kehabisan tenaga.
2. Teknik Pegangan Tangan (Handhold Technique)
Dalam teknik ini, kamu perlu tahu kapan harus menggunakan teknik dinamis dan teknik statis. Teknik dinamis biasanya digunakan saat ingin memanfaatkan momentum untuk berpindah atau mencapai pegangan berikutnya, cocok untuk gerakan cepat.
Adapun teknik statis digunakan untuk mempertahankan pegangan dan cocok untuk posisi yang butuh kestabilan.
3. Posisi Tubuh (Body Positioning)
Ingat, Eigerian perlu mengupayakan posisi tubuhnya dekat dengan jalur panjat supaya keseimbangan lebih optimal. Hal ini juga akan membantu mengurangi risiko ketegangan otot dan mengefisienkan gerakan.
Selain itu, kamu juga perlu menggunakan teknik peregangan dan penempatan tubuh yang tepat agar jarak antar pegangan bisa dipendekkan sehingga gerakan jadi lebih mudah.
Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Climbing dan Teknik yang Tepat untuk Pemula
4. Momentum dan Ayunan (Momentum and Swing)
Kamu bisa menggunakan momentum tubuh untuk membantu perpindahan ke pegangan berikutnya tanpa mengandalkan tenaga otot sepenuhnya.
Dalam hal ini, terdapat teknik bernama campusing, yaitu bergerak hanya menggunakan tangan sambil memanfaatkan dorongan dan momentum untuk naik lebih cepat. Ketika berpindah ke pegangan berikutnya, kontrol ayunan tubuh agar gerakan tetap halus, cepat, dan seimbang.
5. Teknik Pernapasan (Breathing)
Teknik pernapasan yang teratur dan dalam akan membantu menjaga suplai oksigen ke otot sehingga tubuh tidak kehabisan tenaga dan fokus pun terjaga.
Latihan pernapasan dapat dilakukan dengan mengatur irama napas sesuai gerakan. Misalnya, tarik napas saat mempersiapkan gerakan dan hembuskan napas saat mengeksekusinya.
6. Latihan dan Kondisi (Training and Condition)
Guna meningkatkan kekuatan, kecepatan, dan efisiensi gerakan, Eigerian harus melatih kekuatan tangan dan kaki secara khusus. Jadi, kamu perlu berlatih di rute yang bervariasi untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan adaptasi.
Latihan Climbing di EIGER Climbing Center
Speed climbing di Indonesia menjadi salah satu kartu as penyumbang medali Olimpiade. Jika Eigerian ingin mencoba panjat tebing, mari berlatih di EIGER Climbing Center (ECC)!
ECC adalah sekolah dan klub panjat tebing EIGER yang telah berdiri sejak 2001. ECC adalah salah satu bentuk komitmen EIGER untuk memajukan speed climbing Indonesia.
Kini, EIGER Climbing Center dapat ditemukan di EIGER Adventure Store berbagai kota lho, mulai dari store di Jalan Sumatra di Bandung, Cihampelas Bandung, Seminyak Bali, Surabaya Barat, Andi Jemma Makassar, hingga Radio Dalam Jakarta.
Menariknya lagi, papan panjat di EIGER Adventure Store Jalan Sumatera, Bandung telah direnovasi menjadi skala internasional sehingga menjadikannya yang terbaik di Jawa Barat, bahkan Indonesia. Tertarik mencoba? Segera datang ke ECC dan rasakan experience serunya!
Satu lagi informasi yang tidak boleh terlewatkan adalah EIGER tak hanya menyediakan media untuk berlatih climbing, tetapi juga rutin menyelenggarakan kompetisi panjat tebing tiap tahunnya, yaitu EISCC (EIGER Independence Sport Climbing Competition).
Kompetisi ini merupakan ajang pembuktian mental, teknik, dan dedikasi para pemanjat tebing. Pemenang EISCC tahun 2025 akan memperoleh total hadiah 150 juta rupiah.
Nah, kalau Eigerian ingin melengkapi kebutuhan climbing untuk lomba ataupun menjalankan hobi, berikut ini beberapa rekomendasi produk terbaik dari EIGER:
1. Madrock Drifter

Madrock Drifter adalah sepatu climbing dari EIGER yang didesain dengan permukaan datar, tumit cetakan 3D dari karet empuk, dan sol karet Science Friction 3.0 untuk mendukung gesekan terbaik. Sepatu climbing ini siap mendukung langkahmu jadi lebih nyaman dan efisien.
2. Rock Warriors

Rock Warriors merupakan kaos climbing pria dari EIGER Mountaineering yang terbuat dari bahan poliester yang lembut di kulit, dengan potongan reguler yang mendukung kebebasan bergerak, dan sablon grafis di bagian punggung yang menambah kesan sporty.
3. Motion Chalk Bag

Motion Chalk Bag dari EIGER Mountaineering ini dirancang dengan tali penutup, saku jala, dan tali webbing dengan buckle yang bisa diatur sesukamu. Eigerian bisa menggunakan chalk bag ini di pinggang maupun pundak.
4. Vision Straight Carabiner

Jika Eigerian mencari carabiner yang ringan dan ergonomis, Vision Straight Carabiner adalah jawabannya. Gerbang carabiner ini didesain lurus dan mudah dibuka tutup. Apabila terjadi benturan, gate tidak akan terbuka karena terbuat dari kawat kuat.
5. Quickdraw Sling 16 mm/C2085

Quickdraw Sling 16 mm/C2085 adalah sling yang terbuat dari polyamide yang terkenal kuat, lentur, dan tahan gesekan. Sling ini hadir dengan lima ukuran panjang, yaitu 11 cm, 13 cm, 16 cm, 20 cm, dan 30 cm. Dengan lebar 16 mm, sling ini cukup lebar tapi tetap mudah digenggam.
Selain ketiga produk di atas, Eigerian juga bisa mendapatkan perlengkapan speed climbing serta aktivitas outdoor lainnya di EIGER Adventure. Kunjungi EIGER Adventure Store untuk merasakan pengalaman berbelanja offline serta kualitas produk EIGER secara langsung. Dengan berbelanja offline, kamu bisa menyesuaikan produk denga kenyamananmu.
Namun, kamu juga bisa berbelanja praktis di situs resmi EIGER atau aplikasi resmi EIGER yang bisa diunduh di App Store dan Play Store. Cukup pilih produk favoritmu dari ponsel, manfaatkan promo menariknya, dan tunggu produknya dikirim ke rumahmu. Yuk, belanja di EIGER sekarang juga!
Baca juga: Tips Climbing untuk Wanita Ala Abex


