Saat berkegiatan di alam bebas, kita harus siap menghadapi berbagai risiko, seperti tersesat, terpisah dari tim, ataupun cedera. Karena itu, penting bagi pegiat outdoor untuk membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan survival agar lebih siap menghadapi situasi darurat.
Menurut Djukardi “Bongkeng” Adriana dari EIGER Adventure Service Team (EAST), dalam kondisi darurat, kesiapan fisik dan kekuatan mental menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan seseorang dalam bertahan hidup. Di saat seperti itu, seseorang dihadapkan pada dua pilihan, yaitu bertahan atau menyerah.
Untuk menghadapi tantangan ini, pengetahuan tentang survival sangatlah penting karena dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus peluang untuk bertahan hidup. Salah satu keterampilan survival yang wajib dikuasai adalah mengenali empat prioritas utama dalam bertahan hidup di alam bebas: perlindungan, sumber makanan, api, dan air. Berikut penjelasannya!
1. Perlindungan – Tempat Berlindung dari Kondisi Luar
Tempat berlindung di alam bebas memiliki berbagai jenis, baik buatan maupun alami. Tempat berlindung buatan bisa berupa peralatan pendakian yang kita bawa, sementara tempat berlindung alami bisa ditemukan langsung di lingkungan sekitar.
Ketika ingin beristirahat atau dalam kondisi terdesak yang mengharuskan cepat mencari tempat berlindung, kamu bisa membuat tempat perlindungan menggunakan peralatan yang dibawa, seperti mendirikan tenda atau flysheet.
Namun, saat menghadapi kondisi darurat, seperti cuaca ekstrem, tersesat, perlengkapan yang dibawa rusak, atau kondisi lain yang mengharuskanmu untuk bertahan hidup, kamu bisa mencari tempat perlindungan yang ada di alam, seperti gua, cerukan, gundukan batu, pohon tumbang, atau vegetasi semak-semak yang rapat (jenis paku atau rumput merambat).

Cara Membangun Bivak Alam
Jika tidak menemukan tempat berlindung seperti yang disebutkan di atas, kamu bisa membangun bivak alam dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar. Yang perlu diingat dalam membuat bivak adalah pastikan tidak bocor, pilih lokasi yang aman, dan gunakan sumber daya alam sesuai kebutuhan, seperti:
- Ranting atau kayu dari pohon yang sudah mati sebagai tiang,
- Daun lebar untuk atap dan dinding,
- Akar rambat untuk kebutuhan mengikat.
2. Tumbuhan atau Hewan – Sebagai Sumber Makanan
Kamu perlu mengenali jenis tumbuhan dan hewan yang bisa dimanfaatkan, baik sebagai makanan darurat (survival food) maupun obat-obatan atau keperluan lainnya di lapangan. Keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia menuntut pegiat outdoor untuk terus belajar dan berlatih dalam mengenali serta memilih tumbuhan dan hewan yang aman dikonsumsi.
Tumbuhan yang dapat dimakan dan memberikan cukup energi antara lain umbi batang (umbut pisang, rebung, sagu, umbut rumput teki, atau batang begonia) serta umbi akar (talas, kentang, atau rumput teki). Selain itu, beberapa buah (murbei atau ciplukan) dan daun (pohpohan, daun senggani, atau semanggi) juga bisa dikonsumsi.
Sementara hewan, sebagian besar hewan sebenarnya bisa dimakan, mulai dari siput, serangga, hewan melata, ikan, burung, hingga mamalia. Namun, tantangannya adalah bagaimana cara mendapatkannya, karena hewan terus bergerak dan bersembunyi. Oleh karena itu, memahami habitat dan perilaku hewan sangat penting untuk meningkatkan peluang mendapatkannya.

Cara Mengenali Tumbuhan yang Dapat Dimakan
Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus diperhatikan bila akan memakan tumbuh-tumbuhan:
- Konsumsi hanya tumbuhan yang sudah dikenal aman,
- Jangan hanya makan satu jenis tumbuhan untuk menghindari risiko kekurangan gizi atau keracunan,
- Jika menemukan buah yang tidak dikenal, oleskan sedikit pada bibir atau lidah dan tunggu reaksinya. Jika tidak terasa panas atau pahit, kemungkinan besar aman,
- Yang terpenting, selalu masak bagian tumbuhan sebelum dikonsumsi untuk mengurangi risiko racun atau bakteri.
Cara Membuat Jerat dan Jebakan
Selain menggunakan senjata, cara paling praktis untuk menangkap hewan dalam situasi survival adalah dengan membuat jerat. Jenis jerat bervariasi, tergantung pada ukuran dan jenis hewan yang ingin ditangkap. Beberapa jenis jerat dan jebakan yang bisa dibuat antara lain:
- Perangkap lubang, yaitu melubangi tanah untuk menangkap mamalia kecil agar terjatuh ke dalamnya,
- Jebakan ikan di sungai dibuat dengan menggunakan batu atau tanah untuk membentuk jalur perangkap,
- Jerat yang dirancang agar hewan terperangkap tanpa terluka. Saat menginjak jebakan, bagian tubuh hewan akan terjerat dan tertahan.
Baca Juga: Apa Saja yang Harus Diperhatikan Saat Masak di Alam Bebas
3. Api – Media Penerangan dan Penghangat
Dalam kehidupan sehari-hari, api adalah kebutuhan fundamental, tidak terkecuali dalam kegiatan petualangan. Api berfungsi sebagai penerangan, alat memasak, sarana membuat tanda atau kode darurat, dan secara psikologis dapat memberikan rasa tenang.
Selain itu, saat berkegiatan di alam bebas, api juga berfungsi untuk membantu menjaga suhu tubuh, terutama dalam penanganan penderita hipotermia. Oleh karena itu, setiap pegiat outdoor sebaiknya memiliki keterampilan dalam membuat api dan perapian.

Cara Membuat Api dan Perapian
Untuk membuat api dan perapian, ada tiga unsur utama yang harus diperhatikan, yaitu sumber api (pembakar), bahan bakar (kayu, ranting, atau dedaunan kering), dan aliran udara (agar api bisa menyala dengan baik).
Jika semua unsur sudah tersedia, kamu bisa mulai menyalakan api dengan langkah berikut:
- Siapkan sumber api: korek, pemantik, atau batu api, dan bahan pembakar yang mudah terbakar: serat kayu, daun kering, atau serbuk kayu,
- Kumpulkan ranting kecil sebagai bahan bakar awal, lalu tambahkan kayu yang lebih besar secara bertahap agar api tetap menyala,
- Susun kayu mulai dari yang kecil hingga yang lebih besar di atas bahan pembakar,
- Nyalakan api pada bahan pembakar dan pastikan ada aliran udara yang cukup agar nyala api stabil.
Dengan cara ini, perapian bisa menyala lebih efisien dan berguna untuk memasak, menghangatkan tubuh, atau memberikan penerangan saat berkemah di alam bebas.
Air adalah kebutuhan vital untuk bertahan hidup, terutama selama perjalanan panjang di alam bebas atau dalam situasi darurat. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidrasi, air juga dibutuhkan untuk menjaga kebersihan, memasak, dan mengolah makanan.
Jika kamu tersesat, kehabisan air, atau menghadapi kondisi darurat lainnya, pengetahuan ini akan membantumu mendapatkan pasokan air yang dibutuhkan.

Cara Mendapatkan Sumber Air
Di hutan, sumber air alami seperti sungai, mata air, dan danau bisa menjadi pilihan utama. Namun, jika kamu berada jauh dari sumber tersebut, ada beberapa alternatif yang bisa dimanfaatkan, seperti:
- Menampung air hujan atau embun pagi,
- Mengambil air dari akar gantung, kantung semar, atau batang bambu,
- Memeras air dari lumut serta tumbuhan merambat lainnya,
- Memanfaatkan daun dari pohon untuk teknik kondensasi.
Air yang diperoleh di alam perlu difiltrasi dan direbus agar aman dikonsumsi, kecuali air tersebut tidak tercemar dari lingkungan luar (contoh: akar gantung, kantung semar, atau bambu).
Jika air yang didapatkan jernih, cukup saring dengan kain bersih, sementara jika keruh, kamu bisa gunakan saringan sederhana, salah satunya dari kain dan dua botol untuk proses filtrasi. Setelah disaring, rebuslah air selama 10 menit untuk membunuh kuman dan bakteri.
Baca Juga: WJSC EIGER, Mengajak Wanita Menjadi Sosok Petualang yang Mandiri
Tetap Aman dan Nyaman Saat Berkegiatan di Alam Bebas
Jadi Eigerian, bertahan hidup di alam bebas memerlukan pengetahuan dan keterampilan dasar, terutama dalam empat aspek utama: perlindungan, sumber makanan, api, dan air. Membekali diri dengan keterampilan survival yang tepat, pegiat alam dapat lebih siap menghadapi tantangan dan menjelajahi alam dengan lebih aman dan nyaman.
Bagi Eigerian yang ingin mengasah keterampilan survival, kamu bisa ikut berbagai kegiatan edukatif yang diselenggarakan oleh EIGER. Setiap tahun, EIGER melalui EAST rutin mengadakan program, seperti Mountain & Jungle Course (MJC), Women Adventure Camp (WAC), Women Jungle Survival Course (WJSC), dan masih banyak lagi.
Jangan lupa pantau terus media sosial @eigeradventure dan @eiger.east untuk mendapatkan update terbaru tentang kegiatan seru ini. Jadilah petualang yang bijak dengan membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan di alam bebas.


