{"id":10125,"date":"2023-01-13T18:44:00","date_gmt":"2023-01-13T11:44:00","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/?p=10125"},"modified":"2024-08-26T23:07:13","modified_gmt":"2024-08-26T16:07:13","slug":"pengertian-ascender","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/","title":{"rendered":"Apa Itu Ascender? Ini Penjelasan dan Cara Menggunakannya"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Ascender<\/em> merupakan sebuah alat yang digunakan untuk melintasi tali yang sudah terpasang saat berkegiatan seperti mendaki gunung, menelusuri goa, dan panjat tebing.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam metode <em>single rope technique <\/em>(SRT), dibutuhkan berbagai peralatan pendukung, termasuk <em>ascender.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Single rope technique <\/em>merupakan salah satu metode yang bisa digunakan dalam kegiatan panjat tebing, susur goa, atau kegiatan pemanjatan lain secara vertikal.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode SRT mengandalkan satu buah tali sebagai lintasan vertikal. Karena hanya menggunakan satu tali, pemanjat membutuhkan alat bantu tambahan untuk menaiki dan menuruni tali tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah, alat ini dibutuhkan. <em>Ascender <\/em>digunakan untuk memanjat tali sehingga memudahkan pemanjat saat melalui tebing atau lintasan vertikal.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengetahuan dasar tentang SRT dan penggunaan<em>nya <\/em>sangat penting untuk diketahui.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan mengenali fungsi dan jenis peralatan yang ada, kita bisa melakukan kegiatan <em>outdoor <\/em>dengan aman dan lancar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/5-cara-membuat-simpul-mati-yang-bikin-tenda-kokoh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong> 5 Cara Membuat Simpul Mati yang Bikin Tenda Kokoh<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>Pengertian dan Penjelasan<\/strong><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/BeFunky-design-2023-01-14T184925.001.jpg\" alt=\"ascender\" class=\"wp-image-10127\" width=\"696\" height=\"516\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/BeFunky-design-2023-01-14T184925.001.jpg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/BeFunky-design-2023-01-14T184925.001-300x223.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/BeFunky-design-2023-01-14T184925.001-768x570.jpg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/BeFunky-design-2023-01-14T184925.001-485x360.jpg 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/BeFunky-design-2023-01-14T184925.001-696x517.jpg 696w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption>(Foto ascender. Sumber: Free3d.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Jika Eigerian tertarik mencoba olahraga panjat memanjat, maka hal pertama yang harus Eigerian pahami adalah <em>gears <\/em>atau perlengkapan yang dipakai.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu alat paling penting adalah <em>ascender <\/em>atau disebut juga sebagai jumar. Alat ini dipasang pada tali sebagai alat bantu memanjat secara vertikal.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan bantuan alat ini, kita tidak perlu membuat simpul tali untuk mengangkat badan ke atas.<\/p>\n\n\n\n<p>Jumar lebih diperuntukkan untuk pemanjat solo, oleh karena itu kita perlu memahami cara penggunaannya dengan tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Jumar sendiri memiliki beberapa tipe yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan teknik tali menali yang dipakai.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada jenis <em>ascender <\/em>yang digunakan untuk menjaga posisi badan saat menarik tali secara paralel. Jenisj umar ini merupakan yang paling umum dalam SRT.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada juga jenis <em>ascender <\/em>yang digunakan untuk <em>fixed rope, <\/em>yang dipasangkan dengan <em>harness <\/em>dalam posisi datar dengan badan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, ada pula<em> <\/em>yang khusus digunakan untuk kegiatan pemanjatan ekstrem, misalnya untuk kegiatan <em>rescue.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Jenis alat yang satu ini memiliki sistem pelumasan sendiri yang dapat meningkatkan ketahanannya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/5-gunung-tertinggi-di-indonesia-yang-wajib-masuk-wishlist\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong> 5 Gunung Tertinggi Di Indonesia yang Wajib Masuk Wishlist<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>Jenis-Jenis Ascender<\/strong><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/BeFunky-design-2023-01-14T184838.360.jpg\" alt=\"jenis ascender\" class=\"wp-image-10128\" width=\"696\" height=\"516\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/BeFunky-design-2023-01-14T184838.360.jpg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/BeFunky-design-2023-01-14T184838.360-300x223.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/BeFunky-design-2023-01-14T184838.360-768x570.jpg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/BeFunky-design-2023-01-14T184838.360-485x360.jpg 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/BeFunky-design-2023-01-14T184838.360-696x517.jpg 696w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption>(Foto jenis-jenis ascender. Sumber: Petzl)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Ascender <\/em>merupakan alat yang memungkinkan kita untuk bergerak secara vertikal melalui tali.<\/p>\n\n\n\n<p>Alat ini dibedakan menjadi empat jenis berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1.<\/strong>\u00a0 \u00a0 <strong>Hand Ascender<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Hand ascender <\/em>merupakan jenis jumar yang paling umum digunakan. Umumya, alat ini dipakai secara manual di tangan untuk memanjat tali di atas <em>climber<\/em>, atau dikenal sebagai <em>jugging<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemanjat biasanya menggunakan perelengkapan ini secara berpasangan dengan beberapa bentuk tangga atau <em>loop<\/em> kaki pada lubang bawah.<\/p>\n\n\n\n<p><em>loop<\/em> kaki ini memungkinkan pendaki untuk bergantian dalam berpijak atau berdiri sambil menggeser alat tersebut yang lain ke atas tali secara bertahap.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski umumnya digunakan berpasangan, tak sedikit pemanjat yang hanya menggunakan satu jumar pada tangan terkuatnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>2. Chest Ascender<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Chest ascender <\/em>disebut juga dengan istilah <em>compact <\/em>atau <em>basic ascender. <\/em>Alat <em>climbing <\/em>yang satu ini memiliki dua lubang pada bagian atas dan bawah untuk dilekatkan pada <em>harness.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Lubang bagian bawah biasanya memiliki bentuk agak melengkung yang berfungsi sebagai sistem pengereman.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlengkapan ini bisa digunakan tanpa bantuan tangan dan biasanya dipakai dalam situasi <em>caving <\/em>dan <em>rescue.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Model jumar yang satu ini<em> <\/em>memiliki ukuran yang lebih kecil, ringan, dan menjadi alternatif yang tepat untuk dibawa di medan pendakian yang sulit.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>3. Backup Ascender<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sesuai dengan namanya, <em>backup ascender <\/em>merupakan sistem pengaman tambahan yang biasanya berada di bagian belakang tubuh pemanjat.<\/p>\n\n\n\n<p>Jenis jumar<em> <\/em>ini dapat membantu meningkatkan gesekan pada tali saat terjatuh sehingga mampu mengurangi kecepatan pemanjat jika terjatuh saat pendakian.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kondisi darurat, perlengkapan yang satu ini<em> <\/em>bisa dibawa bersama dengan <em>harness <\/em>sebagai komponen keselamatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Umumnya, alat ini<em> <\/em>memiliki ukuran yang paling kecil dan ringan jika dibandingkan dengan jenis<em> <\/em>lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>4. Foot Ascender<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Mirip seperti hand ascender, jenis jumar juga bisa digunakan secara berpasangan. Alat<em> <\/em>ini dapat dikaitkan pada kedua kaki dan digunakan layaknya <em>hand ascender.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Perbedaannya adalah tidak adanya lubang yang bisa dikaitkan dengan perangkat lain, karena<em> <\/em>jenis perlengkapan ini biasanya dibuat menjadi satu bagian dengan perangkat APD.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Foot ascender <\/em>sebaiknya tidak digunakan sebagai sistem pengaman tunggal. Sebab, jenis jumar tersebut pada dasarnya adalah untuk mempermudah pemanjat untuk meraih tali dengan kedua kakinya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>Cara Menggunakan Ascender<\/strong><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/juan-goyache-i5fm-qNXoys-unsplash-1.jpg\" alt=\"metode Single Rope Technique\" class=\"wp-image-10129\" width=\"696\" height=\"516\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/juan-goyache-i5fm-qNXoys-unsplash-1.jpg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/juan-goyache-i5fm-qNXoys-unsplash-1-300x223.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/juan-goyache-i5fm-qNXoys-unsplash-1-768x570.jpg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/juan-goyache-i5fm-qNXoys-unsplash-1-485x360.jpg 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/juan-goyache-i5fm-qNXoys-unsplash-1-696x517.jpg 696w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption>(Foto metode Single Rope Technique. Sumber: Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Ascender <\/em>memiliki beberapa bentuk dan ukuran yang bisa disesuaikan dengan penggunaan. Secara umum, berikut cara menggunakan perlengkapan ini dengan aman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>1. Stabilkan Tali Sebelum Memanjat<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum mulai menggunakan, pastikan kondisi tali sudah stabil. Artinya, tali karmantel harus dalam kondisi minim gerakan, lurus, dan tidak banyak bergoyang.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi tali yang stabil akan memudahkanmu dalam panjat memanjat dan menggunakan perelengkapan ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasalnya, perlengkapan ini berfungsi sebagai pegangan saat naik pada tali. Kondisi tali yang stabil juga bisa meminimalkan risiko cedera dan menghemat tenaga yang dikeluarkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>2. Gunakan Ascender Berpasangan<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam sebagian besar kegiatan panjat tebing, <em>wall climbing, <\/em>susur goa, atau penyelamatan, kita mungkin akan berada dalam situasi dimana hanya bisa bergantung pada tali.<\/p>\n\n\n\n<p>Menahan beban tubuh dengan tangan kosong akan membuat kita merasa lebih cepat lelah.<\/p>\n\n\n\n<p>Guna meringankan beban tubuh dan memudahkan pemanjatan, Eigerian bisa menggunakan jumar secara berpasangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu diketahui, jumar<em> <\/em>dijual secara satuan di pasaran. Artinya, kita harus bisa membedakan perlengkapan ini untuk tangan kanan, dan mana yang digunakan untuk tangan kiri.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/rekomendasi-sepatu-gunung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong> 5 Rekomendasi Sepatu Gunung Terbaik dari Eiger dan Tips Memilihnya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>3. Atur Posisi Badan Tegak Lurus<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/malachi-brooks-I3d3mKwOewQ-unsplash-1.jpg\" alt=\"posisi tegal lurus\" class=\"wp-image-10130\" width=\"696\" height=\"516\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/malachi-brooks-I3d3mKwOewQ-unsplash-1.jpg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/malachi-brooks-I3d3mKwOewQ-unsplash-1-300x223.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/malachi-brooks-I3d3mKwOewQ-unsplash-1-768x570.jpg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/malachi-brooks-I3d3mKwOewQ-unsplash-1-485x360.jpg 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/malachi-brooks-I3d3mKwOewQ-unsplash-1-696x517.jpg 696w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption>(Foto alat ascender. Sumber: Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Ascender <\/em>digunakan dengan cara memasukkan tali karmantel ke dalam lubang yang sudah ada, kemudian mendorong<em> <\/em>alat ini<em> <\/em>ke atas untuk memanjat tali.<\/p>\n\n\n\n<p>Agar jumar<em> <\/em>dapat naik dengan mulus, kita harus mengatur posisi badan dengan postur tegak.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, tali karmantel juga akan berada dalam posisi yang lurus dan stabil, sehingga akan lebih mudah untuk mendorong alat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, posisi badan tegak lurus juga memudahkan kita dalam memanjat tali dengan lebih ringan dan stabil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>4. Gunakan Ascender Kanan dan Kiri Bergantian<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika menaiki tali, kita perlu mendorong perelengkapan ini dengan ritme yang stabil. Selain mempermudah pemanjatan, hal ini juga membuat kegiatan pemanjatan menjadi lebih ringan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika menggunakan dua jumar<em>, <\/em>Eigerian dapat mendorongnya secara bergantian antara kanan dan kiri seperti saat menaiki tangga.<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan jarak antar jumar ini<em> <\/em>tidak terlalu jauh agar lebih mudah saat naik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/indoor-climbing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong> 5 Tempat Indoor Climbing Jakarta dan Sekitarnya, Cocok untuk Latihan Panjat Tebing<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>5. Pastikan Sliding Ascender Mulus<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum memulai kegiatan <em>rappeling, <\/em>pastikan <em>sliding ascender <\/em>pada tali tidak macet. Eigerian bisa mencobanya sebelum mulai memanjat dengan mendorong <em>ascender<\/em> ke atas.<\/p>\n\n\n\n<p>Jumar<em> <\/em>yang bagus harus bisa mengunci tali jika ditarik ke bawah, dan bisa bergeser dengan mulus ketika didorong ke atas.<\/p>\n\n\n\n<p>Jumar yang bisa digunakan dengan mulus akan membuat tenaga yang kita keluarkan jadi lebih efisien dan tidak mudah kelelahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain memperkaya pengetahuan tentang alat <em>ascender, <\/em>Eigerian juga perlu menggunakan perlengkapan panjat tebing lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Termasuk menggunakan <em>harness, carabiner, helm, sarung tangan, figure 8, <\/em>tali karmantel, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Eigerian bisa menemukan dan membeli berbagai perlengkapan <em>outdoor <\/em>dan <em>traveling <\/em>melalui <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=website_eiger_adventure_official&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Website EIGER Adventure Official.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Dengan berbelanja di situs resmi EIGER, kita berkesempatan mendapatkan berbagai promo dan diskon yang menarik.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, tersedia juga berbagai metode pembayaran yang mudah, aman, dan terpercaya. Yuk, kunjungi situs resmi EIGER sekarang juga!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ascender merupakan salah satu alat yang digunakan dalam kegiatan rappeling. Berikut penjelasan lengkapnya!<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":10126,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[3238,1272,115,146,1244,1199],"class_list":{"0":"post-10125","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-mountaineering","8":"tag-setfreetoclimb","9":"tag-ascender","10":"tag-mountaineering","11":"tag-panjat-tebing","12":"tag-single-rope-technique","13":"tag-susur-goa"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Ascender? Ini Penjelasan dan Cara Menggunakannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ascender merupakan salah satu alat yang digunakan dalam kegiatan rappeling. Berikut penjelasan lengkapnya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Ascender? Ini Penjelasan dan Cara Menggunakannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ascender merupakan salah satu alat yang digunakan dalam kegiatan rappeling. Berikut penjelasan lengkapnya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-01-13T11:44:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-26T16:07:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/79446307_10157820808179570_2786315820886654976_n-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin TS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin TS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin TS\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/9dbf7a60232d2368ae533214e2bccd4a\"},\"headline\":\"Apa Itu Ascender? Ini Penjelasan dan Cara Menggunakannya\",\"datePublished\":\"2023-01-13T11:44:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-26T16:07:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/\"},\"wordCount\":1135,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/79446307_10157820808179570_2786315820886654976_n-1.jpg\",\"keywords\":[\"#SetFreeToClimb\",\"Ascender\",\"mountaineering\",\"panjat tebing\",\"Single Rope Technique\",\"susur goa\"],\"articleSection\":[\"Mountaineering\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/\",\"name\":\"Apa Itu Ascender? Ini Penjelasan dan Cara Menggunakannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/79446307_10157820808179570_2786315820886654976_n-1.jpg\",\"datePublished\":\"2023-01-13T11:44:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-26T16:07:13+00:00\",\"description\":\"Ascender merupakan salah satu alat yang digunakan dalam kegiatan rappeling. Berikut penjelasan lengkapnya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/79446307_10157820808179570_2786315820886654976_n-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/79446307_10157820808179570_2786315820886654976_n-1.jpg\",\"width\":800,\"height\":594,\"caption\":\"(Foto ilustrasi kegiatan panjat tebing. Sumber: EIGER Adventure)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Ascender? Ini Penjelasan dan Cara Menggunakannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog\",\"description\":\"Eiger Adventure\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Eiger Adventure\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"width\":187,\"height\":187,\"caption\":\"Eiger Adventure\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\",\"https:\/\/x.com\/eigeradventure\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/9dbf7a60232d2368ae533214e2bccd4a\",\"name\":\"Admin TS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7d0596ab070a0fe101f0323208bc17a87e0776e12248deed1056777e61c8603?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7d0596ab070a0fe101f0323208bc17a87e0776e12248deed1056777e61c8603?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin TS\"},\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/christopher-antonisirclo-com\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Ascender? Ini Penjelasan dan Cara Menggunakannya","description":"Ascender merupakan salah satu alat yang digunakan dalam kegiatan rappeling. Berikut penjelasan lengkapnya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Ascender? Ini Penjelasan dan Cara Menggunakannya","og_description":"Ascender merupakan salah satu alat yang digunakan dalam kegiatan rappeling. Berikut penjelasan lengkapnya!","og_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/","og_site_name":"Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","article_published_time":"2023-01-13T11:44:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-26T16:07:13+00:00","og_image":[{"width":800,"height":594,"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/79446307_10157820808179570_2786315820886654976_n-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin TS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eigeradventure","twitter_site":"@eigeradventure","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin TS","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/"},"author":{"name":"Admin TS","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/9dbf7a60232d2368ae533214e2bccd4a"},"headline":"Apa Itu Ascender? Ini Penjelasan dan Cara Menggunakannya","datePublished":"2023-01-13T11:44:00+00:00","dateModified":"2024-08-26T16:07:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/"},"wordCount":1135,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/79446307_10157820808179570_2786315820886654976_n-1.jpg","keywords":["#SetFreeToClimb","Ascender","mountaineering","panjat tebing","Single Rope Technique","susur goa"],"articleSection":["Mountaineering"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/","name":"Apa Itu Ascender? Ini Penjelasan dan Cara Menggunakannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/79446307_10157820808179570_2786315820886654976_n-1.jpg","datePublished":"2023-01-13T11:44:00+00:00","dateModified":"2024-08-26T16:07:13+00:00","description":"Ascender merupakan salah satu alat yang digunakan dalam kegiatan rappeling. Berikut penjelasan lengkapnya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/79446307_10157820808179570_2786315820886654976_n-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/79446307_10157820808179570_2786315820886654976_n-1.jpg","width":800,"height":594,"caption":"(Foto ilustrasi kegiatan panjat tebing. Sumber: EIGER Adventure)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pengertian-ascender\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Ascender? Ini Penjelasan dan Cara Menggunakannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","name":"Blog","description":"Eiger Adventure","publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization","name":"Eiger Adventure","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","contentUrl":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","width":187,"height":187,"caption":"Eiger Adventure"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","https:\/\/x.com\/eigeradventure"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/9dbf7a60232d2368ae533214e2bccd4a","name":"Admin TS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7d0596ab070a0fe101f0323208bc17a87e0776e12248deed1056777e61c8603?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7d0596ab070a0fe101f0323208bc17a87e0776e12248deed1056777e61c8603?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin TS"},"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/christopher-antonisirclo-com\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/79446307_10157820808179570_2786315820886654976_n-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10125","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10125"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10125\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10131,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10125\/revisions\/10131"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}