{"id":11498,"date":"2023-04-11T13:00:00","date_gmt":"2023-04-11T06:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/?p=11498"},"modified":"2023-04-13T14:06:17","modified_gmt":"2023-04-13T07:06:17","slug":"tekanan-udara-di-gunung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/","title":{"rendered":"Tekanan Udara di Gunung, Penyebab Pendaki Sulit Bernapas?"},"content":{"rendered":"\n<p>Bagi Eigerian yang baru mencoba mendaki gunung maupun yang sudah berpengalaman, mungkin pernah mengalami sesak napas, sakit kepala, dan sulit tidur saat berada di ketinggian.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi ini kerap kali muncul ketika mendaki gunung dan sudah berada pada ketinggian lebih dari 2.000 mdpl.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Altitude illness <\/em>atau penyakit ketinggian adalah gejala umum yang dapat dialami oleh para pendaki.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, gejala ini tentu dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan kita saat mendaki gunung.<\/p>\n\n\n\n<p>Terlebih lagi, perbedaan tekanan di gunung memang cukup terasa bagi para pendaki<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, apa itu <em>altitude illness <\/em>dan apa kaitannya dengan tekanan udara?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/10-tips-naik-gunung-ketika-puasa-supaya-tidak-batal\/\"><strong> <\/strong><strong>10 Tips Naik Gunung Ketika Puasa Supaya Tidak Batal<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penjelasan Tentang Tekanan Udara<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-3.jpg\" alt=\"tekanan udara di gunung\" class=\"wp-image-11510\" width=\"696\" height=\"516\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-3.jpg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-3-300x223.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-3-768x570.jpg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-3-485x360.jpg 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-3-696x517.jpg 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-3-150x111.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">(Foto ilustrasi tekanan udara di gunung. Sumber: EIGER Adventure)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebelum membahas tentang <em>altitude illness, <\/em>Eigerian perlu mengetahui tentang tekanan udara yang menjadi penyebab penyakit ketinggian ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Tekanan udara adalah gaya yang dihasilkan oleh partikel-partikel udara yang menekan pada permukaan benda yang terkena udara tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut jurnal &#8220;<em>Atmospheric Pressure Variations and Their Effects on the Human Body<\/em>&#8220;, tekanan udara bervariasi tergantung pada ketinggian tempat, suhu, dan kelembaban udara.<\/p>\n\n\n\n<p>Tekanan udara di permukaan laut adalah sekitar 1013 hPa, sedangkan pada ketinggian 5.000 mdpl, tekanan udara dapat turun sekitar 50%.<\/p>\n\n\n\n<p>Penurunan tekanan udara ini dapat menyebabkan Eigerian merasa sakit kepala, sesak napas, dan mual ketika mendaki gunung.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tekanan udara, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Ketinggian tempat. <\/strong>Semakin tinggi suatu tempat, semakin rendah tekanan udaranya. Hal ini karena berkurangnya jumlah molekul udara di atmosfer.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Suhu.<\/strong> Semakin tinggi suhu udara, semakin tinggi tekanan udaranya. Pun sebaliknya. Hal ini karena suhu panas dapat mempercepat pergerakan partikel udara dan meningkatkan tekanan udara.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Cuaca. <\/strong>Kondisi cuaca yang berubah-ubah dapat mempengaruhi tekanan udara. Seperti badai atau perubahan suhu yang drastis.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/peralatan-mendaki-gunung\/\"><strong> <\/strong><strong>10+ Peralatan Mendaki Gunung Wajib Dibawa, Simak Daftar dan Rekomendasinya!<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dampak Perubahan Tekanan Udara di Gunung<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-1.jpg\" alt=\"tekanan udara di gunung\" class=\"wp-image-11509\" width=\"696\" height=\"516\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-1.jpg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-1-300x223.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-1-768x570.jpg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-1-485x360.jpg 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-1-696x517.jpg 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-1-150x111.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">(Foto ilustrasi penyakit ketinggian. Sumber: Freepik.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Karena daerah pegunungan berada pada ketinggian tertentu, memiliki suhu udara yang lebih dingin, dan kondisi cuaca yang sulit diprediksi, tekanan udara di gunung menjadi lebih rendah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dampaknya, kadar oksigen di gunung menjadi lebih rendah karena semakin sedikitnya molekul udara yang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin tinggi Eigerian mendaki gunung, tekanan udara akan semakin menurun dan menyebabkan kadar oksigen menjadi semakin rendah.<\/p>\n\n\n\n<p>Akibatnya, kita bisa mengalami kekurangan oksigen dan menimbulkan gejala sakit kepala, mual, sulit bernapas, dan sulit tidur.<\/p>\n\n\n\n<p>Gejala-gejala tersebut dikenal juga dengan penyakit ketinggian atau <em>altitude illness. <\/em>Pada ketinggian yang lebih tinggi, kondisi ini bisa mengancam keselamatan para pendaki.<\/p>\n\n\n\n<p>Perubahan tekanan udara juga dapat menyebabkan perubahan suhu dan kelembaban di gunung. Akibatnya, suhu udara dapat turun drastis dan berpotensi menyebabkan hipotermia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/tanaman-liar-yang-bisa-dimakan\/\"><strong> <\/strong><strong>13 Tanaman Liar yang Bisa Dimakan Saat Tersesat di Hutan<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Mengatasi Penyakit Ketinggian di Gunung<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung.jpg\" alt=\"tekanan udara di gunung\" class=\"wp-image-11512\" width=\"696\" height=\"516\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung.jpg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-300x223.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-768x570.jpg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-485x360.jpg 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-696x517.jpg 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-150x111.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">(Foto cara mengatasi penyakit ketinggian. Sumber: EIGER Adventure)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Seperti Eigerian ketahui, penyakit ketinggian (<em>altitude illness<\/em>) dapat mengancam keselamatan kita jika tidak ditangani dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi ini dapat terjadi ketika Eigerian mendaki gunung terlalu cepat. Akibatnya, tubuh kita belum cukup beradaptasi dengan kondisi iklim di gunung.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini menyebabkan banyak pendaki kesulitan bernapas, sakit kepala, mual, dan kelelahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengatasi penyakit ketinggian, ada beberapa tips yang bisa Eigerian lakukan, berikut penjelasannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Naik Gunung dengan Perlahan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Hindari naik gunung terlalu cepat. Berikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi dengan perubahan tekanan udara dan ketinggian.<\/p>\n\n\n\n<p>Disarankan untuk menginap setidaknya satu malam di <em>basecamp <\/em>pendakian untuk beradaptasi dengan kondisi sekitar.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini amat penting untuk mencegah munculnya gejala penyakit ketinggian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Istirahat yang Cukup<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Perlu kita pahami bersama, tujuan naik gunung adalah turun kembali dengan selamat. Artinya, kita tidak boleh memaksakan diri jika tubuh sudah terlalu lelah.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama pendakian, pastikan Eigerian sudah beristirahat dengan cukup dan teratur untuk menjaga kondisi fisik. Hal ini sangat penting untuk mengurangi risiko penyakit ketinggian.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/3-cara-membuat-api-tanpa-korek-yang-tahan-lama\/\"><strong> <\/strong><strong>3 Cara Membuat Api Tanpa Korek yang Tahan Lama<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Minum Banyak Air<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kadar oksigen dalam darah dapat menurun ketika tubuh mengalami dehidrasi. Pastikan Eigerian menjaga asupan air agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, kadar oksigen dalam darah dapat lebih stabil dan mencegah gejala sakit kepala, mual, dan kelelahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Bawa Oksigen Portable<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk menjaga kadar oksigen bagi tubuh, Eigerian dapat membawa tabung oksigen portable sebagai antisipasi saat mendaki gunung.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika tubuh kita sudah menunjukkan gejala penyakit ketinggian, segera gunakan oksigen portable agar kondisi tersebut tidak semakin parah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Turun ke Tempat yang Lebih Rendah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika gejala <em>altitude illness <\/em>semakin buruk, segera turun ke tempat yang lebih rendah. Hindari memaksakan tubuh untuk terus mendaki. Kondisi yang lebih buruk dapat membahayakan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika gejala penyakit ketinggian masih terasa, segera cari bantuan medis untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain mengantisipasi perbedaan tekanan udara di gunung, kita juga harus mempersiapkan diri untuk menghadapi suhu udara yang lebih dingin.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karenanya, Eigerian perlu menggunakan pakaian hangat yang tepat saat mendaki gunung.<\/p>\n\n\n\n<p>Eigerian dapat menemukan dan membeli jaket gunung, sarung tangan, celana, kaos kaki, <em>sleeping bag, <\/em>dan perlengkapan pendakian lainnya melalui situs<a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=website_eiger_adventure_official&amp;utm_content=mountaineering\"> Website EIGER Adventure Official<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan berbelanja melalui situs resmi EIGER, kita berkesempatan mendapatkan berbagai promo menarik, gratis ongkir seluruh Indonesia, dan jaminan produk original.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perbedaan tekanan udara di gunung menjadi tantangan bagi para pendaki. Benarkah dapat menyebabkan penyakit ketinggian?<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":11511,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[1592,508,1591,386],"class_list":{"0":"post-11498","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-mountaineering","8":"tag-penyakit-ketinggian","9":"tag-persiapan-naik-gunung","10":"tag-tekanan-udara-di-gunung","11":"tag-tips-hiking"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tekanan Udara di Gunung, Penyebab Pendaki Sulit Bernapas?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perbedaan tekanan udara di gunung menjadi tantangan bagi para pendaki. Benarkah dapat menyebabkan penyakit ketinggian?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tekanan Udara di Gunung, Penyebab Pendaki Sulit Bernapas?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perbedaan tekanan udara di gunung menjadi tantangan bagi para pendaki. Benarkah dapat menyebabkan penyakit ketinggian?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-04-11T06:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-04-13T07:06:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-4.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin TS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin TS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin TS\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/9dbf7a60232d2368ae533214e2bccd4a\"},\"headline\":\"Tekanan Udara di Gunung, Penyebab Pendaki Sulit Bernapas?\",\"datePublished\":\"2023-04-11T06:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-04-13T07:06:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/\"},\"wordCount\":820,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-4.jpg\",\"keywords\":[\"penyakit ketinggian\",\"persiapan naik gunung\",\"Tekanan udara di gunung\",\"tips hiking\"],\"articleSection\":[\"Mountaineering\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/\",\"name\":\"Tekanan Udara di Gunung, Penyebab Pendaki Sulit Bernapas?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-4.jpg\",\"datePublished\":\"2023-04-11T06:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-04-13T07:06:17+00:00\",\"description\":\"Perbedaan tekanan udara di gunung menjadi tantangan bagi para pendaki. Benarkah dapat menyebabkan penyakit ketinggian?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-4.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-4.jpg\",\"width\":800,\"height\":594,\"caption\":\"(Foto ilustrasi pendaki gunung. Sumber: EIGER Adventure)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tekanan Udara di Gunung, Penyebab Pendaki Sulit Bernapas?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog\",\"description\":\"Eiger Adventure\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Eiger Adventure\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"width\":187,\"height\":187,\"caption\":\"Eiger Adventure\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\",\"https:\/\/x.com\/eigeradventure\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/9dbf7a60232d2368ae533214e2bccd4a\",\"name\":\"Admin TS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7d0596ab070a0fe101f0323208bc17a87e0776e12248deed1056777e61c8603?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7d0596ab070a0fe101f0323208bc17a87e0776e12248deed1056777e61c8603?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin TS\"},\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/christopher-antonisirclo-com\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tekanan Udara di Gunung, Penyebab Pendaki Sulit Bernapas?","description":"Perbedaan tekanan udara di gunung menjadi tantangan bagi para pendaki. Benarkah dapat menyebabkan penyakit ketinggian?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tekanan Udara di Gunung, Penyebab Pendaki Sulit Bernapas?","og_description":"Perbedaan tekanan udara di gunung menjadi tantangan bagi para pendaki. Benarkah dapat menyebabkan penyakit ketinggian?","og_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/","og_site_name":"Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","article_published_time":"2023-04-11T06:00:00+00:00","article_modified_time":"2023-04-13T07:06:17+00:00","og_image":[{"width":800,"height":594,"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-4.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin TS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eigeradventure","twitter_site":"@eigeradventure","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin TS","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/"},"author":{"name":"Admin TS","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/9dbf7a60232d2368ae533214e2bccd4a"},"headline":"Tekanan Udara di Gunung, Penyebab Pendaki Sulit Bernapas?","datePublished":"2023-04-11T06:00:00+00:00","dateModified":"2023-04-13T07:06:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/"},"wordCount":820,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-4.jpg","keywords":["penyakit ketinggian","persiapan naik gunung","Tekanan udara di gunung","tips hiking"],"articleSection":["Mountaineering"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/","name":"Tekanan Udara di Gunung, Penyebab Pendaki Sulit Bernapas?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-4.jpg","datePublished":"2023-04-11T06:00:00+00:00","dateModified":"2023-04-13T07:06:17+00:00","description":"Perbedaan tekanan udara di gunung menjadi tantangan bagi para pendaki. Benarkah dapat menyebabkan penyakit ketinggian?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-4.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-4.jpg","width":800,"height":594,"caption":"(Foto ilustrasi pendaki gunung. Sumber: EIGER Adventure)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-udara-di-gunung\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tekanan Udara di Gunung, Penyebab Pendaki Sulit Bernapas?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","name":"Blog","description":"Eiger Adventure","publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization","name":"Eiger Adventure","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","contentUrl":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","width":187,"height":187,"caption":"Eiger Adventure"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","https:\/\/x.com\/eigeradventure"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/9dbf7a60232d2368ae533214e2bccd4a","name":"Admin TS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7d0596ab070a0fe101f0323208bc17a87e0776e12248deed1056777e61c8603?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7d0596ab070a0fe101f0323208bc17a87e0776e12248deed1056777e61c8603?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin TS"},"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/christopher-antonisirclo-com\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/tekanan-udara-di-gunung-4.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11498","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11498"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11498\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11513,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11498\/revisions\/11513"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11511"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11498"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11498"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11498"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}