{"id":1245,"date":"2021-09-23T11:23:00","date_gmt":"2021-09-23T04:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blog.eigeradventure.com\/?p=1245"},"modified":"2025-05-02T16:53:39","modified_gmt":"2025-05-02T09:53:39","slug":"cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/","title":{"rendered":"Sampah Plastik Bisa Merusak Kelestarian Alam! Yuk, Bijak Mengelolanya"},"content":{"rendered":"\n<p>Tahukah kamu, bahwa jumlah sampah yang dikumpulkan dari 17 gunung yang ada di Indonesia mencapai hampir 4 ton pada tahun 2017 lalu? Melansir dari media Jawapos.com, komunitas peduli sampah gunung dan hutan Indonesia,\u200b\u200b <em>Trashbag Community<\/em> (TC) menyebutkan bahwa sampah tersebut\u200b\u200b diperoleh\u200b\u200b dari kegiatan operasi bersih yang bertajuk Sapu Jagad. Komunitas tersebut mencatat bahwa sebagian besar sampah yang dikumpulkan berupa 37% sampah plastik, 15% botol plastik, 10% sampah kain, 8% tisu basah, 6% beling, 8% sampah kaleng, 4% puntung rokok. Total sampah yang dikumpulkan dari 17 gunung adalah berkisar 3.317,6 kilogram (kg) atau setara dengan 3,3 ton sampah. Angka yang sangat besar, bukan?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian pada tahun 2019 lalu, kabar menyedihkan terkait sampah di gunung juga hadir kembali. Bahkan untuk satu gunung,\u200b\u200b sampah yang berhasil dikumpulkan dari gunung Ijen mencapai 400 kg sampah plastik. Dan di tahun 2021, bagaimana jadinya jika para pendaki gunung masih suka meninggalkan sampah di atas gunung?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Menerapkan Prinsip <em>Zero Waste<\/em> saat Naik Gunung<\/h2>\n\n\n\n<p>Nah, bagi Eigerian yang menyukai kegiatan mendaki gunung, sebenarnya kamu bisa <em>lho<\/em> mendaki gunung tanpa &#8220;nyampah&#8221;. Caranya adalah dengan menerapkan prinsip\u200b\u200b <em>zero<\/em> <em>waste<\/em>. Simak beberapa tips berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Cek sumber konsumsi untuk mendaki gunung<\/h3>\n\n\n\n<p>Mengapa kamu perlu melakukan pengecekan kembali terhadap sumber konsumsi yang akan kamu bawa ke\u200b\u200b gunung? Hal ini bertujuan untuk melihat apakah sumber konsumsi yang kamu bawa sudah bebas dari kemasan plastik dan bebas dari potensi\u200b\u200b sampah atau belum.\u200b\u200b<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Gunakan wadah yang dapat digunakan kembali<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah kamu membuat daftar\u200b\u200b bahan konsumsi yang akan dibawa naik gunung, kamu dapat mengganti wadah konsumsi kamu pada wadah makanan yang biasa digunakan untuk bekal. Masak makanan secara matang dan tempatkan ke\u200b\u200b dalam wadah makanan yang ramah lingkungan. Hindari membawa wadah makanan sekali pakai, untuk meminimalisir sampah plastik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Hindari membawa makanan instan<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagai salah satu menu makanan yang\u200b\u200b <em>low budget,<\/em> rasanya enak dan praktis, mie instan biasanya tidak akan pernah ketinggalan untuk dibawa selama masa pendakian. Bahkan ada beberapa pendaki yang mengklaim bahwa belum terasa naik gunung jika belum membawa makanan yang satu ini. Tapi jangan asal klaim saja, karena makanan instan seperti ini malah tidak baik <em>lho<\/em> untuk tubuh kamu yang sedang naik gunung. Selain tidak baik untuk tubuh\u200b\u200b, kemasan\u200b\u200b plastik mie instan juga sering ditemukan di gunung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Jangan menyisakan makanan<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain sampah anorganik, sampah organik sisa makanan juga sering kali ditemukan di\u200b\u200b gunung.\u200b\u200b Walaupun\u200b\u200b sampah\u200b\u200b organik\u200b\u200b dari sisa makanan ini mudah sekali terurai,\u200b\u200b namun sampah organik juga dapat menimbulkan bau yang\u200b\u200b mengganggu\u200b\u200b pendaki lainnya. Selain itu, sampah\u200b\u200b sisa makanan juga dapat memicu perubahan iklim.\u200b\u200b Diperkirakan\u200b\u200b, sebanyak 1 ton sampah organik dapat menghasilkan 50 kg gas\u200b\u200b metana. Walaupun sisa makanan yang tidak kamu habiskan\u200b\u200b tidak sampai berton-ton, namun coba kamu bayangkan jika setiap pendaki menyisakan makanannya, berapa jumlah makanan yang terbuang percuma jika dalam sehari ada ratusan pendaki? Jadi selama kamu mendaki gunung,\u200b\u200b perkirakan dengan tepat kebutuhan\u200b\u200b makananmu dan selalu habiskan!\u200b\u200b&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Bawa sampah turun gunung<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika kamu tidak dapat menghindari\u200b\u200b penggunaan\u200b\u200b wadah makanan yang sekali pakai, atau yang berpotensi\u200b\u200b menimbulkan\u200b\u200b sampah plastik, maka bawa turun kembali sampahmu. Ingat, sampah yang kamu hasilkan selama beraktivitas di\u200b\u200b gunung dapat membahayakan makhluk lainnya yang hidup di gunung.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ingat,\u200b\u200b jika kamu adalah seorang pendaki, pegiat, atau penikmat gunung,\u200b\u200b mulai saat ini\u200b\u200b hindari mendaki gunung dengan meninggalkan sampah <em>ya<\/em>!&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bahaya Sampah Plastik bagi Kelestarian Alam<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/sampah-plastik-1.jpg\" alt=\"sampah plastik\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">sumber: freepik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Masalah dari sampah plastik adalah sifatnya yang tidak mudah terurai, dan sering kali digunakan hanya sekali. Melansir laman nrdc.org, terdapat sebanyak 80% sampah di laut yang berasal dari daratan. Itu berarti terjadi perpindahan massa sampah plastik dari hulu hingga ke hilir. Perpindahan sampah selain dari sungai juga bisa bergerak akibat terjadinya hujan lebat atau melalui saluran pembuangan yang meluap.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain ekosistem laut yang rusak akibat limbah plastik, sampah plastik juga berdampak pada beberapa hal, di antaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Merusak rantai makanan hewan<\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak hanya manusia, pencemaran sampah plastik juga dapat mempengaruhi plankton sebagai organisme terkecil di dunia. Jika organisme terkecil turut terganggu, maka akan menyebabkan ketidakseimbangan rantai makanan bagi organisme lainnya. Hewan yang lebih besar juga bisa teracuni, dan manusia kemungkinan akan mengonsumsi ikan yang tercemar polutan seperti mikroplastik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Merusak ekosistem hewan&nbsp;&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Melansir data <em>National Oceanographic and Atmospheric Administration<\/em>, disebutkan bahwa jutaan burung dan ikan, hingga 100.000 mamalia meninggal akibat pencemaran sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik. Sampah plastik juga dapat merusak sistem hutan bakau yang penting bagi manusia dan merupakan habitat bagi ribuan spesies. Tentu kerusakan ekosistem ini akan membawa dampak yang sangat buruk bagi hewan yang bergantung di tempat tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pencemaran tanah dan air&nbsp;&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Saat sampah plastik menggunung, maka tempat pembuangan sampah akan berinteraksi secara langsung dengan air. Kondisi tersebut akan membuat bahan kimia berbahaya bisa meresap terlalu dalam hingga ke bawah tanah. Dengan pencemaran tanah dan air, maka akan terjadi penurunan kualitas, kemudian air tanah dan waduk menjadi rentan terhadap kebocoran racun dan aliran sampah plastik. Kerusakan air juga bisa menjadi penyebab penyakit jika dikonsumsi langsung oleh masyarakat. Tidak hanya itu saja, pencemaran tanah juga akan merusak humus tanah sehingga tidak dapat diberdayakan untuk bercocok tanam.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Bijak Mengelola Sampah Plastik&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Pengelolaan sampah plastik bisa dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan mengedepankan 3R (<em>Reuse, Reduce, Recycle<\/em>). Ada banyak hal yang bisa dimanfaatkan atau ditanggulangi dengan mengurangi kebiasaan yang bergantung dengan plastik. Cara yang pertama adalah dengan menggunakan tas daur ulang atau membawa tas belanja dari rumah. Faktanya kantong plastik telah menjadi kebiasaan yang merugikan jika diteruskan tanpa adanya pengawasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya itu, botol plastik yang sulit terurai juga bisa menjadi lahan kreasi bagi beberapa orang, salah satunya adalah dengan membuat kreasi seni. Solusi lain untuk pengolahan sampah plastik adalah daur ulang sampah plastik yang bisa dilakukan oleh pihak Pemerintah, masyarakat, bahkan perusahaan. Dalam skala perusahaan, biasanya sampah plastik yang didaur ulang akan diubah menjadi biji plastik yang nantinya dapat digunakan kembali sebagai bungkus. Kampanye daur ulang sampah plastik ini juga kian sering diumumkan oleh banyak perusahaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ganti Botol Sekali Pakai dengan Tumbler<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/sampah-plastik-3.jpg\" alt=\"sampah plastik\" style=\"aspect-ratio:1;width:696px;height:auto\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pemakaian <em>tumbler<\/em> atau botol minum yang bisa dipakai berulang kali tentu saja bisa menjadi salah satu cara bijak untuk mengurangi sampah plastik dari kemasan air minum. Di pasaran memang terdapat beragam pilihan botol minuman, dan salah satu yang paling populer adalah tumbler berbahan <em>stainless steel<\/em>. <em>Stainless steel<\/em> merupakan material yang sejak lama digunakan untuk peralatan masak dan makan, yang memiliki keunggulan durasi pemakaiannya lebih lama dibandingkan material lain seperti plastik. Botol atau alat makan berbahan <em>stainless steel<\/em> juga tidak mudah kotor dan mudah dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Eiger punya beberapa rekomendasi <em>tumbler<\/em> terbaik yang bisa Eigerian pilih. Di antaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Eiger Voodoo Water Bottle<\/strong> adalah botol minum yang cocok digunakan untuk menemanimu saat berkemah, <em>traveling<\/em>, maupun berkegiatan sehari-hari. Terbuat dari bahan <em>stainless steel<\/em>, botol minum ini bebas BPA, jadi sangat aman digunakan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Eiger Campers Carafe Bottle<\/strong> adalah botol minum yang terbuat dari bahan <em>stainless steel<\/em> dengan desain simpel dan ringan. Botol ini dilengkapi dengan tas botol berbahan kanvas serta tali yang dapat disesuaikan, sehingga kamu bisa dengan mudah dan nyaman membawa botol minum kemanapun.\u00a0<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Walaupun harga<em> tumbler <\/em>berbahan <em>stainless<\/em><em>steel<\/em> relatif lebih mahal, namun daya tahannya yang lama bisa dianggap sebagai investasi. Jadi, tidak perlu sayang uang untuk membeli satu buah <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\"><strong><em>tumbler<\/em><\/strong><strong> berkualitas dari Eiger<\/strong><\/a><strong>.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah kamu, bahwa jumlah sampah yang dikumpulkan dari 17 gunung yang ada di Indonesia mencapai hampir 4 ton pada tahun 2017 lalu? Melansir dari media Jawapos.com, komunitas peduli sampah gunung dan hutan Indonesia,\u200b\u200b Trashbag Community (TC) menyebutkan bahwa sampah tersebut\u200b\u200b diperoleh\u200b\u200b dari kegiatan operasi bersih yang bertajuk Sapu Jagad. Komunitas tersebut mencatat bahwa sebagian besar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1247,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,1],"tags":[298,296,293,297,295,294],"class_list":{"0":"post-1245","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-green-healthy","8":"category-tips-trick","9":"tag-bahaya-sampah","10":"tag-bahaya-sampah-plastik","11":"tag-cara-mengelola-sampah","12":"tag-sampah-plastik","13":"tag-sampah-plastik-di-gunung","14":"tag-tips-mengelola-sampah-plastik"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sampah Plastik Merusak Alam! Yuk, Bijak Mengelolanya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pemakaian tumbler atau botol minum yang bisa dipakai berulang kali bisa menjadi salah satu cara bijak untuk mengurangi sampah plastik.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sampah Plastik Merusak Alam! Yuk, Bijak Mengelolanya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pemakaian tumbler atau botol minum yang bisa dipakai berulang kali bisa menjadi salah satu cara bijak untuk mengurangi sampah plastik.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-09-23T04:23:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-02T09:53:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/sampah-plastik-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"626\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"417\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin RM\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin RM\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin RM\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/1707fa4226d44475a5f9608c1d39b164\"},\"headline\":\"Sampah Plastik Bisa Merusak Kelestarian Alam! Yuk, Bijak Mengelolanya\",\"datePublished\":\"2021-09-23T04:23:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-02T09:53:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/\"},\"wordCount\":1171,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/sampah-plastik-2.jpg\",\"keywords\":[\"bahaya sampah\",\"bahaya sampah plastik\",\"Cara mengelola sampah\",\"sampah plastik\",\"sampah plastik di gunung\",\"tips mengelola sampah plastik\"],\"articleSection\":[\"Green &amp; Healthy\",\"Tips &amp; Trick\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/\",\"name\":\"Sampah Plastik Merusak Alam! Yuk, Bijak Mengelolanya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/sampah-plastik-2.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-23T04:23:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-02T09:53:39+00:00\",\"description\":\"Pemakaian tumbler atau botol minum yang bisa dipakai berulang kali bisa menjadi salah satu cara bijak untuk mengurangi sampah plastik.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/sampah-plastik-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/sampah-plastik-2.jpg\",\"width\":626,\"height\":417,\"caption\":\"sumber: freepik\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sampah Plastik Bisa Merusak Kelestarian Alam! Yuk, Bijak Mengelolanya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog\",\"description\":\"Eiger Adventure\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Eiger Adventure\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"width\":187,\"height\":187,\"caption\":\"Eiger Adventure\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\",\"https:\/\/x.com\/eigeradventure\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/1707fa4226d44475a5f9608c1d39b164\",\"name\":\"Admin RM\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16d61a836f6de3df5727b21c30fe6114754199f0e63742db132d056eac9aae8a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16d61a836f6de3df5727b21c30fe6114754199f0e63742db132d056eac9aae8a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin RM\"},\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/adminrishnamaulinapratama\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sampah Plastik Merusak Alam! Yuk, Bijak Mengelolanya","description":"Pemakaian tumbler atau botol minum yang bisa dipakai berulang kali bisa menjadi salah satu cara bijak untuk mengurangi sampah plastik.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sampah Plastik Merusak Alam! Yuk, Bijak Mengelolanya","og_description":"Pemakaian tumbler atau botol minum yang bisa dipakai berulang kali bisa menjadi salah satu cara bijak untuk mengurangi sampah plastik.","og_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/","og_site_name":"Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","article_published_time":"2021-09-23T04:23:00+00:00","article_modified_time":"2025-05-02T09:53:39+00:00","og_image":[{"width":626,"height":417,"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/sampah-plastik-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin RM","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eigeradventure","twitter_site":"@eigeradventure","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin RM","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/"},"author":{"name":"Admin RM","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/1707fa4226d44475a5f9608c1d39b164"},"headline":"Sampah Plastik Bisa Merusak Kelestarian Alam! Yuk, Bijak Mengelolanya","datePublished":"2021-09-23T04:23:00+00:00","dateModified":"2025-05-02T09:53:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/"},"wordCount":1171,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/sampah-plastik-2.jpg","keywords":["bahaya sampah","bahaya sampah plastik","Cara mengelola sampah","sampah plastik","sampah plastik di gunung","tips mengelola sampah plastik"],"articleSection":["Green &amp; Healthy","Tips &amp; Trick"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/","name":"Sampah Plastik Merusak Alam! Yuk, Bijak Mengelolanya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/sampah-plastik-2.jpg","datePublished":"2021-09-23T04:23:00+00:00","dateModified":"2025-05-02T09:53:39+00:00","description":"Pemakaian tumbler atau botol minum yang bisa dipakai berulang kali bisa menjadi salah satu cara bijak untuk mengurangi sampah plastik.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/sampah-plastik-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/sampah-plastik-2.jpg","width":626,"height":417,"caption":"sumber: freepik"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-bijak-mengelola-sampah-plastik-yang-bisa-merusak-alam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sampah Plastik Bisa Merusak Kelestarian Alam! Yuk, Bijak Mengelolanya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","name":"Blog","description":"Eiger Adventure","publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization","name":"Eiger Adventure","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","contentUrl":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","width":187,"height":187,"caption":"Eiger Adventure"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","https:\/\/x.com\/eigeradventure"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/1707fa4226d44475a5f9608c1d39b164","name":"Admin RM","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16d61a836f6de3df5727b21c30fe6114754199f0e63742db132d056eac9aae8a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16d61a836f6de3df5727b21c30fe6114754199f0e63742db132d056eac9aae8a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin RM"},"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/adminrishnamaulinapratama\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/sampah-plastik-2.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1245","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1245"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1245\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25227,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1245\/revisions\/25227"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1247"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1245"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1245"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1245"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}