{"id":12867,"date":"2025-09-24T09:52:53","date_gmt":"2025-09-24T02:52:53","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/?p=12867"},"modified":"2026-03-03T13:30:05","modified_gmt":"2026-03-03T06:30:05","slug":"12-macam-macam-ular","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/","title":{"rendered":"Kenali Macam-macam Ular di Alam &amp; Tindakan Tepat Saat Digigit"},"content":{"rendered":"\n<p>Indonesia memiliki beragam jenis ular yang tersebar di hutan, sawah, hingga permukiman warga. Sebagian tidak berbisa dan tidak berbahaya bagi manusia, namun ada juga yang memiliki bisa mematikan. Oleh karena itu, penting untuk mengenali macam-macam ular agar dapat menghindari risiko saat beraktivitas di alam terbuka.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai negara dengan kekayaan alam yang luar biasa, bertemu berbagai satwa liar, termasuk ular, adalah bagian tak terpisahkan dari petualangan di alam bebas Indonesia. Memiliki pengetahuan dasar untuk mengidentifikasi macam-macam ular yang mungkin kita temui, dari yang tidak berbahaya hingga jenis ular berbisa, merupakan bekal penting untuk menjaga keselamatan dan ketenangan saat beraktivitas di luar ruang.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, mengenali ciri-ciri fisik dan habitat beberapa jenis ular yang umum dijumpai menjadi sebuah keharusan. Sebagai bekalmu saat bertualang nanti, mari kita bahas tuntas berbagai jenisnya, serta langkah pertolongan pertama yang tepat dan harus dilakukan jika menghadapi situasi darurat seperti gigitan ular.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perbedaan Ular Berbisa dan Tidak Berbisa<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ular berbisa biasanya memiliki kepala berbentuk segitiga<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki taring khusus untuk menyuntikkan racun<\/li>\n\n\n\n<li>Gerakan cenderung defensif saat terancam<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Namun, jangan hanya mengandalkan bentuk kepala karena beberapa ular tidak berbisa juga bisa meniru bentuk tersebut sebagai mekanisme perlindungan diri.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong><a href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kenali-gejala-tips-pencegahan-dan-pertolongan-pertama-hipotermia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong> Kenali Gejala, Tips Pencegahan, dan Pertolongan Pertama Hipotermia<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Macam-macam Ular di Indonesia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Bagi kamu yang hobi berpetualang atau beraktivitas di luar ruangan, sangat penting untuk mengetahui macam-macam ular. Supaya kita bisa mengantisipasi saat bertemu hewan melata ini. Berikut macam-macam ular yang terdapat di Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Ular Weling<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/8ZgV-ERqXRGZr-Co1p9To7eOtQtD5nkO91e3pJYS4Qa5gRJt_tFvejsCfNSAHyDACb7QOqDPFj-j_MDsQluqnyxqLg2bXhcn184RQYNqJUycNZqZJPCu4WtP6aZDJ1hbfn6RLWUcTTH1R12rJE4Fru8\" alt=\"\" style=\"width:800px;height:594px\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ular weling. Foto: Istock<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Eigerian pasti sudah tidak asing dengan ular yang satu ini. Yap, ular weling yang bisa dikenali karena memiliki penampilan yang mencolok yaitu pola pada tubuhnya berwarna hitam-putih.<\/p>\n\n\n\n<p>Ular weling biasanya hidup di lubang-lubang tikus, area persawahan, dan kadang menyelinap ke pemukiman warga. Ular yang dapat memiliki panjang hingga 1,5 meter ini merupakan jenis ular berbisa dan mematikan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bisa pada ular weling ini berisiko menyebabkan sakit kepala, diare, kejang, paralisis karena saraf berhenti bekerja, muntah, bahkan kematian jika tidak mendapatkan penanganan dalam kurun waktu 20 jam.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ular dengan nama latin <em>Bungarus Candidus <\/em>ini termasuk hewan predator nokturnal yang biasanya aktif pada jam 9-11 malam.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <strong>Ular Kobra&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/E0CQ75qkz3dzEnkbBgeFZ3E1jSeu-G6QiFWx47xaipkr2ifaO6TsoEl1vNG3g3eTJ7Ro8JsWCcYrVvbjSx8mcq-5tIEh5mBA7KN86sDYSIkWkyX3y3qHbIXFp_sQwPIHshehyAGO1y-STQWmefxWARw\" alt=\"\" style=\"width:800px;height:594px\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ular kobra. Foto: Istock<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, ada ular kobra yang menjadi ular berbisa dan paling mematikan. Panjang dari ular kobra sendiri bisa mencapai enam meter.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebenarnya ular kobra ini memiliki sifat pemalu, hingga cenderung memilih menghindari kontak dengan manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat banyak jenis dari ular kobra. Namun yang banyak ditemukan di Indonesia adalah kobra penyembur (<em>spitting cobra<\/em>), kobra sumatra, dan king kobra. Habitat dari ular ini biasanya hidup di area pertanian, hutan bakau, hingga pemukiman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Eigerian bertemu dengan ular ini, disarankan untuk menghindar dan tidak bermain-main. Lantaran gigitan dan bisa ular kobra bisa langsung membunuh manusia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <strong>Ular Sanca<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/8Pl30LYGm800l7latRVfBX8AHcBmUhRrtRRk2QyezyE9hvOhze2tuUUniZEGbgscWk7RmuDPnN6Iiib-doi4qs54sQ7fwqS1gEJ-7jX0CTtIKjat7FVqM3FSfla8H-ziq6iM1Zl9mjS0X5cVdJ7vnzE\" alt=\"\" style=\"width:800px;height:594px\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ular sanca. Foto: Istock<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Jenis ular sanca mungkin jenis ular yang paling sering ditemui oleh masyarakat, bahkan ada yang menjadikannya sebagai hewan peliharaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ular sanca memiliki ukuran tubuh yang sangat besar dibanding yang lainnya, bisa mencapai hingga sepuluh meter. Namun ular ini tidak termasuk kategori ular yang berbisa.<\/p>\n\n\n\n<p>Ular sanca sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan dan hidup di habitat seperti semak-semak, area pertanian, hutan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tak jarang juga ular ini masuk ke pemukiman warga untuk mencari makan hewan unggas atau ternak seperti ayam, bebek, kambing, atau sapi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. <strong>Ular Welang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/Zzp4zTjBKtKp6V3zNP11nnw4uQQcVbKzsqWrSrrH1bX4PoT0c5vGZE5_ooyD1tPzNpD2HiMOO47GvlBG2ScoikRNkpbz8l_dYPPGgWLDvJTozaLDPWZFKb27_CPTYsBrEcSfhoDdB5m-PiHSUQSLpU0\" alt=\"\" style=\"width:800px;height:594px\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ular welang. Foto: Istock<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Jenis ular berikutnya adalah ular welang, yang termasuk ke dalam genus yang sama dengan ular weling.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua ular tersebut umumnya mudah dikenali dari segi penampilan, tetapi ular welang memiliki warna kulit kuning-hitam yang menyelimuti sisi atas, samping, dan perut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ular ini dapat tinggal di hutan, rawa-rawa, hutan bakau, hingga area sawah. Bahkan ular welang tak jarang ditemukan pada hutan pegunungan dengan ketinggian maksimum 2500 mdpl. Jadi<em>, <\/em>Eigerian patut berhati-hati ya saat mendaki, ular ini bisa datang dari mana saja. <\/p>\n\n\n\n<p>Sama seperti kembarannya ular weling, ular welang termasuk hewan nokturnal. Jika terkena gigitan, bisa ular neurotoxinnya bisa menyebabkan rasa kantuk yang tidak dianggap remeh, karena bisa menyebabkan kematian.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. <strong>Ular Gadung<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/iY1CG2d8NRndGmYW_YZhaAXhcnk_57ujzdUZCyZJs50hzRYHDPyt0Q87HWMPgxu-IETOipqM04ATVqRcgaSTBXIkJWZmYXM_qbU29nq-ETolAMSOjPmHpBbK7ZDQTvzL0e-AJECWMkGh4n_k9FdhNuk\" alt=\"\" style=\"width:800px;height:594px\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ular gadung. Foto: Istock<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ular gadung atau <em>oriental whip snake <\/em>merupakan ular yang memiliki habitat di area tepi hutan, pertanian, dan pedesaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ular ini memiliki bentuk tubuh yang ramping serta warnanya ketika sudah dewasa bisa bervariasi, seperti coklat muda hingga kuning.<\/p>\n\n\n\n<p>Spesies ini biasanya memangsa vertebrata, yang termasuk burung kecil, kadal, katak sebagai makanan utama. Jenis ular ini tergolong tidak terlalu berbahaya dan memiliki bisa yang lemah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ular Tanah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/AYiSSfBD5JXQ6GabnhMjPj9EsbPASUOHHb83xRE7MP-d1mnEVJTsYlz3VvwpLst_aYm-Km-GYoDS5v0ps_vz2q8cT2XlKwLvK_E9lwzstKR5VmL8hxC5QUbQFz_Vmw80FOT0XBk6ubkyzhWBr8EVlGA\" alt=\"\" style=\"width:800px;height:594px\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ular tanah. Foto: Istock<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Jenis ular ini merupakan ular berbisa yang patut diwaspadai. Pasalnya, ular tanah memiliki warna tubuh coklat yang membuatnya mudah berkamuflase di tanah atau daun kering.<\/p>\n\n\n\n<p>Ular ini tidak agresif dan cenderung pasif, tetapi bisa beresiko menggigit manusia yang mendekatinya. Ular tanah memiliki gigitan yang menyakitkan yang bisa menyebabkan pembengkakan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam beberapa kasus, gigitan ular tanah menyebabkan matinya jaringan tubuh lantaran aliran darah yang tidak mencukupi. Akibatnya beberapa anggota badan pada korbannya tidak berfungsi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. <strong>Ular Hijau<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/-3FOmBS3kcZngGfv43-OfkoHrbp1iA4dhJ0FySisyc9DPjlQ3dMO3p0tRZCJVvnLhWKBMyN4Z7KULnqThN0mJQqPcmweBDjE1R7Rn9UDdd1HMRufq5liUVY2esRlaCv35P17VKC94DgIBj8q2xi9dbc\" alt=\"\" style=\"width:800px;height:594px\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ular hijau. Foto: Istock<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ular hijau adalah jenis viper yang mempunyai taring berbentuk engsel dengan panjang maksimal dua centimeter.<\/p>\n\n\n\n<p>Ular ini biasanya memangsa kadal, burung, cicak, dan binatang lain yang berada di pohon. Viper ini juga termasuk hewan nokturnal.<\/p>\n\n\n\n<p>Eigerian bisa menemukannya di ladang pertanian, hutan, atau dataran tinggi yang mencapai ketinggian 2.000 mdpl.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. <strong>Ular Picung<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/ncj2qRVm7kMyIncsX1hHwhvNP6mdMgljs9Hh5PtmHfWxzRwIIpPgErPsUhImqbIXtzPFCH8QoBgFQtleHNY_KtqlgQS4zi_tq7g-07L10v1HolFsO3yMcBtiEGGHQUvD8rtoCPZuy5P_FND9Zc47DLw\" alt=\"\" style=\"width:800px;height:594px\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ular picung. Foto: Inaturalist<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ular picung atau <em>rhabdophis subminiatus<\/em> mudah diketahui dari warna merah di bagian lehernya yang sangat mencolok.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ular ini memiliki panjang hingga mencapai 1,3 meter dengan ukuran tubuh yang cukup kecil. Gigitan ular picung bisa menyebabkan kematian bagi korbannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Persebaran ular picung ini terdapat di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. <strong>Ular Air Pelangi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/w_oyuhT73UpPHcQ88alGrxvCdemgIqZZPU3iLuYKrjFC1JCx8IADSewAU1NB7p7x1vsdMJVCu19-mQdfhyedOXM1NMYUTJi4IGlND-SHBM_6lK6MenJo0pod7c-C10oIx9h1XADZzd8rdQ0_OaCCqKU\" alt=\"\" style=\"width:800px;height:594px\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ular air pelangi. Foto: Istock<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Berikutnya ada ular air pelangi dengan nama ilmiah <em>enhydris enhydris<\/em>. Ular ini tinggal di habitat air tawar seperti kolam pedesaan, tanah rawa, dan sawah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tubuh dari ular ini berwarna coklat kehijauan, sementara kepala serta leher pada umumnya berwarna zaitun. Perut dari tubuh ular air pelangi memiliki warna pucat dengan garis coklat tipis yang membentang dari tengah.&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jenis ular ini tergolong ular yang berbisa dengan taring yang berada di rahang atas pada bagian belakang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ular air pelangi dikenal sering mengkonsumsi ikan dan bisa juga memakan amfibi maupun vertebrata kecil lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. <strong>Ular Kepala Merah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/2BzOQXaBaqFNKd5P5TtsRi5bez-azM9qNY-4iOI77s9zOPUmiZuFQ-MTIFFnWPBuOkcbZ0su8CH5tdM8AAg_qjApXtnuV2KePAoHJurQafXFPozFAu4fdSA2vBWp34NU7VrDz-cjPz5E2EiaXLETlTI\" alt=\"Ular Kepala Merah\" style=\"width:800px;height:594px\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ular kepala merah. Foto: Inaturalist<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Jenis ular berikutnya yakni ular kepala merah atau nama latinnya <em>bungarus flaviceps<\/em>. Ular ini sering berada di hutan dataran rendah, perbukitan, hingga daerah pegunungan dengan ketinggian 900 mdpl.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan ciri-ciri warna merah pada bagian buntut, garis pucat pada bagian tubuh, serta garis coklat kemerahan pada bagian atas tubuh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ular kepala merah termasuk spesies yang langka dan jarang ditemui keberadaannya. Jika kamu bertemu ular ini harus berhati-hati, karena mempunyai racun neurotoksin yang kuat di dalam tubuhnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">10. <strong>Ular Putih&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/NH_SO73MO0Hzcgg3RiPjS4QF2El4rEuwlepQAqLKWrPhP7zWl8O6lKBlUngM_l50PZ8oY21WKQPj054mDwTr6Dmubiej5cK2zEzd545KPosXhMv4xQA1BO-4EJ1F21tMhaefr8Yu0hfio_ENuJGQQHE\" alt=\"MACAM MACAM ULAR\" style=\"width:800px;height:605px\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ular putih. Foto: Istock<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Jenis ular ini memiliki nama latin <em>micropechis ikaheka. <\/em>Namun, berbeda dengan namanya, ular putih pada umumnya justru memiliki warna kulit coklat kehitaman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ular putih mempunyai kebiasaan yang unik yakni mengubur dirinya ke dalam tanah dengan tujuan untuk bersembunyi dan beristirahat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Habitat asli dari ular ini adalah daerah sekitar perkebunan kelapa, yang mana memanfaatkan tumpukan tempurung kelapa sebagai tempat tinggalnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hewan ini tergolong sebagai spesies yang agresif, beracun, serta lebih aktif pada malam hari (nokturnal)<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">11. <strong>Ular Bandotan Puspa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/DRjjLLdvRr5eS-MAbhE87-rP9WEWvyQQXk3dGaUKCNA-jNYwB-bN3ywak4-hMgWL8on2P1GPvX0XwfhEDBREsIysVjlArluugyrKEeOOAb_fzh74geD0qE4QTwgKt8k-JZxJU4V6eC_IzxzFNyToiHE\" alt=\"MACAM MACAM ULAR\" style=\"width:800px;height:594px\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ular bandotan. Foto: Istock<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ular bandotan puspa atau <em>daboia siamensis, <\/em>sering ditemukan di area perkebunan, semak belukar, ladang, atau tempat-tempat dengan populasi tikus yang banyak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jenis ular beludak ini bisa memanjat pohon yang pendek, cenderung menyukai udara yang kering, dan hidup di tanah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bandotan puspa termasuk hewan pemangsa tupai, tikus, katak, kadal, hingga kucing dan merupakan hewan yang nokturnal.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group\"><div class=\"wp-block-group__inner-container is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<figure class=\"wp-block-table is-style-stripes\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Nama Ular<\/th><th>Berbisa\/Tidak<\/th><th>Habitat Umum<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Ular Kobra<\/td><td>Berbisa<\/td><td>Hutan &amp; ladang<\/td><\/tr><tr><td>Ular Welang<\/td><td>Berbisa<\/td><td>Sawah<\/td><\/tr><tr><td>Ular Piton<\/td><td>Tidak berbisa<\/td><td>Hutan &amp; kebun<\/td><\/tr><tr><td>Ular Hijau<\/td><td>Sebagian berbisa<\/td><td>Pepohonan<\/td><\/tr><tr><td>Ular Sawah<\/td><td>Tidak berbisa<\/td><td>Area persawahan<\/td><\/tr><tr><td>Ular Tanah<\/td><td>Tidak berbisa<\/td><td>Tanah lembap<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pertolongan Pertama Saat Tergigit Ular<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Ketika tergigit ular, kamu harus segera menghubungi tenaga medis untuk mendapatkan perawatan. Sambil menunggu datangnya tenaga medis, berikut beberapa upaya pertolongan pertama saat terkena gigitan ular.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hal pertama yang harus korban lakukan yakni beristirahat dan tidak banyak bergerak. Tujuannya untuk mengurangi bisa ular yang ada di dalam tubuh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Umumnya, saat terkena gigitan ular korban akan mengalami pembengkakan pada area sekitar gigitan. Hindari penggunaan alkohol ketika membersihkan luka gigitan, gunakanlah air bersih serta sabun untuk membersihkannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pertolongan pertama yang paling penting adalah harus bersikap tenang. Ingatlah jika kepanikan bisa memperburuk keadaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gejala Saat Tergigit Ular<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Bisa yang dimiliki oleh ular memang sangat berbahaya. Selain nyeri yang dirasakan, bisa juga berisiko kematian. Pasalnya gigitan ular dapat merusak organ tubuh kita.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa zat yang berbahaya bagi tubuh dari bisa ular.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">&#8211; <strong>Hematotoksik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada zat hematotoksik biasanya korban mengalami pendarahan pada area sekitar gigitan, jantung, paru-paru, hingga otak korban tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan jika Eigerian terkena gigitan ular yang terdapat zat ini, dapat mengalami pendarahan ketika buang air kecil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">&#8211; <strong>Kardiotoksik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Gejala yang timbul dari sifat kardiotoksik adalah menurunnya tekanan darah dari korban. Bisa jadi kemungkinan korban akan alami syok yang menyebabkan jantung berhenti bekerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">&#8211; <strong>Neurotoksik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sifat dari zat neurotoksik akan membuat korban mengalami masalah pada sarafnya, seperti otot lemah, tubuh menjadi kaku, bahkan kejang-kejang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika saraf yang terkena adalah bagian saraf pernapasan, maka korban akan merasakan sesak nafas yang bisa berujung kepada kematian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">&#8211; <strong>Kompartemen<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada sifat kompartemen, racun ular menjadikan tubuh korban mengalami peningkatan tekanan. Jika tekanan otot terus meningkat, pembuluh darah dan saraf korban bisa terjepit.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut bisa membuat korban mengalami kekurangan oksigen yang bisa berakibat kelumpuhan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Lebih Preventif Saat Berpetualang!<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Itulah pembahasan mengenai macam-macam ular yang ada di Indonesia serta pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat terkena gigitan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya, setelah mengenali macam-macam ular Eigerian bisa menjadi berhati-hati saat berpetualang di alam terbuka. Kamu bisa langsung menghindarinya jika bertemu ular berbisa dan tergolong mematikan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saat beraktivitas di luar ruangan kamu harus gunakan perlengkapan yang aman dan nyaman. Eigerian bisa dapatkan berbagai perlengkapan outdoor seperti tas, celana, sepatu, kaos, dan aksesoris lainnya dengan berbelanja di <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">website resmi EIGER.&nbsp;<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Kamu juga bisa dapatkan berbagai promo menarik dan kemudahan saat berbelanja. Yuk jadikan perjalanan dan petualanganmu lebih menyenangkan bersama EIGER!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia memiliki beragam jenis ular yang tersebar di hutan, sawah, hingga permukiman warga. Sebagian tidak berbisa dan tidak berbahaya bagi manusia, namun ada juga yang memiliki bisa mematikan. Oleh karena itu, penting untuk mengenali macam-macam ular agar dapat menghindari risiko saat beraktivitas di alam terbuka. Sebagai negara dengan kekayaan alam yang luar biasa, bertemu berbagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12884,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12,1],"tags":[1788,1787,1789],"class_list":{"0":"post-12867","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-mountaineering","8":"category-tips-trick","9":"tag-macam-macam-ular","10":"tag-ular","11":"tag-ular-kobra"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>12 Macam-Macam Ular di Indonesia: Berbisa &amp; Tidak Berbisa<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kenali 12 macam-macam ular di Indonesia, mulai dari ular berbisa hingga tidak berbisa, lengkap dengan ciri dan cara menghindarinya di gunung\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"12 Macam-Macam Ular di Indonesia: Berbisa &amp; Tidak Berbisa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kenali 12 macam-macam ular di Indonesia, mulai dari ular berbisa hingga tidak berbisa, lengkap dengan ciri dan cara menghindarinya di gunung\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-24T02:52:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-03T06:30:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Macam-macam-ular.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin EIGER\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin EIGER\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin EIGER\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/df3d0927739b53e7c78a4ff226f11ad1\"},\"headline\":\"Kenali Macam-macam Ular di Alam &amp; Tindakan Tepat Saat Digigit\",\"datePublished\":\"2025-09-24T02:52:53+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-03T06:30:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/\"},\"wordCount\":1683,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Macam-macam-ular.png\",\"keywords\":[\"macam macam ular\",\"Ular\",\"ular kobra\"],\"articleSection\":[\"Mountaineering\",\"Tips &amp; Trick\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/\",\"name\":\"12 Macam-Macam Ular di Indonesia: Berbisa & Tidak Berbisa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Macam-macam-ular.png\",\"datePublished\":\"2025-09-24T02:52:53+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-03T06:30:05+00:00\",\"description\":\"Kenali 12 macam-macam ular di Indonesia, mulai dari ular berbisa hingga tidak berbisa, lengkap dengan ciri dan cara menghindarinya di gunung\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Macam-macam-ular.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Macam-macam-ular.png\",\"width\":800,\"height\":594,\"caption\":\"macam-macam ular\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenali Macam-macam Ular di Alam &amp; Tindakan Tepat Saat Digigit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog\",\"description\":\"Eiger Adventure\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Eiger Adventure\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"width\":187,\"height\":187,\"caption\":\"Eiger Adventure\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\",\"https:\/\/x.com\/eigeradventure\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/df3d0927739b53e7c78a4ff226f11ad1\",\"name\":\"Admin EIGER\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/489b769e5921af8bffec9a28b7d9b331786326308ad3ba791eaacc9fd9f55aa1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/489b769e5921af8bffec9a28b7d9b331786326308ad3ba791eaacc9fd9f55aa1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin EIGER\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"12 Macam-Macam Ular di Indonesia: Berbisa & Tidak Berbisa","description":"Kenali 12 macam-macam ular di Indonesia, mulai dari ular berbisa hingga tidak berbisa, lengkap dengan ciri dan cara menghindarinya di gunung","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"12 Macam-Macam Ular di Indonesia: Berbisa & Tidak Berbisa","og_description":"Kenali 12 macam-macam ular di Indonesia, mulai dari ular berbisa hingga tidak berbisa, lengkap dengan ciri dan cara menghindarinya di gunung","og_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/","og_site_name":"Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","article_published_time":"2025-09-24T02:52:53+00:00","article_modified_time":"2026-03-03T06:30:05+00:00","og_image":[{"width":800,"height":594,"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Macam-macam-ular.png","type":"image\/png"}],"author":"Admin EIGER","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eigeradventure","twitter_site":"@eigeradventure","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin EIGER","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/"},"author":{"name":"Admin EIGER","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/df3d0927739b53e7c78a4ff226f11ad1"},"headline":"Kenali Macam-macam Ular di Alam &amp; Tindakan Tepat Saat Digigit","datePublished":"2025-09-24T02:52:53+00:00","dateModified":"2026-03-03T06:30:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/"},"wordCount":1683,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Macam-macam-ular.png","keywords":["macam macam ular","Ular","ular kobra"],"articleSection":["Mountaineering","Tips &amp; Trick"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/","name":"12 Macam-Macam Ular di Indonesia: Berbisa & Tidak Berbisa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Macam-macam-ular.png","datePublished":"2025-09-24T02:52:53+00:00","dateModified":"2026-03-03T06:30:05+00:00","description":"Kenali 12 macam-macam ular di Indonesia, mulai dari ular berbisa hingga tidak berbisa, lengkap dengan ciri dan cara menghindarinya di gunung","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Macam-macam-ular.png","contentUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Macam-macam-ular.png","width":800,"height":594,"caption":"macam-macam ular"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/12-macam-macam-ular\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenali Macam-macam Ular di Alam &amp; Tindakan Tepat Saat Digigit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","name":"Blog","description":"Eiger Adventure","publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization","name":"Eiger Adventure","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","contentUrl":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","width":187,"height":187,"caption":"Eiger Adventure"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","https:\/\/x.com\/eigeradventure"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/df3d0927739b53e7c78a4ff226f11ad1","name":"Admin EIGER","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/489b769e5921af8bffec9a28b7d9b331786326308ad3ba791eaacc9fd9f55aa1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/489b769e5921af8bffec9a28b7d9b331786326308ad3ba791eaacc9fd9f55aa1?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin EIGER"},"sameAs":["https:\/\/blog.eigeradventure.com"],"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Macam-macam-ular.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12867","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12867"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12867\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32813,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12867\/revisions\/32813"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12867"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12867"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12867"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}