{"id":13806,"date":"2023-07-24T23:33:20","date_gmt":"2023-07-24T16:33:20","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/?p=13806"},"modified":"2023-07-24T23:40:13","modified_gmt":"2023-07-24T16:40:13","slug":"mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/","title":{"rendered":"5 Cara Mengatasi Kram Otot Kaki Ketika Mendaki Gunung, Pendaki Wajib Tahu!"},"content":{"rendered":"\n<p>Eigerian, tentu tidak lupa latihan fisik terlebih dahulu sebelum mendaki gunung, bukan? Pasalnya, kram otot kaki biasa terjadi pada pendaki yang kurang membekali dengan latihan fisik. Jika sudah terjadi, bagaimana cara mengatasi kram otot kaki?<\/p>\n\n\n\n<p>Dikutip dari laman <em>NHS, <\/em>kram otot kaki disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya cuaca panas atau lembab dan tidak minum cukup cairan sehingga memicu dehidrasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dehidrasi itulah yang menjadi salah satu efek samping dari kram otot kaki. Adapun efek samping lainnya, yaitu kelelahan otot atau cedera. Maka itu, sebelum mendaki gunung, Eigerian disarankan untuk latihan fisik dengan rutin <em>jogging <\/em>jauh hari sebelum melakukan pendakian.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/latihan-otot-kaki\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Paling Mudah, Ini 7 Latihan Otot Kaki Di Rumah<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Mencegah Kram Kaki<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"594\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung.jpg\" alt=\"gunung latimojong\" class=\"wp-image-13808\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung.jpg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-300x223.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-768x570.jpg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-485x360.jpg 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-696x517.jpg 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-150x111.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ekspedisi 28 Gunung ke Gunung Latimojong, Enrekang, Sulawesi Selatan<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Agar bisa mencegah kram kaki, Eigerian sebaiknya melakukan cara-cara berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Minum air putih yang cukup<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika melakukan aktivitas aktivitas yang membutuhkan banyak tenaga, seringkali kita lupa untuk minum air putih yang cukup. Lantas, bagaimana cara meningkatkan hidrasi ketika mendaki gunung?<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Konsumsi elektrolit&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Selain mengonsumsi elektrolit, Eigerian juga bisa menambahkan garam atau kalium ke dalam air minum agar tetap terhidrasi.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tambahkan air kelapa&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Cara lainnya agar tetap terhidrasi ketika mendaki gunung adalah dengan menambahkan air kelapa.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebenarnya, tidak ada aturan baku tentang jumlah air yang harus diminum. Kebutuhan air setiap orang dihitung berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan, aktivitas fisik, dan lingkungan. Umumnya, untuk pendakian di wilayah tropis seseorang membutuhkan asupan 300-500 ml air per jam pendakian untuk jalur pendakian biasa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Konsumsi makanan yang tepat sebelum dan saat pendakian<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Nutrisi yang dicerna memiliki peran yang penting untuk kinerja tubuh. Maka itu, jika tidak mengonsumsi nutrisi dengan tepat maka beberapa hal tidak akan bekerja dengan baik. Salah satu makanan dengan nutrisi yang tepat adalah makanan yang mengandung protein.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun makanan yang kaya dengan direkomendasikan untuk dikonsumsi sebelum dan saat pendakian, yaitu makanan dengan kandungan kalium, seperti alpukat, bayam yang dimasak, ubi jalar, ikan, dan pisang. Lalu, makanan dengan kandungan natrium, seperti daging, seledri, dan telur. Begitu juga dengan makanan yang mengandung kalium, seperti sarden, kangkung, produk susu, almond, dan kacang-kacangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Rutin joging<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Otot kaki mempunyai peran yang penting, khususnya ketika Eigerian mendaki gunung. Ketika sedang mendaki maupun menuruni gunung, Eigerian akan mengandalkan otot paha depan, paha belakang, dan seterusnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hal ini, paha depan berperan sebagai \u2018rem\u2019 bagi tubuh. Dengan rutin melakukan joging, Eigerian akan lebih siap untuk mendaki gunung dan meminimalisir kram otot.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Mengatasi Kram Otot Kaki<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"594\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-2.jpg\" alt=\"Gunung Klabat\" class=\"wp-image-13809\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-2.jpg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-2-300x223.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-2-768x570.jpg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-2-485x360.jpg 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-2-696x517.jpg 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-2-150x111.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ekspedisi 28 Gunung ke Gunung Klabat, Minahasa Utara, Sulawesi Utara<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Jika otot kaki Eigerian mengalami kram otot, sebaiknya melakukan tips-tips berikut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Regangkan otot kaki<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Meregangkan otot kaki biasa dilakukan oleh para pemain sepak bola jika anggota timnya tiba-tiba tergeletak dan cedera di tengah lapangan karena kram. Lalu, mereka akan meluruskan kaki dan menekan telapak kaki ke arah tubuh orang yang mengalami cedera.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan melakukan langkah-langkah tersebut maka otot kaki yang kram bisa lebih merenggang dan kembali normal. Kendati demikian, sebaiknya saat meregangkan otot kaki yang kram, Eigerian melakukan langkah-langkah berikut.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tidak terlalu keras ketika menekan kaki karena bisa membuat otot kaki semakin cedera<\/li>\n\n\n\n<li>Lakukan peregangan otot kaki yang kram oleh orang yang profesional di bidangnya, karena salah penanganan bisa berakibat fatal pada penderita kram otot kaki<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Balur kaki yang kram&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah meregangkan otot kaki, Eigerian bisa membalur kaki yang kram. Jika diperlukan, Eigerian bisa memijat kaki dengan lembut. Meski begitu, ketika melakukan langkah ini Eigerian sebaiknya balur dengan perlahan karena berpotensi mengalami kesakitan. Ketika kaki sedang dibalur, sebaiknya Eigerian juga melakukan sikap tubuh yang rileks dan tidak tegang agar proses pemijatan semakin lancar dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Duduk santai dan angkat kaki lebih tinggi dari jantung<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah berikutnya agar bisa mengatasi kram otot kaki ketika mendaki gunung adalah dengan duduk santai dan mengangkat kaki lebih tinggi dari jantung. Gangguan sirkulasi darah diakibatkan dari menyempitnya otot, kondisi inilah yang membuat seseorang mengalami kram otot.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika kram terjadi, Eigerian disarankan untuk tidak panik dan tetap santai. Lantaran kepanikan hanya akan membuat otot lainnya ikut tegang dan bisa bisa memperburuk keadaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Hentikan pendakian dan lemaskan otot kaki<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika sudah terjadi tanda-tanda kram otot kaki tapi Eigerian tetap melanjutkan perjalanan maka kram malah akan semakin parah. Jadi sebaiknya, segera hentikan pendakian dan lemaskan otot agar tidak semakin parah dan merepotkan teman perjalanan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat tanda-tanda kram sudah terjadi sebaiknya Eigerian tidak malu untuk meminta beristirahat kepada tim perjalanan yang ikut. Segeralah mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat dari pendakian dan melemaskan otot kaki.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Hindari mengompres dengan air dingin<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika Eigerian mengalami kram kaki hindari untuk mengompres dengan air dingin dan mengencangkan otot. Jika kram terus berlanjut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, itulah cara mencegah dan mengatasi kram otot ketika mendaki gunung, hati-hati mengalami kram, ya Eigerian! Selain mempersiapkan fisik sebelum mendaki, penting juga untuk mempersiapak peralatan pendakianmu! Kamu bisa cek <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/?utm_source=blog_eiger&amp;utm_campaign=website+resmi+eiger&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">website resmi EIGER<\/a> untuk mendapatkan keperluan mendaki yang lengkap dan berkualitas!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Eigerian, tentu tidak lupa latihan fisik terlebih dahulu sebelum mendaki gunung, bukan? Pasalnya, kram otot kaki biasa terjadi pada pendaki yang kurang membekali dengan latihan fisik. Jika sudah terjadi, bagaimana cara mengatasi kram otot kaki? Dikutip dari laman NHS, kram otot kaki disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya cuaca panas atau lembab dan tidak minum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13813,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12,1],"tags":[1929,1931,1930],"class_list":{"0":"post-13806","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-mountaineering","8":"category-tips-trick","9":"tag-kram-kaki","10":"tag-kram-ketika-mendaki","11":"tag-kram-otot"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Cara Mengatasi Kram Otot Kaki Ketika Mendaki Gunung, Pendaki Wajib Tahu! - Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kram otot kaki seringkali dialami oleh pendaki yang belum melakukan latihan fisik. Lantas, bagaimana cara mengatasi kram otot kaki?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Cara Mengatasi Kram Otot Kaki Ketika Mendaki Gunung, Pendaki Wajib Tahu! - Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kram otot kaki seringkali dialami oleh pendaki yang belum melakukan latihan fisik. Lantas, bagaimana cara mengatasi kram otot kaki?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-24T16:33:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-07-24T16:40:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-1-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin EIGER\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin EIGER\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin EIGER\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/df3d0927739b53e7c78a4ff226f11ad1\"},\"headline\":\"5 Cara Mengatasi Kram Otot Kaki Ketika Mendaki Gunung, Pendaki Wajib Tahu!\",\"datePublished\":\"2023-07-24T16:33:20+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-24T16:40:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/\"},\"wordCount\":814,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-1-1.jpg\",\"keywords\":[\"kram kaki\",\"kram ketika mendaki\",\"kram otot\"],\"articleSection\":[\"Mountaineering\",\"Tips &amp; Trick\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/\",\"name\":\"5 Cara Mengatasi Kram Otot Kaki Ketika Mendaki Gunung, Pendaki Wajib Tahu! - Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-1-1.jpg\",\"datePublished\":\"2023-07-24T16:33:20+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-24T16:40:13+00:00\",\"description\":\"Kram otot kaki seringkali dialami oleh pendaki yang belum melakukan latihan fisik. Lantas, bagaimana cara mengatasi kram otot kaki?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-1-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-1-1.jpg\",\"width\":800,\"height\":594,\"caption\":\"mengatasi kram otot kaki\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5 Cara Mengatasi Kram Otot Kaki Ketika Mendaki Gunung, Pendaki Wajib Tahu!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog\",\"description\":\"Eiger Adventure\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Eiger Adventure\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"width\":187,\"height\":187,\"caption\":\"Eiger Adventure\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\",\"https:\/\/x.com\/eigeradventure\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/df3d0927739b53e7c78a4ff226f11ad1\",\"name\":\"Admin EIGER\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/489b769e5921af8bffec9a28b7d9b331786326308ad3ba791eaacc9fd9f55aa1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/489b769e5921af8bffec9a28b7d9b331786326308ad3ba791eaacc9fd9f55aa1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin EIGER\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Cara Mengatasi Kram Otot Kaki Ketika Mendaki Gunung, Pendaki Wajib Tahu! - Blog","description":"Kram otot kaki seringkali dialami oleh pendaki yang belum melakukan latihan fisik. Lantas, bagaimana cara mengatasi kram otot kaki?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"5 Cara Mengatasi Kram Otot Kaki Ketika Mendaki Gunung, Pendaki Wajib Tahu! - Blog","og_description":"Kram otot kaki seringkali dialami oleh pendaki yang belum melakukan latihan fisik. Lantas, bagaimana cara mengatasi kram otot kaki?","og_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/","og_site_name":"Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","article_published_time":"2023-07-24T16:33:20+00:00","article_modified_time":"2023-07-24T16:40:13+00:00","og_image":[{"width":800,"height":594,"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-1-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin EIGER","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eigeradventure","twitter_site":"@eigeradventure","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin EIGER","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/"},"author":{"name":"Admin EIGER","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/df3d0927739b53e7c78a4ff226f11ad1"},"headline":"5 Cara Mengatasi Kram Otot Kaki Ketika Mendaki Gunung, Pendaki Wajib Tahu!","datePublished":"2023-07-24T16:33:20+00:00","dateModified":"2023-07-24T16:40:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/"},"wordCount":814,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-1-1.jpg","keywords":["kram kaki","kram ketika mendaki","kram otot"],"articleSection":["Mountaineering","Tips &amp; Trick"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/","name":"5 Cara Mengatasi Kram Otot Kaki Ketika Mendaki Gunung, Pendaki Wajib Tahu! - Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-1-1.jpg","datePublished":"2023-07-24T16:33:20+00:00","dateModified":"2023-07-24T16:40:13+00:00","description":"Kram otot kaki seringkali dialami oleh pendaki yang belum melakukan latihan fisik. Lantas, bagaimana cara mengatasi kram otot kaki?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-1-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-1-1.jpg","width":800,"height":594,"caption":"mengatasi kram otot kaki"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/mengatasi-kram-otot-kaki-ketika-mendaki\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Cara Mengatasi Kram Otot Kaki Ketika Mendaki Gunung, Pendaki Wajib Tahu!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","name":"Blog","description":"Eiger Adventure","publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization","name":"Eiger Adventure","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","contentUrl":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","width":187,"height":187,"caption":"Eiger Adventure"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","https:\/\/x.com\/eigeradventure"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/df3d0927739b53e7c78a4ff226f11ad1","name":"Admin EIGER","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/489b769e5921af8bffec9a28b7d9b331786326308ad3ba791eaacc9fd9f55aa1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/489b769e5921af8bffec9a28b7d9b331786326308ad3ba791eaacc9fd9f55aa1?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin EIGER"},"sameAs":["https:\/\/blog.eigeradventure.com"],"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ekspedisi-28-gunung-1-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13806","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13806"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13806\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13814,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13806\/revisions\/13814"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13813"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13806"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13806"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13806"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}