{"id":14768,"date":"2023-09-13T10:25:44","date_gmt":"2023-09-13T03:25:44","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/?p=14768"},"modified":"2023-09-13T11:11:45","modified_gmt":"2023-09-13T04:11:45","slug":"vertical-rescue","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/","title":{"rendered":"Kuasai 2 Teknik Dasar Melakukan Vertical Rescue, Simak!"},"content":{"rendered":"\n<p>Salah satu teknik khusus yang diterapkan dalam operasi SAR adalah penyelamatan secara vertikal atau disebut sebagai <em>vertical rescue. <\/em>Biasanya penyelamatan ini dilakukan untuk mengevakuasi korban atau suatu obyek yang berada di medan terjal, dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Karena dilakukan di medan terjal yang berisiko tinggi, penyelamatan vertikal ini harus dilakukan dengan hati-hati serta harus bermodal <em>skill <\/em>dan pengalaman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Agar tidak semakin penasaran seperti apa <em>vertical rescue, <\/em>fungsi dilakukannya, <em>skill <\/em>hingga peralatan yang dibutuhkan, simak artikel berikut ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa itu <\/strong><strong><em>Vertical Rescue?<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Vertical rescue <\/em>merupakan penyelamatan yang dilakukan untuk di wilayah terjal atau yang terisolasi seperti tebing, reruntuhan bangunan, menara, jembatan, dan lain sebagainya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aktivitas <em>vertical rescue <\/em>ini merupakan bagian dari operasi SAR yang sering diaplikasikan pada banyak jenis kegiatan, seperti panjat tebing, susur gua, pemadam kebakaran, dan lain sebagainya. Tidak sembarang dilakukan, dalam <em>vertical rescue<\/em> dibutuhkan kemampuan penyelamat <em>(rescuer)<\/em> yang sangat cekatan, memiliki kemampuan fisik dan psikis yang baik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Skill dan Teknik yang Dibutuhkan untuk Melakukan <\/strong><strong><em>Vertical Rescue<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebenarnya, <em>skill <\/em>dan keahlian yang dibutuhkan untuk melakukan penyelamatan vertikal sangat kompleks, meliputi <em>skill <\/em>perorangan maupun dalam tim. Pada dasarnya, terdapat dua jenis keahlian dan teknik yang harus dikuasai oleh <em>rescuer, <\/em>yaitu menjangkau korban dan evakuasi korban.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Menjangkau Korban<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada beberapa keahlian teknis yang harus dikuasai untuk menjangkau korban, yang mana <em>skill <\/em>ini biasa dilakukan dalam panjat tebing, <em>rock climbing, <\/em>dan penyusuran gua. Untuk menjadi seorang <em>vertical rescuer, <\/em>beberapa teknik yang harus dikuasai dengan baik untuk menjangkau korban antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><em>Leading: <\/em><\/strong>teknik menjangkau korban dengan pemanjatan dari bawah ke atas dengan memasang pengaman di sepanjang lintasan yang dilewati pada jarak tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Abseiling:<\/em><\/strong><strong> <\/strong>atau disebut <em>repelling <\/em>merupakan teknik menjangkau korban dari titik yang lebih tinggi ke rendah yang dilakukan dengan menuruni tali.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Traversing:<\/em><\/strong><strong> <\/strong>teknik menjangkau korban yang dilakukan dengan bergerak menyamping. Teknik ini sama seperti teknik <em>leading <\/em>namun berbeda dari arah gerakannya. Traversing dilakukan pada saat posisi korban letaknya sejajar dengan posisi penyelamat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Evakuasi Korban<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah penyelamat berhasil untuk menjangkau korban, langkah berikutnya adalah mengevakuasi korban dengan maksud untuk memindahkan korban ke titik yang lebih aman. Berikut keahlian yang dibutuhkan untuk mengevakuasi korban berdasarkan posisi korban.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><em>Hauling:<\/em><\/strong><strong> <\/strong>dilakukan untuk korban yang posisinya ada di bawah dan akan dinaikkan ke permukaan atas. Keahlian yang harus dimiliki saat <em>hauling <\/em>adalah penguasaan system pulley yang membuat berat korban lebih ringan, sehingga lebih mudah diangkat dari bawah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Lowering:<\/em><\/strong><strong> <\/strong>kebalikan dari hauling, di mana posisi korban ada di tempat yang lebih tinggi dan akan diturunkan ke tempat yang lebih rendah. Pada teknik ini, <em>rescuer <\/em>harus memperbesar gesekan dan membutuhkan alat bantu untuk menuruni tali, seperti <em>descender.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Suspension:<\/em><\/strong><strong> <\/strong>mengevakuasi korban dengan cara diseberangkan, sehingga membutuhkan lebih banyak peralatan dan memakan waktu cukup lama. Suspension sering jadi alternatif terakhir untuk memindahkan korban ke tempat yang lebih rendah, sejajar, maupun tempat lebih tinggi.&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Saja Teknik Pemanjatan Vertikal yang Perlu Dikuasai?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk dipasang, berikutnya adalah mulai melakukan pemanjatan hingga <em>finish. <\/em>Untuk melakukan pemanjatan pada bidang vertikal, tentunya Eigerian harus menguasai beberapa teknik yang perlu dikuasai untuk pemanjatan vertikal.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"696\" height=\"516\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-24.png\" alt=\"vertical rescue\" class=\"wp-image-14773\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-24.png 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-24-300x222.png 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-24-485x360.png 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-24-150x111.png 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Eiger Adventure<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>1. <\/strong><strong><em>Face Climbing<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pemanjatan pada permukaan tebing yang memanfaatkan tonjolan batu atau rongga yang memadai sebagai pijakan kaki, pegangan tangan, maupun penjaga keseimbangan tubuh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. <\/strong><strong><em>Friction\/slab Climbing<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Teknik ini hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai penumpu. Ini dilakukan pada permukaan tebing yang tidak terlalu vertikal atau landai. Permukaan yang kasar cukup untuk menghasilkan gesekan yang baik dengan memakai sol sepatu yang ideal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. <\/strong><strong><em>Fissure Climbing<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Teknik <em>fissure climbing <\/em>lebih memanfaatkan celah yang dipergunakan oleh anggota badan untuk melakukan panjatan. Berikut adalah pengembangan dari teknik <em>fissure climbing:<\/em><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><em>Jamming: <\/em><\/strong>teknik memanjat dengan memanfaatkan celah yang tidak begitu besar, menggunakan anggota badan seperti jari tangan, kaki, lengan, hingga bahu.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Chimneying: <\/em><\/strong>teknik memanjat celah vertikal yang cukup lebar pada tebing. Badan masuk di antara celah dengan posisi punggung menempel dan mendorong di salah satu sisi tebing. Sebelah kaki menempel pada sisi tebing depan dan sebelah lagi menempel ke tebing yang berada di belakang pemanjat. Kedua tangan diletakkan menempel pada tebing dan digunakan untuk membantu mendorong ke atas bersamaan kedua kaki mendorong dan menahan berat badan.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Bridging:<\/em><\/strong><em> <\/em>teknik memanjat pada celah vertikal yang cukup besar, menggunakan kedua tangan dan kaki sebagai pegangan pada kedua permukaan tebing. Posisi badan mengangkang, kaki sebagai tumpuan dibantu oleh tangan yang juga berfungsi sebagai penjaga keseimbangan.\u00a0<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/alat-panjat-tebing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10 Alat Panjat Tebing Beserta Fungsi dan Cara Pakainya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Peralatan yang Dibutuhkan untuk Vertical Rescue dari EIGER<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. <\/strong><a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/eiger-a2448-s-screw-gate-al-saf-carabiner_?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=eiger_a2448-s_screw_gate_al_saf_carabiner&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>EIGER A2448-S SCREW GATE AL SAF CARABINER<\/strong><\/a><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"640\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-23.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-14772\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-23.png 640w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-23-300x300.png 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-23-150x150.png 150w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-23-96x96.png 96w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Eiger Adventure<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Carabiner<\/em> adalah cincin kait yang berfungsi menghubungkan satu alat dengan alat lainnya. Misalnya, menghubungkan tali karmantel dengan <em>bolt <\/em>untuk membuat <em>anchor <\/em>sebagai pengaman. <em>Carabiner<\/em> ini dibuat dari bahan aluminium yang ringan dan kuat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kunci kekuatannya tergantung pada pen yang berfungsi untuk mengunci cincin <em>carabiner<\/em>. Ada dua jenis <em>carabiner <\/em>yang biasa dipakai, yakni <em>carabiner <\/em>dengan kunci pengaman (<em>lock &amp; screw<\/em>), dan <em>carabiner <\/em>yang tidak berkunci (<em>bent<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Eigerian bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/eiger-a2448-s-screw-gate-al-saf-carabiner_?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=eiger_a2448-s_screw_gate_al_saf_carabiner&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">EIGER A2448-S SCREW GATE AL SAF CARABINER<\/a> yang merupakan perlengkapan multiguna yang bisa dipakai sebagai carabiner<em> <\/em>untuk panjat tebing.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah alat bantu ketika Eigerian ingin menuruni tebing atau lintasan tali, sehingga bisa menahan laju dan tidak akan terjun bebas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/lifeguard?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=madrock_lifeguard_climbing_equipment&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>MADROCK LIFEGUARD CLIMBING EQUIPMENT<\/strong><\/a><strong>&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"640\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-22.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-14771\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-22.png 640w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-22-300x300.png 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-22-150x150.png 150w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-22-96x96.png 96w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Eiger Adventure<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Alat panjat tebing berikutnya adalah <em>ascender <\/em>yang berfungsi membantu kita saat memanjat lintasan tali. <em>Ascender <\/em>dapat mengunci jika diberi beban atau ditarik ke bawah dan akan melonggar jika didorong ke atas.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, <em>ascender <\/em>juga sering disebut sebagai pegangan atau tumpuan tangan saat panjat tebing menggunakan tali karmantel.<\/p>\n\n\n\n<p>Madrock Lifeguard Climbing Equipment digunakan sebagai alat pengereman yang <em>compact, <\/em>ringan, dan tahan lama. Terbuat dari <em>hot forged aircraft grade aluminum <\/em>dan <em>stainless steel. Lifeguard <\/em>ini bisa digunakan untuk teknik penambatan klasik dengan <em>single ropes <\/em>mulai dari ketebalan tali 8,9 mm hingga 11 mm.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/escalade-1-0?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=eiger_escalade_1.0_gloves&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>EIGER ESCALADE 1.0 GLOVES<\/strong><\/a><strong> &#8211; Rp269.100<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"640\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-21.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-14770\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-21.png 640w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-21-300x300.png 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-21-150x150.png 150w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-21-96x96.png 96w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Eiger Adventure<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Escalade 1,0 adalah sarung tangan full-finger yang dirancang untuk kegiatan pendakian. Sarung tangan ini terbuat dari bahan mesh yang mampu menguapkan kelembapan dan lapisan kulit ganda untuk cengkraman dan kenyamanan.<\/p>\n\n\n\n<p>Terbuat dari bahan polyester stretch mesh dan goat leather yang kuat dan super nyaman, serta fitur pada ujung lengan sarung tangan ini dapat disesuaikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/chalk-bag-tripoint-modif-6294?utm_source=sirclo_blog&amp;utm_campaign=apparel+top+category&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>EIGER Chalk Bag Tripoint<\/strong><\/a><strong> &#8211; Rp112.500<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"640\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-20.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-14769\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-20.png 640w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-20-300x300.png 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-20-150x150.png 150w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-20-96x96.png 96w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Eiger Adventure<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Chalk bag <\/em>merupakan tas kecil yang berfungsi untuk menyimpan bubuk kapur. Bubur kapur ini berfungsi untuk mengurangi kelembaban pada telapak tangan, sehingga dapat membuat pegangan atau cengkraman tangan pemanjat jadi lebih stabil.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Eigerian bingung memilih <em>chalk bag <\/em>yang tepat, Eigerian bisa memilih <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/chalk-bag-tripoint-modif-6294?utm_source=sirclo_blog&amp;utm_campaign=apparel+top+category&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Chalk Bag Tripoint EIGER<\/strong><\/a> yang dilengkapi dengan katup penutup sehingga bisa membuat bubuk kapur dapat tersimpan dengan baik. <em>Chalk bag <\/em>ini juga dilengkapi dengan tali <em>webbing <\/em>yang dapat diatur.<\/p>\n\n\n\n<p>Eigerian bisa menemukan dan membeli semua peralatan pemanjatan vertikal melalui situs resmi EIGER Adventure Official. Selain peralatan di atas, Eigerian juga bisa melengkapi semua kebutuhan untuk kegiatan <em>outdoor <\/em>yang seru dan menyenangkan, seperti sepatu gunung, jaket, tas, matras, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, segera <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=website_eiger_adventure_official&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>kunjungi situs EIGER Adventure Official<\/strong><\/a> untuk berbelanja anek perlengkapan untuk aktivitas <em>outdoor, mountaineering, riding, <\/em>hingga <em>lifestyle <\/em>yang berkualitas. Ada berbagai jenis metode pembayaran yang aman dan gratis ongkos kirim ke seluruh wilayah Indonesia!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu teknik khusus yang diterapkan dalam operasi SAR adalah penyelamatan secara vertikal atau disebut sebagai vertical rescue. Biasanya penyelamatan ini dilakukan untuk mengevakuasi korban atau suatu obyek yang berada di medan terjal, dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Karena dilakukan di medan terjal yang berisiko tinggi, penyelamatan vertikal ini harus dilakukan dengan hati-hati serta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":14774,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[115,146,2096,2095],"class_list":{"0":"post-14768","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-mountaineering","8":"tag-mountaineering","9":"tag-panjat-tebing","10":"tag-pemanjatan-vertikal","11":"tag-vertical-rescue"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kuasai 2 Teknik Dasar Melakukan Vertical Rescue, Simak!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sebelum melakukan vertical rescue, seorang penyelamat harus memiliki pengetahuan dan skill dasar untuk memanjat permukaan curam.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kuasai 2 Teknik Dasar Melakukan Vertical Rescue, Simak!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebelum melakukan vertical rescue, seorang penyelamat harus memiliki pengetahuan dan skill dasar untuk memanjat permukaan curam.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-09-13T03:25:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-09-13T04:11:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-7.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin YL\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin YL\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin YL\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/a5bbd75c9e19949c901b1cdd1cb75364\"},\"headline\":\"Kuasai 2 Teknik Dasar Melakukan Vertical Rescue, Simak!\",\"datePublished\":\"2023-09-13T03:25:44+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-13T04:11:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/\"},\"wordCount\":1171,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-7.jpeg\",\"keywords\":[\"mountaineering\",\"panjat tebing\",\"pemanjatan vertikal\",\"vertical rescue\"],\"articleSection\":[\"Mountaineering\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/\",\"name\":\"Kuasai 2 Teknik Dasar Melakukan Vertical Rescue, Simak!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-7.jpeg\",\"datePublished\":\"2023-09-13T03:25:44+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-13T04:11:45+00:00\",\"description\":\"Sebelum melakukan vertical rescue, seorang penyelamat harus memiliki pengetahuan dan skill dasar untuk memanjat permukaan curam.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-7.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-7.jpeg\",\"width\":1080,\"height\":720,\"caption\":\"vertical rescue\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kuasai 2 Teknik Dasar Melakukan Vertical Rescue, Simak!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog\",\"description\":\"Eiger Adventure\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Eiger Adventure\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"width\":187,\"height\":187,\"caption\":\"Eiger Adventure\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\",\"https:\/\/x.com\/eigeradventure\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/a5bbd75c9e19949c901b1cdd1cb75364\",\"name\":\"Admin YL\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6966aa8f381d26980c6ec5ff57f2a0f96080d338a7e78780dcecdeef73f442b3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6966aa8f381d26980c6ec5ff57f2a0f96080d338a7e78780dcecdeef73f442b3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin YL\"},\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/adminyl\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kuasai 2 Teknik Dasar Melakukan Vertical Rescue, Simak!","description":"Sebelum melakukan vertical rescue, seorang penyelamat harus memiliki pengetahuan dan skill dasar untuk memanjat permukaan curam.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kuasai 2 Teknik Dasar Melakukan Vertical Rescue, Simak!","og_description":"Sebelum melakukan vertical rescue, seorang penyelamat harus memiliki pengetahuan dan skill dasar untuk memanjat permukaan curam.","og_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/","og_site_name":"Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","article_published_time":"2023-09-13T03:25:44+00:00","article_modified_time":"2023-09-13T04:11:45+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":720,"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-7.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin YL","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eigeradventure","twitter_site":"@eigeradventure","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin YL","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/"},"author":{"name":"Admin YL","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/a5bbd75c9e19949c901b1cdd1cb75364"},"headline":"Kuasai 2 Teknik Dasar Melakukan Vertical Rescue, Simak!","datePublished":"2023-09-13T03:25:44+00:00","dateModified":"2023-09-13T04:11:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/"},"wordCount":1171,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-7.jpeg","keywords":["mountaineering","panjat tebing","pemanjatan vertikal","vertical rescue"],"articleSection":["Mountaineering"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/","name":"Kuasai 2 Teknik Dasar Melakukan Vertical Rescue, Simak!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-7.jpeg","datePublished":"2023-09-13T03:25:44+00:00","dateModified":"2023-09-13T04:11:45+00:00","description":"Sebelum melakukan vertical rescue, seorang penyelamat harus memiliki pengetahuan dan skill dasar untuk memanjat permukaan curam.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-7.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-7.jpeg","width":1080,"height":720,"caption":"vertical rescue"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/vertical-rescue\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kuasai 2 Teknik Dasar Melakukan Vertical Rescue, Simak!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","name":"Blog","description":"Eiger Adventure","publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization","name":"Eiger Adventure","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","contentUrl":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","width":187,"height":187,"caption":"Eiger Adventure"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","https:\/\/x.com\/eigeradventure"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/a5bbd75c9e19949c901b1cdd1cb75364","name":"Admin YL","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6966aa8f381d26980c6ec5ff57f2a0f96080d338a7e78780dcecdeef73f442b3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6966aa8f381d26980c6ec5ff57f2a0f96080d338a7e78780dcecdeef73f442b3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin YL"},"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/adminyl\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-7.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14768"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14768\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14783,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14768\/revisions\/14783"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14774"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}