{"id":15871,"date":"2023-11-06T16:40:48","date_gmt":"2023-11-06T09:40:48","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/?p=15871"},"modified":"2023-11-06T16:42:57","modified_gmt":"2023-11-06T09:42:57","slug":"pendaki-solo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/","title":{"rendered":"Kenali 4 Pendaki Solo Tangguh Dunia &amp; Tips Pendakian Aman"},"content":{"rendered":"\n<p>Siapa pun yang menggemari dunia pendakian, memiliki panutan tokoh pendaki solo yang menurut mereka paling tangguh. Di Indonesia sendiri, ada nama Willem Tasiam, seorang pendaki gunung profesional asal Pulau Kalimantan yang dijuluki sebagai raja pendakian gunung. Pada usianya yang sudah tak muda lagi, ia telah banyak menciptakan jejak dan pengalaman pendakian yang luar biasa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam dunia <em>mountaineering <\/em>tingkat dunia, ada beberapa nama pendaki solo paling terkenal sepanjang masa yang telah sukses menaklukkan berbagai gunung populer di dunia, sendirian!&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya untuk dapat melakukan aksi pendakian solo yang berisiko ini, para <em>solo hikers <\/em>kondang ini harus memiliki fisik yang kuat dan tekad yang luar biasa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, siapakah tokoh dunia yang terkenal sebagai pendaki solo paling tangguh dan terbaik sepanjang masa? Yuk, cari tahu selengkapnya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tokoh Pendaki Solo Terkenal dan Terbaik Sepanjang Masa<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Tomaz Humar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tomaz Humar adalah orang pertama yang membuktikan bahwa gunung apapun dapat menjadi destinasi <em>solo hiking. <\/em>Mantan prajurit asal Slovenia yang pernah terlibat dalam perang di Bosnia Herzegovina ini layak dilabeli sebagai pendaki terkuat di dunia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sosoknya dikenal memiliki prinsip hidup yang kuat dan kemauan yang keras dalam meraih ambisinya. Ia berhasil membuktikan kepada orang-orang yang kurang bersimpati kepadanya dengan berhasil mendaki wilayah South Face Dhaulagiri, Annapurna, Rupal Face Nanga Parbat, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya, saat melakukan pendakian di Gunung Langtang Lirung, Tomaz Humar mengalami musibah dan tidak terselamatkan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"480\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-18.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15877\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-18.png 640w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-18-300x225.png 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-18-150x113.png 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar Tomaz Humar. Sumber: friko.si<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Jean Christophe Lafaille<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Lafaille berhasil membuktikan dirinya berhasil menyandang sebagai pendaki solo paling tangguh di dunia meskipun memiliki postur tubuh yang kecil dibanding pendaki Eropa rata-rata.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun bertubuh kecil, untuk urusan keberanian mendaki gunung, tidak ada yang bisa meragukannya. Ia sukses mendaki gunung-gunung tertinggi di dunia secara solo dengan kekuatan tubuh dan mental yang sangat tangguh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lafaille pernah menaklukan gunung berketinggian 8.000 mdpl seperti Cho Oyu dan Gasherbrum II. Ia juga pernah mendaki banyak tebing terkenal di Eropa seperti Eiger dan Matterhorn.<\/p>\n\n\n\n<p>Luar biasanya, Lafaille pernah menuruni dinding selatan Annapurna sendirian dalam kondisi tangan patah dan tanpa tali sama sekali, yang mana saat bersamaan rekannya bernama Pierre Beghin tewas terjatuh. Tentunya aksi ini tidak dapat ditiru oleh siapapun yang minim pengalaman di dunia pendakian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"770\" height=\"499\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-17.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15876\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-17.png 770w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-17-300x194.png 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-17-768x498.png 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-17-696x451.png 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-17-150x97.png 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 770px) 100vw, 770px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar Jean Christopher Lafaille. Sumber: www.arcopodojournal.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Ueli Steck&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ueli Steck mempunyai kekuatan mendaki yang luar biasa dan pantas disebut sebagai pendaki tercepat sepanjang masa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa pendakian tercepat yang pernah ditaklukkan Ueli Steck misalnya adalah pendakian vertikal di South Face Annapurna dalam waktu 28 jam, mulai berangkat dari basecamp hingga kembali ke basecamp. Padahal pendakian tersebut normalnya butuh waktu sekitar 1 minggu.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Steck pernah mendaki enam tebing paling terkenal di Alpen, atau disebut Great North Face of the Alps. Bahkan Ueli Steck pernah mencapai rekor pendakian di Eiger North Face dalam waktu hanya 2 jam 22 menit, padahal umumnya pendaki butuh waktu sekitar 3 hari untuk mendaki gunung ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Naomi Uemura<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jepang adalah negara yang memiliki banyak <em>solo hiker <\/em>terbaik sepanjang masa yang dapat menyamai pendaki kelas dunia lainnya. Salah satunya yang paling terkenal adalah Naomi Uemura, seorang pendaki tangguh yang juga pernah mengarungi Sungai Amazon dan Antartika dengan berjalan kaki.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa gunung tertinggi dunia yang pernah Uemura taklukan seperti Gunung Denali, Mont Blanc, Everest, dan masih banyak lagi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Simak Tips Aman untuk Pendaki Solo<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam melakukan pendakian solo, tentu membutuhkan persiapan yang tidak main-main, sebab <em>solo hiking <\/em>memiliki risiko ancaman keselamatan yang lebih besar. Misalnya, tersesat di hutan liar, kehabisan perbekalan, ancaman hewan liar, hingga puncaknya risiko nyawa tidak terselamatkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sekadar informasi, untuk Eigerian yang ingin mengetahui bagaimana tips aman yang biasanya dipersiapkan oleh pendaki solo profesional, simak beberapa poin berikut ini. Tips ini diberlakukan juga untuk meminimalisir berbagai risiko yang dapat terjadi selama <em>solo hiking.<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-22-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-15875\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-22-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-22-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-22-768x512.jpeg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-22-1536x1024.jpeg 1536w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-22-696x464.jpeg 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-22-1068x712.jpeg 1068w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-22-150x100.jpeg 150w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-22.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: eigeradventure.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Lakukan riset dan bekali diri dengan informasi selengkap mungkin<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum mendaki, luangkan waktu untuk menggali informasi sedalam mungkin yang menyangkut banyak hal. Pastikan kita sudah memahami semua kondisi di lapangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tentukan destinasi gunung yang akan didaki. Cari sebanyak mungkin informasi seputar gunung yang akan didaki, jalur pendakian, medan, dan rintangannya. Pertimbangkan juga kemudahan transportasi menuju lokasi, fasilitas umum yang tersedia, kondisi cuaca, kondisi vegetasi, temperatur udara, potensi bencana hingga pantangan-pantangan setempat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Pilih trek yang tidak terlalu sulit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tips berikutnya untuk <em>solo hiking <\/em>adalah memilih trek yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tidak diperkenankan untuk memaksakan diri mencoba jalur pendakian baru dengan tingkat kesulitan yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengulangi jalur pendakian yang pernah dilalui bareng teman-temanmu menjadi ide yang bagus karena jauh lebih mengenal dengan trek tersebut. Sebisa mungkin memilih trek yang ramai pendaki agar lebih mudah mendapat pertolongan saat mengalami masalah di jalur pendakian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Pastikan kondisi fisik dalam keadaan prima&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebab, mendaki seorang diri artinya kita akan menghadapi semua rintangan tanpa bantuan orang lain. Perlengkapan yang kita bawa juga akan lebih berat dari biasanya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Membawa persediaan makanan dan air yang cukup<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Makanan dan air adalah komponen paling penting agar dapat bertahan selama pendakian. Mungkin sebagian orang malas membawa makanan dan air tambahan karena masalah beratnya. Namun percayalah, persediaan makanan, minuman, hingga suplemen kesehatan menjadi sumber kehidupan dan senjata utama para pendaki selama di gunung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Siapkan peralatan mendaki yang memenuhi standar&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Peralatan mendaki yang memenuhi standar keamanan sangatlah penting membantu kelancaran pendakian. Mulai dari kotak P3K, jaket, sepatu, sarung tangan, topi, kompas, dan GPS.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"696\" height=\"517\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-16.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15874\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-16.png 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-16-300x223.png 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-16-485x360.png 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-16-150x111.png 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: eigeradventure.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Perkaya wawasan survival<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Selama solo hiking, artinya kita belajar bertahan hidup di hutan dengan kondisi lingkungan yang ada. Oleh karena itu, kamu perlu memiliki wawasan survival yang baik untuk bertahan hidup lebih nyaman selama di alam bebas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mulai dari cara menyalakan api unggun, mampu mengenali tumbuhan yang dapat dimakan, mengerti cara menghadapi ancaman hewan liar, mengerti cara membuat bivak, dan menyiapkan survival kit.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Asah kemampuan membuat keputusan terbaik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Saat <em>solo hiking, <\/em>penting untuk memiliki kemampuan membuat keputusan terbaik agar tetap aman dan berhasil hingga turun dari gunung. Jangan remehkan risiko sekecil apapun saat bepergian sendiri dan bersiap cepat mengambil keputusan agar terhindar dari situasi berbahaya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>8. Pahami batasan diri dan jangan ragu untuk \u201cbalik badan\u201d<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Saat melakukan perjalanan sendirian, penting untuk memahami batasan kemampuan diri sendiri. Jangan ragu untuk \u201cbalik badan\u201d atau kembali jika merasa tidak nyaman dengan kondisi yang ada di depan mata, baik itu medan, cuaca, atau lainnya. Berbalik menjadi pilihan paling aman daripada harus mempertaruhkan keselamatan..<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>9. Memberitahu aktivitas pendakian kepada keluarga atau orang terdekat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan ada orang lain yang mengetahui rencana pendakian yang akan dilakukan agar dapat mengantisipasi kemungkinan terburuk. Beritahu juga berapa lama kita akan pergi dan kapan kita akan pulang.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/hiking-trail\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>9 Tips Memilih Hiking Trail &amp; Rekomendasinya di Indonesia<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pendakian Aman dan Nyaman dengan Produk EIGER Mountaineering<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah membaca kehebatan para pendaki solo kelas dunia dan terbaik sepanjang masa, kekuatan tubuh, pengalaman, dan jam terbang yang tinggi, tidak dapat diragukan lagi. Mereka berani menaklukkan keterbatasan dan ketakutan diri sendiri terhadap tantangan berat yang harus dihadapi dalam bertualang.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya dalam melakukan pendakian solo ada banyak hal yang dipertaruhkan, termasuk keselamatan jiwa dan raga. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi risiko pendakian, perhatikan berbagai tips aman sebelum dan saat melakukan pendakian.<\/p>\n\n\n\n<p>Punya agenda pendakian terdekat bareng teman-teman dan komunitasmu?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk mulai persiapkan semua <em>gear <\/em>pendakian terbaik. Mulai dari tas carrier, jaket, sepatu gunung, tenda, sleeping bag, serta perlengkapan penting lainnya termasuk first aid kit.<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan Eigerian memilih perlengkapan gunung dengan kualitas terbaik, aman, dan nyaman seperti perlengkapan outdoor dari EIGER.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Eigerian sedang mencari perlengkapan outdoor, maka bisa berbelanja melalui situs<a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=website_eiger_adventure_official&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Website EIGER Adventure Official.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Proses belanja online di situs web EIGER sangatlah mudah dan nyaman. Dapatkan harga dan promo menarik untuk berbagai barang pilihan. Didukung dengan berbagai metode pembayaran, seperti paylater, bank transfer, hingga COD. Nikmati juga gratis ongkos kirim ke seluruh wilayah Indonesia!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa pun yang menggemari dunia pendakian, memiliki panutan tokoh pendaki solo yang menurut mereka paling tangguh. Di Indonesia sendiri, ada nama Willem Tasiam, seorang pendaki gunung profesional asal Pulau Kalimantan yang dijuluki sebagai raja pendakian gunung. Pada usianya yang sudah tak muda lagi, ia telah banyak menciptakan jejak dan pengalaman pendakian yang luar biasa.&nbsp; Dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":15878,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[115,2288,2287,1482,134],"class_list":{"0":"post-15871","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-mountaineering","8":"tag-mountaineering","9":"tag-pendaki","10":"tag-pendaki-solo","11":"tag-pendakian","12":"tag-tips-pendakian"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kenali 4 Pendaki Solo Tangguh Dunia &amp; Tips Pendakian Aman<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Menjadi pendaki solo adalah hal yang cukup berat dan menantang. Simak berbagai tips aman untuk pendaki solo.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenali 4 Pendaki Solo Tangguh Dunia &amp; Tips Pendakian Aman\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menjadi pendaki solo adalah hal yang cukup berat dan menantang. Simak berbagai tips aman untuk pendaki solo.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-11-06T09:40:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-11-06T09:42:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-23.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1067\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin YL\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin YL\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin YL\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/a5bbd75c9e19949c901b1cdd1cb75364\"},\"headline\":\"Kenali 4 Pendaki Solo Tangguh Dunia &amp; Tips Pendakian Aman\",\"datePublished\":\"2023-11-06T09:40:48+00:00\",\"dateModified\":\"2023-11-06T09:42:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/\"},\"wordCount\":1263,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-23.jpeg\",\"keywords\":[\"mountaineering\",\"pendaki\",\"pendaki solo\",\"Pendakian\",\"tips pendakian\"],\"articleSection\":[\"Mountaineering\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/\",\"name\":\"Kenali 4 Pendaki Solo Tangguh Dunia & Tips Pendakian Aman\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-23.jpeg\",\"datePublished\":\"2023-11-06T09:40:48+00:00\",\"dateModified\":\"2023-11-06T09:42:57+00:00\",\"description\":\"Menjadi pendaki solo adalah hal yang cukup berat dan menantang. Simak berbagai tips aman untuk pendaki solo.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-23.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-23.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":1067,\"caption\":\"pendaki solo\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenali 4 Pendaki Solo Tangguh Dunia &amp; Tips Pendakian Aman\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog\",\"description\":\"Eiger Adventure\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Eiger Adventure\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"width\":187,\"height\":187,\"caption\":\"Eiger Adventure\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\",\"https:\/\/x.com\/eigeradventure\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/a5bbd75c9e19949c901b1cdd1cb75364\",\"name\":\"Admin YL\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6966aa8f381d26980c6ec5ff57f2a0f96080d338a7e78780dcecdeef73f442b3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6966aa8f381d26980c6ec5ff57f2a0f96080d338a7e78780dcecdeef73f442b3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin YL\"},\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/adminyl\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenali 4 Pendaki Solo Tangguh Dunia & Tips Pendakian Aman","description":"Menjadi pendaki solo adalah hal yang cukup berat dan menantang. Simak berbagai tips aman untuk pendaki solo.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kenali 4 Pendaki Solo Tangguh Dunia & Tips Pendakian Aman","og_description":"Menjadi pendaki solo adalah hal yang cukup berat dan menantang. Simak berbagai tips aman untuk pendaki solo.","og_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/","og_site_name":"Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","article_published_time":"2023-11-06T09:40:48+00:00","article_modified_time":"2023-11-06T09:42:57+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1067,"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-23.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin YL","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eigeradventure","twitter_site":"@eigeradventure","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin YL","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/"},"author":{"name":"Admin YL","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/a5bbd75c9e19949c901b1cdd1cb75364"},"headline":"Kenali 4 Pendaki Solo Tangguh Dunia &amp; Tips Pendakian Aman","datePublished":"2023-11-06T09:40:48+00:00","dateModified":"2023-11-06T09:42:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/"},"wordCount":1263,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-23.jpeg","keywords":["mountaineering","pendaki","pendaki solo","Pendakian","tips pendakian"],"articleSection":["Mountaineering"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/","name":"Kenali 4 Pendaki Solo Tangguh Dunia & Tips Pendakian Aman","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-23.jpeg","datePublished":"2023-11-06T09:40:48+00:00","dateModified":"2023-11-06T09:42:57+00:00","description":"Menjadi pendaki solo adalah hal yang cukup berat dan menantang. Simak berbagai tips aman untuk pendaki solo.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-23.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-23.jpeg","width":1600,"height":1067,"caption":"pendaki solo"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/pendaki-solo\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenali 4 Pendaki Solo Tangguh Dunia &amp; Tips Pendakian Aman"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","name":"Blog","description":"Eiger Adventure","publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization","name":"Eiger Adventure","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","contentUrl":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","width":187,"height":187,"caption":"Eiger Adventure"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","https:\/\/x.com\/eigeradventure"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/a5bbd75c9e19949c901b1cdd1cb75364","name":"Admin YL","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6966aa8f381d26980c6ec5ff57f2a0f96080d338a7e78780dcecdeef73f442b3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6966aa8f381d26980c6ec5ff57f2a0f96080d338a7e78780dcecdeef73f442b3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin YL"},"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/adminyl\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/image-23.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15871"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15871\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15880,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15871\/revisions\/15880"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15878"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}