{"id":18112,"date":"2024-02-22T20:55:20","date_gmt":"2024-02-22T13:55:20","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/?p=18112"},"modified":"2024-03-03T11:05:57","modified_gmt":"2024-03-03T04:05:57","slug":"petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/","title":{"rendered":"Petualangan Budaya di Desa Hinua dan Desa Balla"},"content":{"rendered":"\n<p>Hai! Aku, Salini Rengganis, kembali lagi untuk menuliskan catatan tentang perjalanan yang aku lakukan bersama tim <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">EIGER Adventure<\/a> dan <a href=\"https:\/\/torajamelo.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">TORAJAMELO<\/a> ke Sulawesi dalam program \u201cSuara Dari Sulawesi\u201d. Eh, sudah baca <a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/tentang-perjalanan-ke-celebes-selamat-datang-di-sulawesi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">catatan perjalanan ku yang pertama<\/a>? Aku mau lanjutkan lagi catatan perjalanan ku ke Sulawesi. Kali ini aku akan bercerita tentang petualangan budaya di Desa Hinua dan Balla. Penasaran? Selamat membaca ceritaku, ya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Petualangan Budaya di Desa Hinua, 11 Desember 2023<\/strong>&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Acara Penyambutan<\/strong> <strong>di Desa Hinua<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full td-caption-align-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"594\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-tarian-penyambutan-saweran.webp\" alt=\"Acara Penyambutan di Desa Hinua\" class=\"wp-image-18135\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-tarian-penyambutan-saweran.webp 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-tarian-penyambutan-saweran-300x223.webp 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-tarian-penyambutan-saweran-768x570.webp 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-tarian-penyambutan-saweran-485x360.webp 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-tarian-penyambutan-saweran-696x517.webp 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-tarian-penyambutan-saweran-150x111.webp 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Selamat pagi dari <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Hinua,_Bonehau,_Mamuju\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Desa Hinua<\/a>!<\/p>\n\n\n\n<p>Pagi ini kami disambut dengan acara penyambutan yang dimulai dengan \u201csaweran\u201d dari kepala desa setempat. Berbeda dengan saweran di Pulau Jawa yang sering kami jumpai, uang-uang saweran justru dimasukkan ke topi yang digunakan oleh penari.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Terlihat para penari yang mulai menunjukkan kelihaiannya dengan iringan musik berupa gong kecil. Meriah! Setelah tari-tarian selesai, kami dipasangkan kain tenun hasil buatan masyarakat setempat sebagai tanda bahwa kami sebagai tamu sudah diterima sebagai saudara mereka.&nbsp;Sambutan yang hangat!<\/p>\n\n\n\n<p>Terlihat beberapa perwakilan masyarakat yang menyambut kami menggunakan kain tenun Sekomandi, kain tertua dari Sulawesi. Sesuai dengan tujuan upacara penyambutan, kain tenun&nbsp;Sekomandi terdiri dari dua kata yaitu &#8220;seko&#8221; yang artinya persaudaraan atau kekeluargaan, serta &#8220;mandi&#8221; yang artinya kuat atau erat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full td-caption-align-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"594\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-kain-tenun-sekomandi-sulawesi.webp\" alt=\"kain tenun Sekomandi - kain tenun tertua dari Sulawesi\" class=\"wp-image-18136\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-kain-tenun-sekomandi-sulawesi.webp 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-kain-tenun-sekomandi-sulawesi-300x223.webp 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-kain-tenun-sekomandi-sulawesi-768x570.webp 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-kain-tenun-sekomandi-sulawesi-485x360.webp 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-kain-tenun-sekomandi-sulawesi-696x517.webp 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-kain-tenun-sekomandi-sulawesi-150x111.webp 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Kain Tenun Sekomandi &#8211; Kain Tenun Tertua Dari Sulawesi<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ketua adat setempat pun bahkan menjelaskan bahwa hanya Desa Hinua yang masih memproduksi kain Sekomandi, yang artinya kain ini sudah punah di 8 desa lainnya yang ada di Kalumpang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengintip Tradisi Pembuatan Kain Tenun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"594\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/proses-pembuatan-kain-tenun-tradisional-desa-hinua-sulawesi.webp\" alt=\"pembuat kain tenun tradisional di Desa Hinua, Sulawesi\" class=\"wp-image-18144\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/proses-pembuatan-kain-tenun-tradisional-desa-hinua-sulawesi.webp 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/proses-pembuatan-kain-tenun-tradisional-desa-hinua-sulawesi-300x223.webp 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/proses-pembuatan-kain-tenun-tradisional-desa-hinua-sulawesi-768x570.webp 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/proses-pembuatan-kain-tenun-tradisional-desa-hinua-sulawesi-485x360.webp 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/proses-pembuatan-kain-tenun-tradisional-desa-hinua-sulawesi-696x517.webp 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/proses-pembuatan-kain-tenun-tradisional-desa-hinua-sulawesi-150x111.webp 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Petualangan budaya di Desa Hinua pun dimulai! Kami juga diajak keliling oleh Bu Hermin, seorang penenun di Desa Hinua. Kami diajak melihat proses pembuatan kain tenun, mulai dari menata setiap helaian benang, diikat, dan ditenun sesuai pola yang sudah ada. Sangat apik!<\/p>\n\n\n\n<p>Hebatnya lagi, penenun dari Desa Hinua masih menggunakan pewarna alami, lho! Ada pewarna dari daun maupun akar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full td-caption-align-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"594\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-penenun.webp\" alt=\"proses pembuatan kain tenun di Sulawesi\" class=\"wp-image-18137\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-penenun.webp 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-penenun-300x223.webp 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-penenun-768x570.webp 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-penenun-485x360.webp 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-penenun-696x517.webp 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-penenun-150x111.webp 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Proses Pembuatan Kain Tenun Yang Sangat Apik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Bu Hermin menunjukkan satu buku panduan, yang beliau sebut sebagai \u201cSuku Makki\u201d. Di dalam buku itu berisi panduan <em>pattern<\/em> tenun yang sudah disusun oleh nenek moyang. Ia meyakini bahwa <em>pattern<\/em> dan warna dalam pembuatan kain tenun khususnya kain Sekomandi tidak boleh diubah sama sekali. Itulah yang menjadi alasan kenapa Bu Hermin selalu membawa buku yang tersisa satu ini kemana-mana.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Di desa Hinua terlihat satu toko milik Ibu Kristin yang menjual hasil tenun masyarakat setempat. Mulai dari syal, sampai ukuran kain yang lebih besar. Kata Ibu Kristin, kain berukuran kecil seperti syal yang lebih mudah terjual. Mungkin karena harganya yang lebih terjangkau ya\u2026<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full td-caption-align-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"594\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Salini-mencoba-pakaian-adat-Sulawesi-di-desa-Hinua.webp\" alt=\"Petualganan Budaya: Mencoba Baju Adat Setempat di Desa Hinua, Sulawesi\" class=\"wp-image-18140\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Salini-mencoba-pakaian-adat-Sulawesi-di-desa-Hinua.webp 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Salini-mencoba-pakaian-adat-Sulawesi-di-desa-Hinua-300x223.webp 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Salini-mencoba-pakaian-adat-Sulawesi-di-desa-Hinua-768x570.webp 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Salini-mencoba-pakaian-adat-Sulawesi-di-desa-Hinua-485x360.webp 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Salini-mencoba-pakaian-adat-Sulawesi-di-desa-Hinua-696x517.webp 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Salini-mencoba-pakaian-adat-Sulawesi-di-desa-Hinua-150x111.webp 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Aku Dalam Balutan Baju Adat Setempat<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Aku pun sempat mencoba baju adat setempat. Ada yang berwarna hitam, untuk digunakan saat acara kematian, dan ada yang berwarna merah, untuk digunakan saat acara pernikahan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ternyata, dulu tidak semua orang bisa menggunakan baju adat ini. Hanya mereka dengan kasta tertentu yang bisa. Namun, seiring perubahan zaman, tidak hanya kasta tertentu yang bisa menggunakan baju adat tersebut, bahkan orang dari luar daerah pun dibolehkan selama sudah mendapat izin dari warga setempat.&nbsp;Aku merasa sangat beruntung bisa mencoba baju adat setempat dalam petualangan budayaku di Desa Hinua ini!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-background\" style=\"background-color:#f9f4ea\"><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/tentang-perjalanan-ke-celebes-selamat-datang-di-sulawesi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tentang Perjalanan ke Celebes: &#8220;Selamat Datang di Sulawesi!&#8221;<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Regenerasi Penenun<\/strong> <strong>Kian Menurun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full td-caption-align-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"594\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-bu-hermin.webp\" alt=\"Bu Hermin - Seorang Wanita Penenun di Desa Hinua\" class=\"wp-image-18139\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-bu-hermin.webp 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-bu-hermin-300x223.webp 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-bu-hermin-768x570.webp 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-bu-hermin-485x360.webp 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-bu-hermin-696x517.webp 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-bu-hermin-150x111.webp 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Bu Hermin &#8211; Seorang Penenun di Desa Hinua<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Cukup lama kami menghabiskan waktu bersama ibu-ibu penenun disini. Dari obrolan dengan Bu Hermin, kami melihat bahwa ketertarikan masyarakat untuk menjadi penenun sudah semakin menurun. Buktinya, dari 9 desa di Kalumpang, hanya Desa Hinua yang masih aktif menghasilkan kain tenun.<\/p>\n\n\n\n<p>Bu Hermin juga bercerita, salah satu cara untuk mempertahankan budaya bangsa ini dengan aktif ikut pameran dan membina penenun muda. Aku sangat setuju dengan Bu Hermin! Namun sayang, masih sedikit orang yang berkunjung ke desa ini, ditambah lagi mereka juga kebingungan untuk mempromosikan hasil karya mereka, Bu Hermin menambahkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kalian membayangkan Desa Hinua adalah desa yang sangat terpencil dan jauh dari perkembangan zaman, kalian keliru! Desa ini sudah cukup modern dan mengikuti perkembangan zaman untuk bisa menerima para turis, kok. Buktinya, di rumah Bu Kristin pun ada <em>playstation<\/em> lho! Bagaimana, apakah Eigerian tertarik untuk mengunjungi Desa Hinua dan belajar menenun disana? Seru lho!<\/p>\n\n\n\n<p>Tepat jam 12 siang kami pun berpamitan, karena ada perubahan dari rencana semula. Kami melanjutkan perjalanan ke Desa Balla di Mamasa. 4 jam perjalanan untuk menuju kesana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-background\" style=\"background-color:#f9f4ea\"><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wisata-petualangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">6 Wisata Petualangan Seru untuk Pengalaman Tak Terlupakan<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Petualangan Budaya di Desa Balla, 11 Desember 2023<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full td-caption-align-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"594\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/rumah-pak-thomas-rumah-tanpa-paku-di-kaki-bukit-desa-balla.webp\" alt=\"Petualangan Budaya di Desa Balla: Rumah Tanpa Paku di Atas Bukit\" class=\"wp-image-18142\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/rumah-pak-thomas-rumah-tanpa-paku-di-kaki-bukit-desa-balla.webp 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/rumah-pak-thomas-rumah-tanpa-paku-di-kaki-bukit-desa-balla-300x223.webp 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/rumah-pak-thomas-rumah-tanpa-paku-di-kaki-bukit-desa-balla-768x570.webp 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/rumah-pak-thomas-rumah-tanpa-paku-di-kaki-bukit-desa-balla-485x360.webp 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/rumah-pak-thomas-rumah-tanpa-paku-di-kaki-bukit-desa-balla-696x517.webp 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/rumah-pak-thomas-rumah-tanpa-paku-di-kaki-bukit-desa-balla-150x111.webp 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Rumah Tanpa Paku di Atas Bukit Desa Balla<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sesampainya di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Balla,_Mamasa\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Desa Balla<\/a>, kami mengunjungi rumah Pak Thomas. Rumah di atas bukit dan hanya ada satu rumah disana. Pak Thomas ini menjabat sebagai ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) untuk Desa Balla.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Rumah beliau besar sekali. Kayaknya cukup untuk 30-40 orang. Proses pembuatannya saja sampai 4 tahun. Dan yang menarik perhatian kami, rumah ini dibangun tanpa paku!&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti banyak daerah di Sulawesi lainnya, tuak menjadi ciri khas desa ini. Namanya Balo, tuak dari pohon aren. Ada 2 jenis, yang manis dan agak pahit. Disini, Balo sudah jadi minuman sehari-hari untuk menghangatkan badan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kami bermalam di rumah Pak Thomas sebelum melanjutkan petualangan budaya kami ke Desa Ballatumuka. Nanti aku lanjutkan lagi cerita tentang perjalanan ke Desa Ballatumuka yang aku dan tim lakukan, ya! Jangan lupa untuk tonton video tentang perjalananku ini di youtube lho\u2026 Selamat menyaksikan ya, Eigerian!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<div class=\"youtube-embed\" data-video_id=\"GsfTNDm-Kak\"><iframe loading=\"lazy\" title=\"Tentang Perjalanan - Suara Dari Sulawesi  | Episode 3 : Kain Bersuara\" width=\"696\" height=\"392\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/GsfTNDm-Kak?feature=oembed&#038;enablejsapi=1\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Catatan perjalanan petualangan budaya di Desa Hinua dan Balla &#8211; Sulawesi, mengintip tradisi pembuatan kain tenun dan arsitektur tanpa paku!<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":18134,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,1,13],"tags":[2656,2657],"class_list":{"0":"post-18112","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-eiger-friends","8":"category-tips-trick","9":"category-traveling","10":"tag-catatan-perjalanan","11":"tag-suara-dari-sulawesi"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Petualangan Budaya di Desa Hinua dan Desa Balla<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Catatan perjalanan petualangan budaya di Desa Hinua dan Balla - Sulawesi, mengintip tradisi pembuatan kain tenun dan arsitektur tanpa paku!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Petualangan Budaya di Desa Hinua dan Desa Balla\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Catatan perjalanan petualangan budaya di Desa Hinua dan Balla - Sulawesi, mengintip tradisi pembuatan kain tenun dan arsitektur tanpa paku!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-22T13:55:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-03-03T04:05:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-desa-balla-salini-belajar-tenun-di-sulawesi.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin DM\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin DM\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin DM\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/f6d9ecdbb69d0f7159ff07930fabede4\"},\"headline\":\"Petualangan Budaya di Desa Hinua dan Desa Balla\",\"datePublished\":\"2024-02-22T13:55:20+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-03T04:05:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/\"},\"wordCount\":871,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-desa-balla-salini-belajar-tenun-di-sulawesi.webp\",\"keywords\":[\"Catatan Perjalanan\",\"Suara dari Sulawesi\"],\"articleSection\":[\"EIGER Friends\",\"Tips &amp; Trick\",\"Traveling\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/\",\"name\":\"Petualangan Budaya di Desa Hinua dan Desa Balla\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-desa-balla-salini-belajar-tenun-di-sulawesi.webp\",\"datePublished\":\"2024-02-22T13:55:20+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-03T04:05:57+00:00\",\"description\":\"Catatan perjalanan petualangan budaya di Desa Hinua dan Balla - Sulawesi, mengintip tradisi pembuatan kain tenun dan arsitektur tanpa paku!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-desa-balla-salini-belajar-tenun-di-sulawesi.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-desa-balla-salini-belajar-tenun-di-sulawesi.webp\",\"width\":800,\"height\":594,\"caption\":\"petualangan budaya Salini belajar menenun\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Petualangan Budaya di Desa Hinua dan Desa Balla\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog\",\"description\":\"Eiger Adventure\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Eiger Adventure\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"width\":187,\"height\":187,\"caption\":\"Eiger Adventure\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\",\"https:\/\/x.com\/eigeradventure\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/f6d9ecdbb69d0f7159ff07930fabede4\",\"name\":\"Admin DM\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4c9145318cf995f9cb697cbc43c603347cbc6f257947ab1211af04d9f2cf17c2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4c9145318cf995f9cb697cbc43c603347cbc6f257947ab1211af04d9f2cf17c2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin DM\"},\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/admindm\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Petualangan Budaya di Desa Hinua dan Desa Balla","description":"Catatan perjalanan petualangan budaya di Desa Hinua dan Balla - Sulawesi, mengintip tradisi pembuatan kain tenun dan arsitektur tanpa paku!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Petualangan Budaya di Desa Hinua dan Desa Balla","og_description":"Catatan perjalanan petualangan budaya di Desa Hinua dan Balla - Sulawesi, mengintip tradisi pembuatan kain tenun dan arsitektur tanpa paku!","og_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/","og_site_name":"Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","article_published_time":"2024-02-22T13:55:20+00:00","article_modified_time":"2024-03-03T04:05:57+00:00","og_image":[{"width":800,"height":594,"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-desa-balla-salini-belajar-tenun-di-sulawesi.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Admin DM","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eigeradventure","twitter_site":"@eigeradventure","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin DM","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/"},"author":{"name":"Admin DM","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/f6d9ecdbb69d0f7159ff07930fabede4"},"headline":"Petualangan Budaya di Desa Hinua dan Desa Balla","datePublished":"2024-02-22T13:55:20+00:00","dateModified":"2024-03-03T04:05:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/"},"wordCount":871,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-desa-balla-salini-belajar-tenun-di-sulawesi.webp","keywords":["Catatan Perjalanan","Suara dari Sulawesi"],"articleSection":["EIGER Friends","Tips &amp; Trick","Traveling"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/","name":"Petualangan Budaya di Desa Hinua dan Desa Balla","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-desa-balla-salini-belajar-tenun-di-sulawesi.webp","datePublished":"2024-02-22T13:55:20+00:00","dateModified":"2024-03-03T04:05:57+00:00","description":"Catatan perjalanan petualangan budaya di Desa Hinua dan Balla - Sulawesi, mengintip tradisi pembuatan kain tenun dan arsitektur tanpa paku!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-desa-balla-salini-belajar-tenun-di-sulawesi.webp","contentUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-desa-balla-salini-belajar-tenun-di-sulawesi.webp","width":800,"height":594,"caption":"petualangan budaya Salini belajar menenun"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/petualangan-budaya-di-desa-hinua-dan-desa-balla\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Petualangan Budaya di Desa Hinua dan Desa Balla"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","name":"Blog","description":"Eiger Adventure","publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization","name":"Eiger Adventure","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","contentUrl":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","width":187,"height":187,"caption":"Eiger Adventure"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","https:\/\/x.com\/eigeradventure"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/f6d9ecdbb69d0f7159ff07930fabede4","name":"Admin DM","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4c9145318cf995f9cb697cbc43c603347cbc6f257947ab1211af04d9f2cf17c2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4c9145318cf995f9cb697cbc43c603347cbc6f257947ab1211af04d9f2cf17c2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin DM"},"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/admindm\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/petualangan-budaya-desa-hinua-desa-balla-salini-belajar-tenun-di-sulawesi.webp","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18112","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18112"}],"version-history":[{"count":31,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18112\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18151,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18112\/revisions\/18151"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18134"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18112"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18112"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18112"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}