{"id":18852,"date":"2025-10-20T10:19:11","date_gmt":"2025-10-20T03:19:11","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/?p=18852"},"modified":"2025-10-20T10:21:34","modified_gmt":"2025-10-20T03:21:34","slug":"kerusakan-lingkungan-akibat-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/","title":{"rendered":"Pahami 5 Kerusakan Lingkungan Akibat Manusia &amp; Solusinya"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebagai penikmat alam, kita menjadi saksi langsung keindahan bumi sekaligus berbagai kerusakan lingkungan akibat manusia yang terjadi di depan mata. Dampaknya terasa nyata, mulai dari tumpukan sampah di jalur pendakian, perubahan kondisi hutan, hingga pencemaran sumber air yang dulu jernih.<\/p>\n\n\n\n<p>Memahami berbagai contoh kerusakan alam akibat ulah manusia ini bukan untuk membuat kita pesimis, tapi untuk menjadi lebih sadar dan bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, kita kenali lebih jauh apa saja bentuk kerusakan yang terjadi dan bagaimana kita bisa menjadi bagian dari solusi, bukan masalah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Kerusakan Lingkungan Akibat Manusia dan Efeknya<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kerusakan lingkungan yang diakibatkan peristiwa alam seperti letusan gunung api, gempa bumi, tsunami, angin puting beliung, dan lainnya, bisa berdampak pada kerusakan infrastruktur, hilangnya harta benda, kematian hewan, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan kerusakan lingkungan akibat manusia ternyata dampaknya jauh lebih besar dibanding faktor alam. Ini disebabkan oleh tindakan manusia yang mengeksploitasi sumber daya secara berlebihan dan tidak memperhitungkan dampak jangka panjangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Apa saja contoh kerusakan lingkungan akibat ulah manusia? <em>Well, <\/em>berikut daftarnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Penebangan Hutan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tindakan penebangan atau penggundulan hutan secara liar dilakukan manusia untuk perluasan lahan, pemukiman, area industri, dan lainnya, menyebabkan jumlah pohon di bumi berkurang. Akibatnya, pasokan oksigen yang dihasilkan pohon dapat menurun. Selain itu, penggundulan hutan juga dapat menyebabkan terjadinya bencana banjir bandang, tanah longsor, dan lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Pembakaran Hutan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Oktober 2023 sebesar 9994.313.18 Ha yang tersebar di 11 provinsi yang rentan alami karhutla. Angka ini 30,80% lebih kecil dibanding tahun 2019 yang mencapai 1.649.258 Ha.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kebakaran hutan bisa terjadi karena faktor alami yaitu musim kemarau berkepanjangan, keteledoran manusia (membuang puntung rokok sembarangan), melakukan pembukaan lahan, dan lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Pencemaran Sungai<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Contoh bentuk lain kerusakan lingkungan akibat manusia adalah pencemaran sungai. Sungai yang tercemar bisa terjadi karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Misalnya tindakan membuang limbah atau sampah sembarangan sehingga air sungai menjadi tercemar dan terkontaminasi zat berbahaya yang mengancam ekosistem.<\/p>\n\n\n\n<p>Akibat sungai tercemar, maka ekosistem di sungai dapat terganggu, di antaranya banyak ikan yang mati dan kualitas air yang menurun. Selain itu, sungai yang dijadikan lokasi pembuangan sampah juga bisa mengakibatkan bencana banjir yang banyak terjadi di perkotaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Pencemaran Tanah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kondisi tanah yang tercemar dan terkontaminasi dapat menurunkan kualitas tanhnya, termasuk berkurangnya zat hara, sehingga membuat tanah menjadi tidak subur. Pencemaran tanah disebabkan oleh perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab dalam pengelolaan limbah.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa kerusakan lingkungan di atas tidak hanya berampak buruk pada kondisi lingkungan saat ini, namun juga berdampak bagi generai mendatang. Oleh karenanya, sangat penting untuk meningkatkan <em>awareness <\/em>&nbsp;dan tindakan pelestarian lingkungan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Pencematan Udara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pencemaran atau polusi udara dipicu dari aktivitas sehari-hari manusia, seperti penggunaan kendaraan bermotor, pembakaran sampah, hingga asap pabrik yang langsung ke udara. Ini semua dapat berdampak pada kualitas tanaman pertanian, hutan, sistem air, dan bisa memicu penyakit pernapasan pada manusia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/pemanfaatan-limbah-plastik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>6 Tips Sederhana Pemanfaatan Limbah Plastik di Sekelilingmu<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Mencegah Kerusakan Lingkungan Akibat Ulah Manusia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"740\" height=\"494\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-15.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-18853\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-15.png 740w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-15-300x200.png 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-15-696x465.png 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-15-150x100.png 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 740px) 100vw, 740px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ilustrasi konsep zero waste. Sumber: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Kita harus menerapkan prinsip 3R \u201c<em>Reduce, Reuse, and Recycle<\/em>\u201d untuk mencegah eksploitasi berlebihan <em>(overexploitation) <\/em>terhadap sumber daya alam. Misalnya dengan menggunakan kembali barang-barang yang masih layak digunakan untuk mencegah timbunan sampah tak terurai yang dapat merusak lingkungan.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengurangi masalah polusi bisa dengan berbagai cara sederhana. Mulai dengan menghindari penggunaan pestisida dan pupuk secara berlebihan, membuang sampah pada tempatnya, hingga meminimalkan penggunaan lampu di luar ruangan.<\/li>\n\n\n\n<li>Permasalahan dampak lingkungan yang berskala luas seperti perubahan iklim <em>(climate change) <\/em>memang tidak mudah diselesaikan. Namun Eigerian bisa melakukan upaya sederhana yang dapat membawa perbedaan dan dampak lebih baik. Pertimbangkan untuk lebih sering menggunakan moda transportasi umum yang ramah lingkungan, bijak dalam penggunaan listrik, untuk mengatasi perubahan iklim.<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk mencegah perusakan habitat di alam, saat berkegiatan di alam, tanamkan pola pikir untuk\u00a0tidak merusak jalur pendakian. Tidak meninggalkan bekas setelah berkemah, dan secara umum hormati alam yang melindungi ekosistem kita adalah salah satunya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/cara-menghemat-energi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>5 Cara Menghemat Energi melalui Gaya Hidup Berkelanjutan<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bijak Kelola Sampah Saat Berkegiatan di Alam<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dengan mempraktikkan kebiasaan yang baik dalam mengelola sampah saat berkegiatan di alam, kita bisa membantu menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan lingkungan terhindar dari kerusakan jangka panjang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memudahkan Eigerian dalam mengelola sampah pribadi saat di berkegiatan di alam, Eigerian bisa menyiapkan tas khusus untuk menyimpan sampah, <em>tote bag<\/em>, botol minum atau <em>tumbler<\/em>, dan lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Eigerian bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/d\/weekender-trash-bag-mini?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=weekender_trash_bag_mini&amp;utm_content=lifestyle\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Weekender Trash Bag Mini<\/strong><\/a> dari EIGER untuk&nbsp; mengumpulkan semua sampah pribadi saat berpergian. Tas yang satu ini dirancang dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dengan selalu membawa kembali sampah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Trash bag mini ini dilengkapi dengan tali yang bisa disesuaikan untuk memudahkanmu saat menggunakannya, serta menggunakan bahan <em>water repellent<\/em> (tidak mudah ditembus air\/hujan dengan intensitas ringan). Tas ini sangat cocok untuk menaruh sampah pribadi, jadi Eigerian wajib memilikinya!<\/p>\n\n\n\n<p>Semua produk yang Eigerian butuhkan bisa ditemukan di <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=website_eiger_adventure_official&amp;utm_content=lifestyle\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>website <\/em>resmi EIGER <em>Adventure<\/em><\/a> atau bisa langsung mengunjungi EIGER Adventure Store (EAS) terdekat di kotamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Agar lebih praktis dan mudah, kamu juga bisa <a href=\"https:\/\/eigeradventure.onelink.me\/Frj9\/2xy4tghg\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>belanja lewat mobile apps EIGER Adventure<\/strong><\/a> yang sudah bisa kamu unduh di Play Store untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOS.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kini, kita bisa belanja <em>online<\/em> dengan sangat mudah dan praktis dengan jaminan produk original. Dapatkan keuntungan gratis ongkir ke seluruh wilayah Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai penikmat alam, kita menjadi saksi langsung keindahan bumi sekaligus berbagai kerusakan lingkungan akibat manusia yang terjadi di depan mata. Dampaknya terasa nyata, mulai dari tumpukan sampah di jalur pendakian, perubahan kondisi hutan, hingga pencemaran sumber air yang dulu jernih. Memahami berbagai contoh kerusakan alam akibat ulah manusia ini bukan untuk membuat kita pesimis, tapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":18854,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[2857],"class_list":{"0":"post-18852","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-green-healthy","8":"tag-kerusakan-lingkungan"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pahami 5 Kerusakan Lingkungan Akibat Manusia &amp; Solusinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sadar nggak, kerusakan lingkungan akibat manusia banyak terjadi di sekitar kita? Kenali contoh, dampak, &amp; peran kita untuk mulai jadi solusi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pahami 5 Kerusakan Lingkungan Akibat Manusia &amp; Solusinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sadar nggak, kerusakan lingkungan akibat manusia banyak terjadi di sekitar kita? Kenali contoh, dampak, &amp; peran kita untuk mulai jadi solusi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-20T03:19:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-20T03:21:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-93.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin YL\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin YL\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin YL\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/a5bbd75c9e19949c901b1cdd1cb75364\"},\"headline\":\"Pahami 5 Kerusakan Lingkungan Akibat Manusia &amp; Solusinya\",\"datePublished\":\"2025-10-20T03:19:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-20T03:21:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/\"},\"wordCount\":865,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-93.jpeg\",\"keywords\":[\"kerusakan lingkungan\"],\"articleSection\":[\"Green &amp; Healthy\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/\",\"name\":\"Pahami 5 Kerusakan Lingkungan Akibat Manusia &amp; Solusinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-93.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-10-20T03:19:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-20T03:21:34+00:00\",\"description\":\"Sadar nggak, kerusakan lingkungan akibat manusia banyak terjadi di sekitar kita? Kenali contoh, dampak, & peran kita untuk mulai jadi solusi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-93.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-93.jpeg\",\"width\":700,\"height\":500,\"caption\":\"kerusakan lingkungan akibat manusia\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pahami 5 Kerusakan Lingkungan Akibat Manusia &amp; Solusinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog\",\"description\":\"Eiger Adventure\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Eiger Adventure\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"width\":187,\"height\":187,\"caption\":\"Eiger Adventure\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\",\"https:\/\/x.com\/eigeradventure\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/a5bbd75c9e19949c901b1cdd1cb75364\",\"name\":\"Admin YL\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6966aa8f381d26980c6ec5ff57f2a0f96080d338a7e78780dcecdeef73f442b3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6966aa8f381d26980c6ec5ff57f2a0f96080d338a7e78780dcecdeef73f442b3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin YL\"},\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/adminyl\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pahami 5 Kerusakan Lingkungan Akibat Manusia &amp; Solusinya","description":"Sadar nggak, kerusakan lingkungan akibat manusia banyak terjadi di sekitar kita? Kenali contoh, dampak, & peran kita untuk mulai jadi solusi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pahami 5 Kerusakan Lingkungan Akibat Manusia &amp; Solusinya","og_description":"Sadar nggak, kerusakan lingkungan akibat manusia banyak terjadi di sekitar kita? Kenali contoh, dampak, & peran kita untuk mulai jadi solusi.","og_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/","og_site_name":"Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","article_published_time":"2025-10-20T03:19:11+00:00","article_modified_time":"2025-10-20T03:21:34+00:00","og_image":[{"width":700,"height":500,"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-93.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin YL","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eigeradventure","twitter_site":"@eigeradventure","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin YL","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/"},"author":{"name":"Admin YL","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/a5bbd75c9e19949c901b1cdd1cb75364"},"headline":"Pahami 5 Kerusakan Lingkungan Akibat Manusia &amp; Solusinya","datePublished":"2025-10-20T03:19:11+00:00","dateModified":"2025-10-20T03:21:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/"},"wordCount":865,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-93.jpeg","keywords":["kerusakan lingkungan"],"articleSection":["Green &amp; Healthy"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/","name":"Pahami 5 Kerusakan Lingkungan Akibat Manusia &amp; Solusinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-93.jpeg","datePublished":"2025-10-20T03:19:11+00:00","dateModified":"2025-10-20T03:21:34+00:00","description":"Sadar nggak, kerusakan lingkungan akibat manusia banyak terjadi di sekitar kita? Kenali contoh, dampak, & peran kita untuk mulai jadi solusi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-93.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-93.jpeg","width":700,"height":500,"caption":"kerusakan lingkungan akibat manusia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/kerusakan-lingkungan-akibat-manusia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pahami 5 Kerusakan Lingkungan Akibat Manusia &amp; Solusinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","name":"Blog","description":"Eiger Adventure","publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization","name":"Eiger Adventure","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","contentUrl":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","width":187,"height":187,"caption":"Eiger Adventure"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","https:\/\/x.com\/eigeradventure"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/a5bbd75c9e19949c901b1cdd1cb75364","name":"Admin YL","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6966aa8f381d26980c6ec5ff57f2a0f96080d338a7e78780dcecdeef73f442b3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6966aa8f381d26980c6ec5ff57f2a0f96080d338a7e78780dcecdeef73f442b3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin YL"},"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/adminyl\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-93.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18852","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18852"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18852\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28273,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18852\/revisions\/28273"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18854"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}