{"id":20016,"date":"2024-06-18T08:00:00","date_gmt":"2024-06-18T01:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/?p=20016"},"modified":"2024-06-18T11:47:14","modified_gmt":"2024-06-18T04:47:14","slug":"urban-farming","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/","title":{"rendered":"Urban Farming untuk Pemula: Ubah Lahan Sempit Menjadi Kebun Produktif"},"content":{"rendered":"\n<p>Di tengah populasi yang terus bertambah dan urbanisasi yang kian meningkat, <em>urban farming <\/em>bisa menjadi solusi untuk meningkatkan ketersediaan pangan lokal di perkotaan. Tanaman sayuran, buah-buahan, hingga rempah-rempah ternyata bisa ditanam di lingkungan perkotaan, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat ketahanan pangan lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>Menariknya, <em>urban farming <\/em>ini merupakan praktik menanam, mengelola, dan memanen tanaman di lingkungan perkotaan yang bisa menggunakan berbagai macam metode. Mulai dari taman atap, kebun vertikal, lahan terbuka kecil, hingga pertanian di dalam ruangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Eigerian yang tertarik untuk mencoba mempraktikkan <em>urban farming<\/em>, simak panduan lengkapnya di bawah ini, <em>yuk<\/em>! Dijamin, setelah ini Eigerian bisa mengubah lahan sempit yang ada di sekitar menjadi kebun produktif.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Persiapan Awal untuk Melakukan <em>Urban Farming<\/em><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"500\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-3.jpg\" alt=\"urban farming\" class=\"wp-image-20022\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-3.jpg 700w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-3-300x214.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-3-696x497.jpg 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-3-150x107.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Mempraktikkan <em>urban farming<\/em> tentunya memerlukan persiapan yang matang untuk memastikan keberhasilannya. Tak perlu bingung untuk memulainya, karena di bawah ini sudah disiapkan beberapa langkah persiapan awal yang perlu dilakukan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Menentukan Lokasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagai langkah awal, tentu saja Eigerian perlu menentukan lokasi <em>urban farming<\/em>. Sebaiknya pilih tempat yang mendapatkan sinar matahari cukup. Kemudian, pertimbangkan juga akses air dan kemudahan perawatan. Contoh lokasi yang disarankan adalah balkon, teras, atap, dinding, atau bahkan dalam ruangan dengan pencahayaan tambahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Memilih Metode<em> Urban Farming<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada beberapa metode <em>urban farming <\/em>yang populer, Eigerian bisa memilih yang paling sesuai kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kebun Vertikal<\/strong>, yaitu menanam tanaman secara vertikal menggunakan rak, dinding, atau struktur vertikal lainnya. Kelebihan dari metode ini adalah menghemat ruang, dan meningkatkan estetika. Sedangkan kekurangannya adalah membutuhkan struktur yang kuat dan penyiraman bisa menantang. Metode ini bisa diterapkan pada tanaman merambat dan sayuran daun, dan cocok untuk balkon, dinding luar, atau ruang sempit di dalam rumah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Taman Atap (<\/strong><strong><em>Rooftop Garden<\/em><\/strong><strong>)<\/strong>, yaitu mengubah atap bangunan menjadi area tanam. Kelebihannya adalah memanfaatkan ruang yang tidak terpakai, mengurangi panas di dalam bangunan. Sementara itu, kekurangan dari metode ini adalah memerlukan investasi awal untuk <em>waterproofing <\/em>dan sistem drainase. Metode ini bisa diterapkan untuk berbagai jenis tanaman, cocok untuk bangunan dengan atap datar dan akses mudah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hidroponik<\/strong>, yaitu menanam tanaman tanpa tanah menggunakan larutan nutrisi air. Kelebihannya adalah pertumbuhan tanaman lebih cepat, penggunaan air yang lebih efisien, kontrol penuh terhadap nutrisi. Tapi kekurangan dari metode ini adalah memerlukan pengetahuan teknis dan peralatan khusus, serta biaya awal bisa tinggi. Metode ini cocok untuk ruang dalam ruangan, balkon, atau garasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Akuaponik<\/strong>, yaitu sistem gabungan antara budidaya tanaman (hidroponik) dan budidaya ikan (akuakultur). Kelebihannya yaitu menghasilkan tanaman dan ikan, serta sistem yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Sedangkan kekurangannya adalah kompleksitas sistem yang tinggi, serta memerlukan perawatan dan pemantauan yang cermat. Metode ini cocok untuk ruang yang cukup besar dan penggemar sistem terpadu.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Mempersiapkan Media Tanam<\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah berikutnya, Eigerian perlu mempersiapkan media tanam yang ideal. Gunakan campuran tanah yang subur dan memiliki drainase yang baik. Supaya lebih praktis, Eigerian bisa membeli campuran tanah khusus untuk <em>urban farming<\/em>. Kemudian, pilih wadah yang sesuai, seperti pot, kotak tanam, atau vertikal garden. Pastikan wadah yang Eigerian gunakan memiliki lubang drainase yang baik untuk mencegah genangan air.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Memilih Tanaman yang Tepat untuk <em>Urban Farming<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Memilih tanaman yang tepat untuk <em>urban farming<\/em> juga menjadi langkah penting untuk memastikan keberhasilan dan kepuasan Eigerian dalam bercocok tanam.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Sayuran<\/strong>: Eigerian bisa memilih varietas sayuran yang berukuran kecil atau kompak, yang dirancang khusus untuk ruang terbatas, seperti tomat ceri, paprika mini, dan terong mini. Selain itu, tanaman seperti kacang polong atau mentimun yang bisa tumbuh secara vertikal juga bisa dipilih, karena jenis tanaman ini akan menghemat ruang.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Buah-buahan<\/strong>: Jika Eigerian lebih tertarik untuk menanam buah-buahan, pilih jenis buah yang dapat ditanam dalam pot atau vertikultur seperti stroberi, melon, semangka, jambu biji. Supaya tanaman bisa berbuah lebat, pilih varietas buah yang dikenal produktif dan sesuai dengan iklim dan kondisi tanah di daerahmu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tanaman Herbal<\/strong>: Pilihlah tanaman herbal yang mudah tumbuh dan bermanfaat seperti kemangi, mint, rosemary, daun bawang. Tanaman herbal ini bisa menjadi sumber alami yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak hingga pengobatan kesehatan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Perawatan Tanaman <em>Urban Farming<\/em><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"500\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming.jpg\" alt=\"urban farming\" class=\"wp-image-20024\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming.jpg 700w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-300x214.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-696x497.jpg 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-150x107.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Eiger Adventure<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Merawat tanaman dalam <em>urban farming<\/em> juga memerlukan perhatian khusus, mengingat kondisi perkotaan yang berbeda dari lingkungan alami tanaman. Berikut ini beberapa tips untuk perawatan tanaman dalam<em> urban farming<\/em> yang perlu Eigerian perhatikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Penyiraman<\/h3>\n\n\n\n<p>Sesuaikan frekuensi penyiraman dengan jenis tanaman serta kondisi lingkungan. Pada umumnya, tanaman dalam pot cenderung membutuhkan penyiraman yang lebih sering daripada tanaman di tanah. Selain itu, pastikan pot atau wadah memiliki lubang drainase untuk mencegah genangan air yang dapat menyebabkan akar busuk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Pemupukan<\/h3>\n\n\n\n<p>Tips berikutnya, beri pupuk secara teratur sesuai kebutuhan tanaman. Eigerian bisa menggunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk cair organik untuk hasil terbaik. Ingat, hindari pemupukan berlebihan yang dapat merusak tanaman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pengendalian Hama dan Penyakit<\/h3>\n\n\n\n<p>Jangan lupa periksa tanaman secara rutin untuk tanda-tanda hama atau penyakit. Untuk pengendalian alami, Eigerian bisa menggunakan metode pengendalian hama alami seperti <em>neem oil,<\/em> sabun insektisida, atau predator alami. Kemudian, jaga area tanam tetap bersih untuk mencegah penyebaran penyakit.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Perawatan Lainnya<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain ketiga tips di atas, perawatan lainnya seperti pemangkasan, penyiangan, dan penjarangan tanaman juga perlu dilakukan. Eigerian bisa memangkas daun, ranting, atau bunga yang mati atau rusak untuk mencegah penyakit serta meningkatkan sirkulasi udara. Selain itu, bentuk tanaman secara teratur untuk menjaga ukuran yang diinginkan dan mendorong pertumbuhan yang sehat.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/gerakan-ramah-lingkungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">7 Gerakan Ramah Lingkungan yang Bisa Dilakukan Sehari-hari\u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Panen dan Pascapanen<\/h2>\n\n\n\n<p>Memanen dan menangani hasil panen dengan benar juga menjadi langkah penting dalam <em>urban farming <\/em>untuk memastikan kualitas dan kesegaran produk. Waktu panen yang tepat adalah di pagi hari saat suhu lebih sejuk dan tanaman mengandung kadar air tertinggi. Selain itu, sebaiknya panen dilakukan ketika buah dan sayuran telah mencapai kematangan optimal untuk mendapatkan rasa dan nutrisi terbaik.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk&nbsp; teknik panen yang tepat, Eigerian bisa menggunakan gunting taman atau pisau tajam untuk memotong tanaman agar tidak merusak batang atau tanaman induk. Pastikan untuk memegang buah dan sayuran dengan hati-hati untuk menghindari memar atau kerusakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, Eigerian perlu membersihkan hasil panen dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran dan sisa pestisida. Setelah dicuci, keringkan hasil panen menggunakan kain bersih atau handuk kertas untuk menghindari pembusukan. Lalu, simpan sayuran dan buah dalam lemari pendingin untuk memperpanjang kesegarannya. Eigerian juga bisa menggunakan wadah tertutup atau kantong plastik berlubang untuk menyimpan sayuran daun agar tetap segar. Sedangkan untuk herba kering atau umbi-umbian bisa disimpan di tempat yang kering dan gelap untuk menghindari pertumbuhan jamur.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/penasaran-coba-inilah-8-tips-menanam-mangrove\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Penasaran Coba? Inilah 8 Cara Menanam Mangrove<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menerapkan tips-tips di atas, Eigerian dapat memastikan tanaman <em>urban farming<\/em> tumbuh subur dan produktif, meskipun berada dalam lingkungan perkotaan yang mungkin memiliki tantangan tersendiri. Jadi, jangan ragu untuk mencoba<em> urban farming<\/em> dan nikmati hasil panen sendiri!<\/p>\n\n\n\n<p>Mempraktikkan <em>urban farming<\/em> bisa mencerminkan cinta dan kepedulian kita terhadap lingkungan. Selain <em>urban farming<\/em>, kita juga bisa ikut andil dalam menjaga kelestarian bumi dengan menggunakan produk-produk ramah lingkungan dari EIGER. Langsung saja kunjungi EIGER <em>Adventure Store<\/em> (EAS) terdekat di kotamu atau belanja <em>online <\/em>lewat <a href=\"https:\/\/eigeradventure.onelink.me\/Frj9\/2xy4tghg\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>mobile apps <\/em>EIGER <em>Adventure<\/em><\/a>. Unduh aplikasinya secara gratis di Play Store untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOS. Produknya tersedia lengkap, ada banyak promo menarik, dan gratis ongkir ke seluruh wilayah Indonesia. Jangan sampai terlewat, cek sekarang!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah populasi yang terus bertambah dan urbanisasi yang kian meningkat, urban farming bisa menjadi solusi untuk meningkatkan ketersediaan pangan lokal di perkotaan. Tanaman sayuran, buah-buahan, hingga rempah-rempah ternyata bisa ditanam di lingkungan perkotaan, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Menariknya, urban farming ini merupakan praktik menanam, mengelola, dan memanen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":20023,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[304,219,3073,3074,3075],"class_list":{"0":"post-20016","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-green-healthy","8":"tag-cinta-lingkungan","9":"tag-gaya-hidup-sehat","10":"tag-kebun-produktif","11":"tag-urban-farming","12":"tag-urban-farming-untuk-pemula"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Urban Farming: Ubah Lahan Sempit Jadi Kebun Produktif<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Urban farming bisa dilakukan di berbagai skala, mulai dari taman atap, kebun vertikal, hingga lahan-lahan kecil di halaman belakang.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Urban Farming: Ubah Lahan Sempit Jadi Kebun Produktif\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Urban farming bisa dilakukan di berbagai skala, mulai dari taman atap, kebun vertikal, hingga lahan-lahan kecil di halaman belakang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-18T01:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-06-18T04:47:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin RM\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin RM\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin RM\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/1707fa4226d44475a5f9608c1d39b164\"},\"headline\":\"Urban Farming untuk Pemula: Ubah Lahan Sempit Menjadi Kebun Produktif\",\"datePublished\":\"2024-06-18T01:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-18T04:47:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/\"},\"wordCount\":1172,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-2.jpg\",\"keywords\":[\"cinta lingkungan\",\"Gaya hidup sehat\",\"kebun produktif\",\"urban farming\",\"urban farming untuk pemula\"],\"articleSection\":[\"Green &amp; Healthy\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/\",\"name\":\"Urban Farming: Ubah Lahan Sempit Jadi Kebun Produktif\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-2.jpg\",\"datePublished\":\"2024-06-18T01:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-18T04:47:14+00:00\",\"description\":\"Urban farming bisa dilakukan di berbagai skala, mulai dari taman atap, kebun vertikal, hingga lahan-lahan kecil di halaman belakang.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-2.jpg\",\"width\":700,\"height\":500,\"caption\":\"Sumber: Eiger Adventure\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Urban Farming untuk Pemula: Ubah Lahan Sempit Menjadi Kebun Produktif\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog\",\"description\":\"Eiger Adventure\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Eiger Adventure\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"width\":187,\"height\":187,\"caption\":\"Eiger Adventure\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\",\"https:\/\/x.com\/eigeradventure\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/1707fa4226d44475a5f9608c1d39b164\",\"name\":\"Admin RM\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16d61a836f6de3df5727b21c30fe6114754199f0e63742db132d056eac9aae8a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16d61a836f6de3df5727b21c30fe6114754199f0e63742db132d056eac9aae8a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin RM\"},\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/adminrishnamaulinapratama\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Urban Farming: Ubah Lahan Sempit Jadi Kebun Produktif","description":"Urban farming bisa dilakukan di berbagai skala, mulai dari taman atap, kebun vertikal, hingga lahan-lahan kecil di halaman belakang.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Urban Farming: Ubah Lahan Sempit Jadi Kebun Produktif","og_description":"Urban farming bisa dilakukan di berbagai skala, mulai dari taman atap, kebun vertikal, hingga lahan-lahan kecil di halaman belakang.","og_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/","og_site_name":"Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","article_published_time":"2024-06-18T01:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-06-18T04:47:14+00:00","og_image":[{"width":700,"height":500,"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin RM","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eigeradventure","twitter_site":"@eigeradventure","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin RM","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/"},"author":{"name":"Admin RM","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/1707fa4226d44475a5f9608c1d39b164"},"headline":"Urban Farming untuk Pemula: Ubah Lahan Sempit Menjadi Kebun Produktif","datePublished":"2024-06-18T01:00:00+00:00","dateModified":"2024-06-18T04:47:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/"},"wordCount":1172,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-2.jpg","keywords":["cinta lingkungan","Gaya hidup sehat","kebun produktif","urban farming","urban farming untuk pemula"],"articleSection":["Green &amp; Healthy"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/","name":"Urban Farming: Ubah Lahan Sempit Jadi Kebun Produktif","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-2.jpg","datePublished":"2024-06-18T01:00:00+00:00","dateModified":"2024-06-18T04:47:14+00:00","description":"Urban farming bisa dilakukan di berbagai skala, mulai dari taman atap, kebun vertikal, hingga lahan-lahan kecil di halaman belakang.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-2.jpg","width":700,"height":500,"caption":"Sumber: Eiger Adventure"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/urban-farming\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Urban Farming untuk Pemula: Ubah Lahan Sempit Menjadi Kebun Produktif"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","name":"Blog","description":"Eiger Adventure","publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization","name":"Eiger Adventure","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","contentUrl":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","width":187,"height":187,"caption":"Eiger Adventure"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","https:\/\/x.com\/eigeradventure"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/1707fa4226d44475a5f9608c1d39b164","name":"Admin RM","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16d61a836f6de3df5727b21c30fe6114754199f0e63742db132d056eac9aae8a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16d61a836f6de3df5727b21c30fe6114754199f0e63742db132d056eac9aae8a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin RM"},"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/adminrishnamaulinapratama\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/urban-farming-2.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20016","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20016"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20016\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20025,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20016\/revisions\/20025"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20023"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20016"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20016"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20016"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}