{"id":21523,"date":"2024-10-01T09:10:58","date_gmt":"2024-10-01T02:10:58","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/?p=21523"},"modified":"2024-10-01T09:11:01","modified_gmt":"2024-10-01T02:11:01","slug":"rock-climbing-descender","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/","title":{"rendered":"3 Jenis Rock Climbing Descender, Ini Tips Memilihnya!"},"content":{"rendered":"\n<p>Untuk kamu yang menggemari <em>rock climbing<\/em>, tentu tak asing dengan apa yang disebut dengan <em>descender<\/em>. Perlengkapan ini memiliki peran besar dalam kegiatan luar ruang tersebut, yang sifatnya krusial. Ini kenapa, pemahaman tentang apa itu <em>rock climbing descender<\/em> dan cara memilih <em>gear<\/em> yang tepat perlu dipahami, agar kegiatan yang kamu lakukan bisa berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Rock climbing descender<\/em> sendiri merupakan perangkat mekanis yang digunakan untuk membantu mengatur kecepatan penurunan seseorang yang terikat pada tali. Alat ini bekerja dengan menghasilkan gesekan di tali, yang mengubah energi kinetik menjadi energi panas. Penggunanya bisa mengatur kecepatan turun dengan lebih baik, dan mengurangi risiko jatuh serta melindungi keamanan aktivitas panjat tebing yang dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Diperlukan pemahaman yang baik pada jenis-jenis <em>descender<\/em> yang digunakan, agar kamu bisa memilih jenis alat yang tepat sesuai kebutuhanmu. Beberapa faktor seperti gaya panjat tebing yang dilakukan, pengalaman, medan yang dihadapi, serta preferensi pribadi bisa menjadi acuan untuk memilih jenis yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/olahraga-panjat-tebing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">5 Manfaat &amp; 4 Tips Olahraga Panjat Tebing, Pemula Merapat!<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3 Jenis Utama <em>Rock Climbing Descender<\/em><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"500\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-5.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-21531\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-5.jpeg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-5-300x188.jpeg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-5-768x480.jpeg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-5-672x420.jpeg 672w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-5-696x435.jpeg 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-5-150x94.jpeg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: firnthirith via <a href=\"https:\/\/www.freepik.com\/premium-photo\/young-adult-picking-magnesium-powder-from-bag-hanging-belt-with-rock-climbing-gear_43386185.htm#fromView=search&amp;page=1&amp;position=29&amp;uuid=d302181d-7551-4de2-8781-65bff5a9c400\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">freepik.com<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Secara umum terdapat tiga jenis utama untuk <em>descender<\/em>. Pertama disebut dengan tipe <em>tube<\/em>, kemudian tipe <em>auto-locking<\/em>, dan ketiga disebut dengan tipe <a href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/d\/a234-30-al-figur8-dsc-30k?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=a234-30_al_figur8_dsc_30k&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>figure-8<\/em><\/a>. Penjelasan singkat masing-masing jenis <em>descender<\/em> tersebut adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1.<em> Descender <\/em>Tipe <em>Tube<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Tipe ini banyak direkomendasikan untuk pemanjat pemula, pendakian <em>multi-pitch<\/em> dan <em>rappelling<\/em>. Cara kerjanya cukup sederhana yakni dengan mengandalkan gesekan tali pada <em>tube<\/em> yang menjadi bagian utama dari <em>descender<\/em> ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Keuntungannya adalah cenderung mudah digunakan, memiliki cara kerja yang sederhana, tahan lama, dan dapat digunakan pada berbagai kondisi. Namun tantangan yang hadir adalah ada potensi memanaskan tali, dan kontrol kecepatan yang ditawarkan terbatas jika dibandingkan dengan model <em>descender<\/em> lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2.<em> Descender<\/em> Tipe <em>Auto-Locking<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis kedua adalah <em>auto-locking <\/em>yang banyak digunakan untuk pemanjat <em>solo<\/em>, pendakian tebing tinggi, dan situasi darurat. Cara kerjanya adalah menggunakan mekanisme penguncian otomatis, sehingga kontrol pada kecepatan dapat dimiliki semakin baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Keuntungan dari penggunaan jenis ini adalah didapatkannya keamanan ekstra, <em>hands-free<\/em>, dan cocok untuk upaya penyelamatan. Tapi tantangan yang hadir adalah pada penggunaannya yang lebih kompleks,&nbsp; adanya risiko macet, hingga kurang intuitif saat digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3<em>. Descender<\/em> Tipe <em>Figure-8<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Descender<\/em> tipe ini banyak ditemui pada kegiatan <em>rappelling<\/em>, pendakian sederhana, dan menjadi cadangan untuk&nbsp; <em>descender<\/em> lainnya. Cara kerjanya menggunakan gesekan tali pada bentuk angka 8, sehingga cukup mudah digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelebihan dari <em>descender<\/em> ini adalah bobotnya yang ringan, mudah digunakan, dan memiliki harga relatif terjangkau. Tapi ada pula tantangan yang hadir pada kontrol kecepatan yang terbatas, dan bisa berisiko melilit tali yang kamu gunakan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Memilih <em>Descender<\/em> yang Tepat, Pertimbangkan Hal-Hal Ini<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"500\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-4.jpeg\" alt=\"Rock climbing descender\" class=\"wp-image-21526\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-4.jpeg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-4-300x188.jpeg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-4-768x480.jpeg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-4-672x420.jpeg 672w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-4-696x435.jpeg 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-4-150x94.jpeg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: freepik via <a href=\"https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/man-taking-out-rope-from-backpack_1149932.htm#fromView=search&amp;page=2&amp;position=4&amp;uuid=d302181d-7551-4de2-8781-65bff5a9c400\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">freepik.com<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Setelah tahu tiga jenis utama <em>rock climbing<\/em> <em>descender<\/em> yang bisa digunakan maka kamu harus mempertimbangkan beberapa hal berikut ini jika ingin memilih jenis yang tepat. Pertimbangan utama ada pada gaya pendakian, pengalaman, medan pendakian, dan preferensi pribadi yang kamu punya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gaya pendakian, untuk kamu yang ingin menggunakan <em>descender<\/em> dalam rangka olahraga, maka model sederhana dan ringan akan menjadi rekomendasi terbaik. Untuk kegiatan pendakian <em>rock climbing<\/em> tradisional, model <em>descender<\/em> yang serbaguna dan tahan lama akan lebih diutamakan, dan untuk pendakian <em>multi-pitch<\/em> model <em>auto-locking<\/em> akan lebih tepat demi menunjang keamanan<\/li>\n\n\n\n<li>Pengalaman yang dimiliki, jika kamu masih berada di fase pemula atau baru memulai kegiatan <em>rock climbing<\/em>, maka kamu bisa memilih <em>descender<\/em> <em>tube<\/em> yang relatif mudah digunakan. Sedangkan pada pemanjat berpengalaman, <em>descender<\/em> yang lebih canggih dan sesuai dengan preferensi bisa dipakai<\/li>\n\n\n\n<li>Medan pendakian yang dilalui, jika medan pendakian atau panjat tebing yang kamu lalui benar-benar curam, maka <em>descender<\/em> yang memiliki fokus pada kontrol kecepatan idealnya jadi opsi utama. Sedangkan pada tebing panjang, <em>descender<\/em> yang ringan dan efisien akan lebih baik untuk digunakan<\/li>\n\n\n\n<li>Preferensi pribadi, pada poin pertimbangan keempat ini mungkin akan lebih relevan untuk kamu yang sudah berpengalaman. Sebab akhirnya pemilihan <em>rock climbing descender<\/em> yang tepat akan menyesuaikan dengan kenyamanan penggunaan, kemudahan pemasangan, dan kemampuan <em>descender<\/em> untuk mengontrol kecepatan turun<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Agar Lebih Aman, Terapkan 4 Poin Berikut<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"500\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-3.jpeg\" alt=\"Rock climbing descender\" class=\"wp-image-21525\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-3.jpeg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-3-300x188.jpeg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-3-768x480.jpeg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-3-672x420.jpeg 672w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-3-696x435.jpeg 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-3-150x94.jpeg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: pressfoto via <a href=\"https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/climbing-leisure_5401082.htm#fromView=search&amp;page=2&amp;position=19&amp;uuid=d302181d-7551-4de2-8781-65bff5a9c400\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">freepik.com<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kegiatan <em>rock climbing<\/em> termasuk salah satu kegiatan ekstrim yang memiliki risiko besar. Penggunaan perlengkapan yang berkualitas dan pemahaman pada teknik dasar panjat tebing menjadi faktor utama, agar kamu bisa tetap menikmati keseruannya tapi tetap terjamin dari bahaya yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Setidaknya ada empat tips sederhana agar kegiatan yang kamu lakukan lebih aman dengan penggunaan <em>rock climbing descender<\/em> ini. Keempatnya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pertama, lakukan latihan penggunaan <em>descender<\/em> sebelum pendakian dimulai. Hal ini dilakukan untuk memahami benar cara kerja dan teknik yang tepat untuk menggunakan <em>descender<\/em> sehingga dapat berfungsi optimal<\/li>\n\n\n\n<li>Kedua, selalu periksa kondisi <em>descender<\/em> secara teratur. Pastikan kondisinya ideal sehingga ketika digunakan nanti tidak ada kesalahan teknis yang terjadi karena <em>descender<\/em> rusak atau aus<\/li>\n\n\n\n<li>Ketiga, gunakan tali yang kompatibel dengan <em>descender<\/em> supaya kekuatan dan kontrol yang diberikan <em>descender<\/em> benar-benar bisa bermanfaat<\/li>\n\n\n\n<li>Keempat, selalu gunakan simpul pengaman di ujung tali sebagai langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Baca Juga:\u00a0 <a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/latihan-fisik-panjat-tebing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kuatkan Otot, 6 Latihan Fisik Panjat Tebing yang Efektif<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Peran <em>rock climbing descender<\/em> dalam kegiatan panjat tebing yang krusial mengharuskan kamu memahami benar jenis apa yang dipilih dan bagaimana cara penggunaannya. Semata ditujukan agar kegiatan panjat tebingmu berjalan seru, lancar, dan tetap terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain paham tentang pentingnya peran dan penggunaan <em>rock climbing descender<\/em>, kamu juga perlu memilih produk perlengkapan panjat tebing yang telah terbukti memiliki kualitas solid. EIGER Adventure siap memberikan dukungan penuh pada kegiatan panjat tebing yang kamu lakukan, dengan berbagai <a href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/d\/reflective-rope?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=reflective_rope&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>gear <\/em>yang ditawarkannya<\/a>. Tidak perlu cemas, karena kamu dengan mudah bisa langsung mengunjungi <a href=\"https:\/\/eigeradventure.onelink.me\/Frj9\/2xy4tghg\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">EIGER Adventure Store (EAS)<\/a> terdekat di kotamu. Agar lebih praktis dan mudah, kamu juga bisa belanja lewat <a href=\"https:\/\/eigeradventure.onelink.me\/Frj9\/2xy4tghg\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">mobile apps EIGER Adventure<\/a> yang sudah bisa kamu unduh di Play Store untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOS. Produknya lebih lengkap dan dijamin ori. Dapatkan juga promo dan gratis ongkir ke seluruh wilayah Indonesia!<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk kamu yang menggemari rock climbing, tentu tak asing dengan apa yang disebut dengan descender. Perlengkapan ini memiliki peran besar dalam kegiatan luar ruang tersebut, yang sifatnya krusial. Ini kenapa, pemahaman tentang apa itu rock climbing descender dan cara memilih gear yang tepat perlu dipahami, agar kegiatan yang kamu lakukan bisa berjalan lancar. Rock climbing [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":21527,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[3417,912,115,1482,119,153,147,3296,3297],"class_list":{"0":"post-21523","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-mountaineering","8":"tag-descender","9":"tag-gunung","10":"tag-mountaineering","11":"tag-pendakian","12":"tag-pendakian-gunung","13":"tag-perlengkapan-panjat-tebing","14":"tag-rock-climbing","15":"tag-trek-pendakian","16":"tag-trek-terpanjang-di-indonesia"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>3 Jenis Rock Climbing Descender, Ini Tips Memilihnya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Memahami jenis rock climbing descender bisa membantumu memilih gear yang tepat untuk panjat tebing. Simak di sini, dan pahami lebih lanjut!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"3 Jenis Rock Climbing Descender, Ini Tips Memilihnya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Memahami jenis rock climbing descender bisa membantumu memilih gear yang tepat untuk panjat tebing. Simak di sini, dan pahami lebih lanjut!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-01T02:10:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-10-01T02:11:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/rock-climbing-desceder.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin IM\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin IM\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin IM\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/82e9665d6abf081c0f059f119d160211\"},\"headline\":\"3 Jenis Rock Climbing Descender, Ini Tips Memilihnya!\",\"datePublished\":\"2024-10-01T02:10:58+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-01T02:11:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/\"},\"wordCount\":945,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/rock-climbing-desceder.jpg\",\"keywords\":[\"descender\",\"gunung\",\"mountaineering\",\"Pendakian\",\"pendakian gunung\",\"perlengkapan panjat tebing\",\"Rock climbing\",\"trek pendakian\",\"trek terpanjang di Indonesia\"],\"articleSection\":[\"Mountaineering\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/\",\"name\":\"3 Jenis Rock Climbing Descender, Ini Tips Memilihnya!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/rock-climbing-desceder.jpg\",\"datePublished\":\"2024-10-01T02:10:58+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-01T02:11:01+00:00\",\"description\":\"Memahami jenis rock climbing descender bisa membantumu memilih gear yang tepat untuk panjat tebing. Simak di sini, dan pahami lebih lanjut!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/rock-climbing-desceder.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/rock-climbing-desceder.jpg\",\"width\":800,\"height\":500,\"caption\":\"Sumber: freepik via freepik.com\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"3 Jenis Rock Climbing Descender, Ini Tips Memilihnya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog\",\"description\":\"Eiger Adventure\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Eiger Adventure\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"width\":187,\"height\":187,\"caption\":\"Eiger Adventure\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\",\"https:\/\/x.com\/eigeradventure\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/82e9665d6abf081c0f059f119d160211\",\"name\":\"Admin IM\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/195476bd496325141d175bc7849c57e282878534d1e6e06e83fb14143f9f42f3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/195476bd496325141d175bc7849c57e282878534d1e6e06e83fb14143f9f42f3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin IM\"},\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/adminimet\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"3 Jenis Rock Climbing Descender, Ini Tips Memilihnya!","description":"Memahami jenis rock climbing descender bisa membantumu memilih gear yang tepat untuk panjat tebing. Simak di sini, dan pahami lebih lanjut!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"3 Jenis Rock Climbing Descender, Ini Tips Memilihnya!","og_description":"Memahami jenis rock climbing descender bisa membantumu memilih gear yang tepat untuk panjat tebing. Simak di sini, dan pahami lebih lanjut!","og_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/","og_site_name":"Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","article_published_time":"2024-10-01T02:10:58+00:00","article_modified_time":"2024-10-01T02:11:01+00:00","og_image":[{"width":800,"height":500,"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/rock-climbing-desceder.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin IM","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eigeradventure","twitter_site":"@eigeradventure","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin IM","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/"},"author":{"name":"Admin IM","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/82e9665d6abf081c0f059f119d160211"},"headline":"3 Jenis Rock Climbing Descender, Ini Tips Memilihnya!","datePublished":"2024-10-01T02:10:58+00:00","dateModified":"2024-10-01T02:11:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/"},"wordCount":945,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/rock-climbing-desceder.jpg","keywords":["descender","gunung","mountaineering","Pendakian","pendakian gunung","perlengkapan panjat tebing","Rock climbing","trek pendakian","trek terpanjang di Indonesia"],"articleSection":["Mountaineering"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/","name":"3 Jenis Rock Climbing Descender, Ini Tips Memilihnya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/rock-climbing-desceder.jpg","datePublished":"2024-10-01T02:10:58+00:00","dateModified":"2024-10-01T02:11:01+00:00","description":"Memahami jenis rock climbing descender bisa membantumu memilih gear yang tepat untuk panjat tebing. Simak di sini, dan pahami lebih lanjut!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/rock-climbing-desceder.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/rock-climbing-desceder.jpg","width":800,"height":500,"caption":"Sumber: freepik via freepik.com"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/rock-climbing-descender\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"3 Jenis Rock Climbing Descender, Ini Tips Memilihnya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","name":"Blog","description":"Eiger Adventure","publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization","name":"Eiger Adventure","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","contentUrl":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","width":187,"height":187,"caption":"Eiger Adventure"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","https:\/\/x.com\/eigeradventure"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/82e9665d6abf081c0f059f119d160211","name":"Admin IM","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/195476bd496325141d175bc7849c57e282878534d1e6e06e83fb14143f9f42f3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/195476bd496325141d175bc7849c57e282878534d1e6e06e83fb14143f9f42f3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin IM"},"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/adminimet\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/rock-climbing-desceder.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21523","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21523"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21523\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21532,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21523\/revisions\/21532"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21523"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21523"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21523"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}