{"id":22394,"date":"2024-12-05T08:00:00","date_gmt":"2024-12-05T01:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/?p=22394"},"modified":"2024-12-05T08:58:10","modified_gmt":"2024-12-05T01:58:10","slug":"tekanan-ban-motor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/","title":{"rendered":"Memahami Tekanan Angin pada Ban Motor dan Cara Mengeceknya"},"content":{"rendered":"\n<p>Ban motor merupakan salah satu komponen vital yang sering kali diabaikan oleh pengguna kendaraan roda dua. Padahal, kondisi tekanan angin pada ban motor memiliki pengaruh yang besar terhadap kenyamanan, keselamatan, serta efisiensi bahan bakar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Memangnya, mengapa tekanan angin pada ban motor penting? Pertama, ban dengan tekanan angin yang kurang atau berlebih dapat mengurangi stabilitas kendaraan. Tekanan yang terlalu rendah akan membuat ban lebih cepat aus dan meningkatkan risiko kebocoran, sementara tekanan terlalu tinggi dapat mengurangi cengkraman ban terhadap jalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, dengan tekanan angin yang sesuai, motor akan lebih nyaman dikendarai karena ban dapat menyerap guncangan secara optimal. Tekanan yang tidak ideal sering kali membuat perjalanan terasa lebih kasar atau terlalu licin. Selain itu, tekanan angin yang rendah akan meningkatkan gesekan antara ban dan permukaan jalan. Sehingga akibatnya, mesin bekerja lebih keras dan konsumsi bahan bakar menjadi boros.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Waktu Ideal Mengecek Tekanan Angin pada Ban<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"500\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-2.jpg\" alt=\"tekanan ban motor\" class=\"wp-image-22396\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-2.jpg 700w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-2-300x214.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-2-588x420.jpg 588w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-2-696x497.jpg 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-2-150x107.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Pemeriksaan tekanan angin pada ban motor sebaiknya dilakukan secara rutin. Berikut ini adalah panduan waktu idealnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Setiap Minggu<\/strong>: Kebiasaan mengecek tekanan ban mingguan akan mencegah masalah yang tidak terdeteksi. Terutama jika motor sering digunakan untuk perjalanan jarak jauh ataupun melewati medan yang berat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebelum Perjalanan Jauh<\/strong>: Jika Eigerian merencanakan perjalanan jarak jauh, pastikan tekanan angin pada ban telah sesuai dengan spesifikasi. Perjalanan panjang dengan tekanan yang tidak tepat bisa meningkatkan risiko kecelakaan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ketika Suhu Udara Berubah Signifikan<\/strong>: Suhu udara juga bisa memengaruhi tekanan ban. Saat cuaca dingin, tekanan angin cenderung turun, sementara cuaca panas dapat meningkatkan tekanan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Setelah Ban Baru Dipasang<\/strong>: Ketika mengganti ban, penting juga untuk memastikan tekanan anginnya sesuai dengan jenis dan ukuran ban yang baru.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/10-ciri-ciri-busi-motor-harus-diganti-cek-disini-sekarang\/\">10 Ciri Ciri Busi Motor Harus Diganti, Cek Disini Sekarang!<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Panduan Tekanan Angin Ideal Sesuai Jenis Motor dan Ban<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"500\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor.jpg\" alt=\"tekanan ban motor\" class=\"wp-image-22395\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor.jpg 700w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-300x214.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-588x420.jpg 588w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-696x497.jpg 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-150x107.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Tekanan angin ideal bervariasi tergantung pada jenis motor, ukuran ban, serta merek kendaraan. Berikut ini adalah pedoman umum yang perlu Eigerian pahami:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Motor Bebek (<em>Underbone<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p>Tekanan ideal untuk ban depan adalah 28\u201330 psi, sedangkan ban belakang adalah 32\u201334 psi (tanpa penumpang) atau 34\u201336 psi (dengan penumpang).<\/p>\n\n\n\n<p>Motor bebek pada umumnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari di perkotaan. Jadi, tekanan angin harus cukup untuk mengatasi jalan berlubang tetapi tidak terlalu keras agar tetap nyaman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Motor <em>Matic <\/em>(Skuter)<\/h3>\n\n\n\n<p>Tekanan ideal untuk ban depan adalah 28\u201330 psi, sedangkan ban belakang 30\u201332 psi. Karena bobot motor <em>matic <\/em>terpusat di belakang, maka tekanan angin ban belakang sedikit lebih tinggi dibanding ban depan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Motor <em>Sport<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Tekanan ideal untuk ban depan adalah 30\u201332 psi, sedangkan ban belakang adalah 34\u201336 psi. Motor <em>sport <\/em>sering kali digunakan untuk kecepatan tinggi, jadi tekanan angin yang ideal membantu meningkatkan traksi pada jalan aspal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Motor <em>Trail <\/em>atau <em>Adventure<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Tekanan ideal untuk ban depan adalah 20\u201325 psi, dan ban belakang adalah 25\u201328 psi. Ban untuk motor <em>trail <\/em>biasanya lebih fleksibel karena dirancang khusus untuk menyesuaikan dengan medan berbatu atau berlumpur.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Menyesuaikan Tekanan Angin dengan Kondisi Jalan<\/h2>\n\n\n\n<p>Penting juga untuk dipahami bahwa tekanan angin pada ban motor sebaiknya disesuaikan dengan kondisi jalan yang akan dilalui:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jalan Aspal Mulus<\/strong>: Sebaiknya gunakan tekanan angin yang sesuai dengan panduan pabrikan. Jalan yang mulus membutuhkan tekanan stabil untuk menjaga efisiensi bahan bakar dan kenyamanan berkendara.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jalan Berlubang atau Bergelombang<\/strong>: Tekanan angin bisa dikurangi sedikit (sekitar 1\u20132 psi dari tekanan normal). Hal ini akan membantu ban menyerap guncangan lebih baik dan mencegah kerusakan pada velg.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jalan Licin atau Basah<\/strong>: Hindari mengurangi tekanan angin secara berlebihan. Sebaliknya, pastikan tekanan sesuai agar traksi ban tetap optimal.<\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/jalan-berpasir\/\"><strong>Medan <\/strong><strong><em>Off-road <\/em><\/strong><strong>atau Berbatu<\/strong><\/a>: Kurangi tekanan angin supaya ban dapat mencengkeram permukaan tanah atau batu dengan lebih baik. Namun, pastikan hindari tekanan terlalu rendah karena dapat meningkatkan risiko kerusakan pada ban.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Mengecek Tekanan Angin dengan Benar<\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk mengecek tekanan angin pada ban motor dengan benar, ada beberapa tips yang bisa Eigerian praktikkan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Gunakan Alat Ukur Tekanan Ban (<\/strong><strong><em>Tire Pressure Gauge<\/em><\/strong><strong>)<\/strong>: Alat ini sangat penting untuk mengetahui tekanan angin secara akurat. Jangan hanya mengandalkan perkiraan dengan menekan ban menggunakan tangan, <em>ya<\/em>!<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Cek dalam Kondisi Ban Dingin<\/strong>: Lakukan pemeriksaan tekanan angin pada saat ban dalam kondisi dingin, yaitu sebelum motor digunakan atau setelah motor berhenti minimal selama 3 jam. Sebab, ban yang panas cenderung menunjukkan tekanan lebih tinggi dari sebenarnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ikuti Panduan Tekanan dari Pabrikan<\/strong>: Setiap motor punya spesifikasi tekanan angin yang disarankan. Nah, Eigerian dapat menemukan informasi ini di buku manual kendaraan atau stiker pada motor (biasanya di bawah jok).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gunakan Pompa Angin Berkualitas<\/strong>: Pastikan alat pengisian angin, baik manual maupun otomatis, memberikan tekanan yang presisi. Eigerian juga dapat mempertimbangkan mengisi angin nitrogen, yang lebih stabil terhadap perubahan suhu.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Memahami dan menjaga tekanan angin pada ban motor bukanlah hal yang sulit, tetapi memiliki dampak yang besar terhadap keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi berkendara. Dengan memeriksa tekanan angin secara rutin, mengikuti panduan yang sesuai jenis motor dan kondisi jalan, maka Eigerian dapat mengurangi risiko kecelakaan, memperpanjang umur ban, serta menghemat bahan bakar.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/6-perlengkapan-berkendara-musim-hujan-yang-wajib-kamu-punya\/\">6 Perlengkapan Berkendara Musim Hujan yang Wajib Kamu Punya<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, jadikan kebiasaan ini sebagai bagian dari perawatan kendaraanmu, karena ban yang sehat adalah kunci perjalanan yang aman dan menyenangkan. Jangan lupa pakai <em>riding gear<\/em> lengkap dari EIGER untuk menunjang keselamatan dan kenyamanan selama berkendara!<\/p>\n\n\n\n<p><em>Riding gear <\/em>dari EIGER tidak hanya membuat nyaman, tapi juga <em>stylish<\/em> untuk para <em>rider<\/em>. Dengan perlengkapan lengkap, dijamin perjalanan akan menjadi lebih aman dan pastinya semakin percaya diri. Eigerian bisa belanja lewat <a href=\"https:\/\/eigeradventure.onelink.me\/Frj9\/2xy4tghg\"><em>mobile apps<\/em> EIGER <em>Adventure<\/em><\/a> yang bisa diunduh di Play Store untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOS secara gratis. Cek sekarang!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ban motor merupakan salah satu komponen vital yang sering kali diabaikan oleh pengguna kendaraan roda dua. Padahal, kondisi tekanan angin pada ban motor memiliki pengaruh yang besar terhadap kenyamanan, keselamatan, serta efisiensi bahan bakar.&nbsp; Memangnya, mengapa tekanan angin pada ban motor penting? Pertama, ban dengan tekanan angin yang kurang atau berlebih dapat mengurangi stabilitas kendaraan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":22397,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[312,311,2973,2207,328,2375,266],"class_list":{"0":"post-22394","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-riding","8":"tag-anak-motor","9":"tag-aturan-berkendara","10":"tag-ban-motor","11":"tag-perawatan-motor","12":"tag-riding-gear","13":"tag-safety-gear","14":"tag-safety-riding"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tekanan Angin pada Ban Motor dan Cara Mengeceknya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kondisi tekanan angin pada ban motor memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan, keselamatan. Pahami cara mengeceknya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tekanan Angin pada Ban Motor dan Cara Mengeceknya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kondisi tekanan angin pada ban motor memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan, keselamatan. Pahami cara mengeceknya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-05T01:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-05T01:58:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-3.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin RM\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin RM\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin RM\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/1707fa4226d44475a5f9608c1d39b164\"},\"headline\":\"Memahami Tekanan Angin pada Ban Motor dan Cara Mengeceknya\",\"datePublished\":\"2024-12-05T01:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-05T01:58:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/\"},\"wordCount\":889,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-3.jpg\",\"keywords\":[\"anak motor\",\"aturan berkendara\",\"ban motor\",\"perawatan motor\",\"riding gear\",\"safety gear\",\"safety riding\"],\"articleSection\":[\"Riding\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/\",\"name\":\"Tekanan Angin pada Ban Motor dan Cara Mengeceknya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-3.jpg\",\"datePublished\":\"2024-12-05T01:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-05T01:58:10+00:00\",\"description\":\"Kondisi tekanan angin pada ban motor memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan, keselamatan. Pahami cara mengeceknya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-3.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-3.jpg\",\"width\":700,\"height\":500,\"caption\":\"Sumber: Eiger Adventure\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Memahami Tekanan Angin pada Ban Motor dan Cara Mengeceknya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog\",\"description\":\"Eiger Adventure\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Eiger Adventure\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"width\":187,\"height\":187,\"caption\":\"Eiger Adventure\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\",\"https:\/\/x.com\/eigeradventure\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/1707fa4226d44475a5f9608c1d39b164\",\"name\":\"Admin RM\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16d61a836f6de3df5727b21c30fe6114754199f0e63742db132d056eac9aae8a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16d61a836f6de3df5727b21c30fe6114754199f0e63742db132d056eac9aae8a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin RM\"},\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/adminrishnamaulinapratama\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tekanan Angin pada Ban Motor dan Cara Mengeceknya","description":"Kondisi tekanan angin pada ban motor memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan, keselamatan. Pahami cara mengeceknya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tekanan Angin pada Ban Motor dan Cara Mengeceknya","og_description":"Kondisi tekanan angin pada ban motor memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan, keselamatan. Pahami cara mengeceknya.","og_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/","og_site_name":"Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","article_published_time":"2024-12-05T01:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-12-05T01:58:10+00:00","og_image":[{"width":700,"height":500,"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-3.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin RM","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eigeradventure","twitter_site":"@eigeradventure","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin RM","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/"},"author":{"name":"Admin RM","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/1707fa4226d44475a5f9608c1d39b164"},"headline":"Memahami Tekanan Angin pada Ban Motor dan Cara Mengeceknya","datePublished":"2024-12-05T01:00:00+00:00","dateModified":"2024-12-05T01:58:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/"},"wordCount":889,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-3.jpg","keywords":["anak motor","aturan berkendara","ban motor","perawatan motor","riding gear","safety gear","safety riding"],"articleSection":["Riding"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/","name":"Tekanan Angin pada Ban Motor dan Cara Mengeceknya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-3.jpg","datePublished":"2024-12-05T01:00:00+00:00","dateModified":"2024-12-05T01:58:10+00:00","description":"Kondisi tekanan angin pada ban motor memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan, keselamatan. Pahami cara mengeceknya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-3.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-3.jpg","width":700,"height":500,"caption":"Sumber: Eiger Adventure"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/tekanan-ban-motor\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memahami Tekanan Angin pada Ban Motor dan Cara Mengeceknya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","name":"Blog","description":"Eiger Adventure","publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization","name":"Eiger Adventure","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","contentUrl":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","width":187,"height":187,"caption":"Eiger Adventure"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","https:\/\/x.com\/eigeradventure"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/1707fa4226d44475a5f9608c1d39b164","name":"Admin RM","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16d61a836f6de3df5727b21c30fe6114754199f0e63742db132d056eac9aae8a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16d61a836f6de3df5727b21c30fe6114754199f0e63742db132d056eac9aae8a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin RM"},"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/adminrishnamaulinapratama\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/tekanan-ban-motor-3.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22394"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22398,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22394\/revisions\/22398"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22397"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}