{"id":27890,"date":"2025-10-15T14:43:02","date_gmt":"2025-10-15T07:43:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?p=27890"},"modified":"2026-03-03T09:08:27","modified_gmt":"2026-03-03T02:08:27","slug":"jalur-pendakian-papandayan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/","title":{"rendered":"10 Jalur Pendakian Gunung Papandayan dan Tips Mendakinya"},"content":{"rendered":"\r\n<p>Jalur pendakian Gunung Papandayan menjadi salah satu yang populer di Kabupaten Garut karena medannya tergolong ramah, bahkan untuk <a href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/naik-gunung-untuk-pemula\/\"><strong>pendaki pemula<\/strong><\/a>.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Gunung dengan ketinggian sekitar 2.622\u20132.665 mdpl ini berlokasi di Kecamatan Cisurupan dan menawarkan keindahan alam yang menakjubkan sehingga cocok dijadikan destinasi wisata bersama keluarga maupun teman.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Saat ini, jalur pendakian Gunung Papandayan telah ditata menjadi 10 pos dengan jalur pendakian yang sesungguhnya dimulai dari Pos 4. Jadi, mengetahui urutan pos serta tips mendaki tentu akan membantu pendaki lebih siap dan percaya diri.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Yuk, simak penjelasan lengkapnya agar perjalanan kamu ke lokasi Gunung Papandayan semakin aman dan berkesan!<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jalur Pendakian Gunung Papandayan<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-image\">\r\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"594\" class=\"wp-image-27896\" src=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Jalur-Pendakian-Gunung-Papandayan.jpg\" alt=\"Jalur Pendakian Gunung Papandayan\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Jalur-Pendakian-Gunung-Papandayan.jpg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Jalur-Pendakian-Gunung-Papandayan-300x223.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Jalur-Pendakian-Gunung-Papandayan-768x570.jpg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Jalur-Pendakian-Gunung-Papandayan-566x420.jpg 566w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Jalur-Pendakian-Gunung-Papandayan-80x60.jpg 80w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Jalur-Pendakian-Gunung-Papandayan-485x360.jpg 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Jalur-Pendakian-Gunung-Papandayan-696x517.jpg 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Jalur-Pendakian-Gunung-Papandayan-265x198.jpg 265w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Jalur-Pendakian-Gunung-Papandayan-150x111.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\r\n<\/div>\r\n\r\n\r\n<p>Gunung Papandayan memiliki dua jalur pendakian utama, yaitu Cisurupan dan Pengalengan. Dari keduanya, jalur Cisurupan lebih populer karena dianggap lebih aman serta didukung fasilitas yang lengkap. Berikut penjelasan detail mengenai rute Gunung Papandayan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Pintu Gerbang Utama<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jalur pendakian Gunung Papandayan berbeda dari gunung lainnya. Jika biasanya pendaki harus berjalan cukup jauh sebelum mencapai pos pertama, di sini Pos 1 langsung berada di gerbang utama. Pos ini berfungsi sebagai tempat pembayaran tiket masuk sebelum memulai pendakian.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Lokasi Parkiran<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Selanjutnya, sebelum turun dari kendaraan, pendaki sudah melewati Pos 2 yang merupakan area parkir motor. Di sini, kamu bisa memastikan kendaraan dalam kondisi aman sekaligus menyiapkan perlengkapan pendakian agar perjalanan ke Gunung Papandayan lebih lancar dan terorganisir.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Pos <\/strong><strong><em>Security<\/em><\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Setelah memarkir kendaraan, Eigerian bisa beristirahat sejenak di warung sekitar area parkir. Sebelum memulai pendakian, jangan lupa untuk melapor ke Pos 3 atau pos keamanan. Di sini, <em>guide<\/em> akan memberikan instruksi penting agar pendakian ke Gunung Papandayan lebih aman dan terarah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-background\" style=\"background-color: #f9f4ea;\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-gunung-sindoro\/\"><strong><mark class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\" style=\"background-color: rgba(0, 0, 0, 0);\">6+ Jalur Pendakian Gunung Sindoro di Jawa Tengah<\/mark><\/strong><\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Pintu Gerbang Pendakian<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Pos 4 menjadi titik awal jalur pendakian Gunung Papandayan. Dari sini, Eigerian akan melewati gerbang pendakian dengan trek berupa jalan aspal dan tanjakan yang masih landai.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Area Kawah<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Setelah melewati jalan aspal, kamu akan tiba di Pos 5 yang berada di area kawah. Di sini tersedia toilet umum, sementara jalur berikutnya berupa jalan setapak berbatu dengan elevasi yang masih relatif landai.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Area Kawah Tengah<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Menuju Pos 6, jalur berupa setapak berbatu dengan tanjakan cukup curam. Di area kawah tengah terdapat sebuah pos sederhana yang bisa digunakan untuk beristirahat.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dari sini, Eigerian dapat melihat pusat kawah Gunung Papandayan yang mengeluarkan asap belerang. Gunakan masker dan jangan terlalu lama berada di lokasi ini karena bau belerang cukup menyengat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Persimpangan Jalur ke Hutan Mati dan Ghober Hoet<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Setelah melewati kawah, kamu akan tiba di persimpangan jalur menuju Hutan Mati dan Ghober Hoet. Di area ini, tersedia toilet serta beberapa warung milik warga lokal yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat dan mengisi kembali energi dengan harga terjangkau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>8. Ghober Hoet<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dari Pos 7, bagi Eigerian yang ingin berkemah, kamu bisa mengambil jalur kanan menuju Ghober Hoet. Rutenya menurun ke lembah, melewati sungai kecil, lalu menanjak kembali hingga mencapai bukit yang menjadi Pos 8.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Vegetasi di jalur ini mulai berganti dengan semak belukar dan tanaman cantigi khas hutan Jawa Barat. Jalannya berupa setapak tanah yang bisa licin saat hujan sehingga kamu perlu lebih hati-hati saat melewatinya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Selain itu, Ghober Hoet menjadi area alternatif <em>camping <\/em>yang dilengkapi toilet, sumber air, serta warung warga, dan juga menawarkan pemandangan <em>sunrise <\/em>yang indah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>9. Hutan Mati<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dari Pos 7, pendaki yang tidak berencana camping bisa langsung menuju Hutan Mati dengan mengambil jalur kiri. Trek di sini cukup menanjak dan melelahkan, melewati jalur tertutup tanaman cantigi. Setibanya di puncak, kamu akan melihat Hutan Mati, kawasan eksotis yang terbentuk akibat erupsi Gunung Papandayan pada tahun 2002.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-background\" style=\"background-color: #f9f4ea;\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/destinasi-para-pendaki\/\"><strong><mark class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\" style=\"background-color: rgba(0, 0, 0, 0);\">10 Gunung Destinasi Para Pendaki yang Populer, Ini Profilnya!<\/mark><\/strong><\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>10. Pondok Saladah<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Baik dari Pos 8 maupun Pos 9, keduanya mengarah ke Pondok Saladah yang dikenal sebagai area <em>camping <\/em>utama sekaligus basecamp Gunung Papandayan. Dari Pos 9, jalurnya berupa jalan setapak tanah tanpa tanjakan dengan hutan lebat di sekelilingnya.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Sementara dari Pos 8, jalurnya juga landai, tetapi jalannya kurang jelas karena tertutup tanah putih di area Hutan Mati. Sebagai penunjuk arah, kamu bisa mengikuti bendera yang dipasang di lokasi tersebut.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Pondok Saladah dilengkapi berbagai fasilitas, seperti warung dengan harga terjangkau, toilet berair pegunungan, musala, pos penjagaan, serta sumber air bersih untuk kebutuhan memasak.<\/p>\r\n<h2 data-start=\"124\" data-end=\"166\">Ringkasan Jalur Pendakian Gunung Papandayan<\/h2>\r\n<p data-start=\"168\" data-end=\"402\">Gunung Papandayan dikenal sebagai gunung ramah pemula dengan jalur yang relatif jelas dan tidak terlalu teknis. Untuk membantu pendaki memahami estimasi perjalanan, berikut tabel ringkasan jalur pendakian via Camp David (jalur utama).<\/p>\r\n<table>\r\n<thead>\r\n<tr>\r\n<th>Pos \/ Titik<\/th>\r\n<th>Estimasi Waktu<\/th>\r\n<th>Keterangan<\/th>\r\n<\/tr>\r\n<\/thead>\r\n<tbody>\r\n<tr>\r\n<td>Basecamp Camp David<\/td>\r\n<td>\u2013<\/td>\r\n<td>Titik registrasi dan awal pendakian (\u00b11.700 mdpl). Tersedia area parkir dan warung.<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td>Kawah Papandayan<\/td>\r\n<td>30\u201345 menit<\/td>\r\n<td>Area kawah aktif dengan pemandangan uap belerang dan jalur berbatu. Disarankan memakai masker.<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td>Pondok Saladah<\/td>\r\n<td>1,5\u20132 jam dari Basecamp<\/td>\r\n<td>Area camping utama dengan tanah datar dan cukup luas. Cocok untuk pendaki pemula.<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td>Hutan Mati<\/td>\r\n<td>15\u201330 menit dari Pondok Saladah<\/td>\r\n<td>Spot ikonik dengan pepohonan kering bekas erupsi. Lokasi favorit untuk foto.<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td>Tegal Alun<\/td>\r\n<td>2,5\u20133 jam dari Basecamp<\/td>\r\n<td>Padang edelweiss luas. Biasanya dijadikan tujuan akhir sebelum kembali turun.<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<\/tbody>\r\n<\/table>\r\n<p>\r\n\r\n<\/p>\r\n<p><strong>Catatan:<\/strong><br data-start=\"1128\" data-end=\"1131\" \/>Estimasi waktu dapat berbeda tergantung kondisi fisik, cuaca, dan kepadatan jalur. Total waktu tempuh menuju Tegal Alun umumnya sekitar 2,5\u20133 jam dari basecamp dengan tempo santai.<\/p>\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips Mendaki ke Gunung Papadayan<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Selain memahami jalur pendakian, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan agar perjalanan ke Gunung Papandayan lebih aman dan menyenangkan. Berikut beberapa tips mendaki yang bisa dijadikan panduan, terutama bagi pemula.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ul class=\"wp-block-list\">\r\n<li><strong>Pilih jalur ramah pemula:<\/strong> Untuk pendaki pertama kali, gunakan jalur yang aman dan mudah dilalui. Jalur Cisurupan menjadi pilihan paling populer dan direkomendasikan bagi pemula.<\/li>\r\n\r\n\r\n\r\n<li><strong>Pelajari jalur sebelum berangkat:<\/strong> Setelah menentukan jalur, pelajari rute pendakian terlebih dahulu. Persiapkan diri dengan olahraga ringan agar stamina lebih kuat dan tubuh terbiasa saat mendaki.<\/li>\r\n\r\n\r\n\r\n<li><strong><a href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/macam-macam-peralatan-mendaki-yang-wajib-dibawa-saat-naik-gunung\/\">Siapkan perlengkapan mendaki<\/a>: <\/strong>Buat daftar barang bawaan agar tidak ada yang tertinggal. Umumnya, pendaki membawa tenda, matras, <em>sleeping bag<\/em>, alat masak, bahan bakar, kompor, tas <em>carrier<\/em>, jaket, sepatu gunung, dan perlengkapan penting lainnya.<\/li>\r\n\r\n\r\n\r\n<li><strong>Ketahui akses transportasi: <\/strong>Cari tahu rute dan transportasi menuju<em> basecamp <\/em>pendakian. Dengan begitu, perjalanan lebih lancar dan kamu bisa memperkirakan biaya perjalanan dengan baik.<\/li>\r\n\r\n\r\n\r\n<li><strong>Gunakan masker:<\/strong> Karena Gunung Papandayan masih aktif, bau gas belerang bisa cukup menyengat. Gunakan masker agar tetap aman saat mendaki.<\/li>\r\n\r\n\r\n\r\n<li><strong>Hindari berjalan saat kabut tebal: <\/strong>Hutan Mati sering diselimuti kabut dengan jarak pandang terbatas. Hindari berjalan di tengah kabut pekat untuk mengurangi risiko hal yang tidak diinginkan.<\/li>\r\n<\/ul>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rekomendasi <\/strong><strong><em>Hiking<\/em><\/strong> <strong><em>Gear<\/em><\/strong><strong> dari EIGER Adventure\u00a0<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Selain memahami jalur pendakian, penting juga menyiapkan perlengkapan yang tepat. Berikut beberapa rekomendasi hiking gear dari EIGER yang bisa kamu bawa untuk mendukung perjalananmu:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Woman Lora<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-image\">\r\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"480\" height=\"480\" class=\"wp-image-27895\" src=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Woman-Lora.jpeg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Woman-Lora.jpeg 480w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Woman-Lora-300x300.jpeg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Woman-Lora-150x150.jpeg 150w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Woman-Lora-420x420.jpeg 420w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Woman-Lora-96x96.jpeg 96w\" sizes=\"auto, (max-width: 480px) 100vw, 480px\" \/><\/figure>\r\n<\/div>\r\n\r\n\r\n<p>Sepatu <a href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/d\/ws-lora-1-0?color=brown&amp;utm_source=cm_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=mid-cut_lora&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong><em>mid-cut<\/em> Lora<\/strong><\/a> dari EIGER ini siap menemani petualanganmu. Dibuat dengan <em>upper mesh <\/em>yang fleksibel dan membran <em>waterproof<\/em> di bagian dalam membuat sepatu ini nyaman dipakai sekaligus tahan air.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>Insole <\/em>Ortholite\u00ae yang ringan mampu menyerap kelembapan agar kaki tetap kering, sementara <em>outsole <\/em>Vibram\u00ae dengan <em>grip <\/em>adaptif memberikan traksi kuat di berbagai medan <em>hiking<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Serval Mid Men<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-image\">\r\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"1000\" class=\"wp-image-27894\" src=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Serval-Mid-Men.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Serval-Mid-Men.jpg 1000w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Serval-Mid-Men-300x300.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Serval-Mid-Men-150x150.jpg 150w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Serval-Mid-Men-768x768.jpg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Serval-Mid-Men-420x420.jpg 420w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Serval-Mid-Men-696x696.jpg 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Serval-Mid-Men-96x96.jpg 96w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\r\n<\/div>\r\n\r\n\r\n<p>Sepatu <a href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/d\/serval-mid-men?color=olive&amp;utm_source=cm_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=serval_mid&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Serval Mid<\/strong><\/a> dari EIGER Mountaineering siap mendukung langkahmu di jalur <em>hiking<\/em> yang menantang. Konstruksi Flexeleton pada <em>upper<\/em> membuat gerakanmu lebih dinamis, sementara <em>insole <\/em>Ortholite\u00ae yang ringan dan <em>breathable <\/em>memberi bantalan empuk sekaligus menjaga kaki tetap kering.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dengan <em>midsole <\/em>Phylon, sepatu ini mampu meredam getaran dan mengurangi risiko cedera, sedangkan <em>outsole <\/em>Vibram\u00ae dirancang dengan <em>grip <\/em>kuat agar kamu lebih bebas bergerak di berbagai medan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Stroll 3 Section<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-image\">\r\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"720\" class=\"wp-image-27892\" src=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Stroll-3-Section-1.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Stroll-3-Section-1.jpg 720w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Stroll-3-Section-1-300x300.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Stroll-3-Section-1-150x150.jpg 150w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Stroll-3-Section-1-420x420.jpg 420w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Stroll-3-Section-1-696x696.jpg 696w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Stroll-3-Section-1-96x96.jpg 96w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/figure>\r\n<\/div>\r\n\r\n\r\n<p>Biar langkahmu tetap stabil saat mendaki, kamu bisa mengandalkan <a href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/d\/stroll-3-section?color=no+colour&amp;utm_source=cm_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=stroll_3_section&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Stroll 3 Section<\/strong><\/a> dari EIGER Mountaineering. <em>Trekking pole<\/em> ini membantu mengurangi beban pada sendi dan bisa diatur panjangnya dengan sistem <em>quick-lock<\/em> yang aman.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dilengkapi beberapa basket sesuai kondisi jalur, serta <em>handle <\/em>dengan <em>grip <\/em>kamera, perlengkapan ini praktis dibawa dan mudah disimpan berkat bentuknya yang dinamis.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Transition 2.0<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-image\">\r\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"480\" height=\"480\" class=\"wp-image-27893\" src=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Transition-2.0.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Transition-2.0.jpg 480w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Transition-2.0-300x300.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Transition-2.0-150x150.jpg 150w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Transition-2.0-420x420.jpg 420w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Transition-2.0-96x96.jpg 96w\" sizes=\"auto, (max-width: 480px) 100vw, 480px\" \/><\/figure>\r\n<\/div>\r\n\r\n\r\n<p>Kamu bisa tetap hangat dan terlindungi di pegunungan dengan <a href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/d\/transition-2-0?color=black&amp;utm_source=cm_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=transition_2.0&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Transition 2.0<\/strong><\/a> dari EIGER Mountaineering. Sarung tangan pria ini punya lapisan antiair yang menjaga tanganmu tetap kering, serta teknologi <em>touch screen<\/em> di jempol dan telunjuk agar kamu bisa mengoperasikan ponsel tanpa perlu melepasnya. Sarung tangai ini cocok dipakai untuk <em>hiking<\/em>, <em>camping<\/em>, maupun <em>trekking<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Men&#8217;s R Tripa LS Poloshirt\u00a0<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-image\">\r\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"500\" height=\"500\" class=\"wp-image-27891\" src=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mens-R-Tripa-LS-Poloshirt-.jpeg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mens-R-Tripa-LS-Poloshirt-.jpeg 500w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mens-R-Tripa-LS-Poloshirt--300x300.jpeg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mens-R-Tripa-LS-Poloshirt--150x150.jpeg 150w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mens-R-Tripa-LS-Poloshirt--420x420.jpeg 420w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mens-R-Tripa-LS-Poloshirt--96x96.jpeg 96w\" sizes=\"auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/figure>\r\n<\/div>\r\n\r\n\r\n<p>Buat Eigerian yang ingin tetap aktif dan nyaman di alam bebas, <a href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/d\/men-s-r-tripa-ls-poloshirt?color=navy&amp;utm_source=cm_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=men's_r_tripa_ls_poloshirt&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Men&#8217;s R Tripa LS Poloshirt<\/strong> <\/a>dari EIGER Mountaineering bisa jadi pilihan. Kaus polo pria ini terbuat dari bahan cepat kering yang menjaga tubuhmu tetap sejuk saat bergerak. Cocok digunakan untuk <em>hiking<\/em>, <em>trekking<\/em>, hingga camping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Itulah ulasan mengenai jalur pendakian Gunung Papandayan beserta tips yang bisa kamu jadikan bekal sebelum berangkat. Agar perjalanan makin nyaman dan aman, pastikan kamu sudah menyiapkan perlengkapan mendaki terbaik dari EIGER Adventure.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Kamu bisa langsung datang ke <a href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/daftar-flagship-store-eiger\/\"><strong>EIGER Adventure Store<\/strong><\/a> untuk merasakan pengalaman belanja <em>offline<\/em>, mencoba produk secara langsung, dan memastikan kualitasnya sesuai kebutuhan.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Kalau ingin lebih praktis, tersedia juga pilihan belanja <em>online<\/em> melalui<a href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/id\/\"><strong> website resmi EIGER Adventure<\/strong><\/a>, atau lewat aplikasi EIGER Adventure di <a href=\"https:\/\/eigeradventure.onelink.me\/Frj9\/2xy4tghg\"><strong>App Store<\/strong><\/a> dan <a href=\"https:\/\/eigeradventure.onelink.me\/Frj9\/2xy4tghg\"><strong>Play Store<\/strong><\/a>.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Belanja <em>online<\/em> lebih mudah karena tinggal pilih, bayar, dan produk langsung sampai ke rumah. Ditambah lagi, sering ada promo dan diskon menarik yang sayang untuk dilewatkan. Yuk, lengkapi semua kebutuhan <em>outdoor<\/em>-mu sekarang juga bersama EIGER Adventure!<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-background\" style=\"background-color: #f9f4ea;\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/destinasi-para-pendaki\/\"><strong><mark class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\" style=\"background-color: rgba(0, 0, 0, 0);\">10 Gunung Destinasi Para Pendaki yang Populer, Ini Profilnya!<\/mark><\/strong><\/a><\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jalur pendakian gunung papandayan terbagi dalam beberapa pos-pos, mulai dari pintu gerbang utama hingga camp area pondok saladah. Yuk, kenali di sini!<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":27897,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[4128,2840,347,115,225],"class_list":{"0":"post-27890","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-mountaineering","8":"tag-hiking-gear","9":"tag-jalur-pendakian-gunung","10":"tag-mountain-climbing","11":"tag-mountaineering","12":"tag-tips-mendaki-gunung"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Jalur Pendakian Gunung Papandayan, Estimasi Waktu dan Tips<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Panduan jalur pendakian Gunung Papandayan lengkap dengan pos-pos, estimasi waktu tempuh, dan tips penting agar pendakian aman untuk pemula.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jalur Pendakian Gunung Papandayan, Estimasi Waktu dan Tips\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Panduan jalur pendakian Gunung Papandayan lengkap dengan pos-pos, estimasi waktu tempuh, dan tips penting agar pendakian aman untuk pemula.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-15T07:43:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-03T02:08:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jalur-pendakian-gunung-papandayan-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin CM\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin CM\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin CM\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/cffbb52596157a98d93fcc63faa97ead\"},\"headline\":\"10 Jalur Pendakian Gunung Papandayan dan Tips Mendakinya\",\"datePublished\":\"2025-10-15T07:43:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-03T02:08:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/\"},\"wordCount\":1438,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jalur-pendakian-gunung-papandayan-1.jpg\",\"keywords\":[\"hiking gear\",\"jalur pendakian gunung\",\"mountain climbing\",\"mountaineering\",\"tips mendaki gunung\"],\"articleSection\":[\"Mountaineering\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/\",\"name\":\"Jalur Pendakian Gunung Papandayan, Estimasi Waktu dan Tips\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jalur-pendakian-gunung-papandayan-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-15T07:43:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-03T02:08:27+00:00\",\"description\":\"Panduan jalur pendakian Gunung Papandayan lengkap dengan pos-pos, estimasi waktu tempuh, dan tips penting agar pendakian aman untuk pemula.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jalur-pendakian-gunung-papandayan-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jalur-pendakian-gunung-papandayan-1.jpg\",\"width\":800,\"height\":594,\"caption\":\"jalur pendakian gunung papandayan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"10 Jalur Pendakian Gunung Papandayan dan Tips Mendakinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog\",\"description\":\"Eiger Adventure\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Eiger Adventure\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"width\":187,\"height\":187,\"caption\":\"Eiger Adventure\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\",\"https:\/\/x.com\/eigeradventure\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/cffbb52596157a98d93fcc63faa97ead\",\"name\":\"Admin CM\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0a96a744cef8700be99aeca49227a8ed9eb1919d2a9dbf812d8632455d2135a5?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0a96a744cef8700be99aeca49227a8ed9eb1919d2a9dbf812d8632455d2135a5?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin CM\"},\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/admincm\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jalur Pendakian Gunung Papandayan, Estimasi Waktu dan Tips","description":"Panduan jalur pendakian Gunung Papandayan lengkap dengan pos-pos, estimasi waktu tempuh, dan tips penting agar pendakian aman untuk pemula.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jalur Pendakian Gunung Papandayan, Estimasi Waktu dan Tips","og_description":"Panduan jalur pendakian Gunung Papandayan lengkap dengan pos-pos, estimasi waktu tempuh, dan tips penting agar pendakian aman untuk pemula.","og_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/","og_site_name":"Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","article_published_time":"2025-10-15T07:43:02+00:00","article_modified_time":"2026-03-03T02:08:27+00:00","og_image":[{"width":800,"height":594,"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jalur-pendakian-gunung-papandayan-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin CM","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eigeradventure","twitter_site":"@eigeradventure","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin CM","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/"},"author":{"name":"Admin CM","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/cffbb52596157a98d93fcc63faa97ead"},"headline":"10 Jalur Pendakian Gunung Papandayan dan Tips Mendakinya","datePublished":"2025-10-15T07:43:02+00:00","dateModified":"2026-03-03T02:08:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/"},"wordCount":1438,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jalur-pendakian-gunung-papandayan-1.jpg","keywords":["hiking gear","jalur pendakian gunung","mountain climbing","mountaineering","tips mendaki gunung"],"articleSection":["Mountaineering"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/","name":"Jalur Pendakian Gunung Papandayan, Estimasi Waktu dan Tips","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jalur-pendakian-gunung-papandayan-1.jpg","datePublished":"2025-10-15T07:43:02+00:00","dateModified":"2026-03-03T02:08:27+00:00","description":"Panduan jalur pendakian Gunung Papandayan lengkap dengan pos-pos, estimasi waktu tempuh, dan tips penting agar pendakian aman untuk pemula.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jalur-pendakian-gunung-papandayan-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jalur-pendakian-gunung-papandayan-1.jpg","width":800,"height":594,"caption":"jalur pendakian gunung papandayan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/jalur-pendakian-papandayan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10 Jalur Pendakian Gunung Papandayan dan Tips Mendakinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","name":"Blog","description":"Eiger Adventure","publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization","name":"Eiger Adventure","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","contentUrl":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","width":187,"height":187,"caption":"Eiger Adventure"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","https:\/\/x.com\/eigeradventure"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/cffbb52596157a98d93fcc63faa97ead","name":"Admin CM","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0a96a744cef8700be99aeca49227a8ed9eb1919d2a9dbf812d8632455d2135a5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0a96a744cef8700be99aeca49227a8ed9eb1919d2a9dbf812d8632455d2135a5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin CM"},"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/admincm\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jalur-pendakian-gunung-papandayan-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27890"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27890\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32784,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27890\/revisions\/32784"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27897"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}