{"id":5254,"date":"2022-04-19T19:42:58","date_gmt":"2022-04-19T12:42:58","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/?p=5254"},"modified":"2022-04-19T19:43:47","modified_gmt":"2022-04-19T12:43:47","slug":"cara-menghangatkan-badan-di-gunung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/","title":{"rendered":"Cegah Hipotermia dengan Cara Menghangatkan Badan di Gunung Ini!"},"content":{"rendered":"\n<p>Kegiatan mendaki gunung di Indonesia semakin populer seiring perkembangan media sosial. Bisa dibilang, sekarang ini gunung telah menjadi destinasi wisata. Sebab, tidak hanya pecinta alam saja, hampir semua kalangan kini juga menggandrungi kegiatan mendaki gunung. Gunung memang memiliki daya tarik yang sanggup menjadi magnet bagi wisatawan. Saat berada di puncak gunung, kita akan merasa menyatu dengan alam, dengan ketenangan dan hawa dinginnya. Namun, bagi beberapa orang, dinginnya suhu di puncak gunung menjadi tantangan tersendiri. Tapi sebenarnya ada beberapa cara menghangatkan badan di gunung yang paling direkomendasikan, <em>lho<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Penasaran, apa saja cara menghangatkan badan di gunung yang dapat dilakukan? Tunggu dulu! Sebelum kita bahas seputar cara menghangatkan tubuh di gunung, sebelumnya kita perlu tahu soal hipotermia. Baca terus ulasan di bawah ini sampai habis!&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"apa-itu-hipotermia\">Apa itu Hipotermia?&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"500\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-3.jpg\" alt=\"cara menghangatkan badan\" class=\"wp-image-5257\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-3.jpg 700w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-3-300x214.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-3-696x497.jpg 696w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kasus hipotermia dalam perjalanan naik gunung memang bukan hal yang baru dan sudah sering terjadi, bahkan hingga memakan korban jiwa. Hipotermia dapat dipahami sebagai suatu gangguan medis yang bisa menyerang seseorang yang mengalami penurunan suhu tubuh secara drastis. Perlu diketahui, suhu normal manusia itu berkisar 37 derajat celcius. Ketika mengalami hipotermia, itu artinya suhu bisa berada di bawah 35 derajat celcius. Akibat penurunan suhu yang drastis, sistem saraf dan berbagai organ penting tidak dapat berfungsi dengan normal, bahkan jika parah bisa berujung kematian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hipotermia kerap menyerang para pendaki yang tidak membawa perlengkapan lengkap, terkena guyuran hujan, atau kurang mengonsumsi kalori dan lainnya. Hipotermia biasanya diawali berupa kedinginan biasa, badan yang menggigil, gemetar menahan dingin, hingga gigi saling beradu ketika tidak kuat menahan dingin. Biasanya, hipotermia menyerang secara perlahan, di mana hal ini menyebabkan calon korban tidak menyadari bahwa akan terserang hipotermia.<\/p>\n\n\n\n<p>Hipotermia menyerang saraf dan bergerak dengan pelan, sehingga korban tidak merasa kalau ia menjadi korban hipotermia. Mulai dari tidak bisa menahan dingin sampai merasa kepanasan di tengah udara yang terasa membekukan, korban biasanya tidak sadar kalau sedang terserang hipotermia. Kemudian, hipotermia bisa menyebabkan korban pingsan hingga berhalusinasi. Halusinasi ini bisa menyebabkan hal-hal berbahaya, <em>lho<\/em>. Oleh karena itu, tindakan pencegahan merupakan hal yang terbaik. Sebab, halusinasi bisa menyebabkan tindakan aneh, seperti berlari-lari, membuka pakaian karena kepanasan, atau bertingkah di luar kebiasaan. Kawan seperjalanan wajib waspada memperhatikan korban hipotermia ketika hal-hal tersebut terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/tips-memilih-outfit-naik-gunung-untuk-wanita-hijab-maupun-non-hijab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tips Memilih Outfit Naik Gunung untuk Wanita Hijab maupun Non Hijab<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"bagaimana-cara-menghangatkan-badan-di-gunung\">Bagaimana Cara Menghangatkan Badan di Gunung?&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"500\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-1.jpg\" alt=\"cara menghangatkan badan\" class=\"wp-image-5255\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-1.jpg 700w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-1-300x214.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-1-696x497.jpg 696w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Ada banyak hal yang perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan hipotermia. Namun, beberapa <a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">cara menghangatkan badan di gunung<\/a> berikut ini adalah yang paling utama. Simak satu per satu, <em>yuk<\/em>!\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"1-lakukan-aklimatisasi-singkat\">1. Lakukan aklimatisasi singkat<\/h3>\n\n\n\n<p>Aklimatisasi secara singkat adalah sebuah proses penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungan baru yang berbeda dari yang biasa dijumpai, perbedaan yang mencolok, terutama pada suhu. Sebelum melakukan pendakian sangat disarankan untuk melakukan aklimatisasi sederhana dalam bentuk melakukan peregangan, tidak terburu-buru saat mendaki, dan mengatur pernafasan sebaik mungkin supaya tubuh dapat melakukan penyesuaian dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"2-memakai-pakaian-kering\">2. Memakai pakaian kering<\/h3>\n\n\n\n<p>Mendaki gunung, pasti kita memakai pakaian yang lebih tebal dari biasanya. Namun yang perlu diperhatikan adalah pakaian harus dalam kondisi kering. Segera ganti pakaian yang basah karena gunung sarat dengan angin kencang. Jika dalam keadaan terpaksa harus memakai pakaian basah dan tidak membawa pakaian kering, maka cari tempat berlindung untuk menghangatkan diri dari angin kencang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"3-pastikan-perut-terisi\">3. Pastikan perut terisi<\/h3>\n\n\n\n<p>Ingat, jangan biarkan perut kita kosong saat kedinginan. Jika perut kita telah terisi, maka tubuh akan lebih baik dalam memproduksi panas tubuh. Kita bisa konsumsi makanan yang mengandung protein dan karbohidrat tinggi supaya tubuh lebih banyak memproduksi asam laktat, sehingga tubuh akan lebih cepat memproduksi panas. Beberapa jenis makanan yang kaya akan karbohidrat dan protein di antaranya adalah kentang, ubi jalar, kacang-kacangan, roti gandum, nasi, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"4-tetap-bergerak-jangan-banyak-diam\">4. Tetap bergerak, jangan banyak diam<\/h3>\n\n\n\n<p>Cara menghangatkan badan di gunung yang selanjutnya adalah terus bergerak, berjalan-jalan di sekitar sambil melihat keindahan alam. Dengan terus bergerak, maka tubuh akan&nbsp; memicu hangat dari dalam. Selain itu, bukankah proses pendakian gunung yang lumayan menyita tenaga dan waktu sebaiknya diganjar dengan jangan hanya berdiam diri di tenda?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"5-menyalakan-api-unggun\">5. Menyalakan api unggun<\/h3>\n\n\n\n<p>Cara menghangatkan badan di gunung selanjutnya adalah siapkan api unggun. Api unggun ini sangat berguna untuk menghangatkan tubuh dan juga menghangatkan suasana pada malam <em>refreshing<\/em> kita di gunung. Api unggun ini juga akan memberikan kesan yang lebih indah pada setiap <em>camping<\/em> yang kita lakukan, <em>lho<\/em>. Tapi, satu hal yang perlu diperhatikan adalah jangan menyalakan api unggun terlalu dekat dengan tenda. Kemudian, jika menyulut api unggun menggunakan bahan bakar minyak, perhatikan apakah tetesan minyak tersebut hingga mendekati tenda atau tidak. Sebab, bahan bakar minyak yang tersulut api akan menjalar. Selain berbahaya, kita juga tidak mau rumah sementara kita di gunung menjadi rusak, bukan?<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, pastikan kita menggunakan api unggun dengan bijak dengan hanya mengambil kayu yang sudah mati, ranting atau dahan pohon yang berserakan di tanah. Hindari menebang pohon, agar tetap dapat menjaga ekosistem sekitar. Dan jangan lupa, pastikan api telah mati dan mengubur sisa pembakaran jika sudah selesai digunakan, <em>ya<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/fungsi-dry-bag-dan-bagaimana-cara-memilihnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Apa Sih Fungsi Dry Bag, dan Bagaimana Cara Memilihnya?<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Cara menghangatkan badan di gunung yang paling utama adalah kita wajib mengenakan beragam penghangat tubuh, seperti penutup kepala, <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/mountaineering-activity\/apparel\/jacket.html?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=jaket_gunung&amp;utm_content=mountaineering\">jaket gunung<\/a>, <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/catalogsearch\/result\/?q=kaos+kaki?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=kaos_kaki&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">kaos kaki<\/a>, <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/mountaineering-activity\/apparel\/pants.html?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=celana_gunung&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">celana gunung<\/a>, hingga <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/catalogsearch\/result\/?q=sleeping+bag?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=sleeping_bag&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>sleeping bag<\/em><\/a>. Dengan persiapan matang, peralatan yang lengkap, maka kita dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya hipotermia saat mendaki gunung.<\/p>\n\n\n\n<p>Semua perlengkapan <em>mountaineering<\/em> tersebut bisa didapatkan dengan mudah di <em>website<\/em> Eiger Adventure. Tidak perlu repot beranjak dari rumah, kini kita bisa <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=belanja_online_di_website_eiger_adventure_official&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">belanja <em>online<\/em> di <em>website <\/em>Eiger Adventure<\/a> dengan sangat praktis. Perkara kualitas, Eiger selalu jadi juaranya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kegiatan mendaki gunung di Indonesia semakin populer seiring perkembangan media sosial. Bisa dibilang, sekarang ini gunung telah menjadi destinasi wisata. Sebab, tidak hanya pecinta alam saja, hampir semua kalangan kini juga menggandrungi kegiatan mendaki gunung. Gunung memang memiliki daya tarik yang sanggup menjadi magnet bagi wisatawan. Saat berada di puncak gunung, kita akan merasa menyatu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":5256,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12,1],"tags":[387,424,347,379,63,534,33],"class_list":{"0":"post-5254","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-mountaineering","8":"category-tips-trick","9":"tag-aturan-pendakian","10":"tag-expedition","11":"tag-mountain-climbing","12":"tag-outdoor-ethics","13":"tag-peralatan-naik-gunung","14":"tag-sleeping-bag","15":"tag-survival-kit"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cegah Hipotermia dengan Cara Menghangatkan Badan di Gunung Ini!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cara menghangatkan badan di gunung yang selanjutnya adalah terus bergerak, berjalan-jalan di sekitar sambil melihat keindahan alam.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cegah Hipotermia dengan Cara Menghangatkan Badan di Gunung Ini!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara menghangatkan badan di gunung yang selanjutnya adalah terus bergerak, berjalan-jalan di sekitar sambil melihat keindahan alam.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-19T12:42:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-04-19T12:43:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin RM\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin RM\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin RM\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/1707fa4226d44475a5f9608c1d39b164\"},\"headline\":\"Cegah Hipotermia dengan Cara Menghangatkan Badan di Gunung Ini!\",\"datePublished\":\"2022-04-19T12:42:58+00:00\",\"dateModified\":\"2022-04-19T12:43:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/\"},\"wordCount\":900,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-2.jpg\",\"keywords\":[\"aturan pendakian\",\"Expedition\",\"mountain climbing\",\"outdoor ethics\",\"peralatan naik gunung\",\"sleeping bag\",\"Survival kit\"],\"articleSection\":[\"Mountaineering\",\"Tips &amp; Trick\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/\",\"name\":\"Cegah Hipotermia dengan Cara Menghangatkan Badan di Gunung Ini!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-2.jpg\",\"datePublished\":\"2022-04-19T12:42:58+00:00\",\"dateModified\":\"2022-04-19T12:43:47+00:00\",\"description\":\"Cara menghangatkan badan di gunung yang selanjutnya adalah terus bergerak, berjalan-jalan di sekitar sambil melihat keindahan alam.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-2.jpg\",\"width\":700,\"height\":500,\"caption\":\"cara menghangatkan badan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cegah Hipotermia dengan Cara Menghangatkan Badan di Gunung Ini!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog\",\"description\":\"Eiger Adventure\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Eiger Adventure\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"width\":187,\"height\":187,\"caption\":\"Eiger Adventure\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\",\"https:\/\/x.com\/eigeradventure\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/1707fa4226d44475a5f9608c1d39b164\",\"name\":\"Admin RM\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16d61a836f6de3df5727b21c30fe6114754199f0e63742db132d056eac9aae8a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16d61a836f6de3df5727b21c30fe6114754199f0e63742db132d056eac9aae8a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin RM\"},\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/adminrishnamaulinapratama\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cegah Hipotermia dengan Cara Menghangatkan Badan di Gunung Ini!","description":"Cara menghangatkan badan di gunung yang selanjutnya adalah terus bergerak, berjalan-jalan di sekitar sambil melihat keindahan alam.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cegah Hipotermia dengan Cara Menghangatkan Badan di Gunung Ini!","og_description":"Cara menghangatkan badan di gunung yang selanjutnya adalah terus bergerak, berjalan-jalan di sekitar sambil melihat keindahan alam.","og_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/","og_site_name":"Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","article_published_time":"2022-04-19T12:42:58+00:00","article_modified_time":"2022-04-19T12:43:47+00:00","og_image":[{"width":700,"height":500,"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin RM","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eigeradventure","twitter_site":"@eigeradventure","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin RM","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/"},"author":{"name":"Admin RM","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/1707fa4226d44475a5f9608c1d39b164"},"headline":"Cegah Hipotermia dengan Cara Menghangatkan Badan di Gunung Ini!","datePublished":"2022-04-19T12:42:58+00:00","dateModified":"2022-04-19T12:43:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/"},"wordCount":900,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-2.jpg","keywords":["aturan pendakian","Expedition","mountain climbing","outdoor ethics","peralatan naik gunung","sleeping bag","Survival kit"],"articleSection":["Mountaineering","Tips &amp; Trick"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/","name":"Cegah Hipotermia dengan Cara Menghangatkan Badan di Gunung Ini!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-2.jpg","datePublished":"2022-04-19T12:42:58+00:00","dateModified":"2022-04-19T12:43:47+00:00","description":"Cara menghangatkan badan di gunung yang selanjutnya adalah terus bergerak, berjalan-jalan di sekitar sambil melihat keindahan alam.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-2.jpg","width":700,"height":500,"caption":"cara menghangatkan badan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/cara-menghangatkan-badan-di-gunung\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cegah Hipotermia dengan Cara Menghangatkan Badan di Gunung Ini!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","name":"Blog","description":"Eiger Adventure","publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization","name":"Eiger Adventure","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","contentUrl":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","width":187,"height":187,"caption":"Eiger Adventure"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","https:\/\/x.com\/eigeradventure"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/1707fa4226d44475a5f9608c1d39b164","name":"Admin RM","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16d61a836f6de3df5727b21c30fe6114754199f0e63742db132d056eac9aae8a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16d61a836f6de3df5727b21c30fe6114754199f0e63742db132d056eac9aae8a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin RM"},"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/adminrishnamaulinapratama\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cara-menghangatkan-badan-2.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5254","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5254"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5254\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5282,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5254\/revisions\/5282"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5254"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5254"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5254"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}