{"id":8449,"date":"2022-10-14T11:26:35","date_gmt":"2022-10-14T04:26:35","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/?p=8449"},"modified":"2022-10-14T11:26:37","modified_gmt":"2022-10-14T04:26:37","slug":"perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/","title":{"rendered":"7 Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik Beserta Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Sudahkah Eigerian mengetahui apa saja yang menjadi perbedaan sampah organik dan anorganik? Cari tahu juga contoh-contohnya dalam artikel berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Sampah merupakan salah satu permasalahan yang menjadi perhatian banyak orang. Manusia sudah sepatutnya mengetahui cara mengolah sampah yang tepat agar lingkungan di bumi tetap lestari.<\/p>\n\n\n\n<p>Istilah sampah organik dan anorganik mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namun sayangnya, masih belum banyak orang yang tahu mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal, membedakan sampah organik dengan anorganik memiliki banyak manfaat. Misalnya bisa memudahkan pengolahan sampah dan menghindari pencampuran sampah yang berakhir bau tidak sedap.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/cara-memilah-sampah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Jangan Langsung Dibuang! Pahami Dulu Cara Memilah Sampah yang Tepat<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik<\/strong><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/lenka-dzurendova-FTCQPjPfFS4-unsplash-1.jpg\" alt=\"perbedaan sampah organik dan sampah anorganik\" class=\"wp-image-8458\" width=\"696\" height=\"516\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/lenka-dzurendova-FTCQPjPfFS4-unsplash-1.jpg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/lenka-dzurendova-FTCQPjPfFS4-unsplash-1-300x223.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/lenka-dzurendova-FTCQPjPfFS4-unsplash-1-768x570.jpg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/lenka-dzurendova-FTCQPjPfFS4-unsplash-1-485x360.jpg 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/lenka-dzurendova-FTCQPjPfFS4-unsplash-1-696x517.jpg 696w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption>(Foto sampah organik untuk pembuatan kompos. Sumber: Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ada beberapa aspek yang menjadi pembeda antara sampah organik dan anorganik. Lebih lanjut, berikut perbedaan sampah organik dan anorganik yang perlu Eigerian ketahui:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>1. Asal atau Sumber Sampah<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Faktor pertama yang bisa menjadi pembeda antara sampah organik dengan sampah anorganik, yaitu asal atau sumbernya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Eigerian yang belum tahu, sampah organik berasal dari organisme hidup, baik itu manusia, tumbuhan, atau hewan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, sampah anorganik sumbernya berasal dari organisme yang tidak hidup atau barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>2. Contoh Sampah Berdasarkan Jenisnya<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dilihat dari asal atau sumbernya, kita bisa mengetahui masing-masing contoh dari kedua sampah tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa contoh sampah organik, yaitu sisa sayuran, kulit buah-buahan, dedaunan kering, serbuk kayu, ranting pohon, makanan basi, buah yang busuk, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan contoh sampah anorganik yang dapat kita temui di antaranya sampah plastik, <em>styrofoam,<\/em> sedotan bekas, kemasan makanan cepat saji, kaca, peralatan makan bekas, kain perca, kaleng bekas, dan masih banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>3. Kandungan dalam Sampah<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Perbedaan sampah organik dan anorganik lainnya bisa kita lihat dari kandungannya. Sampah organik yang juga biasa disebut sebagai sampah basah diketahui memiliki kandungan karbon dan hidrogen.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika dibandingkan dengan sampah anorganik, maka limbah organik mengandung komposisi yang lebih kompleks.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, sampah anorganik tidak memiliki kandungan karbon. Melainkan, hanya memiliki kandungan non-hayati. Sampah anorganik juga biasanya memiliki bahan dasar berupa zat kimia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/bahaya-membakar-sampah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Ini 8 Bahaya Membakar Sampah untuk Lingkungan dan Kesehatan<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>4. Ketahanan Terhadap Panas<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/volodymyr-hryshchenko-cW25vXNW50I-unsplash-1.jpg\" alt=\"sampah anorganik\" class=\"wp-image-8459\" width=\"696\" height=\"516\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/volodymyr-hryshchenko-cW25vXNW50I-unsplash-1.jpg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/volodymyr-hryshchenko-cW25vXNW50I-unsplash-1-300x223.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/volodymyr-hryshchenko-cW25vXNW50I-unsplash-1-768x570.jpg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/volodymyr-hryshchenko-cW25vXNW50I-unsplash-1-485x360.jpg 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/volodymyr-hryshchenko-cW25vXNW50I-unsplash-1-696x517.jpg 696w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption>(Foto sampah anorganik. Sumber: Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ketahanan sampah terhadap panas juga bisa termasuk dalam aspek yang bisa menjadi perbedaan sampah organik dan anorganik.<\/p>\n\n\n\n<p>Sampah organik yang mengandung unsur makhluk hidup biasanya akan lebih mudah untuk terbakar.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan sampah-sampah anorganik memiliki ketahanan terhadap panas yang cukup tinggi. Jadi ketika kita bakar, akan lebih sulit untuk terurai.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagian besar sampah anorganik bahkan tidak dianjurkan untuk dibakar. Tidak hanya karena sulit terbakar, sampah-sampah anorganik juga bisa berbahaya bagi lingkungan sekitar karena adanya pelepasan zat kimia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>5. Perbedaan Reaksi<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Perbedaan sampah organik dan anorganik selanjutnya bisa kita ketahui dari reaksi yang dapat dihasilkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sampah organik dengan kandungan berupa mikroorganisme hidup atau mikroorganisme yang pernah hidup di dalamnya memiliki laju reaksi yang lambat dan tidak menghasilkan garam.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, sampah anorganik memiliki laju reaksi yang lambat dibandingkan dengan sampah organik. Jenis sampah ini juga dapat membentuk garam.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>6. Proses Penguraian<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Hal lain yang bisa kita ketahui perbedaannya dari sampah organik dan sampah anorganik ialah proses penguraiannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti yang Eigerian tahu, sampah organik, sampah anorganik, dan sampah-sampah lainnya akan mengalami penguraian oleh organisme dekomposer, seperti bakteri atau jamur.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, setiap sampah memiliki proses penguraian yang berbeda-beda. Hal ini pun akan kita temui pada sampah organik dan sampah anorganik.<\/p>\n\n\n\n<p>Sampah organik biasanya akan mengalami proses penguraian yang lebih cepat. Sebab, sampah organik memiliki struktur yang mudah untuk dipecah oleh organisme dekomposer.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses penguraian sampah-sampah organik umumnya hanya memakan waktu selama hitungan hari atau minggu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, sampah anorganik akan melewati proses penguraian yang lebih lambat. Hal ini karena struktur sampah anorganik jauh lebih padat daripada limbah organik sehingga sulit untuk terurai.<\/p>\n\n\n\n<p>Dibandingkan dengan sampah organik, jenis sampah anorganik biasanya akan memakan waktu penguraian yang lama. Bahkan hingga bertahun-tahun lamanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya sampah plastik yang baru bisa terurai selama 50-100 tahun, puntung rokok selama 10 tahun, atau <em>styrofoam<\/em> yang bahkan tidak dapat diuraikan hingga kapan pun.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/cara-tepat-daur-ulang-sampah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Cara Tepat Daur Ulang Sampah Rumah Tangga<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>7. Cara Mengolah Sampah<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/nareeta-martin-FoG7PKNYjpM-unsplash-1.jpg\" alt=\"cara mengolah sampah\" class=\"wp-image-8460\" width=\"696\" height=\"516\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/nareeta-martin-FoG7PKNYjpM-unsplash-1.jpg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/nareeta-martin-FoG7PKNYjpM-unsplash-1-300x223.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/nareeta-martin-FoG7PKNYjpM-unsplash-1-768x570.jpg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/nareeta-martin-FoG7PKNYjpM-unsplash-1-485x360.jpg 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/nareeta-martin-FoG7PKNYjpM-unsplash-1-696x517.jpg 696w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption>(Foto tempat sampah. Sumber: Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Perbedaan sampah organik dan sampah anorganik selanjutnya dapat kita lihat dari bagaimana cara mengolahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu saja, kedua jenis sampah ini memiliki cara pengolahan yang berbeda sehingga tidak disarankan untuk dicampur.<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila sampah organik dan sampah anorganik tercampur, keduanya bisa menghasilkan bau tidak sedap. Selain itu, pencampuran kedua jenis sampah tersebut berpotensi untuk merusak lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tumpukan sampah organik dan sampah anorganik bisa menyebabkan terciptanya gas metana dan cairan beracun. Senyawa tersebut bisa memengaruhi kualitas tanah dan air.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karenanya, penting bagi kita untuk mengetahui cara pengolahan sampah organik dan sampah anorganik yang benar.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara mengolah sampah organik yang paling tepat, yaitu dengan mengubahnya menjadi kompos atau pun biogas.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara untuk sampah anorganik, kita dapat mengolahnya dengan cara didaur ulang. Misalnya, sampah plastik atau kaleng bekas menjadi kerajinan tangan yang berguna dan bernilai ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami cara pengolahan sampah yang benar tersebut, sampah organik dan anorganik bisa berkurang. Bahkan, bisa diubah menjadi sesuatu yang lebih berguna.<\/p>\n\n\n\n<p>Itu dia perbedaan sampah organik dan sampah anorganik yang perlu kita ketahui agar bisa menjaga lingkungan tetap lestari.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kita juga dapat melestarikan lingkungan sekitar dengan beralih pada produk-produk <em>eco-friendly<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satunya produk ramah lingkungan dari EIGER yang dibuat menggunakan bahan-bahan alami seperti katun kayu, serat bambu, dan sisa limbah botol plastik.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita bisa mendapatkan produk-produk <em>eco-friendly <\/em>dari situs web resmi <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=belanja_online_di_website_eiger_adventure_official&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">EIGER\u00a0 Adventure Official<\/a>. Berbelanja produk EIGER bisa dilakukan secara cepat dan mudah di <em>website<\/em> dengan dukungan <em>customer support <\/em>selama 24 jam.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Website <\/em>EIGER juga memiliki beragam metode pembayaran yang bisa pilih sesuai kebutuhan. Bahkan berkesempatan untuk menikmati promo menarik, <em>lho<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Tunggu apalagi, segera belanja produk-produk EIGER sekarang dan dapatkan beragam promo menarik lainnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sampah organik dan sampah anorganik bisa dibedakan, lho. Ini dia perbedaan sampah organik dan sampah anorganik yang perlu diketahui, cek, ya!<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8457,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[937,240,274,934,936,935],"class_list":{"0":"post-8449","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-green-healthy","8":"tag-green-lifestyle","9":"tag-green-living","10":"tag-lifestyle","11":"tag-perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik","12":"tag-sampah-anorganik","13":"tag-sampah-organik"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>7 Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik dan Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sampah organik dan sampah anorganik bisa dibedakan, lho. Ini dia perbedaan sampah organik dan sampah anorganik yang perlu diketahui, cek, ya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"7 Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik dan Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sampah organik dan sampah anorganik bisa dibedakan, lho. Ini dia perbedaan sampah organik dan sampah anorganik yang perlu diketahui, cek, ya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-14T04:26:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-14T04:26:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sampah-organik-dan-anorganik.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin TS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin TS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin TS\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/9dbf7a60232d2368ae533214e2bccd4a\"},\"headline\":\"7 Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik Beserta Contohnya\",\"datePublished\":\"2022-10-14T04:26:35+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-14T04:26:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/\"},\"wordCount\":945,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sampah-organik-dan-anorganik.jpg\",\"keywords\":[\"green lifestyle\",\"green living\",\"lifestyle\",\"Perbedaan sampah organik dan sampah anorganik\",\"sampah anorganik\",\"sampah organik\"],\"articleSection\":[\"Green &amp; Healthy\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/\",\"name\":\"7 Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik dan Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sampah-organik-dan-anorganik.jpg\",\"datePublished\":\"2022-10-14T04:26:35+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-14T04:26:37+00:00\",\"description\":\"Sampah organik dan sampah anorganik bisa dibedakan, lho. Ini dia perbedaan sampah organik dan sampah anorganik yang perlu diketahui, cek, ya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sampah-organik-dan-anorganik.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sampah-organik-dan-anorganik.jpg\",\"width\":800,\"height\":594,\"caption\":\"(Foto tempat sampah berdasarkan jenisnya. Sumber: EIGER Adventure)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"7 Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik Beserta Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog\",\"description\":\"Eiger Adventure\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Eiger Adventure\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"width\":187,\"height\":187,\"caption\":\"Eiger Adventure\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\",\"https:\/\/x.com\/eigeradventure\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/9dbf7a60232d2368ae533214e2bccd4a\",\"name\":\"Admin TS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7d0596ab070a0fe101f0323208bc17a87e0776e12248deed1056777e61c8603?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7d0596ab070a0fe101f0323208bc17a87e0776e12248deed1056777e61c8603?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin TS\"},\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/christopher-antonisirclo-com\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"7 Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik dan Contohnya","description":"Sampah organik dan sampah anorganik bisa dibedakan, lho. Ini dia perbedaan sampah organik dan sampah anorganik yang perlu diketahui, cek, ya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"7 Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik dan Contohnya","og_description":"Sampah organik dan sampah anorganik bisa dibedakan, lho. Ini dia perbedaan sampah organik dan sampah anorganik yang perlu diketahui, cek, ya!","og_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/","og_site_name":"Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","article_published_time":"2022-10-14T04:26:35+00:00","article_modified_time":"2022-10-14T04:26:37+00:00","og_image":[{"width":800,"height":594,"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sampah-organik-dan-anorganik.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin TS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eigeradventure","twitter_site":"@eigeradventure","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin TS","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/"},"author":{"name":"Admin TS","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/9dbf7a60232d2368ae533214e2bccd4a"},"headline":"7 Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik Beserta Contohnya","datePublished":"2022-10-14T04:26:35+00:00","dateModified":"2022-10-14T04:26:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/"},"wordCount":945,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sampah-organik-dan-anorganik.jpg","keywords":["green lifestyle","green living","lifestyle","Perbedaan sampah organik dan sampah anorganik","sampah anorganik","sampah organik"],"articleSection":["Green &amp; Healthy"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/","name":"7 Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik dan Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sampah-organik-dan-anorganik.jpg","datePublished":"2022-10-14T04:26:35+00:00","dateModified":"2022-10-14T04:26:37+00:00","description":"Sampah organik dan sampah anorganik bisa dibedakan, lho. Ini dia perbedaan sampah organik dan sampah anorganik yang perlu diketahui, cek, ya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sampah-organik-dan-anorganik.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sampah-organik-dan-anorganik.jpg","width":800,"height":594,"caption":"(Foto tempat sampah berdasarkan jenisnya. Sumber: EIGER Adventure)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/perbedaan-sampah-organik-dan-sampah-anorganik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"7 Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik Beserta Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","name":"Blog","description":"Eiger Adventure","publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization","name":"Eiger Adventure","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","contentUrl":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","width":187,"height":187,"caption":"Eiger Adventure"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","https:\/\/x.com\/eigeradventure"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/9dbf7a60232d2368ae533214e2bccd4a","name":"Admin TS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7d0596ab070a0fe101f0323208bc17a87e0776e12248deed1056777e61c8603?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7d0596ab070a0fe101f0323208bc17a87e0776e12248deed1056777e61c8603?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin TS"},"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/christopher-antonisirclo-com\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sampah-organik-dan-anorganik.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8449","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8449"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8449\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8461,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8449\/revisions\/8461"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8457"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8449"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8449"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8449"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}