{"id":8714,"date":"2022-10-27T17:19:00","date_gmt":"2022-10-27T10:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/?p=8714"},"modified":"2022-10-27T17:30:23","modified_gmt":"2022-10-27T10:30:23","slug":"dampak-pencemaran-tanah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/","title":{"rendered":"4 Dampak Pencemaran Tanah dan Cara Penanggulangannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Pencemaran lingkungan tidak hanya dapat terjadi di air dan udara, tetapi juga tanah. Lantas, apa penyebab dan dampak pencemaran tanah? Berikut cara penanggulangannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Eigerian yang merupakan pecinta alam, perlu memerhatikan kelestarian lingkungan sekitar. Salah satunya dengan menyadari dampak pencemaran tanah sehingga bisa mengatasinya secara tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya mengakibatkan kerusakan lingkungan, dampak pencemaran tanah juga bisa menyerang makhluk hidup yang tinggal di sekitarnya. Baik itu manusia, hewan, maupun tumbuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan sampai pencemaran tanah mengancam keberlangsungan hidup kita ke depannya. Jadi, perlu ditanggulangi dan dicegah sedini mungkin.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/cara-menjaga-kebersihan-lingkungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Perhatikan! 6 Cara Menjaga Kebersihan Lingkungan di Tempat Wisata<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>Penyebab Pencemaran Tanah<\/strong><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/nick-russill-C0smSE2rjVM-unsplash-1.jpg\" alt=\"dampak pencemaran tanah\" class=\"wp-image-8716\" width=\"696\" height=\"516\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/nick-russill-C0smSE2rjVM-unsplash-1.jpg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/nick-russill-C0smSE2rjVM-unsplash-1-300x223.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/nick-russill-C0smSE2rjVM-unsplash-1-768x570.jpg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/nick-russill-C0smSE2rjVM-unsplash-1-485x360.jpg 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/nick-russill-C0smSE2rjVM-unsplash-1-696x517.jpg 696w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption>(Foto limbah di tanah. Sumber: Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ada beberapa aspek yang bisa menjadi penyebab pencemaran pada tanah, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>1. Limbah Organik dan Anorganik<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu penyebab terjadinya pencemaran tanah, yaitu limbah organik dan anorganik.<\/p>\n\n\n\n<p>Eigerian yang belum tahu, limbah organik merupakan sampah yang dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme tanah. Contohnya sampah sisa makanan rumah tangga, daun, dan ranting yang busuk.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara limbah anorganik adalah sampah yang sulit untuk terurai sehingga memakan waktu lama untuk diuraikan. Misalnya sampah plastik, kaleng, dan botol bekas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>2. Pupuk Kimia dan Pestisida<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Penyebab lain yang bisa mencemari tanah ialah penggunaan pupuk kimia dan pestisida untuk keperluan pertanian atau perkebunan.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski penggunaan utamanya bertujuan untuk mencegah serangan hama, tetapi pupuk kimia dan pestisida bisa mengancam kesuburan tanah.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, pupuk kimia dan pestisida ini mengandung senyawa berbahaya jika terserap oleh tanah. Unsur-unsur alami pada tanah pun bisa rusak bahkan menghilang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>3. Kebakaran Hutan<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kebakaran hutan yang terjadi secara tidak sengaja atau pun sengaja, ternyata juga bisa menyebabkan tanah di lingkungan sekitarnya tercemar.<\/p>\n\n\n\n<p>Terjadinya kebakaran hutan bisa turut menyapu habis zat-zat penting di dalam tanah. Itulah sebabnya, banyak lingkungan alam bekas kebakaran yang sulit ditumbuhi tanaman kembali.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>4. Bencana Alam<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Bencana alam seperti banjir menjadi penyebab lainnya yang bisa mencemari tanah. Hal ini karena arus air dari banjir dapat merusak unsur hara di dalam tanah.<\/p>\n\n\n\n<p>Jenis bencana alam lainnya yang dapat membuat tanah tercemar, yaitu gunung meletus. Ketika gunung berapi meletus, akan ada banyak material yang dikeluarkan.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Nah<\/em>, abu vulkanik, pasir, beserta material gunung meletus lainnya amat berbahaya bagi kesuburan tanah. Hingga tidak heran apabila lingkungan yang terkena dampak meletusnya gunung api mengalami kekeringan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun setelah keadaan membaik kembali, tempat terdampak gunung meletus bisa menjadi lingkungan yang lebih subur dari sebelumnya.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/tas-belanja-ramah-lingkungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Hindari Tas Plastik, Pakai Tas Belanja Ramah Lingkungan Saja!<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>Dampak Pencemaran Tanah<\/strong><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/hans-ripa-J6_r5t9FJTc-unsplash-1.jpg\" alt=\"dampak pencemaran tanah\" class=\"wp-image-8717\" width=\"696\" height=\"516\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/hans-ripa-J6_r5t9FJTc-unsplash-1.jpg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/hans-ripa-J6_r5t9FJTc-unsplash-1-300x223.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/hans-ripa-J6_r5t9FJTc-unsplash-1-768x570.jpg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/hans-ripa-J6_r5t9FJTc-unsplash-1-485x360.jpg 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/hans-ripa-J6_r5t9FJTc-unsplash-1-696x517.jpg 696w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption>(Foto limbah anorganik di tanah. Sumber: Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Apabila tanah telah tercemar, ada banyak hal yang terkena imbasnya. Lalu, apa saja dampak pencemaran tanah? Berikut yang perlu kita ketahui:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>1. Mengurangi Kesuburan Tanah<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dampak pencemaran tanah pertama yang mudah untuk dikenali ialah berkurangnya tingkat kesuburan dari tanah itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, pencemaran yang terjadi dapat mengurangi kandungan bahkan bisa menghilangkan zat-zat penting dalam tanah.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika tanah kehilangan unsur-unsur haranya, tanah pun tidak akan sesubur dan segembur pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>2. Memengaruhi Kesehatan Manusia<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dampak pencemaran tanah berikutnya bisa memengaruhi kesehatan manusia. Tanah yang tercemar dapat mengeluarkan gas yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika gas dari tanah yang tercemar ini terhirup oleh manusia, kita bisa saja mengalami sakit kepala, mual, iritasi mata, hingga gangguan pernapasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Air tanah yang telah tercemar dan dikonsumsi manusia juga dapat mengakibatkan beragam penyakit. Mulai dari diare hingga penyakit kulit lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>3. Menurunkan Kualitas Pertanian<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak hanya sampai di situ, dampak pencemaran tanah juga bisa menurunkan kualitas pertanian di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, kesuburan dan kegemburan tanah dapat berkurang akibat adanya pencemaran. Akibatnya, petani bisa saja mengalami gagal panen.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, tanaman yang tumbuh di tanah tercemar tersebut bisa berdampak negatif saat dikonsumsi manusia. Hal ini karena tanaman telah menyerap zat-zat kimia berbahaya dari tanah yang telah tercemar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>4. Mengancam Hidup Hewan dan Tumbuhan<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Selain memengaruhi kesehatan manusia, makhluk hidup lain akan turut merasakan dampak pencemaran tanah.<\/p>\n\n\n\n<p>Habitat hewan-hewan liar dapat terancam. Mereka pun akan mencari tempat lain untuk berlindung dan bertahan hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>Begitu pun tumbuhan, mereka akan sulit untuk berkembang karena tidak mendapatkan nutrisi yang cukup dari dalam tanah. Jadi, asupan makanan untuk hewan ikut berkurang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/menjaga-lingkungan-alam-saat-berpetualang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Tips dan Trik Menjaga Lingkungan Alam Saat Berpetualang<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>Cara Menanggulangi Pencemaran Tanah<\/strong><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sigmund-aI4RJ-Mw4I-unsplash-1.jpg\" alt=\"cara menanggulangi sampah\" class=\"wp-image-8718\" width=\"696\" height=\"516\" srcset=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sigmund-aI4RJ-Mw4I-unsplash-1.jpg 800w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sigmund-aI4RJ-Mw4I-unsplash-1-300x223.jpg 300w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sigmund-aI4RJ-Mw4I-unsplash-1-768x570.jpg 768w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sigmund-aI4RJ-Mw4I-unsplash-1-485x360.jpg 485w, https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sigmund-aI4RJ-Mw4I-unsplash-1-696x517.jpg 696w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption>(Foto logo recycle. Sumber: Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ketika pencemaran tanah telah terjadi, bagaimana cara mengatasinya? Ini dia beberapa langkah yang dapat kita lakukan sebagai bentuk penanggulangan pencemaran tanah:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>1. Melakukan Bioremediasi<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika dampak pencemaran tanah mengganggu keseimbangan ekosistem dan mengancam keberlangsungan makhluk hidup di sekitarnya, cara yang dapat dilakukan ialah melakukan bioremediasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Teknik ini melibatkan penggunaan mikroba agar kondisi tanah bisa berubah seperti semula. Mikroba tersebut harus dikultur atau dikembangkan di laboratorium sebelum disebar ke tanah yang tercemar.<\/p>\n\n\n\n<p>Nantinya, aktivitas mikroba tersebut akan memecah zat-zat yang telah mencemari tanah. Jadi, tanah tidak beracun lagi dan kesuburannya dapat kembali.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>2. Menggunakan Pupuk Ramah Lingkungan<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Cara lain yang bisa kita lakukan untuk mengatasi pencemaran tanah, yaitu beralih menggunakan pupuk ramah lingkungan dalam aktivitas pertanian dan perkebunan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini karena pupuk kimia dan pestisida yang digunakan untuk mengusir hama tanaman mengandung bahan-bahan berbahaya bagi tanah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita bisa menggunakan bahan lain yang lebih ramah lingkungan sebagai pupuk tanaman. Misalnya, memanfaatkan limbah organik seperti sisa sayuran dan kulit buah-buahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>3. Mengurangi Penggunaan Plastik<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Plastik bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya pencemaran tanah. Jadi sebaiknya, kita mengurangi penggunaannya saat aktivitas sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai saat dibuang. Ketika dibuang ke tanah, bahan kimianya justru bisa berbahaya dan menyebabkan pencemaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai gantinya, kita dapat beralih menggunakan bahan kemasan lain yang lebih ramah lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><strong>4. Melakukan Aktivitas 3R<\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Melakukan aktivitas 3R seperti <em>reduce<\/em>, <em>reuse<\/em>, dan <em>recycle <\/em>juga bisa menjadi salah satu cara efektif untuk menanggulangi pencemaran tanah.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada banyak barang di sekitar kita yang bisa digunakan kembali sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan begitu saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karenanya, gunakanlah kreativitas kita semaksimal mungkin agar barang-barang yang ada saat ini tetap bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/menjaga-kelestarian-lingkungan-bisa-dilakukan-dengan-5-cara-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Menjaga Kelestarian Lingkungan Bisa Dilakukan dengan 5 Cara Ini<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Intinya, kita dianjurkan untuk menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya produk dari EIGER berupa tas ransel bernama<a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/ecosavior-45?utm_source=sirclo_blog&amp;utm_campaign=ecosavior+45+rucksack&amp;utm_content=green&amp;healthy\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> ECOSAVIOR 45 RUCKSACK<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Produk ini dibuat dengan bahan-bahan alami berupa bambu, serta bahan-bahan hasil daur ulang dari 50 botol plastik.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita dapat membelinya di situs web <a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=belanja_online_di_website_eiger_adventure_official&amp;utm_content=mountaineering\">EIGER A<\/a><a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=belanja_online_di_website_eiger_adventure_official&amp;utm_content=mountaineering\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">d<\/a><a href=\"https:\/\/eigeradventure.com\/?&amp;utm_source=tc_blog&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=belanja_online_di_website_eiger_adventure_official&amp;utm_content=mountaineering\">venture Official<\/a>. Di <em>website <\/em>tersebut, kita juga dapat berbelanja perlengkapan <em>outdoor <\/em>lainnya secara <em>online<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Belanja <em>online <\/em>di Eiger Adventure Official sangat praktis, didukung oleh beragam metode pembayaran, dan memiliki layanan <em>customer support <\/em>selama 24 jam.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kita berkesempatan untuk mendapatkan diskon spesial hingga promo gratis ongkir yang menguntungkan. <em>Yuk<\/em>, belanja sekarang juga!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dampak pencemaran tanah bisa memengaruhi lingkungan dan juga makhluk hidup di sekitarnya. Yuk, cari tahu cara penanggulangannya berikut ini.<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8715,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[1001,1000,998,240,999,996,997],"class_list":{"0":"post-8714","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-lifestyle","8":"tag-alam","9":"tag-cara-mengatasi-pencemaran-tanah","10":"tag-dampak-pencemaran-tanah","11":"tag-green-living","12":"tag-penanggulangan-pencemaran-tanah","13":"tag-pencemaran-tanah","14":"tag-penyebab-pencemaran-tanah"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>4 Dampak Pencemaran Tanah dan Cara Penanggulangannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dampak pencemaran tanah bisa memengaruhi lingkungan dan juga makhluk hidup di sekitarnya. Yuk, cari tahu cara penanggulangannya berikut ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"4 Dampak Pencemaran Tanah dan Cara Penanggulangannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dampak pencemaran tanah bisa memengaruhi lingkungan dan juga makhluk hidup di sekitarnya. Yuk, cari tahu cara penanggulangannya berikut ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-27T10:19:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-27T10:30:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dan-gold-H0Jp8pX-0zw-unsplash-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin TS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eigeradventure\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin TS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin TS\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/9dbf7a60232d2368ae533214e2bccd4a\"},\"headline\":\"4 Dampak Pencemaran Tanah dan Cara Penanggulangannya\",\"datePublished\":\"2022-10-27T10:19:00+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-27T10:30:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/\"},\"wordCount\":1061,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dan-gold-H0Jp8pX-0zw-unsplash-1.jpg\",\"keywords\":[\"alam\",\"cara mengatasi pencemaran tanah\",\"dampak pencemaran tanah\",\"green living\",\"penanggulangan pencemaran tanah\",\"Pencemaran tanah\",\"penyebab pencemaran tanah\"],\"articleSection\":[\"Lifestyle\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/\",\"name\":\"4 Dampak Pencemaran Tanah dan Cara Penanggulangannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dan-gold-H0Jp8pX-0zw-unsplash-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-10-27T10:19:00+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-27T10:30:23+00:00\",\"description\":\"Dampak pencemaran tanah bisa memengaruhi lingkungan dan juga makhluk hidup di sekitarnya. Yuk, cari tahu cara penanggulangannya berikut ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dan-gold-H0Jp8pX-0zw-unsplash-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dan-gold-H0Jp8pX-0zw-unsplash-1.jpg\",\"width\":800,\"height\":594,\"caption\":\"(Foto kekeringan tanah. Sumber: Unsplash.com)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"4 Dampak Pencemaran Tanah dan Cara Penanggulangannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog\",\"description\":\"Eiger Adventure\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Eiger Adventure\",\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png\",\"width\":187,\"height\":187,\"caption\":\"Eiger Adventure\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure\",\"https:\/\/x.com\/eigeradventure\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/9dbf7a60232d2368ae533214e2bccd4a\",\"name\":\"Admin TS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7d0596ab070a0fe101f0323208bc17a87e0776e12248deed1056777e61c8603?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7d0596ab070a0fe101f0323208bc17a87e0776e12248deed1056777e61c8603?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin TS\"},\"url\":\"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/christopher-antonisirclo-com\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"4 Dampak Pencemaran Tanah dan Cara Penanggulangannya","description":"Dampak pencemaran tanah bisa memengaruhi lingkungan dan juga makhluk hidup di sekitarnya. Yuk, cari tahu cara penanggulangannya berikut ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"4 Dampak Pencemaran Tanah dan Cara Penanggulangannya","og_description":"Dampak pencemaran tanah bisa memengaruhi lingkungan dan juga makhluk hidup di sekitarnya. Yuk, cari tahu cara penanggulangannya berikut ini.","og_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/","og_site_name":"Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","article_published_time":"2022-10-27T10:19:00+00:00","article_modified_time":"2022-10-27T10:30:23+00:00","og_image":[{"width":800,"height":594,"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dan-gold-H0Jp8pX-0zw-unsplash-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin TS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eigeradventure","twitter_site":"@eigeradventure","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin TS","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/"},"author":{"name":"Admin TS","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/9dbf7a60232d2368ae533214e2bccd4a"},"headline":"4 Dampak Pencemaran Tanah dan Cara Penanggulangannya","datePublished":"2022-10-27T10:19:00+00:00","dateModified":"2022-10-27T10:30:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/"},"wordCount":1061,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dan-gold-H0Jp8pX-0zw-unsplash-1.jpg","keywords":["alam","cara mengatasi pencemaran tanah","dampak pencemaran tanah","green living","penanggulangan pencemaran tanah","Pencemaran tanah","penyebab pencemaran tanah"],"articleSection":["Lifestyle"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/","name":"4 Dampak Pencemaran Tanah dan Cara Penanggulangannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dan-gold-H0Jp8pX-0zw-unsplash-1.jpg","datePublished":"2022-10-27T10:19:00+00:00","dateModified":"2022-10-27T10:30:23+00:00","description":"Dampak pencemaran tanah bisa memengaruhi lingkungan dan juga makhluk hidup di sekitarnya. Yuk, cari tahu cara penanggulangannya berikut ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dan-gold-H0Jp8pX-0zw-unsplash-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dan-gold-H0Jp8pX-0zw-unsplash-1.jpg","width":800,"height":594,"caption":"(Foto kekeringan tanah. Sumber: Unsplash.com)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/dampak-pencemaran-tanah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"4 Dampak Pencemaran Tanah dan Cara Penanggulangannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","name":"Blog","description":"Eiger Adventure","publisher":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#organization","name":"Eiger Adventure","url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","contentUrl":"https:\/\/blog.eigeradventure.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/ICON@300x.png","width":187,"height":187,"caption":"Eiger Adventure"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eigeradventure","https:\/\/x.com\/eigeradventure"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/9dbf7a60232d2368ae533214e2bccd4a","name":"Admin TS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7d0596ab070a0fe101f0323208bc17a87e0776e12248deed1056777e61c8603?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7d0596ab070a0fe101f0323208bc17a87e0776e12248deed1056777e61c8603?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin TS"},"url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/author\/christopher-antonisirclo-com\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dan-gold-H0Jp8pX-0zw-unsplash-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8714","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8714"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8714\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8719,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8714\/revisions\/8719"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8715"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8714"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8714"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eigeradventure.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8714"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}