Mendaki gunung bukanlah sekadar menggapai puncak. Di balik euforia pendakian, ada tanggung jawab yang lebih besar, yakni menjaga alam agar tetap lestari. Sayangnya, masih banyak pendaki yang belum menyadari pentingnya membawa pulang sampah milik mereka, padahal ini sudah menjadi etika dasar bagi pendaki.
Sebagai brand penyedia perlengkapan kegiatan luar ruang, EIGER merasa memiliki tanggung jawab lebih untuk mengedukasi para pendaki. Bukti nyata EIGER peduli lingkungan adalah dengan melaksanakan program wali gunung bertajuk EIGER Zero Waste Mountain. Program ini bertujuan menciptakan kawasan pendakian yang bersih, aman, dan nyaman dengan pengelolaan sampah yang ketat serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Melalui semangat 5 pilar E.I.G.E.R (Education, Inspiration, Greenlife, Experiential, dan Responsibility), EIGER menunjukkan bahwa petualangan dan pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan.
Tentang Program Zero Waste Mountain

Program ini diinisiasi oleh EIGER Adventure Service Team (EAST), tim khusus EIGER yang fokus pada edukasi dan pelatihan petualangan yang bertanggung jawab. Tujuan program ini turut membantu pengelolaan jalur dan sistem pendakian, pengelolaan sampah secara rutin yang bekerja sama dengan pos pendakian gunung sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan pendakian, dan edukasi pendaki sebelum melakukan pendakian.
Pada tahun 2022, Gunung Kembang yang berlokasi di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, adalah gunung pertama yang terpilih untuk program Wali Gunung Zero Waste Mountain karena pihak pengelola pos pendakian sudah menerapkan program yang sama dengan program Zero Waste Mountain EIGER. Untuk mewujudkan kerja samanya, tim EAST melakukan pendekatan melalui diskusi peninjauan lokasi agar terwujud pola kerja sama yang membuat kedua belah pihak senang melakukannya karena mempunyai misi yang sama dalam menjaga gunung agar tetap bersih, tidak seperti gunung lainnya. Selain dengan pihak pos pendakian gunung Kembang, EIGER melakukan dialog dan diskusi dengan pihak dan instansi terkait seperti aparat desa, TNI, polisi, Puskesmas, pegiat lingkungan, dan masyarakat lokal termasuk PT Perkebunan Teh Tambi yang lokasinya menjadi basecamp pos pendakian Gunung Kembang dari Dusun Blembem.
“Saat saya pertama kali mengunjungi Gunung Kembang, saya kagum karena dari basecamp sampai puncak tidak ada sampah. Harapan kami adalah hal ini menular ke gunung lain,” ujar Djukardi “Bongkeng” Adriana (EAST).
Komitmen dan Implementasi Zero Waste Mountain
Menurut Galih Donikara selaku Advisor EIGER Adventure Service Team (EAST), pengelolaan Gunung Kembang ini bukan hanya soal menjaga kebersihan, tapi juga memberdayakan pengelola dan masyarakat sekitar agar dapat mengelola kawasan pendakian secara berkelanjutan.
“Kami berharap banyak pihak terinspirasi dari program ini, sehingga semakin banyak gunung di Indonesia yang mendapatkan perhatian lebih dengan cara-cara yang bijak,” jelas Galih.
Iwan Santoso, Ketua Basecamp Gunung Kembang, menambahkan bahwa sampah yang terkumpul di gunung rutin dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah (TPS) setiap dua minggu. “Sampah dari pendaki ini menjadi sumber rezeki bagi pemulung di bawah sana,” katanya.
Dampak Positif Program Zero Waste Mountain
Program ini tidak hanya meningkatkan keamanan dan kenyamanan pendakian, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekosistem dan masyarakat sekitar. Azis Rifayanto, Wakil Ketua Basecamp Gunung Kembang, berharap penanaman pohon anggrek dapat menjadikan Gunung Kembang seperti “negeri dongeng” yang asri dan lestari.
Pada akhir Agustus 2024, Gunung Kembang mendapatkan predikat sebagai Gunung Bebas Sampah Pertama di Indonesia, sebuah penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Penghargaan ini mengakui konsistensi dan keberanian pengelola serta EIGER dalam menerapkan konsep Zero Waste Mountain sebagai model pengelolaan wisata gunung berkelanjutan.
Baca juga: Dampak Nyata Program Wali Pohon EIGER Peduli Lingkungan
Tak Berhenti, Bulu’ Baria Menjadi Langkah Nyata Selanjutnya

Setelah Gunung Kembang, pada tahun 2024, Bulu’ Baria jadi gunung kedua yang terpilih oleh EIGER, mendukung langkah warga menjaga pendakian tetap bersih dan bertanggung jawab. Gunung berketinggian 2.730 Mdpl dan berlokasi di Desa Manimbahoi, Kec. Parigi, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan ini perlahan mulai dikenal sebagai gunung terbersih, gunung bebas sampah pertama di Sulawesi.
EIGER resmi menjadi Wali Gunung Bulu’ Baria sebagai bagian dari komitmennya menjaga kebersihan dan kelestarian alam di Sulawesi seperti halnya yang sudah dilakukan di Gunung Kembang. Kolaborasi ini mendukung penuh upaya warga Desa Manimbahoi dan pengelola pos registrasi dalam memastikan setiap pendaki bertanggung jawab atas perbekalan dan sampahnya, sejak kaki melangkah hingga mencapai puncak.
Aturan tertulis yang menjaga gunung ini tetap bersih dan bebas sampah dimulai dari pos registrasi. Dari Dusun Pattiro, Desa Manimbahoi setiap pendaki yang hendak memulai langkah pertamanya menuju puncak. Dilakukan pemeriksaan perbekalan, peralatan keamanan juga memindahkan perbekalannya ke dalam wadah yang telah disiapkan oleh pengelola.
“Perbekalan yang bisa dipindahkan ke wadah plastik, kami sudah menyiapkan wadahnya, bisa digunakan oleh para pendaki sebagai fasilitas. Lalu apa yang bisa menjadi sampah sekali pakai, dicatat dan harus dibawa turun lagi di perjalanan pulang. Kalau hilang satu sampahnya, bakal ada denda. Kemudian dalam satu tahun, Bulu’ Baria akan ditutup di Januari hingga Maret saat puncak musim hujan. Untuk perawatan ekosistem, dan mengembalikan kondisi alamnya, kini Bulu’ Baria dikenal sebagai gunung bebas sampah di Sulawesi,” ujar Mustain, selaku pengelola pos registrasi dan basecamp.
Berdasarkan catatan data Mustain, selaku pengelola pos registrasi Bulu Baria, dan timnya, sejak April sampai November 2024 sudah ada 13.370 pendaki, mencoba jalur gunung terbersih di Sulawesi. Paling banyak ada di bulan Agustus mencapai 2.375 pendaki dan Juli mencapai 1.978 pendaki dalam satu bulan.
“Terima kasih untuk semua pendaki Bulu’ Baria sudah ikut menjaga, merawat, dan menikmati jalur bebas sampah sampai ke puncak,” sambungnya.
Baca juga: Apa itu Gaya Hidup Zero Waste? Petualang Wajib Tahu!
Tumbuhkan Cinta Alam dan Peduli Lingkungan dari Sekarang
Program Zero Waste Mountain diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa gunung bukan sekadar tempat rekreasi atau bertualang, tapi juga rumah bagi ekosistem yang harus dijaga. Ini bukan hanya komitmen masa lalu, tetapi perjalanan berkelanjutan untuk mewariskan gunung-gunung Indonesia yang bersih dan lestari bagi generasi mendatang. Diharapkan, Gunung Kembang dan Bulu’ Baria menjadi contoh nyata bahwa sistem pendakian yang bersih, aman, dan berdaya bisa diterapkan di gunung-gunung lainnya.
“Apa yang dilakukan EIGER baru merupakan langkah kecil dan masih terbatas di gunung-gunung yang dikelola oleh masyarakat lokal setempat. Harapannya EIGER bisa bekerjasama lebih jauh lagi bersama perusahaan sejenis, instansi terkait, dan masyarakat kaki gunung dalam menjaga gunungnya tetap bersih aman dan nyaman bagi para pendakinya,” tutup Galih.
EIGER Zero Waste Mountain (Gunung Kembang)
Eigerian mau tahu lebih jauh tentang EIGER Zero Waste Mountain? Yuk tonton videonya!


