Jika ingin melakukan ekspedisi di alam terbuka, sangat penting untuk memahami navigasi darat dengan benar. Sudah tahu apa itu navigasi darat? Secara garis besar, navigasi darat adalah ilmu untuk mempelajari cara menentukan suatu tempat dengan peta dan kompas.
Eits, jangan salah. Meski terdengar sederhana, pada dasarnya, navigasi darat membutuhkan keterampilan yang cukup kompleks, lho.
Sebab, hal ini akan melibatkan berbagai macam pengetahuan dasar, seperti pemahaman mengenai peta topografi, penentuan arah dengan kompas, hingga pemahaman medan untuk membayangkan posisi diri saat berada di alam bebas.
Lantas, bagaimana tips untuk pemula dan apa saja alat-alat navigasi darat yang direkomendasikan? Untuk mengetahui informasi tersebut selengkapnya, simak artikel di bawah ini sampai habis, ya!
Perlu diketahui bahwa memahami navigasi darat adalah hal dasar yang perlu diperhatikan sebelum kamu bepergian di alam terbuka, termasuk mendaki gunung.
Sebab, tidak ada yang tahu secara pasti bagaimana kondisi lingkungan di alam terbuka. Jika saat itu cuaca sedang tidak bagus, misalnya seperti sedang berkabut, jalur pendakian kemungkinan besar akan tertutup dan tidak bisa dilihat dengan jelas.
Dalam kondisi ini, seseorang yang memahami navigasi darat (biasa disebut navigator) akan bertindak sebagai penentu arah yang hendak dilewati. Sebab, tujuan navigasi darat adalah agar bisa menentukan posisi, arah, serta rute perjalanan di medan yang tidak dikenal.
Pada dasarnya, penerapan ilmu navigasi darat akan membutuhkan tiga alat utama, yaitu peta, GPS, dan kompas. Berikut adalah masing-masing penjelasannya:
- Peta: Gambaran seluruh atau sebagian permukaan bumi dalam bentuk dua dimensi di bidang datar. Gambarannya sendiri dibuat dengan metode perbandingan tertentu dari kondisi aslinya. Jenis peta yang sering digunakan untuk navigasi adalah peta topografi.
- Global Positioning System (GPS): yaitu sistem navigasi berbasis satelit yang memungkinkan pengguna untuk menentukan posisi di bumi dengan akurasi tinggi.
- Kompas: alat penunjuk arah yang digunakan untuk menentukan arah mata angin.
Baca juga: Alat Navigasi, Ini Cara Menggunakan GPS Saat Pendakian
Baik pendaki pemula maupun berpengalaman tetap harus mempersiapkan pendakian dengan matang agar tidak tersesat selama melakukan ekspedisi. Tentu saja, hal ini juga termasuk mempersiapkan navigasi darat semaksimal mungkin.
Masih bingung bagaimana mempersiapkan navigasi darat untuk bepergian di alam terbuka? Berikut adalah beberapa tipsnya untuk pemula maupun pendaki lanjutan:
A. Tips untuk Pendaki Pemula
Bagi kamu yang masih pemula, tidak perlu khawatir. Jika belum tahu apa saja yang harus dipersiapkan dalam navigasi darat, berikut adalah beberapa tipsnya:
- Latihan fisik sebelum mendaki. Pastikan tubuh dalam keadaan prima.
- Memahami rute pendakian. Hal ini bisa dilakukan dengan membaca panduan atau blog dari pendaki lain.
- Membawa alat navigasi darat, seperti peta topografi dan kompas. Disarankan untuk tidak sepenuhnya mengandalkan gadget untuk alat-alat navigasi karena bisa kehilangan sinyal atau kehabisan baterai selama mendaki.
- Mulai mendaki secara berkelompok. Bila baru memulai hobi mendaki, lebih baik lakukan pendakian secara berkelompok terlebih dahulu.
- Informasikan rencana perjalanan kepada keluarga atau teman terdekat. Dengan begitu, mereka bisa segera menghubungi bantuan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama kamu berada dalam rute pendakian.
B. Tips untuk Pendaki Lanjutan
Meski sudah berpengalaman, pendaki lanjutan tidak serta-merta kebal terhadap risiko tersesat di alam terbuka. Untuk menghindari hal ini, beberapa tips navigasi tambahan yang bisa dilakukan pendaki lanjutan adalah:
- Lakukan pelatihan tambahan, seperti pelatihan navigasi lanjutan, simulasi di berbagai jenis medan, dan pelatihan pertolongan pertama.
- Membawa perlengkapan navigasi cadangan, seperti kompas kedua, baterai tambahan untuk GPS, serta altimeter (alat untuk menentukan ketinggian dan orientasi di lokasi).
- Perhatikan cuaca. Usahakan untuk selalu memeriksa prakiraan cuaca sebelum memulai pendakian. Pahami juga tanda-tanda perubahan cuaca mendadak ketika berada di medan lapangan.
- Tentukan titik kumpul darurat. Sebelum mendaki, disarankan untuk menentukan titik kumpul darurat serta rute evakuasi bersama anggota kelompok guna mengantisipasi hal-hal yang di luar dugaan.
- Melatih kemampuan navigasi malam. Hal ini dapat dilakukan dengan memahami ilmu perbintangan dan membawa alat bantu tertentu, seperti lampu senter.
Baca juga: Pentingnya Memahami Pengetahuan Dasar Tentang Orientasi Peta
Cara Mengatasi Situasi Tersesat
Jika kamu dan kelompok pendakianmu tersesat selama dalam perjalanan, usahakan untuk tetap tenang terlebih dahulu. Kemudian, pahami situasi dan mulai lakukan langkah-langkah di bawah ini:
- Berhenti bergerak dan evaluasi situasi. Periksa kembali perlengkapan, peta, kompas, serta amunisi makanan dan minuman yang dibawa.
- Analisis navigasi kembali. Gunakan peta dan kompas untuk menentukan posisi saat ini. Apabila memungkinkan, kamu bisa kembali ke titik terakhir yang dikenali dalam peta.
- Tentukan rencana darurat. Pertimbangkanlah pilihan antara menunggu bantuan atau mencoba menemukan jalan kembali dengan hati-hati.
- Buat tanda pengenal. Tandai posisi saat ini dengan mengikat pita di pohon atau menumpuk batu. Hal ini dapat membantu tim penyelamat untuk menemukanmu.
- Segera hubungi bantuan. Jika ada sinyal, kamu bisa menggunakan ponsel atau alat komunikasi lainnya. Jika tidak, gunakan metode darurat seperti meniupkan peluit atau membuat api untuk memberikan sinyal kepada tim penyelamat.
- Bertahan hidup. Berhematlah dalam mengonsumsi air dan makanan yang tersisa. Kamu juga perlu mencari sumber air di area sekitar apabila memungkinkan.
Navigasi darat tidak terlepas dari kebutuhan berbagai peralatan yang mumpuni. Dalam hal ini, EIGER menyediakan berbagai alat-alat navigasi darat yang bisa membantumu untuk menentukan rute perjalanan selama mendaki gunung. Berikut adalah rekomendasinya:

Navigator Compass dilengkapi dengan berbagai fitur utama, seperti kaca pembesar, cermin, dan skala standar yang bisa mendukungmu untuk menavigasi rute pendakian.
Kompas ini pun cukup ringan dan ringkas, sehingga bisa dibawa dengan mudah selama berpetualang. Penutupnya juga bisa dilipat agar pas disimpan di dalam saku.
2. Compass Azimuth

Ingin menjelajah wilayah baru yang belum dikenal sama sekali? Kamu bisa mengandalkan Compass Azimuth untuk membantu navigasi medan lapangan dan bertahan di kondisi yang ekstrem.
Compass Azimuth memiliki lensa pembesar dan jarum berpendar yang memungkinkanmu untuk bepergian di berbagai jenis ekspedisi alam bebas yang menantang.
Kompas ini juga dilengkapi dengan tali pengikat sehingga kamu bisa membawanya dengan mudah ke mana pun selama berpetualang.
Demikian penjelasan mengenai navigasi darat beserta tips melakukannya untuk pemula maupun pendaki berpengalaman. Keterampilan navigasi yang tepat bisa membantu kamu menjelajahi alam bebas dengan mudah dan terhindar dari berbagai bahaya.
Untuk itu, pastikan kamu selalu menggunakan alat-alat navigasi darat yang sesuai. Dalam hal ini, kamu bisa mempercayakan EIGER Adventure untuk melengkapi alat-alat navigasi berkualitas sebelum pergi mendaki gunung.
Agar lebih praktis, kamu dapat berbelanja kebutuhan pendakian melalui aplikasi mobile EIGER yang bisa diunduh secara gratis melalui App Store dan Google Play Store.
Baca juga: Tips Agar Tidak Tersesat di Gunung, Simak Panduan Lengkapnya!


